
Shen Zhu mengembangkan kedua tangannya di sisi tubuhnya dengan jemari membentuk cakar menghadap ke atas.
Bola-bola cahaya berwarna emas bertebaran dari telapak tangannya seperti bunga-bunga dandelion, yang kemudian bertebaran ke seluruh penjuru dan hinggap pada setiap orang, lalu berubah menjadi gelembung besar yang melindungi setiap orang, kecuali para ksatria, para pejabat dan ketua aliansi.
"Whoaaaaa…" semua orang terperangah dengan campuran rasa senang dan takjub.
Tak lama kemudian, orang-orang dalam gelembung itu melayang naik seperti lampion-lampion terbang.
Para kaisar, para tetua dan ketua sekte juga terangkat dalam gelembung berwarna emas transparan itu.
Para pejabat aliansi dan para ksatria mengedar pandang dengan tatapan gusar.
Ketua aliansi terhuyung. Akhirnya dia tahu apa maksudnya petaka besar yang diramalkan.
Dan satu-satunya yang tidak akan dilanda adalah rakyat sipil!
Tak disangka caranya akan seperti ini! batin Ketua Aliansi.
Shen Zhu membalikkan telapak tangannya ke bawah. Rantai di kedua tangannya berderak dan bertautan menjadi satu untaian seperti kepangan rambut wanita.
Detik berikutnya, kedua untaian rantai itu meledak oleh cahaya terang benderang, untaian rantai di tangan kanan berwarna putih, untaian rantai di tangan kiri berwarna hitam. Lalu keduanya berubah perlahan-lahan. Rantai di tangan kanan menjadi pedang yang menyala-nyala seperti aurora dengan tujuh warna pelangi, rantai di tangan kiri berubah menjadi cambuk rantai menyala merah darah yang berkobar-kobar.
Para petinggi aliansi dan para ksatria terkesiap ngeri.
"Tidak memiliki kemuliaan ksatria…" bisik Shen Zhu dengan suara yang menggemuruh. "Apakah kalian pantas disebut Aliansi Ksatria?"
Para ksatria beringsut mundur.
Shen Zhu melayang ke arah bangku ketua.
Para ksatria pengawal spontan menerjang ke arah Shen Zhu. Tapi pada waktu bersamaan mereka juga terpental.
Para kaisar terperangah di dalam gelembung yang melayang di udara. Begitu juga dengan semua orang.
Bao Yu memukul-mukul lapisan transparan yang menyelubunginya dalam teriakan bisu, mencoba menghentikan Shen Zhu. Tapi suaranya teredam oleh gelembung itu.
Shen Zhu mengayunkan pedangnya ke arah barisan para petinggi aliansi.
Tidak! Bao Yu menyentakkan kipasnya dan meledakkan gelembung itu kemudian melesat ke arah Shen Zhu.
SLAAAASSSH!
__ADS_1
JLEB!
Bao Yu terkulai di ujung pedang Shen Zhu dengan mata dan mulut membulat.
Shen Zhu terperanjat dan tertunduk. Menatap wajah gurunya dengan mata bergetar. Keduanya matanya serentak meredup. Lidah-lidah api yang menyelubunginya seketika padam.
Bao Yu mengulurkan sebelah tangannya ke arah Shen Zhu, tapi hanya menggapai udara kosong. Tubuhnya meluncur ke bawah dan terkulai.
"TIDAAAAAAAAAAAAAAKKK!" Lolongan Shen Zhu melengking ke langit tinggi.
Semua terperangah tanpa suara.
Pada saat itulah sejumlah ksatria mengambil kesempatan untuk menyergap Shen Zhu.
Ini dia! Jyang Ryu menyadari. Kemudian mengeluarkan tombaknya dan meledakkan gelembung yang mengungkungnya. Lalu melesat ke arah Xie Ma, meremukkan tabir yang mengungkung gadis itu, merenggut pinggangnya dan melesat menjauhi arena.
Tapi sedikit terlambat.
Xie Ma melihat adiknya bergeliat-geliut di tengah-tengah kepungan para ksatria, berteriak pada gurunya, lalu tiba-tiba terlempar dengan perut tertikam sebatang tombak.
"TIDAAAAAAAAAAAAAK!" Jeritan Xie Ma mendengking tak kalah nyaring. Kedua tangannya meronta-ronta mengais udara kosong dalam rengkuhan tangan Jyang Ryu.
Semua orang menjerit tanpa suara di dalam gelembung masing-masing.
Tiao dan Jialin meronta-ronta sambil memukul-mukul dinding bulat transparan yang mengungkung mereka.
Detik berikutnya, kabut gelap mengendap naik dari seluruh penjuru, dari tubuh semua orang, kemudian meresap ke dalam luka di perut Shen Zhu.
