Pusaka Dewa Petaka

Pusaka Dewa Petaka
135


__ADS_3

WUSSSHHH!


WUSSSHHH!


WUSSSHHH!


Empat orang Ksatria Pilar Dewa melayang keluar dari menara kuil Pilar Dewa. Aura mereka menggetarkan seluruh tempat dan meninggalkan pusaran angin dan suara bergemuruh. Tubuh mereka memancarkan cahaya berbeda-beda warna yang memburai seperti rambut, kemudian menjalar seperti sulur.


Para ksatria lain bermunculan dari berbagai sudut, bahkan dari udara. Derap langkah mereka berdebuk ribut memenuhi udara.


Shen Zhu menurunkan seruling dari mulutnya dan menjulurkan sebelah tangannya ke depan, jari tengah dan ibu jarinya tertaut seperti siap menyentil siapa saja yang coba mendekat. Tapi lalu hanya menyentil udara kosong.


SLASH!


Semburat cahaya seperti laser melesat dari ujung jarinya ke arah salah satu menara Pilar Dewa, dan seketika menara itu meledak berkeping-keping, menyemburkan serpihan debu dan bebatuan bersama kobaran api berwarna merah darah.


Empat Ksatria Pilar Dewa yang melayang berderet tersentak dan mengerling ke arah bangunan yang telah meledak itu, kemudian menggeram dan memasang kuda-kuda, menggerak-gerakkan telapak tangan dan jemari mereka di depan dada dan wajah, kemudian memunculkan proyeksi dewa di belakang punggung mereka masing-masing.


Shen Zhu menyentakkan tangannya yang terulur ke depan, merentangkan kelima jemarinya.


WUSSSHHH!


Angin kencang menghempas dari sela-sela jemarinya bersama semburat cahaya putih terang yang kemudian menyapu seluruh tempat, melontarkan barisan ksatria yang sedang berusaha mengepungnya.


Bersamaan dengan itu, Shen Zhu juga berpindah tempat dalam sekejap, melayang di depan barisan proyeksi dewa sembari bersedekap, mengetuk-ngetukkan ujung serulingnya di pangkal lengannya seraya mengedar pandang, menatap satu per satu proyeksi dewa itu dengan mata terpicing.


DUNG! DUNG! DUUUUNG!


Suara berdentum tercipta dari ketukan seruling di pangkal lengannya, seperti suara genderang perang.


Tiga menara Pilar Dewa yang tersisa berguncang dan rontok seperti istana pasir, lalu perlahan-lahan mulai tumbang dan menguap seperti debu. Proyeksi dewa di belakang punggung masing-masing Ksatria Pilar Dewa juga mengalami nasib yang sama dalam waktu bersamaan, seperti patung kaca yang retak dan hancur tanpa sentuhan tangan.


Para Ksatria Pilar Dewa terjatuh bersamaan dalam posisi jongkok dan membungkuk menekuk perutnya masing-masing seraya terbatuk-batuk.


Pasukan ksatria bermunculan semakin banyak. Liu Tang berteriak-teriak di belakang mereka menginstruksikan banyak hal pada barisan ksatria itu untuk menyerang Shen Zhu. "Tangkap penyusup itu!" katanya dengan akting meyakinkan.


Shen Zhu mengerling padanya seraya tersenyum miring, "Cari mati!" gumamnya bernada mencemooh. Kemudian mengayunkan tangannya ke samping, melontarkan asap gelap seperti jelaga melalui sela-sela jemarinya ke arah pasukan mata-mata Sicarii yang menerjang dari udara, berpura-pura menyerang.


BUUUUMMM!


Tubuh mereka meledak menjadi serpihan debu cahaya berwarna-warni, kemudian menyapu semua ksatria di sekelilingnya.


Para ksatria di sekeliling mereka terserak dan tidak bergerak lagi.

__ADS_1


WUSSSHHH!


Serpihan debu cahaya berwarna-warni itu menyatu kembali di beberapa titik di udara, kembali ke wujud aslinya—mata-mata Sicarii yang menyamar sebagai pasukan khusus.


Itu adalah teknik peledakan simetris yang hanya bisa dilakukan pemilik tujuh elemen seperti Shen Zhu. Teknik tertinggi ilmu spiritual yang lebih dikenal dalam istilah Penyatuan Agung.


Atau hanya bisa dilakukan oleh dewa tertinggi!


Shen Zhu yang memampukan mereka melakukannya.


Keempat Ksatria Pilar Dewa tersentak menatap mereka dengan geram. "Pengkhianat!" pekik mereka dengan murka. Lalu keempatnya melompat berdiri dan menerjang bersamaan.


Kelompok mata-mata Sicarii yang menyamar sebagai pasukan khusus itu serentak melesat ke arah mereka dan mengepungnya.


