Replacement Lover

Replacement Lover
STRATEGI


__ADS_3

@Singgasana Guest House, JOGJA.


Setelah makan malam, sebelum meeting untuk membahas rencana pencarian Keira diadakan, Tyo menyuruh Pak Sugeng untuk menginstruksi staff dapur untuk menyiapkan makanan baru di ruang makan Guest House.


"Untuk berapa orang, Mas Tyo?" tanya Pak Sugeng.


"Sekitar sepuluh sampai lima belas orang, Pak." jawab Tyo sambil mengingat-ingat berapa jumlah anak buah Reja. "Siapkan lebih juga nggak apa-apa daripada kurang." tambahnya lagi.


"Oh, Nggeh Mas Tyo. Siap." jawab Pak Sugeng.


Setelahnya Tyo menanyakan situasi terkini kepada Enka.


"Bagaimana perkembangannya?" tanya Tyo.


Tanpa Tyo duga Enka bergerak mendekatinya lalu berbisik tepat di salah satu telinga Tyo dengan sangat dekat.


"Tim saya memasang alat anti spy dan mendeteksi adanya alat sadap suara bergelombang besar dari mobil jeep itu, Pak!" bisik Enka dengan suara yang selirih mungkin. "Alat sadap seperti itu kemungkinan dapat mendengar semua yang kita ucapkan dari dalam Guest House ini, Pak!" tambah Enka.


"Artinya kita tidak bisa merencanakan strategi pencarian Keira di sini jika mobil itu masih ada di luar sana?" Tyo balas berbisik ke telinga Enka.


Enka langsung mengangguk mantap menjawab pertanyaan Tyo barusan. Tyo manggut-manggut lalu nampak berpikir sejenak sambil memegang dagunya.


Tak lama Tyo mengambil ponselnya dan segera mengirim chat pada Rizzi yang sebenarnya masih berada di satu ruangan yang sama dengan Tyo.


Hanya saja posisi duduk Rizzi agak jauh dari kursi Tyo dan pria itu sedang sibuk berchatting ria dengan Joe si Hacker sambil menikmati salad buah di hadapannya.


📮TYO PRATAMA


Enka blg Guest House ini disadap, Qt ga bisa seenaknya ngmg, apalagi ngmgin rncn pencarian Keira. Bisa2 mreka tau tujuan Qt ksini buat nyari Keira dan gw takut fokus mreka beralih ke Keira


Rizzi yang baru saja menerima pesan Tyo lalu mengangkat sebelah alisnya heran. Rizzi mendongak untuk melihat ke arah Tyo dan dilihatnya Tyo langsung menempelkan satu telunjuk di depan bibirnya.


Akhirnya Rizzi kembali menunduk untuk menatap ke ponselnya guna membalas pesan Tyo itu.


📩RIZZI RIYANT


Trus gmn? Mau kita serang lgsg?


📮TYO PRATAMA


Jgn dulu, nanti malah Qt yg kena pasal penganiayaan+pengeroyokan. Qt juga blom pnya bukti mreka suruhan sapa dan maunya apa


📩RIZZI RIYANT


So? ada ide lain?


📮TYO PRATAMA


Suruh Reja lapor polisi, bilang ada mobil mencurigakan di dekat Guest House kita. Minta polisinya buat ngusir mobil itu krn udah meresahkan penghuni Guest House.


📩RIZZI RIYANT


Knp gak Qt aja si yg lgsg lapor polisi


📮TYO PRATAMA


Ketauan dodooooll, suara ama telp di guest house kan lg disadap. Bisa2 mreka tau duluan trus kabur sblm polisi dtg, ujung2nya balik lagi. Tp klo Reja yg lapor gak bakal ktauan kan Reja ga dr sini lapornya. Klo mreka ktangkep basah lgi mantau Qt, mreka bakal diinterogasi polisi dulu plg gak 1 x 24 jam


📩RIZZI RIYANT


brilliant 👏


Selanjutnya Rizzi mendongak, mengangkat tangan lalu menyatukan jempol dan jari telunjuknya untuk membuat tanda OK sambil mengerlingkan sebelah matanya.