Luka di perut Bao Yu menyemburkan sulur kabut yang lebih gelap, yang secara otomatis langsung berpindah ke luka di perut Shen Zhu. Tubuh pria itu melayang beberapa kaki dari permukaan lantai seakan tergantung pada tali gelap itu.
Semua orang kembali membeku.
Tubuh Shen Zhu terlempar ke udara dalam posisi terlentang sedikit melenting. Kedua tangan dan kakinya terkulai bersama kepalanya.
Sulur-sulur berwarna gelap mengepungnya dari berbagai arah seakan seluruh kegelapan dari seluruh penjuru bumi terhisap oleh lukanya.
"Apa ini?" gumam semua orang seraya menatap tubuh mereka yang mengeluarkan asap.
Kegelapan menyelubungi langit di atas gedung arena. Tempat itu berubah seperti malam.
Semua orang gemetar dan terpuruk di tempat mereka masing-masing. Fenomena itu tak pernah terbayangkan bahkan di dalam mimpi buruk mereka. Membuat semua orang gentar.
__ADS_1
Siapa orang ini sebenarnya? pikir semua orang.
Jyang Ryu berhenti beberapa ratus meter dari gedung arena dan hinggap di atas atap bangunan lain. Xie Ma terkulai dalam rengkuhannya. Tubuh gadis itu itu juga mengeluarkan asap gelap. Begitu juga dengan tubuhnya. Ia mengawasi fenomena itu dengan tatapan takjub dan ngeri. Apakah pusaka dewa bisa membangkitkan kekuatan sebesar ini? pikirnya. Berapa level kekuatan spiritualnya? Ini sangat mengerikan!
Kabut gelap itu sekarang membentuk pusaran di langit.
Bao Yu mengendap perlahan ke lantai dan mengerjap. Kelopak matanya bergetar dan perlahan mulai terbuka. Lalu terbelalak menyadari apa yang terjadi. Ia mengulurkan tangannya ke arah Shen Zhu seraya membuka mulutnya. Tapi suaranya tercekat di tenggorokan dan kesadarannya timbul-tenggelam. Menjadikan semuanya terasa seperti bukan dalam kenyataan.
Dan sebelum semua orang menyadari apa yang terjadi, sebelum semua orang dapat bereaksi, sesosok bayangan gelap melesat ke arah Shen Zhu dan melarikannya entah ke mana. Terbang melesat ke langit tinggi dan menghilang di balik awan.
BLAAAAASSSHHH!
Kabut gelap di langit terhisap seluruhnya dan menghilang bersama Shen Zhu.
Kobaran api di sekeliling tempat seketika padam. Gelembung-gelembung perlahan memburai dan lenyap. Semua orang mendarat di tempatnya masing-masing dengan perlahan.
Reruntuhan di sekeliling mereka terlihat seperti bekas kebakaran. Para ksatria yang terluka mendadak pulih.
Xie Ma telah sadarkan diri. Jyang Ryu membolak-balikkan telapak tangannya di depan wajah dengan bingung dan takjub. Ia bisa merasakan tubuhnya yang lelah sehabis pertaruhan final pulih seketika.
Xie Ma membeku di sampingnya, mendongak ke arah langit dengan ekspresi khidmat dan haru. Tiba-tiba menjadi begitu tenang dan tegar seakan trauma yang menggelayutinya selama ini tak pernah ada.
Jyang Ryu mengikuti arah pandangnya dan merangkul bahunya. Lalu kembali ke gedung arena.
Bao Hu dan Bao Yuwen melayang turun ke lantai arena, menghampiri Bao Yu. Murid-murid mereka menyusul di belakangnya.
Para kaisar mendarat dengan tatapan nanar.
Ketua aliansi dan para petinggi membeku dengan ekspresi geram sekaligus terguncang.
Para ksatria tertunduk lemas.
Para kaisar dan para ketua sekte mengedar pandang, saling bertukar pandang dengan ekspresi getir dan tak berdaya.
Sebenarnya apa yang terjadi? Mereka bertanya-tanya dalam hatinya. Tapi siapa yang berani mempertanyakannya?
Bagaimanapun Aliansi Ksatria memegang penuh kendali hukum. Lebih dari itu, mereka juga penjaga gerbang perbatasan antara wilayah manusia dan wilayah iblis. Jika mereka dibubarkan, klan iblis akan menerobos wilayah manusia.
Itulah yang membuat Bao Yu tak pikir panjang untuk mengorbankan dirinya.
Jika para petinggi aliansi benar-benar tewas hari ini, wilayah perbatasan akan dipertaruhkan.
__ADS_1