Pusaka Dewa Petaka

Pusaka Dewa Petaka
64


__ADS_3

Hari kedua Putaran Kedua Ujian Ksatria…


"Ksatria Pedang Nomor Tujuh-tujuh melawan Elementalis Nomor Dua-satu!"


Elementalis Nomor Dua-satu adalah Pemanggil yang mengalahkan Bao Jialin pada hari pertama Putaran Kedua, gadis nyentrik bergaun pendek motif daun teratai dengan armor bunga teratai.


Tongkat emasnya yang setinggi pelipis berkepala ukiran bunga teratai, membuat Xie Ma kembali disergap kecemasan.


Jyang Yue akhirnya menotok beberapa titik akupuntur yang melumpuhkan Xie Ma untuk sementara, "Ini adalah pertama kalinya aku melakukan ini padamu," bisiknya bernada peringatan. "Kuharap tidak ada yang kedua kalinya!" Ia menandaskan, kemudian melarikan gadis itu dari gedung arena.


Semua mata serentak tertuju pada mereka. Tidak terkecuali Shen Zhu.


Jyang Yue menggeleng samar mengisyaratkan bahwa semuanya baik-baik saja.


Semua mata sekarang bergulir ke arah Shen Zhu.


Wajah-wajah para wanita berkerut-kerut gelisah menampakkan ekspresi antara cemburu dan patah hati. Bahkan lawannya di lantai arena.


"Tenanglah!" Bao Yu menepuk bahu Shen Zhu. "Fokus saja pada pertarungan."


Shen Zhu mengerjap dan terdiam, memandang suram punggung Jyang Yue ketika guru wanita itu akhirnya membopong kakaknya keluar gedung.


Siapa sebenarnya Gadis Majus itu? pikir para wanita tersengat rasa iri. Kenapa Liu Shen Zhu begitu peduli?


Jyang Ryu memperhatikan Shen Zhu dari deretan bangku peserta Jalur Juara melalui sudut matanya, lalu beralih pada Bao Yu. Seulas senyuman samar mengembang di sudut bibirnya. Sekarang aku ingat dia, katanya dalam hati. Ternyata murid Sekte Bao yang rutin berkunjung ke Sekte Majus!


Shen Zhu melangkah turun ke arena dengan raut wajah hampa.


Gadis Pemanggil di lantai arena menelengkan kepalanya, menampakkan ekspresi prihatin dan penasaran seorang gadis kecil.


"Pertarungan dimulai!" Suara pemandu acara membuat keduanya mengerjap.


Shen Zhu mengepalkan tangannya dan mengangkat wajah. Tapi lalu terkesiap. Di mana orangnya?


Gadis Pemanggil itu menghilang dari tempatnya.


Suara cekikikan membuat Shen Zhu mengerjap dan menelan ludah.


Gadis itu tahu-tahu sudah melayang di belakangnya, menelengkan kepalanya di atas kepala Shen Zhu seraya tersenyum miring. Sebelah tangannya merayap di bahu dan tengkuk Shen Zhu dengan sentuhan menggoda.

__ADS_1


Teleportasi! Shen Zhu menyadari. Lalu menyentakkan sedikit energi untuk mendorong keluar elemen api dalam tubuhnya dan menyalurkannya ke permukaan kulit. Dan seketika tubuhnya berpendar menyemburkan kobaran api.


Gadis Pemanggil itu kembali terkikik. "Api surgawi," gumamnya bernada menggoda, lalu terbang berputar-putar mengelilingi Shen Zhu sementara jemari tangannya menyusur di sekeliling bahu, tengkuk, dan dagu Shen Zhu. "Sayang sekali…" ia berhenti berputar-putar dan melayang diam di atas kepala Shen Zhu, lalu membungkuk mendekatkan wajahnya ke wajah Shen Zhu seraya tersenyum miring. "Aku tahan api."


Shen Zhu mengetatkan rahangnya dan mengembangkan jemari tangan di sisi tubuhnya, kemudian merenggut pergelangan tangan gadis itu.


Gadis itu tersentak dan terlempar.


Para penonton terpekik dan terkesiap. "Apa yang terjadi?" Mereka bertanya-tanya.


Seberkas cahaya putih kebiruan berkeredap di pergelangan tangan Gadis Pemanggil itu seperti kilat. Rasa panas dan dingin menyengat tubuhnya dalam waktu bersamaan.


Gadis itu mengerjap menatap Shen Zhu. Dahinya berkerut-kerut dengan gelisah. Elemen petir? pikirnya terkejut. Dia juga memiliki elemen petir!


"Tiga elemen?" seseorang menggumam di bangku pejabat.


