Pusaka Dewa Petaka

Pusaka Dewa Petaka
12


__ADS_3

Bao Yu membaringkan Shen Zhu di tempat tidurnya dengan hati-hati, kemudian membuka pakaiannya yang berlumuran darah. Ia memeriksa tubuh pemuda itu sebelum mengganti pakaiannya dengan pakaian bersih.


Tidak ada luka lecet.


Tidak ada luka lebam.


Bahkan ketika Bao Yu mengaktifkan penglihatan super untuk memeriksa organ bagian dalam tubuhnya, ia tidak menemukan tanda-tanda kerusakan sedikit pun.


Bisa dikatakan sudah sembuh total.


Semua kotoran terhisap ke dalam tubuhnya, pikir Bao Yu. Bagaimana bisa dia tetap baik-baik saja?


Malahan semakin baik.


Kekuatan spiritualnya bahkan meningkat.


Bao Yu bisa merasakannya.


Anak ini naik beberapa tingkat, katanya dalam hati. Tak yakin berapa tingkat, tapi ia tahu itu lumayan tinggi.


Lalu kenapa dia belum sadarkan diri? Bao Yu bertanya-tanya dalam hatinya.


Ia melakukan berbagai cara untuk menyadarkan Shen Zhu, tapi hingga larut malam, pemuda itu tak kunjung sadarkan diri.


Bao Yu memerintahkan murid-muridnya yang lain untuk berjaga sepanjang malam secara bergiliran untuk mengantisipasi adanya serangan kegelapan yang biasa terjadi pada Shen Zhu selama lima tahun terakhir.


Tapi sepanjang malam itu situasinya benar-benar aman. Tidak ada serangan kegelapan berupa asap hitam yang mencoba menyeret Shen Zhu.


Ini juga terasa aneh!


Membuat Bao Yu tak habis pikir.


Apa sebenarnya yang dialami anak ini?


Dan kenapa ia tak kunjung sadarkan diri?


Di alam bawah sadarnya…


Shen Zhu sedang berjibaku dengan sosok misterius berjubah gelap yang sama. Tapi Shen Zhu merasa yakin sosok itu berbeda dengan sosok berjubah gelap yang ditemuinya di ruang warisan.


Sosok yang ini terlalu impulsif dan sangat mematikan.


Apakah dia iblis yang selama ini menyerangku setiap malam dengan energi gelap saat aku tertidur?


Sosok itu menindih Shen Zhu dan mencekiknya. Ia duduk membungkuk di perut Shen Zhu seperti seseorang yang sedang menunggang kuda. Kedua tangannya yang putih mulus mencekik leher Shen Zhu dengan jemarinya yang panjang dan langsing namun cukup kuat untuk membengkokkan sebilah pedang.


Shen Zhu mencengkeram kedua pergelangan tangan yang mencekiknya sambil meronta-ronta, dan untuk pertama kalinya ia akhirnya dapat melihat wajah si penyerangnya.

__ADS_1


Wajah di bawah tudung itu tersenyum miring dan Shen Zhu tersentak dan terperangah.


Si penyerang berjubah misterius itu ternyata adalah dirinya sendiri.


Bagaimana bisa? pikirnya terkejut.


Iblis macam apa yang bisa meniru wajah korbannya?


Tiba-tiba perkataan konyol kakaknya pada malam sebelum tragedi itu melintas dalam benaknya.


"Tunggu sampai jiwamu direnggut, kau baru akan percaya!"


Apakah dia sedang mencoba merenggut jiwaku? Shen Zhu bertanya-tanya dalam hatinya. Kalau itu yang diinginkannya…


Jangan harap! batin Shen Zhu penuh tekad, kemudian melakukan perlawanan. Ia mencoba menggulingkan sosok itu dari atas tubuhnya, tapi bagaimanapun ia berusaha, sosok itu tetap bertengger di atas tubuhnya tanpa tergoyahkan sedikit pun. Cengkeraman jemarinya di leher Shen Zhu sekuat tang.


Pasti ada cara untuk mengalahkannya, pikir Shen Zhu.


Kalau roh pedang itu tidak berdusta, seharusnya aku tak mudah mati, kan? katanya dalam hati.


Saatnya membuktikan perkataannya! tekad Shen Zhu.


Ia mengayunkan sebelah tangannya ke samping sambil membayangkan dirinya sedang menghunus pedang, dan seketika pedang itu benar-benar muncul dalam genggamannya.


Tak ingin membuang waktu, Shen Zhu kemudian mengayunkan pedang itu dan menghujamkannya ke pinggang si penyerang itu dan berhasil menggulingkannya.


Sosok yang mirip dirinya itu memekik sambil membekap luka pada pinggangnya.


Seluruh tempat di sekelilingnya terlihat kosong seperti cakrawala. Hanya ada kepulan asap putih yang mengambang di sekelilingnya dan gemerlap cahaya berwarna-warni seperti di galaksi. Di bawah kakinya, lantai kaca transparan berkilau bagaikan kristal.


Sosok itu juga menghela bangkit tubuhnya dan terhuyung, berdiri membungkuk menekuk perutnya sambil masih memegangi luka di pinggangnya. Ia menatap Shen Zhu dengan alis bertautan dan mengetatkan rahang. Lalu menyentakkan tangannya yang bebas dan dalam sekejap sebilah pedang yang sama persis seperti milik Shen Zhu sudah berada di tangannya.


