Replacement Lover

Replacement Lover
Vynt Story : JODOH TAK KEMANA


__ADS_3

.


.


.


Pukul empat belas lebih lima puluh menit waktu Indonesia bagian barat, Vynt dan Fady yang baru saja mendarat di Tanah Air nampak keluar dari gate kedatangan langsung menuju pangkalan taksi resmi yang ada di Bandara Internasional tersebut.


Vynt sengaja tidak meminta Said menjemputnya agar ia bisa pulang setelah mengantar Fady.


"Aku enggak apa-apa kok pulang sendiri, Vynt," seru Fady ketika Vynt menawarinya pulang dengan satu taksi yang sama.


"Sudahlah, Fa. Biar aku antar," pinta Vynt setengah memaksa.


Padahal sebenarnya ia hanya masih enggan berpisah dengan wanita itu. Ia masih ingin bersama-sama dengan Fady lebih lama.


Setelah keduanya menepi sebentar di sisi lobi kedatangan, sebuah taksi resmi dari bandara lalu merapat tepat di hadapan keduanya.


Tanpa pikir panjang, Vynt segera memasukkan kopernya dan juga koper milik Fady ke dalam bagasi belakang taksi itu. Dibantu oleh sopir taksi yang dengan cepat turun dari armadanya untuk membukakan pintu bagasi.


"Mau kemana, Pak, Bu?" tanya si sopir setelah mereka semua sudah berada di dalam taksi.


Vynt menoleh pada Fady dan bertanya, "Di mana rumahmu?"


"Galaxy Bumi Permai," jawab Fady singkat.


"Baik, Bu!" balas pak sopir.


"Berapa lama dari sini, Pak?" tanya Vynt.


"Kira-kira tiga puluh menit, Pak!" sahut pak sopir.


"Cukup jauh juga ya? Jika aku tertidur nanti, tolong bangunkan aku," pinta Vynt pada wanita yang duduk di sebelahnya itu.


"Kalau kau begitu lelah, kita bisa ke rumahmu dulu sebelum ke rumahku, Vynt," tawar Fady. Ia merasa kasihan melihat Vynt yang masih nampak mengantuk.


"Tidak, tidak apa-apa. Aku tidak pulang ke rumah kok. Aku pulang ke apartemenku sendiri. Orang tuaku sudah lama tidak ada di rumah. Mereka pulang ke Korea sejak aku masuk kuliah. Hanya pengurus rumah yang ada di rumahku. Dan aku jarang pulang ke sana," beber Vynt dengan mata yang sudah tertutup.


Dan ketika ia menyelesaikan kalimat terakhirnya, tak lama Fady dapat mendengar suara nafas yang teratur dari arah pria itu sebagai tanda bahwa Vynt sudah tertidur.


Baru kali ini Fady mendengar cerita tentang orang tua Vynt. Dan kini ia jadi lebih penasaran lagi tentang segala hal yang berhubungan dengan Vynt. Entah kenapa ia merasa begitu nyaman berada di dekat pria muda ini.


Fady menatap ke arah Vynt yang tertidur dengan senyum tipis di bibirnya. Ia lalu memiringkan kepala Vynt agar bersandar di pundaknya.


Apa semalam ia susah tidur karena tidur di sofa? Kenapa sekarang ia jadi selelah ini? Fady heran.


Fady tidak tahu jika Vynt memang susah tidur semalam. Tapi bukan karena harus tidur di sofa, melainkan karena kehadirannya di apartemen Vynt membuat pemuda itu susah untuk memejamkan mata.


Sedangkan perjalanan selama enam jam dari Bangkok menuju kota mereka lumayan melelahkan, khususnya bagi Vynt yang memang kurang tidur semalam.


***


Keesokan harinya, Vynt tiba-tiba mendapat telepon dari Fady saat ia sedang menjemput Beth di rumahnya. Mereka akan berangkat bersama ke hotel tempat berlangsungnya acara akad nikah sekaligus resepsi pernikahan Keira dan Tyo tanpa Said.


Said kebetulan ada kuliah siang, jadi tidak bisa mengikuti acara akad nikah Keira dan Tyo sejak awal. Pemuda keturunan Arab itu akan langsung menyusul ke tempat acara begitu kuliahnya berakhir.


📱VYNT DAE-HO


Halo, Fa! Ada apa?


Mendengar pertanyaan Vynt dari seberang telepon membuat Fady berpikir keras sebelum menjawab.


Pasalnya ia pun tidak tahu alasan apa yang membuatnya tiba-tiba menelpon Vynt. Entahlah, yang jelas Fady hanya ingin mengetahui kabar pria muda itu sedang apa?di mana? dan bersama siapa?


Beth yang kebetulan baru keluar dari kamarnya setelah berganti gaun bridesmaid langsung meneriaki Vynt agar mengambilkan kadonya untuk Keira yang di letakkan oleh adik laki-lakinya di atas lemari.


