
Baru setengah pelarian menuju mobil yang di parkir Jacob agak jauh dari lokasi toko Silvia and Joe coklat, Tyo mendadak teringat kondisi Keira yang sedang hamil muda juga peringatan dari ibunya untuk tidak menyeret-nyeret gadis itu.
"Stop! Stop!" perintah Tyo tiba-tiba, membuat Keira dan Rizzi sontak mengerem laju mereka pula.
"Yaelah, Bro! Apaan lagi sih, buruaannn!" seru Rizzi geregetan.
"Keira lagi hamil, jangan lari-larian! Ntar anak gue kenapa-napa gimana?!" Tyo mengingatkan Rizzi sambil menyentuh perut Keira. "Suruh Jacob yang kesini!" perintahnya kemudian.
"Oia, gue lupa kalo lo lagi hamil, Kei. Sorry-sorry, belom kelihatan sih." sahut Rizzi lalu menelpon Jacob untuk segera menghampiri mereka bersama mobilnya.
"Eh, iya, aku juga lupa kalo aku hamil." Keira meringis pada Tyo yang membuat pria itu langsung melongo seketika.
"Kamu tuh yaa, bisa-bisanya." Tyo mencubit hidung Keira saking gemasnya pada sikap cuek gadis itu akan kehamilannya.
"Aww..aww..ampun, sakit!" jerit Keira. Bukannya minta maaf, Tyo malah tertawa geli melihat hidung Keira yang seketika memerah. Membuat Keira kesal lalu memukul lengan Tyo berkali-kali.
Melihat sikap Tyo dan Keira yang bak dua sejoli kasmaran, Rizzi jadi mencebik sebal. "Oh My God, yang lagi kasmaran dari tadi pamer kemesraan mulu. Ngenes gue jadinya." sindirnya pada Tyo dan Keira sambil menatap sinis.
Tak lama kemudian, terlihat mobil yang dikemudikan Jacob berjalan mundur menuju ke arah mereka bertiga.
Dengan sigap Tyo menaikkan Keira lebih dulu ke kursi penumpang di belakang dengan hati-hati lalu dirinya menyusul kemudian.
Sementara Rizzi kembali ke posisi semula, duduk di kursi penumpang depan di sebelah Jacob. "Kita langsung balik ke Guest House, Bro!" perintah Rizzi pada Jacob.
Jacob mengangguk cepat lalu langsung melajukan mobilnya. "Agak cepat tapi tetap hati-hati, Cob! Jangan sampe kita ketemu sama mobil jeep itu." Tyo menambahkan.
"Saya usahakan, Pak!" jawab Jacob.
"Ini ada apa sih sebenernya? Kok kaya lagi kejar-kejaran gini?" tanya Keira bingung.
"Ada yang mau balas dendam sama aku." jawab Tyo singkat.
"Hah! Kamu punya musuh?" Keira kaget campur bingung.
"Yaa, gitu deh." Tyo menjawab sekenanya.
Di luar dugaan Tyo, respon Keira luar biasa terkejut. "Ya Tuhaannn, Tyo. Kamu beneran MAFIA?" Keira menutup mulutnya tak percaya.
"HAAHHHH???" Tyo menoleh secara kasar pada Keira.
Sedangkan Rizzi langsung tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan konyol Keira barusan. Jacob pun sampai harus menahan tawanya demi menghormati Tyo lalu melanjutkan fokus pada kemudinya.
"Siapa yang bilang gitu sama kamu?" tanya Tyo sedikit kesal.
"Vynt yang bilang." jawab Keira polos.
SIALAN, Vynt...awas aja lo pulang magang gue bikin perhitungan, ikrar Tyo dalam hatinya. Tak ia sangka Vynt tega mencekoki Keira hal-hal yang absurd tentang dirinya.
"Nggak, AKU-BUKAN-MAFIA, Oke!" tegas Tyo. "Kamu nggak usah takut apalagi percaya omongan Vynt karena itu cuman bullshit." Tyo menegaskan setegas-tegasnya.
Keira yang sedikit takut akan reaksi meledak-ledak Tyo memutuskan untuk mengiyakan saja dengan menganggukkan kepalanya berkali-kali.
"Hahahahahahahahihihiiii." rupanya Rizzi belum selesai tertawa setelah mendengar kekonyolan Keira. "Tyo emang bukan Mafia, Kei. Tapi dia itu Bosnya SETAN. Hiii, syereemmm." Rizzi mengolok-olok Tyo yang kesal.
