Replacement Lover

Replacement Lover
KARMA DIBAYAR NYICIL (II)


__ADS_3

@Rumah Keluarga PRATAMA


Tyo sedang makan siang bersama ayah dan ibunya ketika ponselnya bergetar. Diliriknya ponsel yang ia letakkan di samping kanan piringnya itu.


"Siapa, Tyo?" tanya Ny.Naina yang juga menyadari bahwa ada notifikasi masuk ke ponsel putranya itu.


"Rizzi, Bu." jawab Tyo singkat.


"Rizzi nelpon?" tanya Ny.Naina lagi.


"Iya, Bu." Tyo kembali menjawab singkat.


"Coba diangkat, siapa tahu penting. Siapa tahu ada info terbaru yang Rizzi dapatkan tentang Keira." pinta Ny.Naina.


Tyo melirik pada Pak Ruslan lebih dulu lalu dengan yakin meletakkan sendoknya dan meraih ponselnya setelah dilihatnya sang Ayah mengangguk kepadanya.


📱TYO PRATAMA


"Halo, Riz. Ada apa?"


📱RIZZI RIYANT


"Wei, Bro. Ada reservasi tiket kereta api terpantau atas nama Keira Permata di tanggal yang sesuai saat dia kabur."


📱TYO PRATAMA


"Serius lo? Jadi Keira kemana?"


Obrolan Tyo yang menyinggung nama Keira membuat fokus kedua orang tuanya kompak beralih menatap Tyo yang masih berbicara dengan Rizzi via telpon.


Pak Ruslan bahkan nampak sudah meletakkan sendoknya lalu memilih bertopang dagu sambil turut mendengarkan obrolan putranya.


📱RIZZI RIYANT


"Ditanggal itu, Keira terpantau beli tiket Kereta Api Ekonomi SRI TANJUNG jurusan Lempuyangan, Jogja."


📱TYO PRATAMA


"Lo yakin?"


📱RIZZI RIYANT


"Gue bisa kirimin lo bukti reservasi tiket elektriknya sama salinan rekaman CCTV dari Stasiun Kota yang menangkap sosok Keira ada disana pada tanggal itu, sekarang juga."


📱TYO PRATAMA


"Oke, kirimin sekarang, gue tunggu."


Tyo pun langsung memutus sambungan telpon dari Rizzi lalu beralih membuka roomchat Rizzi dari aplikasi chat di ponselnya.


Tak lama muncullah dua icon attachment dari dalam roomchat Rizzi, satu berisi dokumen dalam bentuk pdf dan satu lagi berisi video.


Tyo berdiri dari kursinya lalu berjalan mendekati kursi Pak Ruslan sambil jari-jarinya bermain di atas touchscreen ponselnya untuk membuka satu demi satu attachment yang telah dikirim oleh Rizzi itu.


"Ini hasil penyelidikan Rizzi, Yah!" lapor Tyo sambil memperlihatkan layar ponselnya pada sang Ayah.


Kepala Pak Ruslan jadi sedikit miring ke samping untuk melihat layar ponsel Tyo lebih dekat.


Ny. Naina yang ikutan kepo pun turut menggeser kursi makannya mendekat kepada tubuh Tyo yang berjongkok disamping kursi makan Pak Ruslan. Ny. Naina melongokkan kepalanya untuk ikut melihat ke layar ponsel Tyo.


Pertama Tyo membuka video yang dikirim oleh Rizzi. Video yang berisi salinan dari beberapa kamera CCTV di Stasiun Kota yang sudah diedit menjadi satu video panjang yang hanya menampilkan gambar saat menangkap sosok Keira di dalamnya.


"Keira yang mana sih, Tyo?" tanya Ny.Naina.


"Ini lho Bu, gadis berambut panjang yang menyeret koper besar." tunjuk Tyo pada layar ponselnya. Tyo yang begitu mengenal tubuh Keira langsung bisa mengenali sosok gadis itu dari dalam video.


Pak Ruslan pun jadi harus menajamkan matanya untuk melihat sosok Keira dari layar ponsel Tyo agar lebih jelas.


"Nah, ini nih waktu dia baru masuk ke Stasiun, sebelum dia beli masker untuk menutupi wajahnya." tambah Tyo sambil mengulang video ke saat gadis itu baru memasuki pintu utama Stasiun Kota.

__ADS_1


Ny.Naina jadi berdecak kagum saat melihat sosok gadis cantik yang apa adanya itu, dengan proporsi tubuh semampai yang belum menampakkan hamilannya. Kini Ny. Naina jadi mengerti kenapa kedua putranya bisa jatuh cinta pada gadis yang sama.


