
"Menghimpun kekuatan cahaya ke telapak tangan untuk menyembunyikan warna elemen…" Shi Tan menggumam sambil melipat kedua tangannya di depan dada dan mengusap dagu dengan buku jarinya. Dahinya berkerut-kerut. Ini adalah akumulasi momentum! katanya dalam hati. Namun… akumulasi momentum anak ini sedikit unik.
"Sayang sekali!" komentar Jyu Jieru, pemuda tampan berkepala botak, peserta Jalur Juara dari aliran zen. "Seandainya lawannya bukan elemen es…"
"Tidak sederhana itu!" tukas Jyang Ryu memotong perkataan Jieru.
Semua peserta Jalur Juara serentak mengerling ke arah Jyang Ryu.
"Ledakan energi di akhir pertarungan tadi tidak berasal dari elemen api," tutur Jyang Ryu dengan ekspresi datar. "Sejak awal pertarungan, Nomor Tujuh Tujuh sudah merencanakannya untuk semua tipe lawan. Jadi dia menggunakannya untuk putaran awal di mana semua orang tak cukup siap. Dengan begitu… dia bisa memenangkan pertarungan dengan risiko paling sedikit."
"Konyol!" dengus Long Hua Ze sambil mendelik dan mengayunkan kipasnya. "Senjata melawan senjata. Sihir melawan sihir. Dia hanya idiot ceroboh yang bertindak tidak pada tempatnya!"
Semua mata para peserta Jalur Juara sekarang mengerling ke arah Hua Ze.
Pemuda itu berpaling sambil mendongakkan hidungnya dan mengayunkan kipasnya lagi.
Bersamaan dengan itu, Shen Zhu melintas di gang antara deretan bangku peserta Jalur Juara dan deretan bangku peserta lain.
Mata para peserta Jalur Juara itu bergulir mengikuti gerakan pemuda itu.
"Adik!" Lim Hua melompat berdiri dan menyambutnya. "Kau benar-benar hebat!" serunya sambil mengepalkan tinju di sisi wajahnya.
Tiao dan yang lainnya serempak mengerubungi Shen Zhu.
Para peserta di belakang mereka menatap Shen Zhu dengan campuran rasa iri dan penasaran.
Shen Zhu menghampiri gurunya dan membungkuk dengan hormat tentara.
"Kerja bagus!" Bao Yu menepuk sebelah bahu Shen Zhu.
"Ronde berikutnya aliran sihir majus melawan aliran sihir hex!" Pemandu acara mengumumkan.
Data profil Liu Xie Ma muncul di daftar teratas.
__ADS_1
Shen Zhu mengerling ke seberang arena dan mendapati kakaknya sedang berjalan anggun menuruni undakan. Kebetulan sekali, pikirnya. Aku belum pernah melihat penyihir bertarung.
Aliran sihir hex adalah aliran sihir guna-guna, sementara aliran majus hanya sihir ramalan.
Dengan apa peramal akan menyerang? Shen Zhu bertanya-tanya dalam hatinya. Lalu mengerling sekilas ke bangku para peserta Jalur Juara melalui sudut matanya. Lebih anehnya peserta Jalur Juara dari aliran sihir justru berasal dari aliran majus, pikirnya. Menarik!
Shen Zhu mengalihkan perhatiannya kembali ke tengah arena.
Seorang pemuda berjubah gelap dengan tudung kepala sudah berdiri di tengah arena. Seekor ular hijau berkepala banyak meliliti tubuhnya seperti ikat pinggang, dan kepalanya yang banyak berkeriapan di sekeliling wajah dan kepala pemuda itu seperti rambut yang memburai di dalam air. Satu tangannya menggenggam sebatang tongkat dengan kepala berbentuk kepala ular kobra berwarna hitam, sementara tangan satunya menatang sebuah bola kristal berwarna hijau zaitun.
"Ular Hijau Hydra!" gumam para peserta dengan ngeri.
"Kudengar racunnya sangat mematikan," pekik salah satu peserta.
Beberapa peserta lain mengerling ke arah anak itu, termasuk Shen Zhu.
Shen Zhu kembali melirik kakaknya dengan dahi berkerut-kerut karena khawatir.