Sayangnya tindakan Rizzi seolah makin memancing emosi Tyo. Hingga tanpa permisi sebuah jitakan dari kepalan tangan Tyo pun mendarat di kepalanya. Membuat Rizzi spontan mengaduh dan mengumpat sekaligus.
Sepanjang perjalanan, Tyo menggenggam erat jemari Keira. Tyo yang masih tak percaya bahwa Keira kini telah ada bersamanya, ada disampingnya, terus saja memandangi wajah cantik gadis itu.
"Apa sih?!" Keira tersipu merasa risih karena Tyo memandanginya terus.
Keira mengalihkan pandangannya ke luar jendela mobil, namun Tyo malah mengaitkan lengannya ke pinggang Keira lalu menariknya mendekat dengan tubuh pria itu.
Keira langsung mendelik kaget dibuatnya. Karena malu pada Rizzi dan Jacob yang mungkin akan melihat kedekatan mereka, Keira pun berusaha melepaskan diri. Namun kaitan lengan Tyo di pinggang Keira terlalu kuat untuk ia lepaskan hingga akhirnya Keira menyerah pasrah sambil mengerucutkan bibirnya.
Melihat ekspresi ngambek Keira yang makin menggemaskan itu, Tyo langsung mendekatkan bibirnya pada telinga Keira sambil berbisik. "Kalo bibirmu gitu terus aku cium nih!" ancam Tyo sambil berbisik.
Mendengar ancaman Tyo, Keira refleks mengatupkan kedua bibirnya rapat-rapat lalu menutupnya dengan kedua tangan. Tyo terkekeh melihat reaksi Keira yang teramat lucu dimatanya. Akhirnya Tyo hanya mendaratkan kecupannya di pelipis Keira saja.
Di tengah perjalanan menuju Guest House, saat mereka melewati jalan yang cukup sepi tiba-tiba terdengar suara letusan yang keras dan seketika mobil yang dikemudikan Jacob pun sedikit oleng.
__ADS_1
"Kenapa, Cob?" tanya Tyo sambil refleks memeluk Keira erat-erat.
"Bannya meletus, Pak!" jawab Jacob sedikit panik namun tetap terlihat tenang di hadapan bosnya itu.
Seketika perasaan Tyo menjadi tidak enak, "Coba kamu periksa!" titahnya pada Jacob.
Jacob pun langsung keluar dari mobil untuk memeriksa ban mobil mereka.
"Biar gue panggil Reja kesini, minta bantuan." Rizzi berujar sambil menempelkan ponselnya di telinganya.
"Oke, kalo gitu gue yang hubungi Enka." sahut Tyo.
"Betul, Pak Tyo. Ban belakang mobil kita meletus." lapor Jacob sambil menggelengkan kepalanya.
Tyo keluar dari mobil untuk turut mengecek ban yang meletus itu sambil terus mencoba menelpon Enka.
Saat Tyo dan Jacob sibuk diluar mobil sedangkan Rizzi pun sibuk menelpon Reja meminta bantuan, tiba-tiba sebuah mobil jeep hijau tua memepet mobil mereka dan seseorang berpakaian serba hitam membuka pintu dari arah samping Keira dan langsung menarik gadis itu keluar dari mobil.
"Kyaaa, TYO!!!" teriak Keira yang langsung membuat Tyo kaget.
"KEIRA!!!" Tyo berusaha meraih tangan Keira yang masih terulur sekuat yang ia bisa, sayangnya Keira keburu ditarik keluar dari mobil lalu didorong oleh orang asing itu untuk masuk ke dalam mobil jeep hijau tua.
Tyo masih berusaha melompati bagian depan mobilnya dan berusaha menghentikan mobil jeep itu membawa Keira. Sayangnya Keira keburu dibawa kabur oleh mobil jeep yang langsung melesat pergi itu,
"BRENGSEK!!!" teriak Tyo kesal sambil menjambak rambutnya sendiri.
Secara bersamaan, Reja dan anak buahnya datang dengan sepeda motor trail mereka.
"Bos!" teriak Reja memanggil Tyo.
Tyo menoleh dan langsung merebut motor trail yang dikemudikan Reja untuk segera mengejar mobil jeep itu.
Rizzi yang langsung turun dari mobil lalu melompat ke salah satu motor trail anak buah Reja dan langsung memberi perintah untuk mengikuti Tyo dan mobil jeep hijau tua itu.