Sekitar tiga puluh menit kemudian, datanglah dua orang berpakaian Polisi patroli yang masing-masing mengendarai sepeda motor trail yang langsung mendekati mobil jeep tersebut secara perlahan.

__ADS_1


Dari tampilan CCTV yang dilihat Tyo di ruang monitor nampak kedua Polisi itu berusaha meminta orang-orang yang ada di dalam mobil jeep untuk membuka kaca mobil tersebut.


Namun bukannya menuruti perintah Polisi, mobil jeep hijau tua itu nampak langsung tancap gas dan kabur dari kedua Polisi patroli itu. Dengan sigap kedua Polisi itu akhirnya mengejar mobil jeep tersebut.


"Yaahh, kabur deh." gerutu Rizzi kecewa.


"Nggak apa-apa, dengan begitu mereka ketauan kalo ada niat buruk. Kalo nggak ngerasa salah ngapain kabur, iya kan?" beber Tyo.


"Berarti Keira juga ngerasa salah makanya dia kabur dari elo?" sindir Rizzi sambil melirik pada Tyo.


Mendengar sindiran Rizzi, Tyo tepekur sesaat. Namun akhirnya ia menjawab, "Mungkin Keira emang ngerasa salah....tapi bukan ke gue, melainkan ke orang tua gue dan juga mungkin ke mendiang Argha. Karena gue juga ngerasain hal yang sama." ucapnya kemudian dengan pandangan mata yang menerawang jauh membuat Rizzi juga merasa bersalah telah menyindir Tyo barusan.


"Udah-udah yuk, buruan meetingnya. Lumayan nih kita jadi punya waktu selama mobil jeep itu maen kejar-kejaran dulu sama Polisi. Gue akan suruh Reja kesini buat laporan." akhirnya Rizzi berusaha mengalihkan pembicaraan.


Dan akhirnya meeting yang digelar untuk menyusun strategi pencarian Keira itu pun dimulai. Tyo, Rizzi, Reja serta Enka dan kelima anggota timnya berkumpul dalam satu ruangan khusus yang telah disiapkan Pak Sugeng.


Rizzi melapor kan hasil kerja Joe si Hacker tentang mobil jeep itu. Mobil itu adalah mobil bekas yang pernah diiklankan di salah satu media jual beli online di Indonesia dan terpantau baru dibeli oleh orang asing yang menggunakan identitas Rocky Lim yang tidak lain adalah keponakan Mr.Wan. Dan dibayar melalui rekening Rocky Lim juga.


Tapi menurut Joe, kemungkinan besar yang saat ini sedang menggunakan mobil itu adalah Danny Wan---anak lelaki Mr. Wan. Sebab Rocky Lim sendiri terpantau sedang ada di Malaysia saat ini. Bukan di Jogja.


Sementara Joe menemukan visa Danny Wan terdeteksi di database imigrasi dalam negeri atas permohonan izin tinggal selama hingga satu bulan kedepan dengan alasan untuk berwisata terhitung sejak sehari setelah tanggal Tyo pulang ke Indo.


"Kalo Danny Wan yang ada di mobil itu, berarti emang dia ada niat balas dendam ke gue atas kekalahan ayahnya di pengadilan Singapura kemarin." tegas Tyo.


"Trus rencana lo apa?" tanya Rizzi.


"Nunggu, kita tunggu aja pergerakan mereka. Kalau mereka nyerang, kita ada alasan untuk membela diri. Tapi kalau mereka cuma diam, kita juga gak bisa ngapa-ngapain mereka. Tapi mereka nggak mungkin diem aja, nyatanya mereka udah berani nyadap kita disini itu artinya mereka lagi nyari kelemahan gue." Tyo menjelaskan panjang lebar.


"Berarti kita harus segera menemukan Nona Keira, Pak. Sebelum mereka tahu bahwa Nona Keira-lah tujuan kita disini sekaligus yang menjadi kartu As kita semua." ujar Enka tepat pada intinya.


Tyo tersenyum puas mendengar Enka yang sepaham dengan dirinya. Tyo pun turut senang bahwa Enka menganggap Keira adalah kartu As mereka semua.