Xie Ma melompat ke tengah arena dan sebelum ia mendarat di lantai, seekor rusa bersayap dengan satu tanduk berbentuk bulan sabit di puncak kepalanya muncul di tengah arena dan Xie Ma tahu-tahu sudah bertengger di punggungnya. Satu tangannya menggenggam sebatang tongkat pendek, tongkat sihir berbahan emas berkepala kristal merah transparan berbentuk lingkaran sihir bercorak simbol-simbol astrologi. Gadis itu juga mengenakan jubah gelap dengan tudung kepala.
Shen Zhu mengamati rusa itu dengan mata terpicing.
"Mulai!" Pemandu acara memberi aba-aba.
Dan seketika, arena tersapu dalam keredap cahaya berwarna-warni dan pusaran angin.
Jubah gelap kedua peserta berkibar-kibar di belakang tubuh mereka.
Para penonton terkesiap dengan wajah menyala merah dan hijau akibat pantulan cahaya dari kedua kekuatan spiritual kedua peserta.
Kilat berkeredap dari bola kristal penyihir hex disertai gemuruh seperti air bah. Dan ketika ia mengayunkan tongkatnya, ratusan anakan ular menjalar ke arah Xie Ma.
Xie Ma mengacungkan tongkat sihirnya ke atas dan sebuah lingkaran sihir tercipta dari pantulan cahaya yang keluar dari kristal berbentuk lingkaran sihir bercorak simbol-simbol astrologi di kepala tongkatnya. Lingkaran sihir yang tercipta juga berbentuk sama persis dengan bentuk kristalnya, tapi ukurannya sepuluh kali lipat lebih besar.
__ADS_1
Lalu Xie Ma menurunkan tongkatnya perlahan ke depan dengan posisi tangan tetap lurus. Lingkaran sihir itu mengendap turun ke lantai seperti kaca raksasa yang digulingkan dan menekan semua ular tadi.
Detik berikutnya, Xie Ma melompat dari tunggangannya dan melayang diam di udara sementara tunggangannya menerjang ke arah lawan.
Benar juga, batin Shen Zhu menyadari. Meski sihir ramalan tidak bisa menyerang, tongkat sihir dan tunggangan tetap bisa menjadi senjata untuk menyerang lawan. Kalau begitu… Shen Zhu mengerling sekali lagi ke arah Jyang Ryu. Senjata dan tunggangannya pasti pusaka dewa! ia menyimpulkan.
Seolah bisa merasakan tatapan Shen Zhu, Jyang Ryu tiba-tiba mengerling ke arah Shen Zhu.
Shen Zhu mengerjap dan terkesiap.
Ledakan cahaya terang benderang kemudian mengalihkan perhatian keduanya.
Arena diliputi pusaran cahaya yang membuat semua orang merasa seakan sedang melayang di luar angkasa.
Peserta dari aliran sihir hex melepaskan ular yang meliliti tubuhnya ke tengah arena, tapi dengan cepat tunggangan Xie Ma menukik dan menginjak ular itu dengan kakinya.
"Konyol!" Penyihir hex itu tersenyum miring seraya melontarkan bola kristalnya ke arah tunggangan Xie Ma, tapi dengan cepat, Xie Ma melesat dan mengayunkan tongkat sihirnya untuk menepis bola kristal itu.
Bola kristal itu terpental, namun pada saat bersamaan, bola kristal itu merekah seperti kuncup bunga teratai yang sedang mekar. Setiap kelopaknya berguguran dan melayang berputar-putar mengelilingi Xie Ma dan tunggangannya, mengunci pergerakan keduanya dengan tekanan aura spiritual.
"Kau kira dengan menangkap rekan monsterku kau bisa mengalahkanku?" ejek peserta dari aliran sihir hex. "Mimpi!" desisnya sembari menyeringai.
Xie Ma jatuh berlutut dan tak berkutik. Ia mencoba menarik bangkit tubuhnya, tapi tekanan aura spiritual yang menindihnya terasa seperti beban ratusan ton. Ia berusaha memusatkan seluruh energi spiritualnya ke telapak tangan.
Namun pada saat yang sama, penyihir hex itu mengayunkan tongkatnya ke tengah formasi dan seketika anakan ular merangsek ke arah Xie Ma.
Shen Zhu spontan menegang. Dan sebelum ia menyadari apa yang terjadi, arena kembali tersapu ledakan cahaya dan pusaran angin kencang.
DUAAAAARRRR!
Arena menggelegar dan berguncang.
Semua orang menahan napas.
__ADS_1
Seluruh tempat hanya terlihat putih.
Shen Zhu mengerjap dan menunggu dengan tegang.