Shen Zhu kembali terperangah, dan menggenggam batang pedangnya dengan kedua tangan. Ia mengawasi sosok itu dengan waspada.


Sosok itu mengibaskan pedangnya ke samping dan menyeringai, mengisyaratkan sebuah tantangan.


Shen Zhu menerjang ke arah sosok itu sambil mengayunkan pedangnya, tapi hanya dalam satu kibasan dia sudah terpental.


Sosok itu kembali menyeringai.


Pedang itu bahkan tak menyentuhku, Shen Zhu membatin takjub. Ia menarik bangkit tubuhnya dan memasang kuda-kuda lagi. Pedang ini ternyata bisa sehebat itu, pikirnya. Aku harus mempelajari tekniknya!


Sosok itu menggerak-gerakkan jemari tangannya di sekitar pedangnya dalam beberapa jurus sambil berkomat-kamit merapalkan mantra. Kemudian mengayunkan pedang ke arah Shen Zhu tanpa harus repot-repot mendekatinya.


Semburat cahaya putih berbentuk kubah melesat ke arah Shen Zhu dan menyapu tubuhnya.


Shen Zhu kembali terpental dan jatuh terjerembab.

__ADS_1


Tebasan cahaya! Shen Zhu menyimpulkan. Ia ingat jurus itu hanya bagian dari teknik dasar pedang spiritual yang diajarkan Bao Yu padanya. Selebihnya tergantung kekuatan spiritual masing-masing orang yang menggunakannya.


Dilihat dari ekspresinya, sosok itu bahkan tidak mengerahkan seperempat kekuatannya.


Shen Zhu biasanya membutuhkan kekuatan penuh untuk bisa melontarkan energi cahaya dalam radius satu meter. Itu pun tak tentu berhasil.


Sosok ini jelas tak sederhana, pikir Shen Zhu. Kemudian berusaha berkonsentrasi untuk mengerahkan tenaga dalamnya dan menyalurkannya ke ujung pedangnya.


SLAAAASSSH!


Shen Zhu mengibaskan pedangnya dengan teknik yang sama, dan di luar dugaannya ia bisa melontarkan energi cahaya berbentuk kubah itu hingga radius puluhan meter.


Seluruh tempat yang terkena hempasan energi cahaya itu meledak dan menggemuruh kecuali sosok misterius itu.


Sosok yang mirip dirinya itu tetap bergeming tanpa tergoyah. Hanya rambut dan jubahnya saja yang melecut dan berkibar-kibar. Dan sekali lagi, sosok itu tersenyum miring.


Orang ini tidak berniat membunuhku! Shen Zhu menyadari.


Dan Shen Zhu tidak keliru.


Sosok itu jelas sedang memotivasi Shen Zhu untuk melawan.


Dia sedang menguji Shen Zhu.


Kalau dia ingin membunuhnya, sejak awal dia sudah melakukannya. Tingkat kekuatannya sudah di ranah surgawi.


Karena dia seorang dewa.


Dialah pemilik asli pedang itu.


Dewa Petaka!


Dan…


Mengenai tampilan wajahnya…


Sebetulnya itu bukan hasil manipulasi.


Wajah aslinya memang seperti itu. Seperti Shen Zhu. Itulah sebabnya roh pedang itu langsung memilih Shen Zhu.


Tiba-tiba saja Shen Zhu menjatuhkan dirinya di depan sosok itu. Setengah berlutut setengah berjongkok. Satu lututnya bertumpu di lantai, lutut lainnya terlipat di depan dengan sikap jongkok. Satu lengannya bersilang di depan dadanya dengan tangan terkepal, tangan lainnya bertopang pada batang pedangnya. Kepalanya tertunduk penuh khidmat.


Sosok itu tetap bergeming, menatap Shen Zhu dengan ekspresi datar. Tidak terkejut sama sekali. "Kau sudah mengerti?" ia bertanya dalam bisikan tipis yang menyerupai hembusan angin.


Shen Zhu tertunduk semakin dalam.


Sosok itu kembali tersenyum miring, "Baguslah kalau kau sudah mengerti," katanya. "Mulai sekarang aku akan menetapkan wacana pelatihan yang ketat untukmu. Pagi, latihan tempur sesungguhnya. Siang, membaca dan belajar. Saat kau beristirahat untuk menyembuhkan luka, kau harus mengingat semua pengetahuan tentang iblis dan memperhatikan dengan cermat bagaimana cara menyerang dan mencari tahu kelemahan mereka. Sore, latihan stamina: kekuatan, ketahanan, kecepatan, tidak boleh ada yang kurang. Hanya dengan proporsi tubuh yang kuat baru bisa tahan terhadap pelatihan dengan intensitas tinggi. Hanya dengan latihan terus menerus baru bisa mencapai target. Dan targetmu adalah menjadi ksatria terkuat dalam sejarah!"

__ADS_1


Shen Zhu menelan ludah. Tapi tenggorokannya mendadak kering.


"Jika kau berani melarikan diri, kau tak akan pernah terbangun dari tidurmu!" tandas Dewa Petaka.


__ADS_2