Replacement Lover

Replacement Lover
Extra : SKENARIO TYO


__ADS_3

.


.


.


Keira baru masuk ke kamar suite-nya saat dilihatnya sang suami sedang bertelepon sambil duduk bersandar di tengah-tengah tempat tidur.


"Gue usahaain enggak deh, yang penting kan urusan kita selama ini beres semua."


"......"


"Udah...yang itu enggak usah dipikirin. Bukan urusan kita! Siapa suruh mereka last minute ngirimnya!"


"....."


"Ya kalo mereka minta dihargai, harusnya mereka hargai juga dong waktu kita. Jangan seenaknya kirim last minute trus minta buru-buru di follow up."


"......"


"Gue enggak peduli ya, mau mereka big company atau biasa aja. Asal bisa ngehargai kita, ya kita hargai balik. Jangan mentang-mentang mereka udah besar terus bisa seenaknya aja sama kita."


"....."


"Ya udah, balikin aja apa adanya. Beres kan?! Atau suruh si Andrea yang handle masalah ini!"


"......"


"Iya, gitu aja..Ndrew. Biar gue selesaiin yang di sini dulu. Tolong ya!"


"......"


"Oke, Thank you, Ndrew!"


Tyo meletakkan ponselnya di atas nakas setelah menutup sambungan teleponnya dengan Andrew. Ia lalu memelorotkan tubuhnya sendiri untuk ikut merebahkan diri di sisi Keira yang sudah berbaring lebih dulu setelah menidurkan si kecil.


"Anak kita sudah tidur, Kei?" tanya Tyo sambil memeluk tubuh istrinya.


"Hmm, sudah!" jawab Keira dengan membalas pelukan sang suami.


Matanya sudah terpejam. Nampak sekali jika wanita itu sudah terlalu lelah dan mengantuk.


"Apa ada masalah di kantor?" tanya Keira pada suaminya tanpa membuka mata


Tyo mengecup puncak kepala Keira yang berada tepat di bawah dagunya. "Masalah kecil kok, biasalahhh..company besar seenaknya sendiri ngirim proposal kerja sama terakhir-terakhir tapi minta diduluin follow up-nya. Kan enggak bisa gitu!" jelas Tyo singkat.


"Hmm, tapi enggak bakalan jadi panjang kan itu nanti?" suara Keira semakin lirih saat menanyakan itu.


Tyo yang menyadari istrinya sudah sangat mengantuk lalu mulai memberikan belaian lembut di kepala Keira.


"Enggak akan, aku jamin. Udah, kamu enggak usah pikirin. Kita tidur aja sekarang!" balas Tyo sambil terus membelai kepala Keira dan sesekali mendaratkan kecupan lembut di atas sana.


***


Sehari setelah resepsi pernikahan Vynt dan Fady selesai digelar, keluarga Pratama dan kedua orang tua Fady secara khusus diundang oleh keluarga Dae-Ho makan siang bersama di kediaman mereka sebagai besan untuk pertama kalinya.


Tapi tak hanya keluarga inti Vynt saja yang berlaku sebagai tuan rumah hari itu, ada juga keluarga pamannya, Mr.Dong Dae-Ho lengkap dengan istri dan anak-anak serta menantunya yang tak lain adalah sahabat Fady---Mr.Seo Kang Jun---juga turut hadir di sana untuk meramaikan acara makan siang bersama hari itu.


Mengingat keluarga inti Vynt sebenarnya hanya berjumlah empat orang saja, yaitu Ayahnya, Bundanya dan Vynt sendiri serta kini ditambah Fady sebagai istri Vynt.


Sebenarnya keluarga besar Vynt ingin mengundang keluarga besannya makan malam, namun orang tua Fady dan orang tua Tyo sudah harus pulang ke Tanah Air sore hari ini, akhirnya undangan itu mereka ubah menjadi undangan makan siang.


Di rumah besar milik orang tua Vynt, seluruh keluarga baru saja menyelesaikan makan siang dengan berbagai macam pilihan menu, mulai Korean hingga menu khas Jawa sebagai daerah asal Bundanya Vynt.

__ADS_1


Wanita yang seumuran dengan Ny.Naina itu minta dipanggil dengan sebutan Bunda saja oleh Fady, sama seperti bagaimana Vynt memanggil dirinya. Namun hal itu juga berlaku untuk Keira sebagai sahabat Vynt sekaligus Tyo yang notabene saudara sepupu Fady.


Sedangkan Tyo yang sudah mempunyai skenarionya sendiri tampak sedang mencari celah untuk mendiskusikan rencana yang ada di otaknya itu.


Dengan sang anak yang berada dalam gendongannya, pria itu memindai sekeliling rumah untuk mencari Vynt atau Fady demi berkonsultasi tentang rencananya.


