
"Kenalin...gue tetangga sebelah Keira yang baru." ucap Vynt enteng.
"WHAAATTT??? MIAPPAAHHHH??? kali ini giliran Said yang berteriak histeris meniru ekspresi Beth kemarin dengan kedua tangan menempel di pipi.
BUGH!!!
Tas selempang Beth melayang tepat di wajah Said, membuat pemuda itu makin terlihat mengerikan dengan ekspresi super garang melotot pada si pelaku KDRT---Kekerasan Dalam Ranah perTemanan.
"Elo apaan sih Beth, maen nabok pake begituan, sakit tauk, lo abis kuliah apa abis nguli sih pake batu kali dibawa-bawa segala?!" cerocos Said membabi buta.
"Sssttt...BERISIK!" jawab Beth tak kalah sengit. "Jangan kaya tarzan nyasar deh, maen teriak-teriak aja di tempat orang gini." Beth balas nyerocos.
"Mending buruan lo masukin nih Tom and Jerry ke apartemen lo, Kei! Sebelum kita dapet komplen dari penghuni yang lain." Vynt menyarankan.
Keira mengangguk cepat lalu buru-buru memasukkan sebuah kartu mirip kartu ATM yang konon katanya sebagai pengganti kunci pintu. Dan, woilaa...akhirnya terbuka juga pintu apartemen Keira yang baru.
Dengan sigap Vynt menarik kedua bocah yang lagi adu mulut itu ke dalam apartemen Keira layaknya seorang bapak yang sedang memaksa anak-anaknya untuk pulang.
Setelah mereka semua dipastikan masuk, Keira segera menutup kembali pintu apartemennya rapat-rapat. Dan...
TUK....TUK.....
Dua buah jitakan sukses mendarat di masing-masing kepala Said dan Beth. Siapa lagi pelakunya jika bukan Vynt.
"Adaawww...!!!" jerit keduanya kompak sambil yang satu meringis dan yang satunya lagi merengut.
"Berhenti gak berantemnya atau gue panggilin penghulu sekalian biar lo berdua dinikahin sekarang juga." ancam Vynt tegas dengan berkacak pinggang.
Kompak keduanya langsung mengunci mulut mereka masing-masing setelah mendengar betapa horor ancaman Vynt barusan.
Tanpa banyak bicara lagi Vynt dan Said lalu beranjak menuju salah satu sudut ruangan yang di tata sedemikian rupa sebagai ruang tamu minimalis dan merebahkan diri mereka masing-masing ke sofa tunggal yang ada di sana.
Sementara Beth lebih tertarik mengikuti Keira menyusuri setiap sisi dari apartemen bertipe Convertible Studio* itu.
"Gue kan cuman shock denger lo pindah ke kamar sebelah Vynt. Lo habis jual diri ke tante-tante girang yak biar bisa dibayarin pindah kesini, idiiihh..." gerutu Said membuka suaranya lagi yang justru makin ngelantur.
__ADS_1
Seakan malah menggali lubang kuburnya sendiri karena tak lama tendangan maut dari Vynt mendarat tepat di tulang keringnya.
Said pun auto mengerang tanpa suara saking hebatnya sakit yang dirasakannya itu.
"Emang lo pikir gue se-kere itu?" balas Vynt bersungut-sungut.
"Horang kayah mah bebaasss mau ngapain aja...jangankan pindah ke sebelah, satu lantai apartemen ini juga bisa Vynt beli kalo dia mau." sahut Beth yang juga mendengar gerutuan ngawur Said dari ruang tidur.
"Kayanya cuman elo deh yang gak tau kalo Vynt itu pewaris tunggal Dae-Ho Trip." ujar Keira kepada Said sambil berjalan menuju ruang dimana Vynt dan Said berada.
Sepertinya gadis itu telah puas melihat-lihat ruang kamar tidur lalu meneruskan tur-nya ke bagian dapur yang berada tepat di sebelah ruang tamu.
"Hahh!! Dae-Ho Trip yang travel agent bonafide punya orang korea itu?" tanya Said gak percaya.
