Replacement Lover

Replacement Lover
REUNI


__ADS_3

Beth masih manggut-manggut dengan tatapan takjub kala menimang-nimang ponselnya yang menampilkan daftar isi dari novel yang ditunjukkan Rizzi tadi.


Gadis itu juga nampak memainkan jari telunjuknya di atas layar ponsel untuk mengscroll tampilan layar ke atas lalu ke bawah lagi.


"Waaahhh, lumayan banyak juga ya PR membaca gue biar tahu kisah lo sampe detik ini, Kei?"


Dengan anehnya, Beth malah mengomentari banyaknya jumlah bab yang harus dibacanya ketimbang menalar keganjilan yang sedang terjadi, tentang bagaimana sampai kisah Keira bisa ia baca dari novel online di aplikasi Mangatoon itu tadi.


#Memang cuman Author yang paham bagaimana sebenarnya cara kerja otak gadis itu. 😅#


"Udah, Beth! Ntar aja lo bacanya pelan-pelan buat ngisi waktu luang." sergah Keira lalu menurunkan tangan Beth yang masih memegang ponselnya hingga dengan terpaksa Beth meletakkan ponselnya itu di atas meja.


"Lo jadinya magang di mana Beth?" Keira menyeruput tehnya setelah membuat fokus Beth kembali padanya.


"Sesuai saran dari Vynt dulu, gue ikutan test seleksi untuk magang di Dae-Ho Trip dan ternyata gue lolos, Keeeiiii!!!" pekik Beth senang mengingat kembali saat-saat diterimanya ia untuk magang di salah satu travel agent bonafide di kota itu bahkan juga terbonafide di pulau Jawa.


"Oia??? Kereeennnnn!!!" Keira memekik tak kalah senangnya dengan Beth.


"Lo juga masuk divisi Tiketing Internasional sesuai anjuran Vynt?" kali ini giliran Said yang kepo.


"Iyeeess! Dan baru semingguan ini gue juga bertanggung jawab di divisi voucher hotel. Jadi gue bisa mempelajari dua divisi sekaligus dalam satu kali magang." jawab Beth sambil nyengir dan mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V.


Keira dan Said kompak bertepuk tangan dengan bangga mendengar pencapaian Beth dalam magangnya kali ini.


"Waahhh, tinggal kita nih yang kudu buruan nyusul ngelarin semester magang kita yang tertunda. Ya nggak, Id?!" Keira merangkul pundak Said lalu menggoyang-goyangnya dengan gemas.


"Iya nih, Kei. Gue nggak nyangka juga kalo lo bakal senasib ama gue yang molor magangnya." Said membalas rangkulan Keira.


"Jangankan elo...gue sendiri aja nggak nyangka!" timpal Keira santai sambil tertawa.


Said dan Beth jadi ikutan tertawa melihat Keira yang menertawakan nasib magangnya yang kacau karena ulahnya sendiri. Namun tiba-tiba seseorang mengangkat tangan Keira dan Said yang saling merangkul itu.


Keduanya pun kompak menoleh ke arah belakang yang ternyata sudah ada Tyo di sana dengan ekspresi datar sambil mencoba melepaskan rangkulan kedua sahabat itu dari pundak satu sama lain.


Setelah rangkulan itu terlepas, Tyo segera mengusir Said yang duduk di sebelah Keira dengan mengibaskan tangannya layaknya sedang mengusir seekor ayam. Dengan takut, Said pun berpindah dari sisi Keira yang langsung digantikan oleh Tyo.


"Sahabatan boleh, tapi NO pegang-pegang. Nanti aku cemburu!!!" ujar Tyo dengan ekspresi serius sambil meraih pinggang Keira untuk lebih mendekat padanya.


Beth, Said dan Rizzi masing-masing menahan tawa mereka melihat Tyo yang merajuk begitu.


"Ngomong-ngomong soal Dae-Ho Trip, gimana kalo kita video call putra mahkotanya yuk!" ajak Said yang sudah melupakan rasa takutnya terhadap Tyo. Kentara sekali jika pemuda itu sedang merindukan Vynt Dae-Ho---salah satu sahabat mereka yang sedang magang di Thailand.


Merasa tak kalah kangennya dengan Vynt, Beth akhirnya langsung meraih kembali ponselnya dari atas meja dan langsung mencoba menghubungi Vynt via video call.


Setelah beberapa kali terdengar nada panggil akhirnya tersambung juga.


