
"Iblis! Iblis!"
Kepala Xie Ma bergerak-gerak dengan gelisah di atas bantal, tubuh mungilnya menegang di bawah selimut tipis.
Ribuan vampir!
Ribuan iblis kelelawar ratusan ribu tahun menyerbu Perguruan Sekte Pedang Baohu, meluluhlantakkan dan menghancurkannya. Ia melihat adiknya bergeliat-geliut di tengah-tengah kepungan, berteriak pada gurunya, lalu tiba-tiba terlempar dengan perut tertikam sebatang tombak.
"Adik!" Xie Ma terbangun penuh ketakutan dan bangkit dari tempat tidurnya, secara spontan menyapu seluruh ruangan dengan tatapan nyalang. Matanya yang masih kabur mengerjap terbuka, dadanya terasa berat saat tatapannya yang panik menyapu ruangan.
Pada saat itu ia baru menyadari bahwa ia sedang berada di tempat tidurnya.
Tidak ada vampir!
Xie Ma memejamkan mata, mengusap wajahnya dengan kasar dan mengembuskan napas berat. Mencoba sebisa mungkin menghalau kegelisahannya akibat mimpi tadi.
Itu hanya mimpi! katanya pada diri sendiri. Mimpi sialan yang sama seperti biasanya sejak desanya dihancurkan. Tapi kenapa kali ini rasanya sedikit berbeda?
Dengan gemetar, gadis itu menyisir rambutnya yang kusut dengan jemarinya secara perlahan. Aku harus mengunjungi Adik! ia memutuskan.
Lalu pagi-pagi sekali ia sudah bersiap dan meminta izin pada gurunya.
Jyang Yue bisa melihat kegelisahan dalam dirinya. Lalu memutuskan untuk menemaninya.
Tak sampai satu dupa, mereka sudah sampai di Asrama Tujuh.
Bao Yu menyambut mereka di teras asrama.
Xie Ma bergerak-gerak gelisah selama Jyang Yue berbasa-basi dengan Bao Yu.
Menyadari kegelisahan Xie Ma, Bao Yu langsung bertanya pada intinya. "Kenapa kau terlihat begitu cemas?"
"Vampir!" jawab Xie Ma terbata-bata. "Aku melihat vampir. Tidak, tapi ribuan vampir! Mungkin juga ratusan ribu vampir! Aku datang untuk memperingatkan adikku."
Bao Yu spontan mengerutkan keningnya.
"Aku melihat Adik terbunuh!" Xie Ma menambahkan dengan napas tersengal. Lalu meledak menangis.
Jyang Yue segera menyergap bahu gadis itu dan memeluknya. Mencoba menenangkannya. Tubuh gadis itu gemetar di dalam dekapannya.
"Vampir-vampir itu…" Xie Ma melanjutkan dengan terengah-engah. Belum selesai ia melanjutkan kata-katanya, tiba-tiba langit menjadi mendung.
"Menyerang Sekte Bao," Xie Ma menambahkan dalam bisikan gusar sambil mendongak dengan tatapan ngeri.
Bao Yu dan Jyang Yue tersentak bersamaan, mengikuti arah pandang Xie Ma, dan melihat pusaran gelap mengitari semua bangunan di perguruan.
Dan sebelum mereka menyadari apa yang terjadi, pekik-jerit ketakutan membahana di pekarangan, disusul suara bergemuruh dan berderak-derak.
Bao Yu dan Jyang Yue serentak menghambur ke pekarangan diikuti Xie Ma di belakang mereka.
Ribuan kelelawar, mungkin ratusan ribu kelelawar, menyeruak cepat mengepung asrama dan terbang berputar-putar di atas atap bangunan membentuk pusaran gelap yang menggemuruh.
__ADS_1
Guru-guru menghambur keluar dari pintu-pintu kelas bersama murid-murid mereka.
Murid-murid yang sedang berlatih di luar berlarian ke sana kemari sambil berteriak ketakutan.
"Dari mana datangnya kelelawar-kelelawar ini?" pekik seorang guru sambil mendongak mengamati langit yang mendadak gelap.
"Itu bukan kelelawar!" teriak guru lainnya memperingatkan. "Itu kawanan vampir!"
"Amankan murid-murid! Bawa semuanya ke aula!" teriak guru lainnya.
Dan sebelum semua orang sempat bereaksi, badai kelelawar itu sudah menukik ke arah kerumunan.
Bao Yu dan Jyang Yue melesat ke tengah-tengah sambil melontarkan energi cahaya berbentuk kubah untuk membendung terjangan badai kelelawar itu.
DUAAAARRR!
DUAAAAARRRR!
Serangan pertama berhasil ditepis, tapi bersamaan dengan itu, gelombang kelelawar menerjang di sisi lainnya.
Murid-murid wanita menjerit histeris sambil berlarian ke sana kemari.
