
Vynt langsung meraih ponselnya di atas nakas sesaat setelah dirinya keluar dari dalam kamar mandi. Selama ia membersihkan diri tadi, seperti sayup-sayup terdengar suara dering notifikasi dari ponselnya.
Untuk itulah ia langsung mengeceknya begitu ia selesai mandi. Ia ingat jika sedang menunggu balasan chat dari Tyo perihal kabar Keira. Dan mungkin balasan itulah yang tadi masuk ke ponselnya.
Setelah melihat ke layar, ternyata ada dua chat yang masuk. Satu dari ayahnya dan satu lagi memang dari Tyo. Vynt membuka chat dari ayahnya terlebih dulu. Jaga-jaga jika isinya sangat penting.
📩HWA DAE-HO
Vynt-ah, Pamanmu bilang kamu berniat menolak hadiah mobil yang diberikan olehnya. Jinca?
Vynt tidak membalas pesan dari ayahnya itu tapi langsung menelponnya sambil melangkah ke arah ranjang lalu duduk di tepian ranjangnya.
📱VYNT DAE-HO
Yoboseyo, Appa.
📱HWA DAE-HO
Vynt-ah. Benarkah yang dikatakan pamanmu itu?
📱VYNT DAE-HO
Ne, Appa. Aku berencana membeli motor disini tapi paman malah memberiku mobil, dan saat aku mengutarakan niatku untuk membeli motor, beliau juga ingin memberiku motor itu. Aku bingung harus apa. Beliau memaksaku menerimanya. Ottokhae?
📱HWA DAE-HO
Gwenchana, Vynt-ah. Terima saja apa yang diberikan pamanmu. Dia hanya ingin menunjukkan kasih sayangnya padamu. Dia dan istrinya sama-sama orang yang tulus. Jadi baik-baiklah dengan mereka.
📱VYNT DAE-HO
Geurae, Appa. Arayo. Lalu bagaimana kabar Eomma?
📱HWA DAE-HO
Eomma, sehat-sehat saja. Jangan khawatir. Keadaannya terus membaik di sini. Kamu belajarlah dengan tenang. Persiapkan dirimu secepatnya. Ayah ingin segera pensiun dan lebih fokus pada Eomma-mu.
📱VYNT DAE-HO
Ne, Appa. Algeseumnida.
Setelah Vynt mengakhiri sambungan teleponnya dengan sang Ayah, ia lalu membuka pesan dari Tyo.
📩TYO PRATAMA
Sorry baru bls, Bro. Keira udah ketemu, tapi karena kemarin ada musibah, jadi sekarang dia dirawat di rumah sakit dan belum siuman.
DEG! Seketika jantung Vynt berdetak kencang membaca balasan dri Tyo itu. Pikirannya lalu penuh dengan kekhawatiran terhadap Keira.
📮VYNT DAE-HO
Ya Ampun, Tyo! Keira kenapa?
📩TYO PRATAMA
Jadi kemarin dia sempat diculik dan dipukul oleh orang jahat yang dendam sama gue. Kepala Keira terbentur batu di pantai, makanya ia pingsan, dan belum sadar sampai sekarang.
📮VYNT DAE-HO
Tapi bayinya gimana?
📩TYO PRATAMA
Bayinya baik-baik saja. Tadi juga udah diperiksa dan gue udah bisa mendengar detak jantungnya. Cuman tinggal tunggu Keiranya sadar aja.
📮VYNT DAE-HO
Tolong jaga Keira baik-baik, Tyo. Gue titip dia ke elo!
📩TYO PRATAMA
Pasti, Vynt. Makasi atas perhatian dan do'a lo buat Keira.
📮VYNT DAE-HO
Sama-sama. Itu udah jelas, dia kan sahabat gue.
Vynt menghela nafasnya dengan berat. Ia jadi gemas sendiri terhadap nasib Keira. Ada-ada saja yang terjadi pada gadis itu.
***
Esoknya di ruang kerja Tim Dua....
__ADS_1
"BIG NEEEEWWWWSSSSS, Guys!" teriak Maurice kepada teman-temannya.
"Apaan sih kamu tuh? Pagi-pagi udah heboh aja."
"Gilaaaa, GILA BENER pokoknya deh!" hebohnya hiperbola sendiri.
"Iya, kamu tuh yang emang udah gila dari tadi teriak-teriak sendiri," maki Enno pada sobat satu negaranya itu.