Walau memang benar, karena jika misi ini gagal, entah hukuman apa yang akan mereka terima dari Pak Ruslan---pria yang paling tinggi jabatannya di Takhta Grup itu.


Dan dari empat puluh sembilan penginapan dekat Stasiun Lempuyangan yang mereka sweeping, akhirnya Reja mendapat data tamu an/ Keira Permata yang menginap selama empat hari tiga malam di Sewu Guest House.


Mereka juga mengecek CCTV dan hasilnya cocok. Itu memang Keira yg mereka cari. Tapi Keira sudah check out beberapa hari sebelum mereka menemukan rekam jejak itu. Jadi saat ini jalan mereka kembali buntu.


"Gue udah coba tanya Beth akun sosmednya Keira dan setelah gue cek langsung di akunnya Keira ternyata tuh cewe bukan pengguna aktif sosial media, Bro. Foto dan postingannya dikit banget dan udah lama juga. Sorry, tapi gue nggak dapetin apa-apa dari sana." Rizzi mengangkat kedua bahunya.


"Setahu gue juga Keira nggak punya sanak saudara di Jogja. Bisa jadi Keira hanya singgah saja di sini." Tyo bergumam sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di meja. "Riz, coba minta harcker lo melanjutkan pemantauan di sistem reservasi Kereta Api dan Kapal Laut serta CCTV di terminal-terminal yang ada di Jogja." titahnya kemudian.


"Tapi kalau kemungkinan Keira udah berencana tinggal lama di Jogja trus udah sudah nyewa kamar kos atau ngontrak rumah gimana, Bro? Bakalan sulit kita ngelacaknya." jawab Rizzi.


Tyo manggut-manggut. Itu memang akan sulit untuk mereka lakukan mengingat begitu banyaknya kost dan rumah kontrakan di Jogja.


"Oia, Keira kan lagi hamil, dia pasti harus memeriksakan kehamilannya. Riz, suruh hacker lo retas juga data pasien kandungan di seluruh rumah sakit di Jogja. Siapa tahu udah ada data Keira di salah satu Rumah Sakit itu." ujar Tyo.


Rizzi pun langsung menuruti perintah sahabatnya itu.


"Tugas saya selanjutnya apa, Pak?" tanya Reja pada Tyo.


"Kamu pantau gerak gerik orang mencurigakan yang mengikuti saya, laporkan setiap gerakannya ke Enka. Kita bikin formasi back to back. Jadi kamu dan anak buahmu adalah mata di punggung saya. Paham!" tegas Tyo pada Reja.


"Paham, Pak!" jawab Reja lugas.


Reja dan Enka pun lalu bertukar nomor ponsel untuk memudahkan komunikasi mereka.


"Sementara meeting kita akhiri sampai disini. Besok pagi kita lapor ke Polisi terdekat atas hilangnya Keira. Kalian jangan lupa istirahat secara bergantian, saya mau kalian tetap fit karena kita tidak tahu kapan musuh akan menyerang." Tyo memberikan penutupan.


"Baik, Pak." jawab semua anggota meeting secara kompak, kecuali Rizzi yang masih asyik berchatting ria dengan Joe.


"Reja kamu ajak anak buahmu makan malam dulu di ruang makan Guest House sebelum pergi. Saya sudah siapkan makanan untuk kalian." perintah Tyo pada Reja.


"Siap. Terima kasih banyak, Pak." jawab Reja cepat dan sumringah.

__ADS_1


Tyo tahu, Reja dan anak buahnya yang kerja lapangan pasti susah mengatur jadwal mereka untuk makan, apalagi ketika Rizzi atau dirinya sudah memberi perintah, mereka harus melaksanakannya sesegera mungkin tak peduli apapun yang sedang mereka lakukan saat itu.


Itulah kelebihannya Tyo. Ketegasannya seimbang dengan perhatiannya terhadap para bawahannya hingga membuat semua orang yang bekerja pada Tyo memberikan ke-loyal-an mereka sepenuhnya pada pria itu. Sama seperti kepada Pak Ruslan---Ayah Tyo yang tak kalah hebat dalam memimpin.