Shen Zhu akhirnya hanya berpangku tangan sebagai penonton.


"Tangkap semua pengkhianat itu!" teriak seorang jenderal dari salah satu lorong di belakang para Ksatria Pilar Dewa itu.


Sejumlah besar ksatria menyeruak di belakangnya.


Liu Tang melesat ke gang itu menghadang mereka, akhirnya menunjukkan aslinya. Ia melontarkan sejumlah belati kecil dari sela-sela jemarinya ke dalam lorong dan seketika pusaran kabut gelap tercipta dari setiap lesatan belatinya seperti tornado, kemudian menyapu seluruh koridor.


WUSSSHHH!


Bersamaan dengan itu, pasukan bantuan dari negeri terjauh baru saja tiba di tempat itu. Mereka tersentak dan membeku bersamaan.


"Jenderal Tang…" salah satu dari mereka mendesis dengan raut wajah syok. "Kau—"


Seluruh divisi pasukan bantuan sepenuhnya berada di bawah komando Liu Tang, bisa dikatakan mereka semua sangat menghormatinya. Mendapati Liu Tang menghabisi rekan sendiri, tak elak membuat mereka serasa terpukul.


Liu Tang membeku menatap pasukan bantuan itu dengan ekspresi dingin.


"Pengkhianat!" geram beberapa orang dari pasukan bantuan itu. Lalu menerjang ke arah Liu Tang.


Liu Tang tetap bergeming.


Anggota wanita memekik ngeri.


"Hentikan!" salah satu dari anggota wanita itu melesat ke arah Liu Tang dan membentenginya.


JLEB!


Salah satu pedang rekannya menancap telak di ulu hatinya. Membuat yang lainnya menarik pedang mereka dan membeku.

__ADS_1


Yang lain-lainnya lagi menatap gadis itu dengan wajah meringis.


Liu Tang masih bergeming dengan ekspresi dingin seakan pengorbanan gadis itu tidak membuat hatinya tersentuh, seakan nyawa gadis itu tidak berharga sama sekali.


Shen Zhu melayang ke arah mereka dan mendarat di belakang kerumunan. Ia menggores ujung jari telunjuknya dengan kuku ibu jarinya, kemudian menadahkan telapak tangannya ke arah gadis itu.


Asap gelap mengepul dari luka gadis itu, lalu perlahan-lahan pedang yang menancap itu terenggut keluar dan jatuh terkulai, terdampak di lantai.


Semua orang terbelalak mengamati gadis itu. Belum menyadari kehadiran Shen Zhu.


Tak lama kemudian tubuh gadis itu terangkat dari lantai, melayang dengan kedua bahu menggantung lemas di sisi tubuhnya. Kepalanya tertunduk dan terkulai. Seakan terikat pada sulur gelap itu.


Liu Tang mengerling ke arah Shen Zhu melewati bahu semua orang. Orang-orang itu mengikuti lirikan matanya dan terkesiap.


"Aku menjamin kehidupan baru bagi siapa saja yang merelakan nyawanya untuk menentang otoritas Aliansi Ksatria," Shen Zhu berdesis dengan raut wajah datar.


Sejurus kemudian, ia menurunkan tangannya dan gadis tadi mendarat di lantai, berdiri terhuyung dan mengedikkan kepalanya seakan mencoba membuat dirinya terbangun.


Semua orang menoleh padanya, lalu menoleh ke arah Shen Zhu.


"Pilihan ada di tangan kalian," kata Shen Zhu. "Tapi kematian dan kebangkitan seluruh makhluk berada di tanganku!"


Gadis yang disembuhkan itu serentak berlutut ke arah Shen Zhu. "Jiwa, raga dan rohku adalah milikmu," ia berikrar.


Bersamaan dengan itu…


DUAAAAARRRR!


Ledakan cahaya membuncah dan menggelegar dari tengah-tengah kepungan para Sicarii yang menyamar sebagai ksatria divisi khusus.


Semua mata serentak menoleh ke arah mereka.


Kerumunan itu menguap menjaga serpihan debu cahaya berwarna-warni.


Empat Ksatria Pilar Dewa keluar dari kepulan asap. Membeku dengan mata dan mulut membulat, lalu terkulai dan jatuh bersamaan.


Pasukan bantuan itu terbelalak menatap mereka.


Tak lama kemudian, debu cahaya berwarna-warni itu berpusar dan menyatu di beberapa titik, memunculkan kembali sosok para ksatria yang kemudian mendarat di belakang Shen Zhu, berbaris rapi dan berlutut ke arah Shen Zhu dengan gerakan seragam.


Pasukan bantuan itu serentak tergagap-gagap.


Bahkan yang telah menjadi serpihan debu kembali utuh! pikir mereka takjub.

__ADS_1


__ADS_2