"Kurang ajjyaaaaarrr. Bukan akuuhh tauk! Tapi Vynt tuh yang udah gila!"
"Haaahhh! Kok bisa? Gila kenapa itu anak?"
"Coba tebak dulu, hari ini dia dateng pake apa?"
"Setahu aku sih dia naik taksi kemarin malam, jadi mungkin pagi ini juga naik taksi," jawab Fady polos.
"Hmm, salaahhh. Sekarang dia bawa mobil sendiri, guys! Dan kalian tahu mobil apa yang dia bawa, haaa?
"Mobil sejuta umat?" tebak Qiqi ngaco.
"Aahh ngaco aja! Aku tadi lihat dia bawa Mercedes-Maybach S500 guuyyysss. Ya Ampuuunnn, itu mobil keluaran terbaruuu. Di Thailand ini yang punya mobil itu cuman beberapa orang aja, itu pun bos-bos gedhe atau pejabat. Lah ini, tahu-tahu anak magang kita bawa begituan. Gila enggak tuh?" cerocos Maurice di depan teman-temannya.
"OKE, FIX. Itu anak bukan anak orang sembarangan. Mungkin emang bener yang dibilang Fady kemaren. Vynt itu anaknya alien, jadi dia gampang aja nyetak duit atau mobil pake teknologi hologram ala-ala di film Hollywood gitu," giliran Helmy yang nyerocos pake ilmu ngaco.
"Aahhh, ternyata yang gila bukan cuman Vynt. Tapi awak tu, Hell!" balas Qiqi menanggapi ke absurd-an saudara kembarnya.
"Udah, guys. Udah! Kalo Vynt denger entar enggak enak jadinya," Fady meminta teman-temannya itu untuk berhenti bergosip.
Dan benar saja, tak lama Vynt pun nongol dari balik pintu lift. Namun yang membuat heran seluruh Tim Dua, kenapa justru raut wajah si anak magang itu keruh tak bersemangat.
Ini anak habis naek mobil keluaran terbaru, bukannya happy atau bangga malah ekspresinya mendung suntuk gini. Bener-bener anak alien! ANEH! rutuk Enno dalam hati.
Tapi tak hanya Enno yang menyadari kelesuan Vynt, seluruh Tim Dua pun bisa merasakannya. Karena itu mereka tidak berani berkata-kata lagi.
Maurice bahkan sempat mengira jika Vynt mendengar gosip mereka hingga ia jadi menekuk mukanya seperti itu. Tapi lalu ditepisnya pikiran itu dengan cepat karena jelas-jelas tadi mereka sudah berhenti bicara sebelum Vynt muncul dari dalam lift.
Vynt yang langsung duduk di kubikel yang diperuntukkan untuknya pun melupakaan sapaan wajar yang harus ia tunjukkan kepada para seniornya. Yang teringat di kepalanya hanya tentang Keira, Keira dan Keira.
Ia masih merasa begitu khawatir sebelum Tyo kembali mengabarinya kondisi terbaru sahabatnya itu.
Semoga lo baik-baik aja, Kei. Kenapa sih nasib lo gitu amat. Bikin gue ikutan ngenes aja! Vynt menyapu wajah keruhnya dengan kedua tangan sambil menghela nafas berat.
Wanita itu lalu melangkahkan kakinya ke arah Vynt. Ditepukkan pundak pemuda itu pelan. sambil menyodorkan beberapa dokumen.
"Vynt, bisa minta tolong?" pinta Fady.
Vynt menoleh lalu menjawab, "Boleh. Apa yang bisa aku bantu?"
"Tolong kamu fax dokumen-dokumen ini sesuai alamat telepon yang ada di dalam daftar di kertas yang paling atas!"
"Oke," jawab Vynt singkat lalu beranjak berdiri kemudian mendekati mesin fax yang ada di meja paling luar dari ruang kerja itu.
Setelah memberi tugas pada Vynt, Fady lalu pamit untuk menghadiri undangan seminar Kepariwisataan, bersama perwakilan Tim lainnya yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Bangkok.
Sementara Vynt melakukan tugasnya sambil sesekali memeriksa ponselnya, berharap kabar dari Tyo tentang Keira segera muncul. Namun nihil, hingga ia selesai mengirim fax pun Tyo belum mengabarinya lagi.
Beberapa jam berlalu....
