Pusaka Dewa Petaka

Pusaka Dewa Petaka
137


__ADS_3

Perang besar tak terhindarkan…


Suara terompet perang dan genderang membahana di langit Jiangnan.


Markas Besar Aliansi Ksatria dan Kota Pangkalan telah berubah menjadi reruntuhan. Semua ksatria habis binasa. Sisanya berbalik hati dari organisasi.


Namun berlaksa-laksa pasukan tentara bersiap di kubu Aliansi Ksatria. Para penunggang kuda bersayap berbaris di udara bersama para demigod---manusia setengah dewa.


Setelah sembunyi berhari-hari, Long Qiuyun bangkit sebagai ancaman di seluruh benua, memprovokasi lima negara untuk berperang.


Berlaksa-laksa pasukan itu adalah gabungan dari legiun tentara kelima negara. Selebihnya adalah para tentara relawan yang termakan hasutan Long Qiuyun.


Jiangnan dan Qingyun mungkin kalah jumlah.


Namun setengah dari pasukan di kubu mereka terdiri dari para bidadari dan malaikat, manusia peri dan manusia setengah dewa.


Ditambah enam dewa dan Kaisar Langit.


SLAAAASSSH!


SLAAAASSSH!


Perang itu dimulai dengan hujan panah, kemudian disusul ledakan meriam.


TRAAAAANG!


TRAAAAANG!


Pasukan ksatria pedang merangsek dari kedua belah pihak, kemudian terlibat pertempuran satu lawan satu.


Para penunggang kuda melesat dengan membawa tombak, dan seketika geliat pertempuran semakin meluas.


Para pemimpin mengawasi pertempuran dari pos masing-masing.


Para dewa belum menampakkan diri.


Long Qiuyun masih berleha-leha di ranah khususnya. Sepuluh Ksatria Pilar Dewa berderet di belakangnya dengan siaga.


Ketika Bao Yu melayang turun di hadapannya dengan aura dewa yang lebih agung, Long Qiuyun berusaha untuk tidak tergagap.


"Dewa…" Long Qiuyun menggumam tak yakin. "Kau sudah menjadi dewa?"


"Aku datang membawa Dekret Kaisar!" Bao Yu memberitahu seraya mengulurkan sebuah gulungan berwarna emas. Kembali membukanya dengan sebelah tangan, sementara tangan lainnya terlipat ke belakang.


Gulungan di tangan Bao Yu menggelinding terbuka.


"Tarik pasukan dan akhiri perang," tutur Bao Yu dengan suara bergemuruh seperti badai. "Atau serahkan kedewaanmu!"


Long Qiuyun memilih berontak!


Long Qiuyun bangkit berdiri dan seketika aura merah darah berpendar dari tubuhnya, lalu berpusar mengelilinginya. Rambut dan jubahnya memburai dan melecut-lecut. Kedua tangannya terentang ke samping, menyalurkan aura yang lebih besar.


Seekor binatang buas menyembul dari lingkaran formasi sihir yang tercipta di belakang punggungnya secara otomatis, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh. Di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.


Binatang itu serupa dengan macan tutul, namun kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa.


Bao Yu tetap bergeming, melayang diam dengan jubah dan rambut melecut-lecut. Aura berwarna emas berpendar lembut dari tubuhnya.


Dan ketika Long Qiuyun menyentakkan tangannya seraya meraung dengan kepala mendongak ke langit, binatang buas di belakangnya melompat keluar melewati bahunya, kemudian menerjang ke arah Bao Yu.


Bersamaan dengan itu, kesepuluh Ksatria Pilar Dewa di belakangnya serempak menerjang ke arah Bao Yu.


WUSSSHHH!

__ADS_1


Lima dewa meluncur turun dari langit, melayang berderet di depan Bao Yu dan membentenginya.


DUAAAAARRRR!


Proyeksi binatang buas itu meledak dalam sekejap, kemudian menguap menjadi serpihan debu.


Para Ksatria Pilar Dewa terpencar, tapi tak sampai jatuh.


Long Qiuyun menelan ludah dan terkesiap. Mereka juga? pikirnya terkejut. Tidak mengira orang-orang yang dikenalnya telah menjadi dewa. Bagaimana bisa?


"Menyerahlah, Long Qiuyun!" Shi Tan memperingatkan sembari bersedekap.


Long Qiuyun melesat ke belakang, kemudian menggerak-gerakkan telapak tangan dan jemarinya di depan dada, membentuk jurus-jurus rumit yang memunculkan lebih banyak lingkaran formasi sihir berlapis. Masing-masing lingkaran sihir mengeluarkan proyeksi binatang buas yang berbeda-beda. Namun yang paling besar di belakangnya adalah sosok manusia setengah kuda dengan busur dan panah yang telah dibidikkan.


WUSSSHHH!


Sekali hentak ratusan anak panah melesat seperti hujan meteor.


Keenam dewa di depannya melesat menghindar dan terpencar.


DUAAAAARRRR!


DUAAAAARRRR!


Hujan meteor itu meledakkan puluhan kota.


Shi Tan menghunus kedua pedangnya dari punggungnya, kemudian menerjang ke arah Long Qiuyun.


DUAAAAARRRR!


Halilintar menggelegar dari kibasan pedangnya.