"Vyyynnnttt, sinii buruaannn!" teriak Beth.


📱VYNT DAE-HO


Sebentar ya, Fa!


Vynt lalu meletakkan ponselnya yang masih tersambung dengan Fady di atas meja ruang tamu Beth lalu beranjak mendekati gadis itu untuk mengambilkan kadonya.


Fady yang mendengar suara perempuan memanggil Vynt dengan nada manja sedikit shock. Dadanya mendadak nyeri. Ada sebersit cemburu bercokol di hatinya. Samar-samar Fady mendengar suara Vynt yang sedang bicara dengan seorang perempuan. Siapa perempuan itu? Fady penasaran.


📱VYNT DAE-HO


Halo, Fa! Kamu masih di sana?


📱FADY SAVIRA


Iya. Aku masih di sini. Kamu lagi di mana, Vynt?


📱VYNT DAE-HO


Aku sedang menjemput Beth di rumahnya. Kami akan berangkat ke akad nikah Keira bersama.


Nyuuuttt... kali ini Fady merasakan linu di dadanya. Padahal Fady tahu jika Beth hanyalah sahabat bagi Vynt. Vynt sendiri yang memastikan hal itu. Lalu kenapa ia tetap merasa cemburu ketika membayangkan Vynt berduaan saja dengan perempuan lain.

__ADS_1


📱FADY SAVIRA


Baiklah, kalau begitu sudah dulu ya!


📱VYNT DAE-HO


Lho, kamu tadi menelponku karena apa?


📱FADY SAVIRA


Entahlah, aku lupa. Lain kali saja kutelepon lagi saat aku sudah mengingatnya.


Di sisi lain, Beth yang sudah siap berangkat kembali meneriaki Vynt untuk mengajak pemuda itu segera pergi ke acara akad nikah Keira dan Tyo.


"Vyyynnntt... Ayo, buruan!" pekik Beth.


"Iya, Iya. Im comiiiing!" balas Vynt sambil berdiri dari kursinya dengan ponsel yang masih menempel di telinga.


📱VYNT DAE-HO


Ya udah kalau gitu aku tutup dulu, Fa. Beth udah cerewet banget nih ngajak berangkat.


📱FADY SAVIRA


Oh, okey. Hati-hati.


Dan Fady pun menutup teleponnya dengan berat hati.


***


Di Hotel berbintang lima milik TAKHTA GRUP, Vynt dan Beth langsung menuju ke ruangan yang telah di infokan oleh Tyo via chat.


Di dalam ruangan itu sudah ada Tyo, Rizzi, para bapak-bapak orang tua kedua mempelai dan beberapa staff dari wedding planner. Tyo langsung mengayunkan tangannya untuk meminta Vynt mendekat setelah melihat pemuda itu mengintip dari balik pintu ruangan.


"Vynt, sini-sini!" pinta Tyo.


"Lho Keira mana?" tanya Vynt dan Beth dengan kompak setelah mereka masuk lebih dalam ke ruangan yang megah itu.


"Keira ada di ruangan sebelah, ruang rias pengantin wanita disana," jelas Tyo sambil menunjuk ke sebuah pintu lain di dalam ruangan itu.


"Aku boleh ke sana?" tanya Beth begitu antusias ingin melihat Keira memakai baju pengantinnya. Wajah gadis itu nampak berbinar-binar dengan pupil mata yang membesar.


Tyo yang merasa lucu melihat tingkah Beth langsung menjawab, "Masuklah! Ada para ibu juga di sana," ujar Tyo.


Mendengar hal itu Beth langsung melangkah dengan sedikit melompat-lompat menuju ruangan pengantin wanita. Gadis itu nampak seperti anak kecil yang baru saja diberi sekotak permen. Membuat para pria yang melihatnya jadi terkikik geli.


"Gebetan lo tuh!" Tyo menyikut lengan Rizzi yang duduk disebelahnya.


"Ini ditaruh di mana, Tyo?" Vynt menanyakan tempat untuk meletakkan kado dari Beth yang dibawanya.


Tyo lalu memintanya untuk meletakkan kado itu di sebuah sudut ruangan bersama kado-kado yang lainnya.


"Oia, Vynt. Lo gantiin Andrew jadi bestman gue ya?" pinta Tyo tiba-tiba. "Dia barusan nelepon kalau ada meeting dadakan sama klien perusahaan gue karena ada sedikit trouble di lapangan," imbuh Tyo.


Vynt mengangguk pelan. "Boleh aja sih, emang tugas gue ngapain?"


"Enggak ngapa-ngapain sih, cuman berdiri aja di sebelahnya Rizzi ntar. Soalnya yang ngebet bawa cincinnya entar si Rizzi," jawab Tyo sambil senyum-senyum pada Rizzi. "Tapi lo ganti jas dulu deh biar seragam sama Rizzi!"