📱VYNT DAE-HO


Halo Beth


📱BETHSA PUTRY


Vyyynnnttttt


Seketika Said, Beth dan Keira langsung kompak berkerumun di depan layar ponsel Beth.


Vynt tertawa geli melihat tingkah ketiga sahabatnya dari layar ponsel. Dan sedikit terkejut kala melihat wajah Keira yang turut nongol dalan video call kali ini.


Tak hanya Vynt, tapi Tyo dan Rizzi pun juga ikut tertawa geli melihat tingkah kekanakan Keira dan sahabat-sahabatnya.


📱VYNT DAE-HO


Heii Bumil, dah balik lo? Sialan lo, ninggalin gue gitu aja di klinik waktu itu!


Vynt yang ingat bahwa dirinya dulu ditinggalkan seorang diri oleh Keira di klinik kandungan jadi kembali sewot dibuatnya.


"Elo tuh yang pengkhianat, salah sendiri!!!" balas Keira tak kalah sewotnya mengingat pengkhianatan Vynt yang ternyata lebih memilih berkomplot dengan Tyo.


Meski saat ini Keira menyadari bahwa dirinyalah yang salah karena terlalu naif dan emosional, tapi tetap saja Keira masih kesal pada Vynt karena pengkhianatan pemuda blasteran Korea itu.


📱VYNT DAE-HO


Laki lo mana?

__ADS_1


Mendengar Vynt menanyakan Tyo, Beth pun langsung mengarahkan layar ponselnya agar kamera depannya bisa menyorot ke arah Tyo yang sedang duduk di sebelah Keira.


📱BETHSA PUTRY


Iniiihh!!!


Tyo yang sedang menikmati kopinya spontan menoleh ke layar ponsel Beth yang mengarah padanya. "Heh, Bocah!!! Awas lo ya, ntar pulang magang gue bikin perhitungan sama lo!!!" Tyo tiba-tiba mengancam Vynt.


📱VYNT DAE-HO


Set dah, apa salah hamba?


"Elo kan yang bilang ke Keira kalo gue Bos Mafia?!" tuduh Tyo langsung.


Seketika suasana di meja yang ditempati kelima orang itu menjadi riuh. Kecuali Tyo, semuanya tertawa terbahak termasuk Vynt di seberang sana.


Namun kali ini, Rizzi hanya ikut tertawa tanpa sibuk mengimprovisasi seperti saat masih di Guest House Jogja kemarin. Mungkin tragedi keselek jeruk itu memang benar-benar ampuh untuk membuat Rizzi kapok membully Tyo.


📱VYNT DAE-HO


Hehehe, iya-iya sorry-sorry! By the way, tuh bumil ketemu dimana?


"Di Jogja!" jawab Tyo singkat sambil melengos menyembunyikan rasa kesalnya.


📱VYNT DAE-HO


Wuidiiiihh, niat banget lo kaburnya Kei, pake ke Jogja segala?!


"Apaan sih, orang gue beli tiket Go-Show seadanya aja kok!" ujar Keira terus terang.


📱VYNT DAE-HO


Tapi gue udah lega sekarang. Karena lo dah ketemu. Jangan kabur lagi!!! Kesian Tyo, kesian anak lo juga ntar!


"Iyaa!!!" jawab Keira memutar bola matanya pura-pura jengah.


Lalu Said pun mengambil alih ponsel Beth untuk gantian berbincang dengan Vynt via video call itu.


"Iyaa, bawelll!!!" balas Keira sebal.


Tyo lalu mendekatkan wajahnya sedekat mungkin pada wajah Keira hingga kedua hidung mereka hampir bersentuhan dan memberikan ekspresi pura-pura mencibir gadis itu dengan mengernyit-ngernyitkan hidungnya sambil menyeringai.


Keira pun membalas sikap Tyo itu, dan akhirnya mereka berbalas ejekan dengan saling memberikan bermacam ekspresi konyol yang mereka bisa, dan baru terhenti setelah keduanya tak lagi dapat menahan tawa karena melihat tampang kocak satu sama lain.


Tingkah manis keduanya sontak membuat baper Beth dan Rizzi yang ternyata menyaksikan kelakuan lucu dua sejoli yang lupa daratan itu.


"WOIII...Woiii...sadar woiii!!!" Dunia bukan cuman milik lo berdua, emang lo pikir kita-kita disini pada ngekos gitu??!!" omel Rizzi yang selalu merasa keberadaannya hanya sebagai figuran jika sudah menyaksikan kemesraan Tyo dan Keira.


