Pusaka Dewa Petaka

Pusaka Dewa Petaka
15


__ADS_3

Berikutnya Tan Liu, murid tertua kedua Bao Yu. Level kekuatannya tiga puluh tiga.


Tan Nuo, adik Tan Liu, level kekuatannya dua puluh sembilan. Lian Ze, level kekuatannya tiga puluh. Zhang Junda, level tiga puluh. Zhen Juan, level tiga puluh satu.


Demikian pada akhirnya murid-murid buangan itu lolos seleksi dengan perolehan angka setara dengan murid unggulan.


Begitulah cara mereka membungkam mulut semua orang yang meremehkan mereka.


"Murid Unggulan!" Lim Hua mengerling ke arah ketua Asrama Satu Putra. "Mau bergabung di Asrama Tujuh?" bisiknya sambil lewat.


Gerombolan serigala serasa dicabuti bulunya untuk kemudian diganti dengan bulu domba.


"Cih!" dengus ketua Asrama Satu Putra. "Memangnya kenapa kalau level kekuatanmu tiga puluh lima? Kau masih payah dalam bertarung!" Akhirnya ia menyemburkan kata-kata umpatan yang sejak tadi tercekat di tenggorokannya.


Hingga tiba giliran Shen Zhu, gerombolan serigala itu melampiaskan ejekan mereka yang tidak tuntas.


"Adik! Apa kau tahu cara menggunakan benda itu?" cemooh salah satu murid Asrama Satu Putra sambil menunjuk pilar pengukur kekuatan spiritual dengan dagunya.


Shen Zhu tidak bereaksi seperti biasa. Tapi kali ini ia bahkan tidak merasa terganggu sama sekali. Ia menatap lurus ke depan saat berjalan, tapi tak cukup rendah hati untuk menatap Kakak-kakak Senior Yang Terhormat ketika melewati mereka.


Sikapnya tenang dan tatapan dinginnya mengirimkan peringatan… atau bisa dibilang sorotan muak. Pemuda itu bahkan mengabaikan gumaman Si Tuan Putri, "Sikap arogan apa?" dan tetap berjalan dengan gerakan terkendali, penuh kekuatan dan luwes.


Setelah mencapai altar, ia berhenti beberapa meter dari pilar pengukur kekuatan spiritual, kemudian memutar dengan gerakan yang tepat, dan memberi hormat pada ketua. Lalu kembali berdiri tegap dengan sikap waspada. Kemudian menghunus pedang karatan dari punggungnya.


Gerombolan Sang Putri tergelak mencemoohnya.


"Adik!" teriak salah satu murid Asrama Satu Pria menirukan gaya Lim Hua. "Kau tak takut pedang tuamu patah? Kalau sudah tak punya pedang, kau tak bisa lagi disebut murid perguruan sekte pedang!"


Teman-temannya terbahak-bahak.


Sang ketua mengerling ke arah rombongan itu, diikuti para tetua dan guru-guru.


Dan sebelum mereka menyadari situasinya, Shen Zhu sudah melesat sambil mengayunkan pedangnya ke arah pilar.

__ADS_1


Ledakan cahaya terang benderang membuncah hingga seluruh aula hanya terlihat putih.


Dan ketika cahaya menyilaukan itu berangsur-angsur meredup, bola kristal menunjukkan angka sepuluh.


Gerombolan Jialin tertawa terpingkal-pingkal.


Sang ketua tersentak dan terperangah.


Para tetua dan guru-guru menahan napas.


Para nyonya membekap mulutnya dengan jemari tangan.


Gerombolan Jialin langsung terdiam, menatap ke sana-kemari dengan dahi berkerut-kerut kebingungan.


Semua mata para tetua dan guru-guru tertuju ke arah yang sama---bola kristal.


Jialin kembali menoleh ke arah angka yang tertera pada bola kristal di puncak pilar itu sambil menyipitkan matanya untuk mempertajam penglihatannya. Kemudian terkesiap.


Tapi seratus!


"Ranah galaksi!" pekik seorang guru bernada takjub.


Di Aliansi Ksatria, jangkauan kekuatan spiritual digolongkan menjadi tiga tingkat: Ranah Bumi, Ranah Galaksi dan Ranah Surgawi. Dan yang tertinggi adalah Ranah Surgawi.


Yang disebut ranah bumi artinya jangkauan kekuatan spiritual yang bisa menaklukkan wilayah di bumi, ranah galaksi artinya bisa menaklukkan seluruh galaksi, dan ranah surgawi artinya bisa menaklukkan dunia dewa.


Masing-masing ranah memiliki tingkatan sendiri-sendiri, dan masing-masing tingkatan memiliki tingkatan lagi: tingkat rendah, tingkat menengah dan tingkat tinggi.