Tyo lalu meminta seorang staff pria dari butik pengantin untuk mengambilkan jas yang seragam dengan Rizzi untuk dipakai oleh Vynt. Pemuda itupun langsung melepas jasnya sendiri saat staff tersebut menyodorkan jas yang baru kepadanya.


"Said mana? Kok enggak nongol? Entar Keira nanyain loh," tanya Tyo.


"Said ada kuliah siang. Entar dia langsung nyusul kesini kalau kuliahnya kelar, tapi mungkin dateng telat sih. Dia udah chat Keiranya langsung kok, enggak tahu tapi Keira udah baca atau belum," jawab Vynt.


Tyo nampak manggut-manggut menerima penjelasan Vynt itu. Tak lama setelah itu, Mbak Devy sebagai koordinator acara memanggil sang mempelai pria bersama para wali kedua pengantin untuk bersiap memulai acara akad nikah di Meeting Room karena pak penghulu sudah datang.


Dan acara akad nikah yang tanpa di hadiri pengantin wanita pun lancar tanpa hambatan. Dari sudut pandang Vynt, Tyo sudah sangat pantas menjadi suami Keira. Kini hatinya sudah bisa merasa lega melihat Keira sudah memiliki pelindung sekaligus pemimpin dalam hidupnya.


Vynt percaya, Keira tidak akan menderita lagi setelah ini. Karena ia yakin, Tyo pasti akan melindunginya dengan segenap jiwa dan raganya. Seperti itulah Tyo di mata Vynt.


Setelah pengucapan ijab berlangsung sempurna, tak lama kemudian, Keira sang pengantin wanita pun masuk ke dalam ruangan dengan menyanyikan lagu cinta yang ia tujukan kepada sang suami.


Semua orang yang hadir langsung baper dibuatnya tak terkecuali Vynt, ia tak menyangka Keira bisa melakukan hal seromantis itu untuk suaminya tepat di hari pernikahan mereka.


Jujur ia jadi sedikit iri pada Tyo. Vynt merasa Tyo begitu beruntung melihat sikap Keira yang nampak begitu mencintai Tyo. Vynt jadi teringat pada Fady. Akankah wanita itu suatu saat nanti akan melakukan hal yang sama romantisnya untuk dirinya? Vynt jadi sedikit berandai-andai.


Saat Vynt menoleh ke samping, seketika ia langsung terkejut melihat Rizzi yang sudah terisak dengan berlinang air mata.


"Eh busyeett, lo ngapain mewek gitu, Baanngg? Bikin kaget gue aja!" ujar Vynt terkejut setengah mati.


"Sialan si Tyo, beruntung banget dia dapet istri kayak Keira, udah cantik, kalem, baik, romantis pula. Mana bentar lagi bakalan langsung punya anak juga mereka. Anjiiirrrr gue iri setengah mampuusss, Vyynnnnttt!"


Tiba-tiba saja Rizzi menyandarkan keningnya ke pundak Vynt dan menangis sesenggukan di sana. Dan Vynt hanya bisa menepuk dahinya dengan pasrah sambil geleng-geleng kepala.


"Mampus-mampus aja, jangan setengah-setengah, serem tauk!" gurau Vynt.


"Sialan lo! Dari tadi ngebully gue mulu. Nggak ada kesian-kesiannya lo ama gue yang jomblo ini," Rizzi nampak melas.


Tapi Vynt justru semakin ingin tertawa melihatnya. Setelah acara akad nikah berakhir, Mbak Devy menginstruksikan untuk rehat sebelum dimulainya acara resepsi yang akan digelar beberapa jam kemudian.

__ADS_1


Said yang baru datang di tengah-tengah acara lalu mengikuti Tyo, Rizzi, dan Vynt kembali ke ruangan tempat berkumpulnya keluarga inti kedua mempelai tadi.


Di dalam ruangan itu, Vynt kembali mengganti jasnya dengan jasnya sendiri yang dipakainya sejak ia datang bersama Beth tadi. Sambil menunggu acara resepsi di mulai, ia lalu mengisi waktu dengan melepas kangen bersama teman-temannya. Khususnya Said yang merasa begitu kesepian saat Vynt berangkat magang ke Thailand.


Disela-sela waktu itu, Vynt menyempatkan dirinya untuk mengirim pesan kepada Fady. Entah kenapa ia jadi begitu kangen dengan wanita itu setelah baper melihat keromantisan Keira terhadap Tyo.


📮VYNT DAE-HO


Haii, lagi apa?


📩FADY SAVIRA


Lagi siap-siap mau ke acara keluarga. Ada apa?


📮VYNT DAE-HO


Nggak apa-apa. Kalau aku bilang kangen kamu, boleh?


