
Tanah Perjanjian Darah itu berkilauan seperti kebun permata.
Kuncup-kuncup bunga bermekaran secara ajaib dan memancarkan cahaya dari putiknya seperti lampion.
Semua serangga di hutan menyala berwarna-warni. Bahkan kunang-kunang berwarna-warni. Begitu pun taburan serbuk sari dari putik-putik bunga, menyala berwarna-warni bertebaran seperti butiran salju.
Pohon-pohon bambu yang langsing dan pohon-pohon oak tumbuh melengkung ke arah lembah di kaki bukit. Di bawahnya, semak-semak tampak berkilauan ditaburi butiran cahaya berwarna-warni yang ditebarkan serangga dan bunga-bunga.
Shen Zhu terperangah takjub melihat pemandangan itu. Ia mengerling melewati bahunya dan tertegun.
Pintu gerbang di belakangnya menghilang, dan kakak-kakak seperguruannya tidak menyusul.
Bertepatan dengan itu, Jialin berdiri di belakangnya, menoleh ke belakang dengan ekspresi yang sama. Ia ingat saat memasuki gerbang, Jiangwu menjejerinya. Tapi pemuda itu mendadak raib, begitu juga dengan pintu gerbangnya.
Detik berikutnya, kedua-duanya menoleh dan menatap lurus ke depan dengan tercengang. Terpukau oleh pemandangannya.
Jialin melangkah perlahan sambil berdecak kagum dan berhenti tepat di sisi Shen Zhu.
Shen Zhu menyentakkan kepalanya ke samping dan mengerutkan dahi. Sebagai pemilik kekuatan spiritual yang sudah mencapai ranah galaksi, Shen Zhu bisa menangkap gerakan halus seperti napas dan kibasan rambut hingga langkah kaki yang paling ringan. Tapi ia tidak melihat apa-apa.
Tak lama kemudian, ia mendengar suara langkah kaki lainnya dan semakin banyak terdengar embusan napas.
Kakak-kakak seperguruannya berderet di kiri-kanannya. Tapi mereka tidak saling melihat satu sama lain. Masing-masing mereka menemukan diri mereka hanya sendiri.
Itulah yang dimaksud Tetua Yun dengan, "Selain dengan monster, kalian tak bisa menjalin komunikasi!"
Tanah Perjanjian Darah diliputi energi sihir yang menimbulkan halusinasi. Membuat orang terjebak dalam ilusi, di mana ia merasa dirinya tersesat dan sebatang kara seperti para binatang spiritual yang berada di sana.
Di Tanah Perjanjian Darah, setiap jenis binatang hanya terdiri dari satu ekor. Itulah sebabnya kenapa menemukan monster yang cocok teramat sulit. Untuk mengganti monster yang sudah diambil dengan jenis monster yang sama, membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun. Sehingga di tiap generasi ksatria tak ada yang memiliki jenis monster yang sama.
Ilusi perasaan sebatang kara itu diperlukan untuk ksatria dan rekan monsternya saling menemukan. Itu biasa disebut Ikatan Batin Perjanjian Darah.
Shen Zhu adalah pengecualian!
__ADS_1
Sama halnya seperti laut elemen, pusaka dan kitab-kitab keramat, monster spiritual juga menolaknya.
Begitu Shen Zhu meluncur turun untuk menyusur lembah di kaki bukit, monster-monster di sana serentak menghambur dan lari terbirit-birit.
"Hei—" Shen Zhu tergagap dengan sebelah tangan terulur ke depan menggapai udara kosong. Apa aku benar-benar Bocah Tengik Pengacau Tingkat Langit? pikirnya. Bahkan monster menghindariku!
Tidak menyerah sampai di situ, Shen Zhu melanjutkan pencariannya, menyusur semakin jauh ke dalam lembah. Kemudian memasuki sebuah gua di perut gunung.
Energi gelap mungkin bisa membantu, pikirnya. Tapi bahkan monster yang bersembunyi di dalam kegelapan, menghambur keluar meninggalkan persembunyian mereka masing-masing.
"Aku tidak bermaksud jahat," gumam Shen Zhu sambil menatap monster-monster itu dengan raut wajah memelas. Lalu dengan kedua bahu menggantung lemas di sisi tubuhnya, ia berbalik dan melangkah keluar mengikuti gerombolan monster yang kabur itu.
Begitu seterusnya hingga berhari-hari, setiap monster yang melihatnya lari tunggang-langgang.
Langkah Shen Zhu sudah mencapai sisi lain hutan dan hampir sampai di perbatasan.