Peserta Jalur Juara dari aliran zen tiba-tiba mengetatkan rahangnya dan mendesah pelan. Kedua tangannya terkepal di atas kedua pahanya. Dia juga pemilik tiga elemen. Awalnya dia mengira dirinya akan menjadi satu-satunya ksatria dengan tiga elemen. Mengingat dirinya bukanlah satu-satunya, tak elak membuat hatinya serasa terbakar.


"Pantas saja dia bisa memiliki dua elemen yang berlawanan," komentar para tetua. "Ternyata ada elemen petir!"


"Nomor Tujuh-tujuh ini betul-betul penuh kejutan!" seru Kaisar dengan mata berkilat-kilat penuh semangat.


Gadis Pemanggil menarik bangkit tubuhnya, kemudian mulai memasang kuda-kuda. Akhirnya mulai serius.


Seluruh arena mulai bergetar dan bergemuruh.


Rambut dan gaun Gadis Pemanggil itu melecut-lecut di sekeliling tubuhnya.


Sekeliling arena serempak menegang.


"Akhirnya mulai terlihat seperti pemanggil," cemooh Shen Zhu sambil mendongak dan bersedekap.


Lantai arena berguncang semakin hebat.


Tak lama kemudian, sebuah pintu ganda dari batu kuno menyembul keluar di permukaan lantai. Lalu terkuak.


Sesosok manusia berbulu dengan kepala serigala melangkah keluar dari gerbang itu dan melolong dengan kepala mendongak.


"Iblis Serigala!" pekik para peserta di bangku penonton.

__ADS_1


Shen Zhu masih bergeming dengan kedua tangan bersilangan di depan dada. Pedang imitasinya yang tak pernah keluar dari sarangnya menggantung dalam genggamannya. Ia menelengkan kepalanya sedikit, memperhatikan Iblis Serigala itu dengan mata terpicing.


Level lima puluh! Shen Zhu menyimpulkan.


Iblis Serigala itu menurunkan kepalanya dan menoleh ke arah Shen Zhu, kemudian melangkah pelan menyeberangi arena dan berhenti beberapa langkah di depan Shen Zhu.


Shen Zhu tetap bergeming.


"Berani bersikap arogan di depan Raja Iblis Serigala?" geram Iblis Serigala itu dengan sikap mencemooh. Kemudian mengepalkan tangannya yang berkuku tajam dan memukulkannya ke telapak tangan satunya.


"Raja Iblis?" Shen Zhu mendengus menanggapinya, kemudian menarik sebelah tangannya yang menggenggam pedang dan merentangkannya ke samping.


Para penonton mulai bersemangat karena mengira pemuda itu akhirnya akan menggunakan pedang.


Tapi Shen Zhu malah menjatuhkan pedangnya. "Kau hanya binatang bermulut besar!" cemoohnya.


Pedang itu sekarang tertancap di lantai batu dalam keadaan masih terbungkus sarungnya.


Para penonton terpekik bersamaan.


Begitu juga dengan Iblis Serigala di depannya. "Apa?" pekiknya dengan suara parau yang lebih terdengar konyol daripada menakutkan. "Sebagai seorang ksatria… kau malah menyimpan pedangmu? Benar-benar konyol!"


"Untuk mengalahkanmu…" Shen Zhu melipat kembali tangannya di depan dada. "Aku tak memerlukan pedang."


Jyang Ryu mengawasi Shen Zhu dengan alis bertautan. Ternyata dia punya mulut yang lumayan besar! batinnya sedikit takjub.


"Baiklah!" geram Iblis Serigala itu mulai tak sabar. "Asal kau tahu, keunggulanku adalah kecepatan, cakar dan taring. Kita lihat apakah tinjumu lebih keras dari cakar dan taringku?"


Dan sebelum Iblis Serigala itu memasang kuda-kuda, Shen Zhu tahu-tahu sudah berdiri rapat di hadapannya.


"Apa—" Iblis Serigala terpekik seraya menyentakkan wajahnya menjauh.


Para penonton terkesiap.


Jyang Ryu tersenyum miring.


Ternyata dia juga menguasai teleportasi! pikir Gadis Pemanggil mulai panik.


Dan sebelum semua orang menyadari apa yang terjadi, Shen Zhu sudah mengayunkan tinju dan mendaratkannya di perut Iblis Serigala itu.

__ADS_1


Iblis Serigala itu terlempar ke udara dengan perut tertekuk. Lolongan Iblis Serigala itu membuat semua orang menutup telinga.


Gadis Pemanggil makin gelisah dan kalang kabut, ia menggerak-gerakkan telapak tangan dan jemarinya sekali lagi, sementara tubuhnya masih melayang di atas gerbang gaib. Berapa sebenarnya level kekuatannya? pikirnya frustrasi. Iblis level lima puluh ternyata tak berpengaruh!


__ADS_2