Replacement Lover

Replacement Lover
RiBeth Story : DUO NENEK


__ADS_3

.


.


.


Ny.Rukmini masih maju mundur antara iya dan tidak membuka amplop yang berisi laporan tentang data pacar baru sang putra bungsu ketika ponselnya berdering.


Dengan mata yang masih fokus menatap lekat pada si amplop cokelat, tanpa melihat siapa penelponnya, Ny.Rukmini langsung menggeser icon receiver pada layar ponsel pintarnya.


📱RUKMINI


Halo


📱NAINA PRATAMA


Hallooowww...Jeng Mini!!! Sobat tuaku tercuintaahh!!!


📱RUKMINI


Jeng Naina???


📱NAINA PRATAMA


Ya iyalah, siapa lagi yang manggil njenengan begitu kalau bukan diriku, Jeng??!!


📱RUKMINI


Itu embel-embel 'Tua' nya enggak usah dikintilin kenapa siih? Enggak enak banget di kuping. Berasa udah umur enam puluhan aja.


📱NAINA PRATAMA


Hahahahaa, emang situ belum enam puluh???


📱RUKMINI


Ya belum laahh, masih lima puluh sembilan aku tuh.


📱NAINA PRATAMA


Beda tipiiisss, Jeng! Selangkah lagi, hahahaha!


📱RUKMINI


Tetep aja beda keleess...lima puluh sembilan, angka depannya masih lima, kalo enam puluh, angka depannya udah enam. Beda kaann...beda doonggg...!!!


📱NAINA PRATAMA


Yelah..yelah..sak bahagiamu wae laahhh!


📱RUKMINI


Btw, ngapain nelpon? Tumbeenn... Bukannya udah lupa sama aku sejak Jeng Naina punya cucu?


📱NAINA PRATAMA


Uluh..uluuhhh...ngambek nih buk ceritanya?! Hehehee...


📱RUKMINI


Iihh, ngapain juga. Sworry yaa!


📱NAINA PRATAMA


Kalo enggak ngambek kita jalan yuk! Mau nggak? Nggak kangen aku kah, Jeng? Nggak pengen ketemuan sama aku?


Ny.Rukmini nampak mempertimbangkan ajakan Ny.Naina. Kalau boleh jujur, dirinya memang kangen dengan teman dekatnya yang satu itu. Karena selain sebagai pendengar yang baik, Ny.Naina Pratama juga cukup menghibur dengan segudang ke-gesrek-an alaminya.


Dan setelah dipikir-pikir lagi, memang saat ini ia membutuhkan Ny.Naina sebagai tempat curhat di kala kegalauan menyergapnya. Ia yakin, Ny.Naina pasti bisa memberinya solusi atas kegalauannya ini.


📱RUKMINI


Boleh! Kapan, Jeng?


📱NAINA PRATAMA


Ya hari ini doonngg, tapi jamnya sebisanya Jeng Mini aja!


Ny.Rukmini melirik pada jam tangan Alexandre Christie keluaran terbaru di pergelangan tangannya.


📱RUKMINI


Mmm, jam sepuluhan gimana, Jeng?


📱NAINA PRATAMA


Okeehh, no problemo.


📱RUKMINI


Tapi mau kemana kita?


📱NAINA PRATAMA


Nyalon doonngg, kebetulan aku punya langganan baru yang pijetannya oke bingiittss!


📱RUKMINI


Oia? Di mall mana?

__ADS_1


📱NAINA PRATAMA


Bukan di Mall kok, wes pokoknya nanti aku jemput. Kita berangkat pake mobilku aja!


📱RUKMINI


Ya udah lah, aku nurut wae.


📱NAINA PRATAMA


Kalo gitu, sampe ketemu nanti ya sobat setengah tuakuu!!!


Tut!!!


Belum sempat Ny.Rukmini protes dengan sebutan dari Ny.Naina pada kalimat terakhirnya, tampaknya ibunda Tyo itu sengaja langsung menutup sambungan teleponnya. Membuat Ny.Rukmini jadi bersungut-sungut sendiri.


"Kurang asem!" gerutunya.


Kembali ditatapnya amplop cokelat yang masih tergeletak di atas meja di hadapannya. Ternyata hatinya memang masih belum mendapat hidayah untuk membuka amplop itu.


Hallah, nanti lah aku bukanya setelah pulang nyalon sama Jeng Naina. Begitu dirinya beralibi.


Ny.Rukmini yang benar-benar sedang ciut nyali tiba-tiba teringat akan tehnya yang tak kunjung datang, padahal ia sudah memesannya beberapa waktu yang lalu.


"Ini Mbak Jum bikin teh di Irak atau di dapur sih? Lama amat nyampenya!" Ny.Rukmini mengomel sendiri sambil bangkit berdiri dari duduknya. Tak lama, wanita setengah tua itu keluar dari kamarnya sambil berteriak layaknya penyanyi seriosa.


