Pusaka Dewa Petaka

Pusaka Dewa Petaka
133


__ADS_3

BLAAAAAAARRRR!


Mahkota rambut di kepala Shen Zhu meledak oleh cahaya putih terang benderang, lalu berubah menjadi kristal dan terbelah menjadi dua. Ikatan rambut di puncak kepalanya terlepas, rambutnya terurai dan melecut lembut di sisi wajahnya.


Tubuhnya melayang beberapa kaki dari permukaan lantai.


Dua keping mahkota rambut yang terbelah itu berubah bentuk seperti sepasang sayap, lalu mengendap di belakang kedua telinganya.


Pelindung bahu dan pelindung tangannya juga berubah menjadi kristal yang berkelap-kelip.


Tongkat Kaisar di tangannya berkilauan gilang-gemilang.


Semua makhluk mengendap turun dan tersungkur di tanah, memberikan penghormatan pada sang raja alam semesta.


Waktu seakan terhenti.


Seluruh alam membeku dalam keheningan gaib.


"Shen Lieren!" Suara bergemuruh itu melanjutkan penobatan langit. "Dewi Pemburu yang gagah perkasa, kehilangan kedewaan dalam perjuangannya membela umat manusia, diangkat menjadi Dewi Pelindung dan Penjaga Harta Karun."


BLAAAAAAAASSSSH!


Sebuah lingkaran sihir tercipta di lantai, di bawah tubuh Xiao Mao yang tengah bersujud.


Tubuhnya terangkat dari lantai dan melayang di atas lingkaran sihir itu dalam tarian ringan, berdiri dan berputar lembut dikelilingi cahaya berwarna-warni seperti pelangi yang kemudian membalut tubuhnya, menjadi gaun indah berenda seperti ombak. Sebuah ikat kepala dari emas terpasang di dahinya dengan permata berwarna biru. Sebatang seruling emas melayang turun dari langit dan mengambang di depan wajahnya.


Xiao Mao menadahkan kedua tangannya dan seruling itu mendarat di telapak tangannya.


"Bao Yu!" Suara yang bergemuruh dari langit itu melanjutkan penobatannya. "Berkepribadian tenang, penuh kasih dan kelembutan, panjang sabar dan penuh kendali, diangkat menjadi Dewa Kebijaksanaan, Penasihat Kaisar Langit!"


SLAAAASSSH!


Lantai di bawah kaki Bao Yu yang tengah berlutut menyala memunculkan lingkaran sihir berwarna emas. Sebuah ikat kepala dari emas melayang turun dari langit dan hinggap di kepalanya. Lalu terpasang di dahinya. Hanfu putihnya yang dilapisi jubah armor sewarna menyala terang.


"Jyang Ryu!" penobatan itu masih berlanjut. "Menyembunyikan kekuatan yang tak terduga, diangkat menjadi Dewa Laut!"


BLAAAAAASSSSSH!


Lantai di bawah tubuh Jyang Ryu yang sedang bersujud berpendar memunculkan lingkaran sihir. Tubuhnya terangkat dari lantai dan mengambang di atas lingkaran sihir.


Air menyembur keluar dari lingkaran sihir itu, kemudian menggeliat dalam bentuk sepasang naga berwarna bening dan biru transparan, kemudian melilit tubuhnya. Mengubah penampilannya.


Jubah armor berkerah tinggi berwarna biru terpasang di bahunya yang lebar, melapisi hanfu sutra putih yang melekat pas di pinggangnya yang ramping. Pelindung bahu dan pelindung tangannya berwarna mutiara berbentuk sirip ikan yang mencuat di sana-sini, begitu juga dengan hiasan kepala di belakang telinganya. Membuat sosoknya terlihat glamor sekaligus dingin.

__ADS_1


Selanjutnya, suara dari langit itu menobatkan Shi Tan menjadi Dewa Petir, Tjia Qianxi menjadi Dewi Perang, dan Xie Ma menjadi Dewi Bintang.


SLAAAASSSH!


SLAAAASSSH!


SLAAAASSSH!


Sosok Shen Zhu membias dan membayang, terbelah tujuh. Empat di antaranya melayang ke atas dan menghilang di balik awan bersama gulungan Kitab Langit dan selaksa malaikat. Dua lainnya melesak ke dalam tanah, dan satunya tetap tinggal.


Yang tertinggal menjadi Kaisar Peri Benua Jingling. Kaisar Liuwang yang bermartabat. Mengenakan jubah putih terang dengan mahkota peri.


Yang terdampar di bumi menjadi seorang pengembara misterius berjubah gelap dengan tudung kepala, membawa guci arak dan seruling. Guci araknya menggelantung di ikat pinggangnya. Seruling pusakanya tak pernah lepas dari mulutnya saat ia bertengger di dahan pohon, duduk berlujur dengan punggung bersandar pada batang pohon.