"Hwa Dae-Ho, ownernya Dae-Ho Trip itu bokap gue. Emang asli Korea dia, cuman udah lama stay di Indo. Kalo nyokap gue asli Jawa. Namanya Tining Rahayu." Vynt tersenyum dengan memancarkan aura Tuan Muda yang selama ini nggak dikenali Said.
"Bokap lo Korea, nyokap lo jawa, kok nama lo malah jadi Vynt sih? kagak ada korea-koreanya atau jawa-jawanya deh." tanya Said yang gak penting banget sebenernya.
"Suka-suka ortu gue laahh...itu hak prerogatifnya ortu gue mo ngasih nama gue apaan." jawab Vynt sebal juga lama-lama ngadepin sahabat konyolnya yang satu itu.
"Vynt gak pernah pegang duit soalnya dia pegangnya kartu kredit semua, dodooolll." sela Beth yang akhirnya lelah mengikuti Keira dan memilih duduk di salah satu kursi mini bar karena satu-satunya sofa di apartemen itu sudah penuh oleh dua pemuda yang sedang berdebat.
"Berarti selama ini...lo ngadalin gue donk? nebeng di kos gue, nebeng makan ama gue, nebeng mobil gue..." Said yang mulai ngenes mengingat-ingat bahwa dirinya selama ini hanya dijadikan layaknya pelayan, koki, bahkan sopir oleh seorang tuan muda seperti Vynt.
Vynt mencondongkan dirinya pada Said lalu melingkarkan sebelah lengannya pada sahabat kocaknya yang sedang tertunduk lesu itu.
"Sory bro, bukannya gue sengaja ngadalin elo, cuman elo-nya aja yang bego akut sampe nggak nyadar-nyadar kalo gue kadalin jadinya gue khilaf trus keterusan deh." ujar Vynt menyeringai.
"Anjiiiirrr...!" teriak Said refleks meninju pemuda yang ternyata blasteran itu.
Vynt cekikikan sambil berusaha terus menghindar dari tinjuan Said yang dengan garang terus menyerangnya.
"Makanya jangan kebanyakan nyemil sianida, bego lo jadi gak kelar-kelar kan!" Beth ikut menimpali.
"Idup gue kali yang kelar kalo nyemilin sianida." balas Said sambil melotot pada Beth. Sementara yang dipelototin malah ketawa ngakak mendengar ocehan Said.
__ADS_1
"Trus nasib gue sekarang sebagai roommate lo selama ini gimana kalo lo pindah ke sini sama Keira?" rengek Said mendadak lesu.
"Kalo elo mau gantian nebeng hidup ke gue ya gak masalah, gue mah welcome aja..." sambut Vynt.
Seketika raut wajah Said berubah sumringah. "Serius lo?!" tanyanya bersemangat.
"Tapi kalo lo mau jadi kacung gue secara sukarela." tutup Vynt sambil tergelak.
"Sialan ni bocah!" balas Said pura-pura mencekik leher Vynt yang disusul gelak tawa lepas dari keduanya.
To Be Continue...
.
.
.
.
.
Dah lebih dari seminggu sejak author upload novel ini tapi baru dapet 4π
Dah nyampe 10 bab juga masih belum ada yang komen juga, syediiihhh hati rasanya π₯
Kan jadi gatau kita salahnya dimana, readers suka atau nggak sebenernya sama kisah ini, jadi mulai surut semangat sayaahh π£
Maaf klo jadi curcol, hiks π’
*Apartemen Convertible Studio
Tipe apartemen ini bisa masuk ke dalam kategori apartemen studio plus. Memang tidak jauh beda dengan tipe studio atau Alcove, namun tipe studio ini memiliki ukuran yang lebih luas. Hal ini memungkinkan adanya ruangan yang berdinding sebagai pembatas untuk kamar tidur. Harganya pun lebih mahal dibandingkan tipe studio biasa dan Alcove studio.
(sumber: www.dekoruma.com)
__ADS_1