"Mbak Juuummmm...!!!"


***


@Salon Kecantikan MARIBETH


"Ini bukan salonnya penyanyi asal Filipina yang terkenal sama lagu Denpasar Moon itu kan?" tanya Ny.Rukmini ketika dirinya dan Ny Naina sudah berdiri di depan sebuah salon.


"Jangan ngarang deh..ini tuh salonnya mamanya sahabatnya mantu aku si Keira!" jawab Ny.Naina sedikit belibet.


Ny.Rukmini mengerutkan keningnya. "Salonnya siapa?" tanyanya kurang paham.


"Alaahh...udah, masuk dulu aja yuk! Nanti juga Jeng Mini kenal sama yang punya salon!" Ny.Naina langsung menggeret ibunda Rizzi itu untuk masuk karena ogah ribet.


"Selamat datang!!!" Sapa seorang staff salon kepada dua orang nenek-nenek itu.


"Saya Naina Pratama yang tadi pagi bikin janji untuk hair spa, Mbak!" ujar Ny.Naina pada staff itu sambil menyeringai lebar.


"Oh...Ibunya, Ny.Naina Pratama yang tadi telepon?" tanya staff yang memakai name tag bertuliskan 'Selomita' itu untuk memastikan.


"Bukaaann, saya bukan ibunya Naina. Yang namanya Naina Pratama itu ya saya sendiri, mbak...kalo ibu saya mah udah meninggal berpuluh puluh tahun yang lampau!" bantah Ny.Naina tidak terima.


Staff itu langsung keder menerima bantahan dari Ny.Naina yang ngaco sebenernya.


"Lho iya, maksud saya ibu ini Ny.Naina yang udah bikin janji untuk hair spa kan?" staff itu mengulang kembali pertanyaannya dengan wajah pucat.


"Naaahh, iyaaa, itu baru bener!" jawab Ny.Naina merasa puas.


"Kalau begitu silahkan ikuti saya, Bu! Bu Maria sudah menunggu anda berdua di atas!" Selomita langsung membimbing Ny.Naina dan Ny.Rukmini menuju ruangan khusus hair spa.


Ny.Naina dan Ny.Rukmini pun mengikuti gadis itu dengan patuh. Setelah naik ke lantai dua di salon yang beroperasi di sebuah ruko itu, Ny.Naina dan Ny.Rukmini akhirnya bertemu dengan Ny.Maria yang sedang menata bahan dan alat untuk hair spa pada sebuah rak troli tinggi khusus peralatan salon.


"Bu Maria, ini tamu-tamunya yang tadi bikin janji sudah datang!" lapor Selomita pada atasannya.


Tampaknya gadis itu telah belajar dari kesalahan sebelumnya hingga lebih hati-hati dalam memilih kata apa yang akan diucapkannya. Khususnya di depan Ny.Naina.


Ny.Maria menoleh ke arah kedua tamunya dan menyambut mereka dengan senyum ramah.


"Apa kabar, Bu Naina! Terima kasih, anda sudah datang lagi kemari sejak kunjungan anda bersama Keira tempo hari!" ucapnya tulus sambil menyalami tangan Ny.Naina.


Ny.Naina tampak membalas jabatan tangan Ny.Maria itu dengan menepuk-nepuk punggung tangan ibunda Beth tersebut.


"Saya datang lagi soalnya saya pingin nunjukin betapa enaknya pijatan Bu Maria ke teman baik saya. Oia, kenalin! Ini Jeng Mini!"


Ny.Naina melepaskan tangan Ny.Maria agar Ny.Rukmini dapat berjabat tangan dengan wanita itu.


"Salam kenal, Bu Mini! Terima kasih sudah datang ke salon sederhana saya!" ucap Ny.Maria dengan tulus dan ramah.


Diam-diam Ny.Rukmini tersentuh dengan keramahan Ny.Maria. Ia bisa merasakan ketulusan dalam setiap ucapan wanita itu, dan langsung menilai jika wanita berambut panjang bergelombang yang ada di hadapannya itu adalah wanita yang baik.


"Sama-sama, Bu Maria!" jawab Ny.Rukmini singkat.


"Bu Maria, tolong hari ini anda layani saja Jeng Mini untuk hair spa, saya cuman mau pedi meni jadi bisa dengan asisten njenengan saja!" pinta Ny.Naina pada owner salon Maribeth itu.


"Baik, Bu Naina! Akan segera saya panggilkan staff khusus pedi meni. Mohon ditunggu sebentar! Silahkan duduk dulu!" pamit Ny.Maria sebelum akhirnya wanita itu turun ke lantai bawah untuk memanggil salah satu staffnya.