Yang tenggelam ke Dunia Bawah menjadi Malaikat Jurang Maut. Mengenakan jubah gelap yang sama dengan tudung kepala, bersayap gelap dan membawa setangkai tongkat sabit.


Dewa lainnya bebas berkeliaran di tujuh dunia.


Keesokan harinya, negeri peri menggelar pesta rakyat untuk merayakan kelahiran dewa-dewa baru di benua mereka.


Beberapa ahli spiritual bisa merasakan euforia spektakuler sedang berlangsung di Laut Elemen, yang kemudian disimpulkan sebagai reaksi dari budaya baru di masyarakat.


Dalam sepekan, orang-orang yang mendapat karunia dari simbol Kaisar Langit melepaskan lampion dengan simbol yang sama sebagai ucapan syukur, atau menghanyutkan perahu lilin berisi doa-doa atau pujian bagi Kaisar Langit.


Shen Zhu yang terdampar di bumi bisa merasakan Aliansi Ksatria sedang menyusun rencana untuk menindas rakyat jelata. Ia menurunkan seruling dari mulutnya, kemudian beranjak dari dahan pohon, melompat ke dahan pohon lainnya, kemudian ke dahan pohon lainnya lagi. Begitu seterusnya ia melompat-lompat dari pohon ke pohon hingga akhirnya tiba di Hutan Kegelapan yang dihuni koloni iblis di luar benteng pertahanan Kota Pangkalan.


Sesosok iblis gorgon—manusia berbulu dengan kepala binatang yang menjadi Panglima Iblis sedang berleha-leha di sebuah lereng bukit, bersandar pada dinding tebing seraya mengawasi pasukan tentara klan iblis yang sedang mengepung Kota Pangkalan.


Shen Zhu memperhatikannya dari puncak tebing di mana Panglima Iblis itu bersandar, lalu melayang turun dan mendarat ringan tanpa suara.


Panglima Iblis itu tersentak mendapati Shen Zhu tahu-tahu sudah berdiri di sampingnya. "Siapa?" hardiknya sambil mendongak dan memelototi Shen Zhu.


"Mimpi burukmu," seloroh Shen Zhu tanpa ekspresi. Kemudian bersedekap dan tertunduk menatap Panglima Iblis itu.


"Cari mati!" sentak gorgon itu seraya memukulkan tinjunya ke permukaan tanah.


DUAAAAARRRR!


Tanah itu meledak di bawah tinjunya.


Sejumlah tentara iblis serentak menghambur dan mengepung Shen Zhu.


Shen Zhu tetap bergeming.

__ADS_1


Panglima Iblis itu menarik bangkit tubuhnya sambil menggeram dan mengepalkan kedua tangannya. Lalu mendekat ke arah Shen Zhu.


Anak buahnya sudah menerjang ke arah Shen Zhu.


Shen Zhu hanya mengerling sedikit melalui bahunya seraya tersenyum miring.


Gerombolan iblis yang mengepungnya langsung terpental.


Panglima Iblis meraung seraya mengayunkan tinjunya ke wajah Shen Zhu.


Shen Zhu menyergap pergelangan tangan gorgon itu dengan satu tangan dan memuntirnya.


Gorgon itu meraung lagi. Kemudian meninjunya lagi dengan tangan lainnya.


Shen Zhu menyentakkan tangan gorgon yang dicengkeramnya, kemudian membantingnya.


Gorgon itu menarik bangkit tubuhnya dan menerjang ke arah Shen Zhu dengan membabi-buta.


Shen Zhu menyergap batang lehernya dan mencekiknya. Lalu dalam sekali hentak Panglima Iblis itu sudah membeku dan tidak bergerak lagi.


Tentara iblis yang terserak di sekelilingnya merangkak dan menyergap kaki Shen Zhu beramai-ramai.


Shen Zhu menghentakkan kakinya.


DUAAAAARRRR!


Gerombolan iblis itu meledak menjadi serpihan batu.


Pasukan tentara iblis yang sedang bertempur di benteng pertahanan mendadak tidak stabil seperti hilang kendali.


Lalu terpencar dan tercerai-berai meninggalkan benteng.


Para ksatria terperangah.


Liu Tang terkesiap di dinding benteng. Merasa familer dengan situasinya. Pasukan iblis yang tidak stabil menandakan mereka kehilangan pemimpin, pikirnya. Apa sebenarnya yang terjadi di Hutan Kegelapan sana?


Tak lama kemudian, seseorang muncul di bawah, melawan arus monster yang menyeruak bergerombol melewatinya.


Kepalanya tertunduk memainkan sebatang seruling, wajahnya tersembunyi di bawah tudung jubahnya.


Liu Tang menghela napas dan bersedekap. "Sembunyi-sembunyi berlagak misterius," cemoohnya.


Shen Zhu menurunkan serulingnya dan menyingkap penutup kepalanya, lalu mendongak dan menyeringai. "Butuh pemandu untuk menemukan jalan pulang?" katanya balas mencemooh.

__ADS_1


__ADS_2