"Buruan ikutin Tyo, kita harus bisa selametin Keira atau kita yang nggak bakal selamat!" teriak Rizzi pada rombongannya.
Secepat kilat Jacob dan Reja pun mengikuti Rizzi menumpang di motor trail lainnya untuk bergegas mengejar Tyo, meninggalkan mobil dengan ban yang meletus itu tanpa pengawasan.
📱RIZZI RIYANT
En, Keira diculik sama mobil jeep itu. Kita semua termasuk Reja dan anak buahnya lagi ngejar ini
📱ENKA CHANJAYA
posisinya dimana, Pak
📱RIZZI RIYANT
sepertinya mengarah ke selatan, lo coba hadang sebisa lo
📱ENKA CHANJAYA
baik, Pak
Tyo yang lebih dulu mengejar akhirnya bisa melihat mobil jeep itu di depannya. Tyo langsung menambah kecepatannya demi bisa berada lebih dekat dengan mobil itu.
Tyo tak ingin lagi kehilangan Keira apapun yang terjadi. Meski harus melawan seribu penjahat pun Tyo akan lakukan jika itu untuk melindungi Keira dan calon anak mereka dari bahaya.
Kejar-kejaran terus berlanjut hingga ke arah Pantai Drini yang terletak di Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul, Yogyakarta.
Dari arah yang berlawanan tiba-tiba dua buah mobil yang dikemudikan Enka dan anak buahnya berhasil menghadang mobil jeep itu. Membuat mobil jeep itu terhenti lalu semua penumpangnya keluar termasuk seseorang yang sedang memegangi Keira.
"Tolong!" teriak Keira saat keluar dari mobil jeep itu. Terlihat kedua tangan gadis itu sudah terikat ke belakang meski mata dan mulutnya tidak tertutup oleh kain layaknya yang dilakukan para penjahat pada umumnya.
Dari arah belakang mobil jeep, Tyo yang sudah menyusul langsung turun dari motor dan berlari mendekati musuhnya untuk segera merebut Keira kembali.
Melihat kedatangan Tyo yang langsung menghampiri gerombolan musuh seorang diri, Enka dan seluruh timnya bergegas turun dari mobil untuk membantu Tyo.
Belum sempat Tyo bisa mendekati Keira, beberapa orang musuh langsung menghadang langkahnya. Berusaha menyerang Tyo secara bersama-sama.
__ADS_1
Tanpa mereka bayangkan, Tyo yang sejak kecil sudah dilatih bela diri untuk mempersiapkan dirinya menghadapi hal-hal yang berbahaya seperti ini, dengan mudah bisa membalikkan serangan mereka meski seorang diri.
Dan ketika Enka serta tim-nya turun tangan, mereka jadi kewalahan menghadapi orang-orang yang bekerja untuk Tyo itu.
Melihat kelompoknya mulai terpojok, seseorang bertopeng hitam yang masih memegangi Keira berusaha membawa kabur gadis itu dengan menariknya ke arah pantai.
Tyo yang menyadari Keira kembali dibawa kabur langsung mengejar sekuat tenaga. Melihat Keira terseret-seret pria asing itu hingga merintih kesakitan membuat Tyo marah.
Akhirnya dengan satu kali tendangan melayang Dolke Chagi* Tyo menendang tepat di punggung pria yang membawa kabur Keira itu hingga terjungkal dan secara otomatis pegangan tangan pria itu pun terlepas dari Keira.
Keira sempat terhuyung namun untungnya tak sampai jatuh. Keira pun menepi agak jauh dari tempat Tyo dan orang jahat itu.
Melihat musuhnya terjungkal dengan posisi tertelungkup, Tyo buru-buru melakukan kuncian dengan menarik tangan kiri pria itu ke belakang dan menekan bahu kanannya kuat-kuat di atas pasir pantai Drini yang lembut.
"Let me go, dammit (Lepaskan aku, Sialan)!" teriak pria itu pada Tyo.
Tyo bergeming tak merespon teriakan pria itu, tapi malah menarik topeng yang dikenakan pria itu hingga terbuka dan memperlihatkan wajahnya yang nampak bukan warga negara Indonesia.
Merasa tidak mengenal pria itu, Tyo pun berusaha mengorek informasi.