Setelah keduanya duduk di satu-satunya sofa panjang di ruangan itu, Ny.Rukmini tampak mendekatkan wajahnya ke arah Ny.Naina untuk berbisik.


"Yakin niihh, servisnya bagus? Salonnya biasa banget gini, Jeng! Walaupun ownernya baik sih kelihatannya!" bisiknya.


Ny.Rukmini berbisik selirih mungkin agar suaranya tidak terdengar oleh Ny.Maria ataupun staffnya dan menyinggung mereka.


Dan Ny.Naina pun ikutan berbisik, "Don't judge a book by it's cover! Jangan liat tampilan luarnya doang, Jeng! Aku yakin, Jeng Mini pasti ketagihan sama pijatannya Bu Maria setelah ini." balasnya sambil tersenyum dan menaik-naikkan alisnya dengan kocak.


Ny.Rukmini mengangkat kedua bahunya dengan pasrah. Ia lalu memundurkan tubuhnya untuk bersadar senyaman mungkin pada sandaran sofa yang mereka duduki.


Tak lama setelahnya, Ny.Maria kembali bersama seorang asisten yang sudah siap membawa alat untuk melakukan treatment pedicure dan menicure yang diminta Ny.Naina.


Dan akhirnya, sepanjang siang itu mereka berdua habiskan dengan santai di dalam salon Maribeth sembari bercengkerama dengan Ny.Maria tentunya sambil melakukan perawatan pada rambut dan kuku-kuku mereka.


.


.

__ADS_1


.


.


Dalam perjalanan pulang menuju rumah keluarga Digdaya, Ny.Rukmini tak henti-hentinya memuji betapa hebatnya kemampuan Ny.Maria dalam memijit. Ny.Naina yang mendengarnya hanya tersenyum penuh arti.


"Aku tadinya mau curhat sama kamu soal anak bontotku si Rizzi lho, Jeng Naina! Tadinya pikiranku cupeettt banget! Galau abis deh pokoknya. Tapi begitu kena pijatannya Bu Maria tadi, kepalaku langsung enteng teng teng. Pundakku juga udah lemes nih sekarang. Rasanya udah kaya enggak ada beban." celotehnya riang.


"Aku tahu Jeng Mini mau curhatin Rizzi soal apa?" jawab Ny.Naina santai.


"Haahh, seriuusss???" Ny Rukmini melongo.


"Jeng Mini lagi galau gara-gara Rizzi punya pacar kan? Dan Jeng Mini belum tahu siapa dan bagaimana pacarnya Rizzi sekarang ini kan?" tebaknya lagi.


Ny.Rukmini makin heran dibuatnya. "Dari mana Jeng Naina tahu semua itu?" tanyanya dengan terkaget-kaget.


"Ya jelas tahu laahhh, orang pacarnya anak bontotmu yang sekarang itu sahabatnya mantuku yang cantik bahenol. Namanya Bethsa Putry. Dan menurut pendapat pribadiku yang cukup sering ketemu sama si Beth, dia itu anaknya baik dan kocak. Manis lagi. Cocok banget deh buat anakmu si Rizzi." jelas Ny.Naina dengan menambahkan bumbu-bumbu untuk mempromosikan Beth dihadapan calon ibu mertuanya.


"Oia???" Ny Rukmini tampak merenung. "Aku bersyukur kalo memang anaknya baik, tapi aku belum tahu gimana orang tua gadis itu!" balas Ny.Rukmini.


"Udah kok!" jawab Ny.Naina dengan tegas.


"Haahh, udah maksudnya???" sahut Ny.Rukmini cepat.


"Jeng Mini udah tahu orang tuanya Beth kok, yaahh...walaupun baru salah satunya aja siihh!" jawab Ny.Naina lagi.


"Dimana? Kapan? Kok bisa? Yakiinnn?" tanya Ny.Rukmini beruntun.


"Mamanya Bethsa Putry yang sekarang jadi pacarnya Rizzi itu, yaa...Bu Maria pemilik salon Maribeth tadi, Jeng!!! Aku sengaja ngajak kamu kesana supaya kamu bisa kenal sama calon besanmu itu. Tapi aku yakin Bu Maria juga belum tahu kalau Jeng Mini ini ibunya Rizzi!" Ny.Naina terkikik geli kala mengatakan itu.


Padahal Ny.Rukmini yang mendengar penjelasannya barusan langsung kaget setengah mati karenanya. Ia sama sekali tak menyangka jika Ny.Naina akan langsung mengenalkannya pada ibu dari gadis yang kini dipacari anak bungsunya. Gadis yang nampaknya sangat dicintai Rizzi---putranya.


Sesampainya di rumah, setelah melepas Ny.Naina untuk langsung pulang ke kediamannya sendiri. Ny.Rukmini bergegas masuk ke kamarnya dan dengan cepat menyambar amplop cokelat yang masih tergeletak di atas meja persis seperti saat ia meninggalkannya pagi tadi.