Fady yang tiba-tiba muncul dengan tampang marah langsung menghardik Vynt yang sedang duduk menganggur di kubikelnya sambil masih menunggu kabar tentang Keira.
"Vynt, apa-apaan kamu? Aku kan tadi sudah bilang untuk nge-Fax sesuai daftar alamat nomor yang ada di kertas paling atas. Ini kenapa jadi ada yang kebalik sih?"
"Hah? Apa? Mana yang kebalik?" Vynt melongo.
"Dokumen bookingan tiket Sky Train kebalik dengan dokumen revisi yang seharusnya untuk perusahaan klien. Dan gara-gara kekeliruanmu, kita hampir tidak dapat tiket Sky Train untuk jalur alternatif tamu-tamu dari Timor Leste minggu depan," beber Fady dengan emosi.
"Laahh, trus gimana Fa?" tanya Maurice khawatir. Dan anggota lain pun menampakkan ekspresi khawatir yang sama.
"Untungnya pihak Sky Train mengkroscek via ponselku dan mereka melaporkan adanya fax asing yang masuk dari nomor fax ASTRO Tours. Aku langsung berpikir jika Vynt sudah melakukan kesalahan, jadi aku meminta waktu lagi kepada pihak Sky Train untuk mengirim ulang dokumen bookingan sampai dengan sore ini," terang Fady panjang lebar.
Vynt menampakkan raut wajah penyesalannya. "Maaf, aku memang kurang fokus tadi. Maafkan aku!" mohonnya pada seluruh anggota Tim Dua.
"Revi, kamu tolong fax ulang dokumen itu ke pihak Sky Train. Lalu setelahnya pastikan menelpon mereka dan tanyakan apakah fax yang benar sudah mereka terima," perintah Fady pada Revi.
Revi hanya mengangguk lalu dengan sigap segera melakukan apa yang ditugaskan kepadanya.
"Ikuti aku, Vynt!" perintah Fady pada Vynt sambil berlalu pergi ke arah pantry.
Vynt yang masih dipenuhi rasa penyesalan mau tidak mau menuruti saja perintah Fady. Di dalam pantry, Fady menyuruh Vynt duduk di salah satu kursi yang ada di sana sementara dirinya sendiri tetap berdiri dengan tangan terlipat di depan dada.
"Ada apa denganmu hari ini? Kamu datang ke kantor dengan tampang kusut dan jadi tidak fokus mengerjakan tugas yang hanya sepele. Apa kamu sedang memikirkan sesuatu?" Fady bertanya dengan intonasi yang tajam.
__ADS_1
Vynt hanya mengangguk pelan menanggapi pertanyaan Fady itu.
"Apa kamu memikirkan cewek yang batal magang bareng kamu di sini? Jangan-jangan cewek itu pacar kamu ya? Dan kamu sekarang jadi enggak fokus gara-gara mikirin dia? Iya kan?" Fady mengutarakan pendapatnya yang salah kaprah.
Vynt jadi mendongakkan kepalanya menatap Fady dengan tatapan heran campur emosi. Keningnya mengernyit tajam dan rahangnya mulai mengeras.
"Aku sarankan, kamu berhenti memikirkan hal-hal yang tidak penting selama belajar di sini. Kesempatan seperti ini itu tidak akan datang dua kali tahu! Harusnya kamu bersyukur sudah terpilih magang di ASTRO Tours dan memanfaatkan peluangmu ini dengan sebaik-baiknya," cecar Fady tanpa memberikan Vynt kesempatan untuk menjelaskan.
Vynt langsung berdiri setelah Fady menyelesaikan kalimatnya. Ia melotot dengan kesal melihat ke arah pembimbingnya itu. Fady yang menyadari kemarahan Vynt pun refleks mundur selangkah, tetapi Vynt malah terus maju ke arahnya hingga Fady terpojokkan di salah satu sisi dinding pantry.
"Keira itu bukan pacarku, tapi dia penting buatku karena dia sahabat baikku. Aku akui aku kurang fokus karena mengkhawatirkan keadaan Keira yang saat ini sedang di rawat di Rumah Sakit, dan aku minta maaf karena kesalahanku tadi. Tapi jangan sekali-sekali mengaturku tentang masalah pribadiku ataupun tentang perasaanku terhadap orang-orang terdekatku karena itu tidak ada hubungannya denganmu. Sama sekali," ucap Vynt dengan intonasi yang tegas serta tatapan yang tajam.