"Who are you (kau siapa)? Why you attack me and kidnap my girlfriend (Mengapa kau menyerangku dan menculik pacarku)?" tanya Tyo dengan ekspresi dingin menahan amarahnya.
"Like hell i'll tell you that (aku tidak akan pernah memberitahumu)!" tantang pria itu dengan berani.
"Whatever, but i'll know it sooner or later (Terserah, tapi aku pasti akan tahu juga cepat atau lambat)!" jawab Tyo kali ini sengaja menunjukkan ekspresi mengejek untuk mempengaruhi emosi pria yang masih dalam kunciannya itu.
Merasa kesal akhirnya pria itupun mengakui siapa dirinya pada Tyo, "****, Right! Im Danny, Danny Wan (Sial, baiklah. Aku Danny, Danny Wan)." akunya pada Tyo.
"And im here to get revenge for my father who was vilified by you (Dan aku disini untuk membalaskan dendam ayahku yang telah kau firnah)!" ungkapnya lagi dengan geram.
Kening Tyo mengernyit tak mengerti. Tyo merasa ada yang aneh dalam pengakuan Danny itu tapi Tyo merasa tak bisa berbuat apa-apa sebelum menyelidikinya.
Saat Tyo lengah itulah, Danny mengayunkan sebelah tangannya yang masih bebas ke arah kepala Tyo kuat-kuat hingga Tyo terguling ke atas pasir.
Secepat kilat Danny kembali berdiri dan segera berlari mendekati Keira. Keira yang ketakutan berusaha kabur namun kalah cepat dengan Danny yang lebih dulu menjambak rambut Keira hingga gadis itu menjerit kesakitan.
Dan tanpa ampun Danny langsung menampar wajah Keira dengan keras sampai tubuh Keira terjatuh dan tanpa sengaja kepala Keira terbentur sebuah batu di pantai itu. Keira langsung tak sadarkan diri seketika.
Melihat Keira disiksa oleh Danny di depan matanya hingga gadis itu tak sadarkan diri, Tyo langsung murka. Emosinya memuncak. Ditariknya tubuh Danny dari belakang hingga pria asing itu terjerembab di atas pasir dengan posisi telentang. Tyo pun langsung menghajar Danny tanpa ampun.
Dari kejauhan, Rizzi, Enka dan yang lainnya berlari mendekati Tyo yang masih memukuli Danny secara membabi buta. Rizzi dan Enka langsung memegangi kedua tangan Tyo dan menarik Tyo menjauh dari tubuh Danny yang sudah terkapar tak sadarkan diri.
"Udah, Udah, Tyo. UDAH!!!" teriak Rizzi berusaha menyadarkan Tyo dari luapan emosinya. "Itu orang bisa mati gara-gara elo! Lo mau dipenjara cuman gara-gara ini trus nggak bisa ketemu lagi sama Keira dan anak lo?" Rizzi mengingatkan.
Dada Tyo masih naik turun karena emosinya yang bergemuruh. Namun Tyo sudah cukup sadar untuk tidak meneruskan siksaannya pada Danny.
Pikiran Tyo lalu kembali pada Keira yang masih terbaring di atas pasir pantai. Ketika dilihatnya darah segar mengalir dari kening Keira, Tyo segera berlari menghampiri gadis itu.
"Riz, Keira berdarah! Buruan ke Rumah Sakit!" teriak Tyo pada Rizzi. Tyo langsung membopong tubuh Keira dan berlari ke arah mobil yang tadi dibawa Enka.
"En, lo sama Reja, urus orang ini dan antek-anteknya. Bawa ke polisi dan pantau terus jangan sampe kabur." perintah Rizzi pada Enka.
"Baik, Pak!" Enka mengangguk mantap. Setelahnya Rizzi segera berlari menyusul Tyo.
Tyo langsung memasukkan tubuh Keira ke dalam mobil dengan hati-hati. Disandarkannya kepala Keira yang berdarah di atas pangkuannya. Sementara Rizzi langsung mengambil posisi kemudi untuk segera membawa Keira menuju Rumah Sakit terdekat di daerah itu.
To Be Continue....
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
*Dolke Chagi
Adalah salah satu jenis tendangan dalam bela diri Taekwondo yang dilakukan dengan cara memutar badan kearah belakang 360 derajat lalu melemparkan tendangan dengan sedikit meloncat hingga tampak seolah sedang menendang sambil terbang. Dolke chagi juga sering di sebut tendangan tornado.