Dihempaskannya tubuhnya ke atas kasur lalu tanpa ragu lagi ia mulai membuka amplop itu dengan sedikit kasar.


Dibacanya satu per satu tulisan pada kertas-kertas itu. Dan ketika sampai pada beberapa foto yang menunjukkan foto Beth seorang diri, foto Beth bersama para sahabatnya, foto Beth dengan Rizzi, dan foto Beth bersama keluarganya. Ny.Rukmini tak lagi ragu atas ucapan Ny.Naina tadi.


Bahwa Ny.Maria yang baik dan ramah itu memang benar adalah ibunda dari Bethsa Putry---gadis yang kini menjadi kekasih Rizzi Riyant---putra bungsunya.


***


@Rumah Keluarga Pratama


Tok Tok Tok


Ny.Naina mengetuk pintu kamar Keira sesaat setelah dirinya tiba di rumah.


"Keiiii!!!" panggilnya.


"Masuk aja Bu, Keira lagi nanggung niihh, nenenin Argha!" balas Keira dari dalam.


Ny.Naina pun akhirnya membuka pintu kamar menantunya itu tanpa ragu. Dilihatnya anak menantunya itu sedang menyusui cucunya sambil tiduran miring.


"Gimana misinya, Bu?" tanya Keira antusias.


"Beres dong!!! Ibu gitu loohh!!!" jawab Ny.Naina sambil mengacungkan jempolnya.


"Hebaattt!" puji Keira senang.


Semua kejadian hari ini memang sudah direncanakan dengan rapih oleh pasangan ibu mertua dan menantu itu.


Sejak tanpa sengaja Ny.Naina mendengar curhatan Beth pada Keira beberapa hari lalu, ia langsung ingin mencoba membantu sahabat dari menantunya yang ia kenal sebagai gadis yang baik dan kocak itu.


Ketika Ny.Naina mendengar dari Keira bahwa mamanya Beth memiliki usaha salon kecantikan, Ny.Naina langsung mempunyai ide untuk mengenalkan Ny.Rukmini kepada Ny.Maria lewat hobi yang dimiliki Ny.Rukmini sejak dulu yaitu perawatan diri.


Tetapi ia lebih dulu memastikan sendiri bagaimana kualitas salon milik Ny.Maria sekaligus menyelidiki karakter mamanya Beth itu. Dan setelah satu kali melakukan perawatan di sana bersama Keira, Ny.Naina akhirnya percaya diri untuk mengajak Ny.Rukmini kesana.


Pasalnya meski bukan salon terkenal dan salon besar, tapi pelayanan disana cukup memuaskan. Khususnya untuk hair spa. Pijatan yang dilakukan seluruh staff di sana sangat enak, apalagi jika sang pemilik alias Ny.Maria sendiri yang bertugas, benar-benar luar biasa.


Ditambah lagi, ternyata karakter Ny.Maria sangatlah ramah dan lembut. Tidak hanya itu, mamanya Beth juga orang yang bijak dan pekerja keras. Saat kunjungannya bersama Keira itu, ketika ada seorang pelanggan yang menyerobot antrian, dengan bijak Ny.Maria dapat mengatasi ketegangan antara para pelanggannya secara diplomatis.


Semua hal itu sangat cukup untuk Ny.Naina membantu memuluskan hubungan cinta antara Beth dan Rizzi.


.


.


.


To Be Continue...


#INTERMEZZO


Ny.Naina : "Tau nggak jeng kalo beberapa netizen ada yg komen kalo kita tuh 11-12 gitu!!!"


Ny.Rukmini : "11-12 apanya?"


Ny.Naina : "Apa lagi, ya koplaknya lah..."


Ny.Rukmini : "Eits, jangan syallaahh...nggak bisa gitu dong, secara saya koplaknya lebih intelek. Beda banget lah sama Jeng Naina yang koplak barbar."


Ny.Naina : "Makanya ituuu, kalo aku kan udah bawaan orok, nah sedangkan Jeng Mini hasil kontaminasi dari kekoplakanku."


Ny.Rukmini : "Jadi inget dulu sampe enggak boleh bergaul sama jeng Naina sama suami gara-gara mulai ketularan koplakmu, tapi untungnya aku berani ngeyel ama mas Tirta, coba kalo enggak, bisa cepet keriput aku stres mulu, percuma pake skincare mahal-mahal, perawatan mahal-mahal kalo keseringan stresnya!"


Ny.Naina : "Ya kaya suamimu itu, umur nggak jauh beda ama suamiku, tapi penampakan udah kaya mbah buyut aja!"


Ny.Rukmini : "Iya loh, klo ketemu rekan bisnis malah aku dikira adeknya, bukan istrinya

__ADS_1


Hahahahahaahaaa!!!"


***


__ADS_2