#Author: Emang lo figuraannn!!! 😅🤣 Lo berani bayar gue berapa buat naekin peran lo, Riz, hmmm??? WANI PIROOO???" 😎#


Rizzi pun makin ngenes mengingat kejombloannya yang sudah memasuki stadium akut. Pria itu pun akhirnya cuman bisa berdoa...


"Ya Tuhaann, berikanlah ide sebanyak-banyaknya serta umur yang panjang kepada author novel ini agar kelak mampu menulis kisah yang membuatku jadi karakter utamanya." do'a Rizzi dengan tulusnya.


Beth dan Keira yang mendengar do'a Rizzi yang justru terdengar bagai sogokan pada Author itu pun kompak terbahak sambil menjawab, "AAMIIN!!!"


"Iyaa, AAMIIN! Udah, skrg lo ikut gue! Gue pengen denger laporan dari Joe tentang Danny!" Tyo mengaitkan lengannya ke leher Rizzi lalu menyeret pria berkaca mata itu ke dalam kantornya agar pembicaraan serius mereka tidak mengganggu para sahabat yang sedang reuni dan masih saling bercengkerama dengan hangatnya.


Tyo langsung memberikan kode kepada Keira bahwa dirinya akan masuk ke ruangan Rizzi. Dan Keira yang langsung mengerti turut membalas kode Tyo itu dengan anggukan kepala.


Sementara Rizzi malah berteriak pada Beth, dengan leher yang setengah tercekik lengan Tyo. "BEEETH! Jangan pulang sendiri ya, aku anterin kamu pulaanngg!" seru Rizzi sesaat sebelum dirinya dan Tyo menghilang dari balik pintu kantor Rizzi di Cafe Teluse.


Beth yang sumringah langsung merona pipinya mendengar niat Rizzi untuk mengantarnya pulang.


"Cie..cie..." goda Vynt dari seberang video call yang turut mendengar teriakan Rizzi kepada Beth.


Sementara Keira dan Said jadi terkikik bebarengan. "Ada yang bakalan jadian niih bentar lagi!" tebak Said masih dengan nada menggoda. Pemuda ceking itu nampak tetap memegang ponsel Beth yang masih terhubung dengan Vynt yang jauh disana.


"Ooh My God, gaeess!!! Ngimpi appah gue semalem bakalan dianterin pulang sama Rizzi, cowok yang gantengnya sebelas dua belas sama Lee Hong-gi yang masih sekampung sama bokapnya Vynt!" pekik Beth girang.


"Yaa meneketehe!!! Mana kita tahu!!! Yang ngimpi elo kenapa malah nanya ke kita sih?!" balas Said dengan nada nyinyir.


"Aahh, sirik aja lo liat temen lagi hepi dikit!" timpal Beth sewot.

__ADS_1


Keira yang melihat kedua sahabatnya yang masih bagaikan Tom and Jerry merasa terkenang akan masa-masa mereka saat masih sering bersama kemana-mana sebelum kejadian kaburnya Keira ke Jogja itu.


Mereka berempat pun akhirnya berbincang dengan penuh keseruan meski sosok Vynt tidak hadir sepenuhnya ditengah-tengah mereka dan hanya mengikuti obrolan via video call.


Sementara itu, di dalam ruangan kantor owner Cafe Teluse, Rizzi dan Tyo mulai membicarakan bukti-bukti apa yang berhasil dikorek oleh Joe si Hacker tentang Danny Wan.


"So? Informasi apa aja yang Joe dapetin tentang Danny?" Tyo duduk sambil menopang dagunya dengan sebelah tangan yang sikunya bertumpu di sandaran lengan kursi itu.


"As you have predicted (sesuai prediksi elo), Danny Wan emang tercatat sebagai mahasiwa yang bebas rapor merah selama berkuliah di Malaysia."


"Emang dia kuliah di mana di Malaysia itu?"


"Di Universitas Sains Malaysia, ngambil Department of Buildings Housing Design atau Desain Bangunan Perumahan. Tapi kayanya dia terpaksa ngambil jurusan itu karena permintaan ayahnya."


"Apa yang bikin lo mikir gitu?"


"Dilihat dari histori pendidikan dia sejak dasar sampai jenjang kuliah, semuanya pilihan bokapnya. Sebagai anak tunggal mau nggak mau dia cuman bisa nurutin ambisi pribadi Mr.Wan."


"Hmm...jenis manusia yang setipe sama Pak Zein Imran."


