
"Perjalanan kita menuju Ujian Ksatria masih teramat panjang," Bao Hu berseru dari podium di mana alat uji kekuatan spiritual berdiri.
Murid-murid perguruan berbaris rapi di tengah lantai aula, menyimak penuturannya.
"Di tengah perkabungan ini, di sisa-sisa kehancuran kita, tak peduli bagaimana sakitnya, tak peduli bagaimana sulitnya, kita tak boleh mundur. Kejuaraan Sekte Bao akan tetap dilaksanakan!" Bao Hu mengumumkan.
Murid-murid perguruan mengepalkan tangan mereka di sisi tubuhnya masing-masing. Mengangkat wajah mereka penuh tekad.
Tak lama kemudian, mereka sudah digiring ke arena pertempuran di sisi lain pekarangan asrama. Semacam aula terbuka yang dirancang khusus untuk kejuaraan. Di tengah-tengah lantai batu yang keras dan gelap, dipasang panggung rendah yang dikelilingi tempat duduk atau berdiri bagi penonton.
Shen Zhu ditempatkan di tempat duduk khusus sebagai satu-satunya Peserta Jalur Juara, sementara peserta lain bertarung untuk meraih Sembilan Besar.
Sisa kurang dari lima puluh orang peserta yang tersisa setelah sebagian dari mereka tewas dalam prahara beberapa hari lalu.
Tak sampai sehari penuh Pertarungan Sembilan Besar sudah selesai dilaksanakan dengan hasil akhir yang sudah jelas, mengingat angka kekuatan spiritual mereka.
Empat di antaranya adalah Ketua Asrama Satu Putra, Ketua Asrama Dua Putra, murid Asrama Satu Putra dan Ketua Asrama Satu Putri sebagai satu-satunya murid wanita yang masuk Sepuluh Besar.
Lima lainnya adalah murid Asrama Tujuh, dan itu berarti tujuh kuota dimenangkan oleh perguruan Bao Yu. Sejumlah pihak merasa tak puas.
Namun Bao Hu berusaha untuk tetap bersikap sportif mengingat Bao Yu memiliki senjata paling mutakhir yang bisa menyapu satu benua dalam sekali tebas.
"Selanjutnya," instruksi Bao Hu di akhir kejuaraan itu. "Syarat Ujian Ksatria mewajibkan setiap peserta sudah memiliki tunggangan."
Yang dimaksud dengan tunggangan di sini adalah binatang spiritual yang akan menjadi rekan ksatria. Disebut juga Rekan Monster. Dibutuhkan perjanjian darah atau perjanjian spiritual dan persetujuan binatang terkait untuk menjadikannya sebagai rekan. Setiap ksatria hanya memiliki satu kali kesempatan untuk memilih tunggangan seumur hidupnya. Dan setiap tahunnya, hanya ada puluhan ksatria yang memenuhi syarat.
"Selain itu, syarat untuk memilih tunggangan, minimal ksatria sudah melewati level lima puluh kekuatan spiritual!" Bao Hu menambahkan. "Jadi, selama dua bulan ini, kalian semua sudah harus melewati level lima puluh."
"Apa?" juara sepuluh besar—kecuali Shen Zhu, memekik bersamaan.
"Untuk itu," Bao Hu menambahkan lagi. "Kalian akan diberi misi. Minggu pertama, berburu monster iblis untuk mendapatkan kristal dewa iblis. Minggu kedua menjalani ritual pembangkitan ilahi. Minggu ketiga, disiplin pengembangan diri. Selebihnya tergantung dari usaha kalian sendiri."
Para peserta mengerang bersamaan.
__ADS_1
"Khusus untuk Peserta Jalur Juara," Bao Hu mengerling ke arah Shen Zhu, diikuti mata semua orang. "Kau akan mengikuti perburuan, tapi tidak diwajibkan untuk menjalani ritual pembangkitan ilahi, kecuali kau mendapatkan kristal yang cocok."
"Kristal yang cocok?" Shen Zhu tidak mengerti.
"Kristal yang cocok untuk ranah galaksi hanya dimiliki oleh Pilar Dewa Iblis," jelas Bao Hu.
Pilar Dewa Iblis adalah sumber kekuatan dari tiga puluh satu Dewa Iblis. Awalnya, dewa-dewa iblis terlahir dari Pilar Dewa Iblis. Setiap mahkota dewa iblis memiliki kristal dewa iblis. Itu adalah simbol identitas mereka.
Ketika dewa iblis mati, mahkota dewa iblis akan kembali ke Pilar Dewa Iblis dengan sendirinya, untuk kemudian memilih ulang penerus yang akan menjadi dewa iblis yang baru.
Jika mahkota dewa iblis dihancurkan, Pilar Dewa Iblis membutuhkan waktu ratusan tahun lagi untuk menciptakan dewa iblis baru.
Dari monster iblis inilah biasanya dewa iblis yang baru akan terlahir.