Lima Ksatria Pilar Dewa melesat bersamaan ke arah Shi Tan.


SLAAAASSSH!


BLAAASSSSSHHH!


Jyu Jieru mengayunkan tombaknya dan seketika seekor naga lebih besar menggeliat keluar dari ujung tombaknya, kemudian menerjang ke arah naga milik Long Qiuyun.


Di sisi lain, Xie Ma sudah mengeluarkan dua belas zodiak yang kemudian menghadang dua Ksatria Pilar Dewa yang menyeruak ke arah mereka.


Tiga orang Ksatria Pilar Dewa melesat ke arah Bao Yu.


BUG!


Qianxi menghadang salah satunya dengan tinjunya.


WUSSSHHH!


Ksatria Pilar Dewa itu terlempar hingga radius ratusan meter.


Qianxi melesat ke sisi lain sembari mengayunkan tinjunya lagi, kemudian mendaratkan tinjunya di perut Ksatria Pilar Dewa lainnya.


BUG!


DUAAAAARRRR!


Ksatria itu juga terlempar.


Langit menggemuruh dan berkilat-kilat di atas semua orang yang sedang berjibaku di medan pertempuran.


Para dewa itu bertarung sengit di udara.

__ADS_1


Beberapa orang di bawah mereka terpuruk tak sanggup menahan tekanan aura dewa.


Sementara itu, Xiao Mao memisahkan diri di tempat yang paling tinggi di atas lapisan awan, berdiri dengan satu kaki sembari memainkan serulingnya dengan mata terpejam, sementara tubuhnya berputar lembut dalam tarian ringan seperti bayang-bayang.


Alunan serulingnya menjadi sumber saluran energi spiritual bagi rekan-rekannya. Memberikan tenaga tambahan yang membuat kekuatan mereka meningkat dua kali lipat.


Dua orang Ksatria Pilar Dewa melesat ke arah gadis itu untuk mengacaukan konsentrasinya.


Bao Yu menyentakkan kipas yang menggelantung di pergelangan tangannya, kemudian mengayunkannya ke arah dua ksatria yang menyerang Xiao Mao.


WUSSSHHH!


Angin kencang menyapu gulungan awan dan melemparkan kedua ksatria itu.


Pertempuran di bawah bergolak semakin sengit sementara korban jiwa berjatuhan semakin banyak.


Long Qiuyun memanfaatkan hal itu untuk menyerap daya hidup mereka yang sedang sekarat untuk meningkatkan kekuatannya secara instan.


Xiao Mao membuka matanya, lalu berhenti meniup serulingnya.


Asap gelap mengepul dari kumpulan tubuh manusia yang bergelimpangan di medan pertempuran, di antara geliat pertarungan para ksatria dari dua belah pihak yang saling bertikai.


Asap gelap itu melayang naik dan menjalar seperti sulur, merayap pelan menuju satu titik yang sama. Long Qiuyun.


Xiao Mao meniup serulingnya lagi, mengubah irama dan menaikkan ritme.


Alunan suara seruling itu sekarang terdengar seperti lengkingan panjang suara peluit.


Sulur-sulur asap gelap yang sedang merayap naik ke arah Long Qiuyun itu tiba-tiba tersentak seperti kepala ular kobra ketika dikejutkan, lalu secara perlahan mulai berpusar membentuk tornado yang kemudian menyeruak ke tengah-tengah kumpulan tentara yang berjibaku mengoperasikan meriam dari pihak Aliansi Ksatria.


WUSSSHHH!


Dalam sekejap, deretan meriam mereka teronggok kesepian.


Akhir dari peperangan itu tentu saja dimenangkan oleh pihak kekaisaran Qingyun dan Jiangnan di kubu Kaisar Langit.


Bisa dipastikan, Long Qiuyun dapat dikalahkan tanpa harus repot-repot Kaisar Langit turun tangan sendiri.


Setelah Long Qiuyun berhasil dikalahkan, peperangan berlanjut hingga puluhan tahun. Tapi tak lagi menjadi urusan tujuh dunia dan para dewa. Hanya perang wilayah biasa antara kekaisaran melawan kekaisaran.


Setiap ras dikembalikan ke dunianya masing-masing.


Para Dewa kembali ke Dunia Atas.


Ras Malaikat kembali ke Dunia Cahaya.


Ras Bintang atau para zodiak---makhluk-makhluk fantasi sejenis manusia setengah kuda yang membawa busur panah atau wanita setengah ikan yang membawa kendi dan lain-lainnya, ditempatkan di Galaksi.


Ras Peri kembali ke Dunia Alamiah yang disebut Taman Surgawi.


Ras Manusia tinggal tetap di Dunia Fana.


Ras Iblis dikurung di Dunia Bawah.


Ras siluman ditempatkan di Rimba Ilahi, Dunia Tengah antara Dunia Fana dan Dunia Bawah.


Organisasi Elit Global dihapuskan. Wilayah mereka dikembalikan pada Jiangnan.


Kedewaan Long Qiuyun diberikan pada Liu Tang.


Kemudian Kaisar Langit memberkati Long Hua Ze dan menjanjikan Benua Xuang sebagai miliknya dan keturunannya.


Dengan demikian perang wilayah itu harus dijalani.

__ADS_1


Menjadi sejarah panjang dari masa ke masa.


..._Tamat_...


__ADS_2