Fady terpaku mendengar klarifikasi dari Vynt barusan. Sedangkan Vynt yang kesal langsung meninggalkan Fady begitu saja, melewati ruang kerja di mana member Tim Dua lainnya berada, dan langsung menghilang dari balik lift entah kemana.
Anggota Tim Dua lainnya terbengong-bengong melihat raut wajah penuh amarah yang tergambar jelas di wajah Vynt tadi. Dan Fady yang masih terpaku di pantry tanpa ia duga malah merasakan debaran di dadanya setelah apa yang di lakukan Vynt itu.
Apaan sih? Masa sama anak kecil begitu aja aku deg-degan! batinnya.
Namun akhirnya Fady mengambil kursi lalu duduk merenungi segala percakapan antara dirinya dengan Vynt tadi. Dan ia pun menarik satu kesimpulan, bahwa dialah yang telah salah kaprah menilai hubungan Vynt dengan sahabatnya yang bernama Keira itu.
Dia yang telah sok tahu tapi justru menggunakan kesalah pahamannya sendiri untuk menyalahkan Vynt lebih dalam atas kesalahan kecilnya.
Fady jadi merasa bersalah karena telah menuduh sembarangan dan bicara seenaknya. "Aku harus secepatnya minta maaf pada Vynt," ujarnya bicara sendiri.
Beberapa saat kemudian, Fady segera mencari Vynt setelah dirinya merasa yakin untuk meminta maaf pada anak magang itu. Fady sedikit berlari ke ruang kerja untuk mencari Vynt. Namun ketika ia celingukan dan tak menemukan Vynt ada di sana, Fady lalu bertanya pada anggota Tim Dua lainnya.
"Kalian lihat Vynt enggak? Dia kemana?"
"Enggak tahu. Tapi tadi dia masuk lift. Cuman enggak tahu dia naik atau turun," jawab Norma polos.
"Kalian ada yang punya nomor ponselnya Vynt?" tanya Fady lagi pada teman-temannya.
Dan mereka semua kompak menggelengkan kepalanya tanda tak ada satupun dari mereka yang menyimpan nomor ponsel si anak magang. Fady lalu memegangi keningnya yang mengernyit sambil berkacak pinggang.
"Coba kamu tanya bagian HRD, mereka pasti punya data pribadinya Vynt secara detil," Enno menyampaikan sarannya.
"Oia, bener juga kamu, No," ujar Fady lalu melesat menuju lift untuk naik ke ruang HRD guna mencari tahu nomor ponsel Vynt.
Tanpa Fady duga, sesampainya ia di lantai ruang HRD, ia justru melihat pemandangan mengejutkan di mana Vynt sedang berjalan beriringan bersama Mr. Seo.
Tak hanya itu, yang lebih membuat Fady mengernyit heran adalah ketika dilihatnya Mr. Seo yang sedang merangkul pundak Vynt dengan begitu akrabnya menuju ke arah balkon khusus Tim HRD yang berada di lantai sembilan itu.
Kenapa mereka berdua kelihatan akrab banget gitu ya? Sebenarnya apa hubungan Vynt dengan Jun Oppa?
Kali ini Fady tak hanya sekedar kepo tapi benar-benar penasaran. Dan tanpa sadar, kedua kakinya sudah melangkah pelan mengikuti kedua pria yang tidak sadar bahwa telah diikuti Fady dari belakang.
To Be Continue...
.
.
.
.
Haaiii, Readerskuuu 😘😘😘
Aku cuman mau nginfo kalo Kumpulan Cerpenku yang berjudul SEJUTA CINTA sekarang ada story baru lhoo....
Judulnya : MOVE ON
Baca sinopsisnya dibawah ini yuukk 😉👇
***
Malika diceraikan oleh suaminya yang telah ia nikahi selama lima tahun dan telah memberinya anak kembar karena dianggap sebagai wanita pembawa sial.
Hal itu turut didukung oleh keluarga besar sang suami agar mereka dapat menjodohkan suami Malika dengan janda kaya demi membangkitkan kembali perusahaan mereka yang tengah bangkrut.
~~~
Taki Sahara, seorang penerus Bakery legendaris berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menikah sejak dirinya divonis infertil setelah sebuah kecelakaan yang dialaminya.
Namun pertemuannya dengan seorang janda muda yang cantik beranak dua di tempatnya bekerja seketika mampu mengguncang keteguhan hati Taki dalam memegang janjinya itu.
***
__ADS_1