Selesai mandi, masih dengan bathrobe ditubuhnya. Tyo berdiri di balkon kamarnya yang disediakan di lantai dua. Sebelah tangannya berpegangan ke pagar balkon dengan tangan yang satunya memegang ponselnya.


Dilihatnya wallpaper ponselnya lekat-lekat. Wallpaper yang menampilkan foto dirinya dan Argha dengan Keira berada ditengah-tengah mereka.


Foto terakhir Argha sebelum terbang ke Singapura yang akhirnya tak pernah kembali dalam keadaan hidup. Juga satu-satunya foto Keira yang dimiliki Tyo.


"Aku sudah di Jogja untuk jemput kamu, Kei. Tolong!!! Jangan pergi kemana-kemana lagi!" Tyo memohon sambil menatap wajah Keira lekat-lekat di foto itu.


*****


@Hotel Bintang Lima


Setelah lelah diteror rentenir agar segera melunasi bunga pinjaman yang belum dapat dibayarnya. Akhirnya Ny. Rosa mau juga melakukan pertemuan dengan Ebin si Rentenir untuk membicarakan hal itu lebih lanjut.


"Ngapain ketemuan disini sih?" gerutu Ny. Rosa pada Ebin.


"Kemarin anda bilang anda tidak bisa membayar bunga yang tiga ratus juta sekian itu kan?" tanya Ebin kalem.


"Emang, trus kenapa?" Ny. Rosa malah bertanya balik seolah menantang Ebin dengan culasnya.


"Makanya saya minta ketemuan di sini karena bos besar saya ingin ketemu anda." balas Ebin masih kalem.


"Bos Besar kamu? Siapa?" Ny. Rosa nampak heran. Dirinya baru tahu ternyata di atas Ebin masih ada Bos Besar lainnya.


"Anda akan tahu sendiri nanti, mari ikut saya!" ajak Ebin pada Ny. Rosa.


Meski bingung dan sedikit ragu namun rasa penasaran Ny.Rosa jauh lebih besar hingga membuatnya menurut saja dan mengikuti Ebin hingga mereka tiba di depan pintu sebuah kamar hotel yang terlihat cukup besar.


"Apa nih maksudnya saya dibawa kesini?" tanya Ny.Rosa ketus pada Ebin.


"Bos Besar saya sepertinya mengenal anda, dan karena anda tidak bisa membayar bunga pinjaman anda mungkin anda bisa membicarakan tentang kompensasi lainnya kepada Bos Besar saya lebih lanjut." jelas Ebin.


Mendengar tawaran Ebin, Ny.Rosa jadi tertarik untuk menemui Bos Besar itu. Jika orang itu memang mengenal Ny.Rosa siapa tahu dirinya bisa meminta dispensasi mengenai pembayaran bunga pinjaman itu.


Dengan mempertimbangkan peluang itu, Ny. Rosa tanpa ragu lagi memasuki kamar yang dimaksud Ebin.


Di dalam kamar itu, Ebin mempersilahkan Ny.Rosa duduk di sofa dalam kamar untuk menunggu Bos Besarnya. Sementara Ebin langsung mohon izin untuk keluar kamar karena sudah menyelesaikan tugasnya mengantar Ny.Rosa ke kamar itu.


Setelah Ebin menghilang dari balik pintu kamar, nampak seorang pria keluar dari kamar mandi kamar hotel itu hanya dengan mengenakan jubah mandi putihnya.


Saat Ny.Rosa bertatap muka dengan pria itu, seketika dirinya kaget lalu berdiri dari duduknya.


"Yusron!" terdengar Ny.Rosa memanggil nama pria yang dikenalnya itu.


"Halo, Ros! Sudah lama tak bertemu." balas pria itu sambil tersenyum.


To Be Continue....


.


.


.


.


Mohon maaff kalau updatenya molor,


krn aku dua hari tepar jadinya gak bisa mikir buat bikin cerita selanjutnya.🙏🙏🙏🙏🙏


Sebagai gantinya hari ini aku kasih double Up buat kalian semuaaa 😉✌️

__ADS_1


__ADS_2