Dua orang guru melontarkan energi cahaya berbentuk kubah yang sama ke arah pusaran gelap itu untuk melindungi murid-murid mereka.
"Cepat!" teriak seorang guru pada murid-murid wanita itu sambil menahan manna pelindung yang tadi dilontarkannya.
Guru lainnya melesat ke tengah-tengah pusaran sambil mengayunkan pedang mereka.
SLASH!
SLASH!
Ketua dan para tetua menyeruak keluar dari aula singgasana, lalu memekik terkejut melihat prahara itu.
Bao Yu memantul-mantul di tengah kepungan sambil mengayun-ayunkan pedangnya ke sana kemari untuk menghalau semua serangan.
Jyang Yue dan Xie Ma menggeliat-geliut di belakangnya sambil bergerak lincah dalam tarian mematikan, mengayun-ayunkan pedang mereka ke arah berlawanan.
Serbuan kelelawar menerjang dari berbagai arah. Tapi semakin banyak dibasmi, semakin banyak yang berdatangan.
"Mereka terlalu banyak!" teriak Jyang Yue sambil mengibaskan pedangnya dengan kekuatan penuh.
SLASH!
DUAAAAARRRR!
Sejumlah kelelawar tersentak dan berpencaran.
Xie Ma terlempar ketika serangan susulan menerjang di luar dugaan.
"Xie Ma!" jerit Jyang Yue sambil melesat ke arah Xie Ma. Tapi sebelum ia berhasil menggapai muridnya, badai kelelawar menerjangnya lagi dari arah lain dan melemparkannya semakin jauh dari jangkauan Xie Ma.
__ADS_1
Xie Ma jatuh terjengkang dan terseret hingga beberapa meter, sementara pedangnya juga terlempar entah ke mana.
Segerombol kelelawar terbang menukik ke arah gadis itu.
Xie Ma menjerit sambil menyilangkan kedua tangannya di depan wajah.
Tepat pada saat itu, seseorang melesat ke arah Xie Ma dan membendung serangan itu dengan ledakan cahaya berbentuk kubah.
GLAAAAAARRRR!
Pusaran badai kelelawar itu tersapu dalam sekejap.
Xie Ma menurunkan kedua tangannya dan terkesiap.
Seorang pemuda berdiri di depan Xie Ma sambil menahan manna pelindung untuk membentengi gadis itu.
Bao Yu dan Jyang Yue spontan menoleh ke arah mereka.
"A Hua!" teriak Bao Yu. "Kenapa hanya sendiri? Di mana yang lain?"
"Kami di sini!" teriak seseorang dari atas kepala mereka sambil mengayunkan pedang dalam gerakan memutar di udara.
SLAAAASSSH!
GLAAAAAARRR!
Tan Liu dan Tan Nuo mendarat di depan Bao Yu sambil menghunus pedang.
Menyusul kemudian tiga murid lainnya, Lian Ze, Zhang Junda dan Zhen Juan.
"Di mana Shen Zhu?" teriak Bao Yu sambil melambungkan tubuhnya ke udara dan melontarkan energi cahaya berbentuk lingkaran.
DUAAAAARRRR!
Segerombol kelelawar meledak tersapu badai cahaya itu.
"Kami belum melihat Adik sejak pagi!" jawab Lim Hua sambil menggeliat-geliut menangkis serangan di sana-sini sementara satu tangannya menggenggam pergelangan tangan Xie Ma.
Tan Liu dan Tan Nuo bekerjasama untuk melindungi mereka.
Di sisi lain, Jyang Yue menarik bangkit tubuhnya dengan cepat dan mengayunkan pedangnya lagi.
GLAAAAAARRRR!
Sekawanan kelelawar berhasil ditepisnya.
Bao Yu dan tiga murid lainnya, menyeruak ke tengah-tengah pertempuran untuk menyelamatkan murid-murid junior yang tidak berdaya menghadapi terjangan badai kelelawar yang tidak terbendung.
Tetua Yun dan dua tetua lainnya membantu mereka dari sisi lain.
Bao Hu dan istrinya bekerjasama untuk membangun manna pelindung di depan aula bersama para pengawal mereka, sementara guru-guru menuntun sebagian murid ke dalam manna pelindung itu.
__ADS_1
"Ini adalah pertama kalinya anak-anak melawan iblis secara langsung," kata Bao Hu pada istrinya sambil berusaha mempertahankan manna pelindung yang dibuatnya tetap berada di atas kepala mereka, sementara gelombang kelelawar mendorong energi cahaya itu dari berbagai arah, mencoba untuk menghancurkannya. "Meskipun hanya iblis ratusan tahun, kalau sebanyak ini, para tetua juga belum tentu bisa menghadapinya."
"Dengan kata lain, kita semua akan tamat?" Jianyin menanggapinya dengan terengah-engah, hampir tak sanggup menahan terjangan kelelawar itu.