Seperti ranah bumi misalnya, setiap sepuluh level kekuatan memiliki gelar. Level sepuluh sampai sembilan belas disebut Ksatria Pejuang Tingkat Rendah. Level dua puluh sampai dua puluh sembilan disebut Ksatria Pejuang Tingkat Menengah. Level tiga puluh sampai tiga puluh sembilan disebut Ksatria Pejuang Tingkat Tinggi.


Level empat puluh sampai empat puluh sembilan disebut Ksatria Pengawal Tingkat Rendah. Level lima puluh sampai lima puluh sembilan disebut Ksatria Pengawal Tingkat Menengah. Level enam puluh sampai enam puluh sembilan disebut Ksatria Pengawal Tingkat Tinggi.


Level tujuh puluh sampai tujuh puluh sembilan disebut Ksatria Kaisar Tingkat Rendah, delapan puluh sampai delapan puluh sembilan disebut Ksatria Kaisar Tingkat Menengah, level sembilan puluh sampai sembilan puluh sembilan disebut Ksatria Kaisar Tingkat Tinggi.

__ADS_1


Level seratus ke atas sudah mencapai Ranah Galaksi. Level seribu ke atas adalah dewa di Ranah Surgawi.


Sang ketua masih membeku dengan kedua tangan terkepal. Bagaimana bisa? batinnya tak percaya. Ia tahu persis perkembangan semua anak di sekte mereka. Perkembangan Shen Zhu adalah yang paling lambat. Ia bahkan belum bisa membuat manna—mengubah kekuatan spiritual menjadi cahaya. Sepintas saja semua orang bisa melihat kekuatan spiritualnya begitu lemah.


Ia mengerling ke arah adiknya, dibalas anggukan samar.


Seusai uji kekuatan spiritual itu, Bao Hu mengumpulkan para tetua dan guru-guru di aula singgasana ketua sekte, mengadakan sidang darurat untuk mengadili Bao Yu.


"Kekuatan spiritual mencapai ranah galaksi, tapi keahlian bela diri terbatas di level pemula! Bisa kau jelaskan apa artinya ini?" hardik Bao Hu seraya menghujamkan tatapan tajam pada Bao Yu.


Pria berparas cantik yang sekarang sudah berusia tiga puluh lima tahun namun tetap terlihat sama seperti lima tahun yang lalu itu berlutut di lantai aula menghadap ke arah singgasana, sementara semua orang duduk sejajar di tingkat dua di kiri-kanan altar singgasana ketua.


"Beberapa hari yang lalu… terjadi sesuatu di puncak bukit," salah satu tetua menginterupsi. "Pada saat yang sama, kau dan murid-muridmu sedang berada di sana. Lalu kami melihat kau turun dengan membopong tubuh muridmu yang berlumuran darah. Dan kau mengatakan terjadi kecelakaan saat berlatih!"


Bao Yu merasa bimbang, terguncang oleh kejadian yang tidak disangka-sangka ini. Di satu sisi, ia mengetahui muridnya mengalami terobosan yang cukup tinggi setelah terluka parah. Bahkan sempat mati suri. Tapi ia tidak mengira terobosan itu bisa mencapai ranah galaksi.


Ranah galaksi adalah jangkauan kekuatan spiritual tingkat menengah yang hanya dimiliki tentara langit dan para demigod—manusia setengah dewa.


Tak banyak orang berhasil dalam hitungan hari, bahkan tak ada sama sekali—kecuali Shen Zhu!


Membutuhkan waktu ratusan tahun untuk mencapai ranah galaksi tanpa bantuan obat ajaib atau menyerap esensi monster spiritual berusia ratusan tahun ke atas. Itu pun tak bisa dicapai dalam hitungan hari, kecuali menggunakan ritual khusus yang lebih dikenal dengan istilah Pembangkitan Ilahi. Dimulai dari ritual pembaptisan hingga yang paling ekstrem seperti pengorbanan darah, di mana seseorang harus membunuh orang lain dan meminum darahnya untuk memperkuat diri.


Metode ekstrem seperti itu dikenal dengan istilah kultus.


Mencapai Ranah Galaksi di usia yang bahkan belum genap dua puluh tahun bisa dituduh melakukan ritual kultus. Sesuatu yang sangat di tentang oleh aliansi bahkan para dewa. Ritual Pembangkitan Ilahi seperti ini dianggap Menentang Kehendak Langit.


"Anak itu tidak sadarkan diri begitu lama," lanjut tetua yang tadi. "Tiba-tiba terbangun dengan kekuatan spiritual penuh."


Tetua itu adalah adik Bao Yang---ayah Bao Hu dan Bao Yu. Namanya Bao Yun. Biasa disapa Tetua Yun.


"Kau yakin tak ada yang ingin disampaikan?" desak Tetua Yun dengan sindiran halus.


Bao Yu tetap bergeming. Tak tahu apa yang harus dikatakan.

__ADS_1


__ADS_2