Monster iblis adalah binatang spiritual dari ras iblis. Berbeda dengan tunggangan yang berasal dari ras dewa.
Setelah seratus tahun, monster iblis akan mengalami perubahan fisik secara alami dan akan terus berovulasi dari tahun ke tahun setelah itu. Tergantung kultivasi mereka masing-masing. Jika memenuhi syarat, mereka akan diangkat sebagai dewa iblis yang baru.
"Sungguh disayangkan!" gumam Shen Zhu sambil mengusap dagunya dengan buku jarinya. "Tahu begitu, mahkota raja vampir itu tak akan ikut kuhancurkan!" sesalnya dengan alis tertaut.
Semua orang serentak menegang. Beberapa tertawa dalam hatinya.
"Nyonya," Shen Zu mengangkat alisnya dengan sopan. "Anda salah paham!"
Semua orang serentak menahan napas. Tidak mengira Shen Zhu akan berani berdalih.
Semua orang tahu Liu Shen Zhu menderita gangguan kemampuan berinteraksi. Ia bahkan tak pernah mengangkat wajah saat berpapasan dengan orang lain. Terutama Nyonya Ketua, tidak seorang pun berani mendebatnya.
"Apa dia benar-benar Liu Shen Zhu?" bisik beberapa orang.
Para tetua dan nyonya besar yang terhormat itu tentu lebih berharap Shen Zhu tetap menjadi anak autis yang sakit-sakitan. Pasti akan lebih nyaman bagi mereka untuk mengurangi pemikiran tentang manusia setengah dewa menjadi sekadar mesin pembunuh yang memiliki kemampuan hanya mematuhi perintah.
Tapi Liu Shen Zhu, dengan begitu saja memusnahkan harapan mereka ketika ia mulai berkilah.
__ADS_1
Dengan tenang dan strategi yang cerdik bak pemain catur yang berpengalaman, ia melipat kedua tangannya dan menjelaskan, "Aku tidak sedang merutuki Ketua," Shen Zhu berkilah. "Hanya sedang menyayangkan informasi sepenting ini baru kuketahui!"
"Kau berani mendebatku?" Jian Yin semakin meninggikan suaranya.
"Yin'er!" sela Bao Hu setengah menggeram.
Jian Yin langsung terdiam. Raut wajahnya terlihat murka. Matanya berkilat-kilat penuh ancaman.
Semakin banyak saja terdengar dehaman karena perasaan kurang nyaman ketika sang ketua menambahkan, "Ini adalah penyuluhan penting!" katanya pada istrinya. "Tidak bisakah kau kesampingkan dulu masalah kasta barang satu jam?"
Giliran Shen Zhu sekarang yang tertawa dalam hatinya. Rupanya Nyonya Ketua akan melewatkan hari yang sangat indah ini. Sayang sekali, pikirnya tak peduli.
"Dan kau!" Bao Hu beralih pada Shen Zhu.
Shen Zhu langsung membungkuk dengan hormat tentara---menyilangkan sebelah tangan di depan dada dengan jari terkepal.
"Kau sudah mencapai ranah galaksi," Bao Hu mengingatkan. "Tak perlu terburu-buru untuk naik tingkat. Ranah Galaksi Tingkat Rendah sudah cukup untuk Ujian Ksatria Tingkat Benua!"
"Shen Zhu sudah mengerti!" Shen Zhu membungkuk lagi.
Putri Bao Hu melirik ke arah pemuda itu diam-diam sambil menggemeretakkan gigi. Wajah dingin pemuda itu membuat wajahnya serasa terbakar. Liu Shen Zhu… jangan kira karena kau sudah menerobos ranah galaksi kau bisa semena-mena, geramnya dalam hati.
"Aku peringatkan kalian semua!" Bao Hu menatap kesepuluh peserta dengan mata terpicing. "Tak peduli dari asrama mana, kalian bersepuluh adalah satu tim. Jadi mulai sekarang kalian harus bekerja sama."
Jialin langsung tertunduk dengan raut wajah cemberut. Begitu juga dengan kakaknya dan antek-anteknya.
"Kalau ada yang berani memprovokasi, jangan salahkan aku bertindak kejam!" ancam Bao Hu.
Bao Yu mendengus samar. Melirik sinis kakak iparnya diam-diam.
"Besok pagi, kalian akan berangkat," lanjut Bao Hu. "Setelah masuk ke Hutan Perburuan, selain monster, kalian akan bertemu banyak bahaya. Dan asal kalian tahu monster iblis tidak mengenal kasta bangsawan. Selain kekuatan, tak ada yang bisa menjamin nyawa kalian. Jadi, usahakan untuk saling menjaga satu sama lain."
Jian Yin mengerling ke arah Tianba dengan isyarat halus.
__ADS_1
Pemuda itu menanggapinya dengan bungkukan samar yang tidak kentara.