"Menurut Joe, nilai-nilainya Danny dari semester awal sampe semester akhir semuanya selalu stagnan di posisi aman, tidak ada peningkatan, kesannya dia nggak ada minat di jurusan itu makanya dia nggak berusaha untuk meraih nilai terbaik tapi dia juga nggak pengen ngecewain ayahnya makanya dia cuman berusaha seperlunya aja."


"Miris! Punya anak cuman untuk dia setir buat ngejar ambisinya dia sendiri. Nggak mikirin perasaan anaknya banget."


"Yang lebih miris, dia ternyata ngambil jurusan lain secara diam-diam yaitu jurusan Farmasi dengan bantuan biaya dari sepupunya, si Rocky Lim yang identitasnya juga dipake Danny buat ngebeli mobil jeep hijau itu dari laman jual beli online. Kayanya Danny lebih minat di jurusan Farmasi ketimbang jurusan yang dipilihin bokapnya."


"Dengan kata lain, selama ini, selain dari ayahnya, Danny juga di back up sama sepupunya itu?"


"That's right! Karena, menurut penyelidikan Joe, keluarga besar Mr.Wan mayoritas pebisnis sukses yang kaya raya. Dan dari seluruh keluarganya, hanya Mr.Wan yang memiliki kekayaan paling rendah. Mungkin itulah alasannya kenapa Mr.Wan pengen ngerebut hotel bokap lo yang di Singapura itu."


"Pengen cepet nambah kaya tapi dengan cara curang!" Tyo mendengus.


"Yang lebih kerennya lagi, si Joe ngasih gue salinan beberapa rekaman percakapan telpon antara Mr.Wan sama Danny. Dan gue yakin lo bakalan tercengang kalo denger sendiri apa yang udah Mr.Wan lakuin ke anak tunggalnya itu."


"Emang apaan?" Tyo penasaran.


"Lo dengerin aja sendiri nih!" ujar Rizzi sambil mulai memutar rekaman suara dari ponselnya satu per satu.


Lalu Tyo dengan seksama mendengarkan rekaman suara yang ternyata berisi percakapan antara Mr.Wan dengan anaknya, Danny Wan. Tyo mendadak geram ketika dalam rekaman itu, Mr.Wan nampak memprovokasi Danny untuk membalas dendam pada Tyo setelah terlebih dahulu memutar balikkan fakta yang ada.


Dari suara yang didengar Tyo, Mr.Wan mendoktrin Danny bahwa Mr.Wan difitnah oleh anak-anak Pak Ruslan khususnya Tyo yang secara sembunyi-sembunyi menghasut seluruh saksi kunci untuk memojokkan Mr.Wan sampai akhirnya dinyatakan bersalah atas beberapa gugatan antara lain penyalah gunaan kekuasaan, korupsi dan money laundry.


"Nih orang otaknya gesrek atau gimana sih?! Tega banget manfaatin anaknya sendiri sampe nekat ngelakuin tindak kriminal gitu cuman gara-gara dia dendam ama gue dan bokap gue?!" Tyo jadi emosi setelah mendengar rekaman itu.


"Temuan Joe ini membuktikan kalo sebenernya Danny cuman korban, sedangkan pemilik otak kriminal yang sebenarnya itu bapaknya. Cuman masalahnya, kita nggak bisa make rekaman ini sebagai barang bukti untuk nuntut Mr.Wan atas tindakannya itu."


"Tapi kita bisa nyuruh pengacara gue buat ngepush pihak jaksa penuntut untuk menyelidiki Mr.Wan kalo kita ngungkapin benang merah antara tindakan Danny dengan kekalahan Mr.Wan di gugatan sebelumnya."


"Oia, bener-bener. Bisa banget tuh gitu! Gue herannya kenapa lo bisa ada feeling kalo bukan Danny yang jahat?"


Tyo pun menceritakan perihal ucapan Danny yang dirasanya janggal sewaktu kejadian penculikan Keira di pantai. Karena itulah, Tyo jadi kepikiran jika Danny melakukan kejahatan itu bukan karena inisiatifnya sendiri.


"Terus rencana lo berikutnya apa?"


"Pertama, gue mau laporin temuan kita ini ke bokap gue. Kedua, sesuai rencana kita tadi, gue bakalan nyuruh pengacara gue buat minta penyelidikan juga terhadap Mr.Wan. Dan ketiga, gue juga minta pengacaran gue buat ngeringanin hukuman buat Danny."


"Lo yakin?"


"Belom sih. Malem ini bakalan gue pikirin lagi mateng-mateng biar besok pagi gue bisa langsung lapor ke Ayah. Lebih cepat, lebih baik!"


To Be Continue....


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2