Fady langsung tersipu membaca pesan Vynt itu. Ia lalu terduduk di tepian ranjang di kamarnya meski belum selesai memakai gaun pestanya dengan benar. Fady sampai menutup mulutnya saking tersipunya.


📩FADY SAVIRA


Udah kamu omongin gitu! Ngapain masih minta izin lagi?


Vynt lalu menahan senyumnya sambil membalas chat Fady barusan.


📮VYNT DAE-HO


Kalau kamu, pernah kangen nggak sama aku?


Kali ini Fady sampai membanting tubuhnya ke samping sambil mengerang saking ge er-nya membaca pesan dari Vynt itu.


📩FADY SAVIRA


Kayanya pernah.


Vynt seketika tersenyum lebar setelah membacanya.


📮VYNT DAE-HO


Kapan?????????


📩FADY SAVIRA


Tadi pas nelepon kamu.


Kini giliran Vynt yang membungkam mulutnya sendiri dengan tangan demi menahan pekikan yang hampir lolos dari bibirnya.


Ia pun refleks menghentak-hentakkan kakinya saking senangnya mengetahui bahwa tadi Fady meneleponnya karena merindukannya.


Tanpa Vynt sadari, tingkah konyolnya ketawa-ketawa dan senyum-senyum sendiri itu menjadi perhatian ketiga pria yang duduk tak jauh dari dirinya.


"Nih anak baru magang di Thailand sebentar aja udah kena epilepsi. Kesian banget," celetuk Rizzi sambil berdecak penuh keprihatinan.


"Lo kesurupan Vynt? senyum-senyum sendiri sambil ngeliatin ponsel gitu," tebak Said ngaco.


"Hmmm, salah gaess, menurut gue malah kayanya ini anak lagi chatingan sama cewek deh," tebak Tyo yang nyatanya paling tepat.


"HAAAAHHHH, SERIUS?" pekik Rizzi dan Said barengan.


"Sialan lo, Vynt. Ke Thailand bukannya magang yang bener malah nyari cewek lo," Rizzi yang merasa di langkahi oleh Vynt yang lebih muda darinya jadi semakin kesal.


"Heeiii, yang namanya jodoh itu enggak akan kemana gaes. Tapi kalo nggak kemana-mana, enggak akan ketemu jodoh juga. Kaya lo berdua niih, ngendon aja di sini, jomblo terus deh," ejek Vynt pada Rizzi dan Said dengan sengaja.


Keduanya yang langsung murka di ejek begitu seketika menyerang Vynt dengan kelitikan bertubi-tubi. Membuat pria muda blasteran Korea itu terpaksa menghentikan chatingannya dengan Fady lalu fokus melindungi dirinya dari duo jomblo yang iri padanya.


"Aarrrgghhh, Kesel banget gue jadi satu-satunya orang yang jomblo di sini. Apa di mata cewek-cewek wajah gue ngeblur kali ya, makanya enggak ke notif sampe sekarang sama mereka," Rizzi menggerutu sendiri.


"Woiiii, Bang! Bukan lo doang keles orang yang jomblo di sini, gue juga masih jomblo kok," protes Said merasa tidak terima karena tidak dianggap.


"Tapi elo kan bukan orang, Id, elo mah dedemit," celetuk Rizzi yang langsung dibalas jurus Kamehameha oleh Said yang seketika murka.


***


Berbeda dengan acara akad nikahnya yang terkesan sakral dan penuh dengan keromantisan yang bikin baper, acara resepsi pernikahan Keira dan Tyo justru berlangsung dengan ramai dan meriah.


Para tamu yang berjumlah hampir seribu orang itu datang silih berganti. Tidak hanya untuk memberikan ucapan selamat kepada mempelai, kebanyakan dari mereka juga ingin berfoto bersama kedua pengantin yang menurut rumor mirip dengan pasangan artis dari luar negeri.


Hingga menjelang berakhirnya acara, Tyo dan Keira nampak turun dari pelaminan untuk bergabung ke meja bundar di mana Rizzi, Vynt, Beth dan Said berada.


Namun tiba-tiba, Vynt seperti telah melihat seorang yang dikenalnya di antara para tamu-tamu yang hadir. Ia pun segera berdiri dan pamit sebentar untuk menghampiri orang itu.


"Bentar ya gaes, kayanya ada kenalan gue nih di sini. Gue samperin dulu deh," pamit Vynt pada teman-temannya.


Ekspresinya berbinar-binar karena merasa telah yakin bahwa orang yang dilihatnya itu memang benar-benar kenalannya. Vynt jadi berpikir, apakah dunia memang sesempit itu, atau takdir kini telah berpihak padanya. 'Ahhh, jodoh emang nggak kemana," gumam Vynt.


To Be Continue...


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2