Waktu yang tersisa hanya tinggal sehari ketika ia menemukan sebuah sungai dengan pemandangan lebih memukau.
Monster-monster di sana juga tersentak dan berhamburan melihat kemunculannya.
Seekor rajawali bersayap emas akhirnya mengendap turun di atas sebongkah batu di tengah sungai. Ukurannya tak lebih kecil dari seekor kuda.
Rajawali itu menelengkan kepalanya dan mengamati Shen Zhu.
Shen Zhu menghambur mendekatinya dengan wajah semringah. Kemudian mengulurkan sebelah tangannya ke arah rajawali itu.
Tapi lalu rajawali itu mendesah pendek dan menggeleng-geleng. Kemudian terbang kembali.
Shen Zhu mendongak menatap rajawali itu dengan raut wajah kecewa. Lalu mendesah dan melemas. Ia menoleh ke samping ketika semak-semak berkeresak dan menemukan seekor rusa bersayap sedang merumput.
Shen Zhu mencoba mendekatinya. Tapi rusa itu juga menggeleng dan terbang menjauh.
Kakak-kakak seperguruannya sudah kembali ke perguruan dengan masing-masing membawa tunggangan yang sangat memukau, yang secara otomatis membuat ekspektasi Bao Yu mengenai Shen Zhu melejit setinggi langit.
__ADS_1
Lim Hua mendapatkan Naga Langit yang sesuai dengan elemen air yang dimilikinya. Naga Langit itu berwarna biru muda transparan seperti air laut yang bangkit saat tsunami.
Lian Ze yang memiliki elemen angin mendapatkan Elang Naga. Seekor elang raksasa dengan bentuk kepala mirip kepala naga.
Zhen Juan mendapatkan serigala bersayap perak yang sesuai dengan elemen logam yang dimilikinya. Disebut Serigala Pedang karena sayapnya yang mirip pedang.
Zhang Junda dengan elemen kayu mendapat T-rex Penghancur Kapak. Dinosaurus bersayap dengan kulit keras seperti kayu Quebracho atau lebih dikenal dengan nama Pohon Penghancur Kapak.
Tan Liu dengan elemen tanah mendapatkan Raja Salamander, salamander raksasa berkepala dua, sementara adiknya, Tan Nuo, yang juga memiliki elemen tanah mendapatkan Singa Gurun Kaisar, singa raksasa berkepala emas bertubuh perak.
Tiao dengan elemen es mendapatkan Rusa Kutub Pangeran. Rusa putih bertanduk perak.
Jialin mendapatkan Phoenix Jingga yang sesuai dengan elemen api yang dimilikinya. Seekor merak berwarna merah dengan paruh, sayap dan ekor berwarna jingga
Jiangwu yang juga memiliki elemen api mendapatkan Kuda Neraka. Seekor kuda berbulu lidah-lidah api.
Akan seperti apa rekan monster yang mungkin dia dapatkan? Bao Yu bertanya-tanya dalam hatinya. Kenapa lama sekali?
Tapi komentar sinis para tetua kemudian membuat Bao Yu memutuskan untuk kembali ke gerbang Tanah Perjanjian Darah secepatnya.
"Mengirim bocah tengik yang belum genap dua puluh tahun untuk mencari tunggangan, benar-benar bermimpi di siang bolong!"
Dengan campuran rasa kesal dan cemas, Bao Yu akhirnya melesat terbang ke Gerbang Tanah Perjanjian Darah bersama tunggangannya.
Begitu ia mendarat, tetua suci penjaga gerbang itu menyambutnya dengan tatapan mencemooh, "Kembali lebih cepat?" sindirnya bernada ironis.
Sementara itu di dalam hutan, kesabaran Shen Zhu mulai menipis. Sisi dirinya yang dingin dan buas mulai terlihat. Raut wajahnya berubah dengan cepat. Sosok pemuda polosnya yang penuh semangat seketika sirna. "Tak ada yang mau mendekat?" geramnya sambil mengeluarkan pedang dan mengibaskannya ke samping.
Semua monster tersentak dan bersembunyi.
"Baiklah!" tantangnya. "Kita lihat sampai sejauh mana kalian bisa lari dariku?"
"Tidak perlu emosi!" Sebuah suara di puncak salah satu bukit di seberang sungai menarik perhatian Shen Zhu.
__ADS_1
Seekor singa berkepala manusia berjenggot dengan ekor seperti ular bertengger di seberang sungai. "Mereka hanya tak ingin menyinggung Tuan," katanya. Suaranya terdengar tenang dan kebapakan. "Lagi pula mereka masih terlalu muda!"