Lalu tiba-tiba saja Tyo melihat Fady yang muncul sendirian dari balik pintu dapur membawa senampan besar buah-buahan untuk para tamu keluarga Dae-Ho siang ini.


"Fa! Vynt mana?" Tyo bertanya pada sepupunya itu dengan suara lirih.


"Vynt ada di kamar. Di atas. Kamu ada perlu sama dia?" balas Fady yang langsung dijawab anggukan penuh semangat dari Tyo.


"Penting banget nih!" jawab Tyo antusias.


"Ya udah, samperin gih! Kamarnya yang di tengah." ujar Fady memberitahukan kepada Tyo.


"OK! Tapi nanti kamu juga susulin kesana ya! Aku juga butuh pendapatmu, Fa! Dan jangan ajak Keira! Tolong rahasiain dari dia." pinta Tyo dengan kaki yang sudah menapaki anak tangga.


"Oke, okeee, nanti aku susul!" jawab Fady sambil meneruskan perjalanannya ke arah ruang keluarga kediaman Dae-Ho di mana berkumpul tiga keluarga sekaligus, yaitu; keluarganya, keluarga Dae-Ho, serta orang tua Tyo. Sementara Keira nampak sedang ngobrol asyik dengan Mirim dan Mirae dalam bahasa Inggris.


"Oh, Fa! Vynt mana?" tanya Seo Kang Jun kala melihat sahabat sekaligus yang kini telah menjadi adik iparnya itu masuk ke ruangan dengan nampan penuh buah di tangannya.


Fady melirik Keira sekilas sebelum menjawab pertanyaan Seo Kang Jun, setelah merasa bahwa Keira sama sekali tidak memperhatikannya, ia lalu menjawab pertanyaan sahabatnya itu dengan sedikit berbisik.


"Ada di kamar sama Tyo dan anaknya." jawab Fady singkat lalu cepat-cepat meletakkan nampan buah itu di atas meja besar di tengah-tengah ruangan.


"Waahh, para lelaki itu ngumpul sendiri tidak mengajakku." Kang Jun tampak merengut.


Fady tertawa geli melihat ekspresi merajuk dari sahabatnya itu, "Ayo, oppa. Aku antar kau ke sana untuk berkumpul juga dengan mereka!" ajak Fady sambil lagi-lagi melirik ke arah Keira.


Di mata Fady, istri Tyo itu nampak masih mengobrol dengan seru bersama Mirim dan Mirae, seolah lupa pada suami dan anaknya. membuat Fady yakin bahwa Keira tidak memperhatikan ucapannya tentang Tyo yang sedang berkumpul dengan Vynt barusan.


Keira sepertinya enggak denger omonganku barusan, berarti dia juga enggak bakalan ngikutin ke atas. Pikir Fady.


"Ada apa sih ini? Kok seperti sedang bermain rahasia-rahasiaan?" tanya Seo Kang Jung dengan heran.


"Iya, ini memang rahasia!" Fady mengangguk cepat.


"Karena Tyo tidak ingin istrinya sampai tahu kalau dia sedang berdiskusi dengan Vynt di atas." jelas Fady.


Seo Kang Jun mengernyitkan keningnya, "Tyo yang sepupumu dari Indonesia itu?" tanyanya lagi.


Fady kembali mengangguk sambil menaiki tangga yang diikuti oleh Seo Kang Jun di belakangnya. Sesampainya di lantai atas, Fady membuka kamar Vynt yang kini telah menjadi kamarnya juga.


Namun ternyata di dalamnya kosong. Tak nampak suaminya maupun Tyo ada di sana. Fady celingukan, hingga ia samar-samar mendengar suara dari arah balkon.


Fady menoleh pada Seo Kang Jun yang masih betah mengekorinya. "Sepertinya mereka ada di balkon." ucap Fady yang diiringi anggukan pelan dari Seo Kang Jun.


Keduanya lalu dengan mantap melangkah menuju balkon, dan ternyata benar. Di sana ada Vynt yang sedang duduk di salah satu kursi balkon dengan memangku Argha kecil sedangkan Tyo sendiri berdiri bersandar pada pagar balkon sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.


"Heii, kalian pindah ke sini?" tanya Fady.


"Iya." jawab Vynt singkat.


"Kamar kamu romantis banget sih, geli aku jadinya kalau berdiskusi berdua doang sama Vynt di dalam sana!" ungkap Tyo sambil nyengir.


Fady tertawa lebar mendengarnya, sementara Seo Kang Jun hanya tersenyum menyeringai memperlihatkan deretan giginya.


"Maklum, Tyo, pengantin baru. Masih fresh dekorasinya!" ujar Seo Kang Jun pada Tyo dalam bahasa Inggris.


Pria itu lalu berdiri di samping Tyo setelah menepuk bahunya pelan mencoba untuk mengakrabkan diri. Karena bagaimanapun juga mereka semua kini adalah keluarga.


"That's right!" balas Tyo pada ucapan Seo Kang Jun sambil tertawa lebar.

__ADS_1


"Lalu kalian ngomongin apa dari tadi di sini?" tanya Seo Kang Jun mulai kepo.


Tyo dan Vynt saling lirik dengan senyuman penuh makna.


"Oh, ayolah? Apa aku bukan bagian dari konspirasi ini???" paksa Seo Kang Jun sedikit merajuk.


Sambil tersenyum lebar, akhirnya Tyo menceritakan rencananya kepada Fady dan Seo Kang Jun yang baru bergabung dengan mereka di balkon itu.


.


.


.


"Waahh, aku tak menyangka! Sorry to say dude...tapi melihat penampilanmu, aku sama sekali tidak mengira jika isi kepalamu bisa seromantis itu." Seo Kang Jun memuji rencana Tyo dengan memberikan tepuk tangannya.


"Sekarang sih mendingan, Hyung! Dulu awal aku ketemu Tyo, penampilannya benar-benar seperti preman pasar berwajah idol! Hahahahaha!" seru Vynt tak mau kalah.


"Oia???" sahut Fady dan Seo Kang Jun bebarengan.


"Serius!!! Dia selalu pakai celana jeans sobek-sobek dan kaos yang dilengkapi jaket kulit. Pokoknya sama sekali tidak kelihatan seperti CEO!" tambah Vynt.


"Hahahaha...aku pun kalo tidak tahu bahwa kamu adalah CEO dari dua perusahaan konstruksi, aku pasti sudah merekrutmu untuk jadi Tour Planner khusus paket honeymoon!" ujar Seo Kang Jun dengan antusias.


"Jadi kalian masih akan tinggal di Korea dua hari lagi untuk menjalankan rencanamu itu?" tanya Fady memastikan.


"Iya, sebenarnya aku sih terserah Keira, dia mau berapa lama stay di sini. Tapi karena dia sudah mulai kuliah lagi jadi kami tidak bisa lama-lama." jelas Tyo.


"Terus gimana dengan anak kalian?" tanya Fady.


"Aku sudah sepakat dengan Vynt, selama aku melakukan rencanaku, Argha dan babysitternya akan ada di bawah pengawasanmu dan Vynt. Kau keberatan tidak, Fa?" tanya Tyo pada sepupunya itu.


Mata Fady nampak berbinar, "Waahh, sama sekali tidak! Aku senang sekali kalau begitu. Bisa berlama-lama dengan si kecil." balas Fady dengan tulus.


"See, udah gue bilang kan kalau dia bakalan kegirangan!" ujar Vynt melirik pada Tyo. Dan Tyo hanya tersenyum lega mendengarnya.


"Lalu aku? Apa yang bisa kubantu?" tanya Seo Kang Jun antusias.


Tyo nampak berpikir sejenak, "Aku belum dapet butik yang juga menyediakan make up artist untuk dipanggil ke hotel!" ujarnya kemudian.


"Gampang, istriku pasti tahu sesuatu tentang itu. Nanti akan kutanyakan padanya!" balas Seo Kang Jun cepat.


"Aku tak yakin tentang ini, tapi adakah diantara kalian yang kenal dengan seorang pemain violin freelance?" tanya Tyo pada ketiga orang yang ada di sana.


Vynt, Fady dan Seo Kang Jun saling pandang. Namun akhirnya Fady yang menjawab lebih dulu.


"Maaf, Tyo, tapi aku tidak mengenal siapapun dalam bidang itu." jawabnya sedikit kecewa.


"Aku juga sama!" sahut Vynt.


"Untungnya aku mengenal beberapa musisi di Korea." jawab Seo Kang Jun. "Akan coba kucari dulu kontak mereka, setelah fix baru akan kuhubungi kau!" imbuhnya.


"Prefecto! Kalau begitu kita harus bertukar nomor sekarang!" lanjut Tyo.


Tyo dan Seo Kang Jun lalu saling mengeluarkan ponsel masing-masing untuk bertukar nomor ponsel sekaligus saling menambahkan kontak satu sama lain ke dalam aplikasi chat yang mereka pakai.


"So, kapan kamu mulai eksekusinya?" Seo Kang Jun kembali kepo.


"Kalau tidak ada halangan, malam nanti akan mulai kulaksanakan di spot yang pertama!" jawab Tyo dengan senyum penuh arti terkembang di wajahnya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2