Hanya melihat dari videonya saja, insting kewanitaan Ny. Naina sudah bisa membaca bahwa Keira adalah gadis yang sederhana. Dilihat dari barang-barang yang melekat di tubuh Keira, sama sekali tidak berlebihan.


Dari cara Keira berpakaian dan caranya berjalan yang sesekali menunduk kala melewati beberapa orang tua yang sedang duduk sangat menunjukkan kesantunan gadis itu.


Di dalam hatinya, meski belum mendengar hasil investigasi dari Pak Agus, Ny. Naina sudah merasa yakin bahwa Keira memang gadis baik-baik yang hanya sedang khilaf hingga gadis itu kini harus mengandung calon cucunya.


"Kamu sudah tahu Keira perginya kemana?" Pak Ruslan yang sedari tadi hanya diam kini mulai bertanya sambil menoleh ke arah Tyo.


"Menurut data di sistem reservasi Kereta Api sih Keira beli tiket ke Jogja, Yah." jawab Tyo sambil menekan icon attachment dokumen pdf di layar ponselnya.


Seketika nampak tampilan tiket elektronik Kereta Api yang menunjukkan data penumpang atas nama Keira Permata dengan tujuan Stasiun Lempuyangan, Jogja.


"Terus? langkah kamu selanjutnya apa, Nak?" tanya Ny. Naina tak sabar.


"Pertama, Tyo mau langsung sebar anak buah Tyo dulu sekarang ke sana, sambil nunggu izin dari Ayah untuk lapor polisi. Kalau Ayah sudah mengizinkan, Tyo sendiri yang akan langsung melapor ke Polisi Jogja." Tyo menjelaskan rencananya.


Pak Ruslan hanya manggut-manggut mendengar rencana putra sulungnya itu. Dimatanya, Tyo sudah terlihat dewasa dan bijak karena tetap bersikap tenang dan sabar meski sebenarnya Tyo bisa saja langsung berangkat ke Jogja, lalu mengublek-ublek kota Gudeg itu untuk mencari gadis yang dicintainya.


"Ayah setuju dengan rencanamu. Segera kirim orangmu ke Jogja sekarang juga. Mungkin nanti malam, Agus akan siap dengan laporan investigasinya jadi besok pagi Ayah sudah bisa beri kamu keputusan." terang Pak Ruslan dengan tatapan serius.


"Baik, Ayah." jawab Tyo cepat lalu mulai menelpon Rizzi untuk menyuruh Reja dan tim-nya segera berangkat ke Jogja mencari Keira hari ini juga.


***


@Rumah Keluarga Zein Imran


Ny.Rosa nampak menangis tersedu-sedu dikamarnya. Meratapi nasibnya yang kini begitu ruwet.


Beberapa saat lalu, Pak Zein sudah memergokinya bersumpah serapah didepan Daffi---putra mereka yang secara tidak langsung membuatnya mengakui segala kesalahannya serta kesalahan putranya di hadapan suaminya itu.


Pak Zein yang terlihat amat marah pun segera berlalu pergi lagi dari rumah setelah mengatai mereka berdua sebagai orang-orang yang tak berguna.


"SIALAN!!! jerit Ny. Rosa. "Semua ini gara-gara Daffi!" teriaknya lagi sambil memukul-mukul bantal yang menjadi tempatnya berurai air mata.


Ny. Rosa awalnya masih bisa menutupi tagihan anak semata wayangnya itu dengan uang dari jatah bulanannya. Sampai-sampai Ny.Rosa harus mengorbankan hobinya shopping.


Bahkan beberapa kali ia juga harus absen belanja berlian demi menalangi tagihan sang anak. Hingga akhirnya Ny. Rosa pun lambat laun merasa terpojok sendiri.


Apalagi pada suatu waktu, Ny. Rosa mendapat gosip yang tak sedap dari teman-teman arisannya bahwa beberapa sosialita kalangan atas tercyduk beberapa kali asyik bergosip tentang dirinya hang sedang mengalamk krisis ekonomi hingga membuat Ny. Rosa sering absen belanja berlian yang biasanya menjadi langganannya.


Mendengar hal itu, di hadapan teman-teman arisannya, Ny. Rosa masih berusaha untuk menahan emosinya bahkan masih bisa berdalih bahwa dirinya sedang jenuh berinvestasi berlian dan kebetulan stok berlian yang ditawarkan juga kurang cocok modelnya dan tidak sesuai dengan seleranya.


Namun ketika sampai dirumahnya, Ny.Rosa yang tak mampu lagi menahan emosi seketika meluapkan seluruh amarahnya dengan membanting beberapa barang hingga hancur berkeping-keping.


"SIALAAAANNN!!!" teriaknya sendirian. "Berani-beraninya mereka menjadikan aku sebagai bahan gosip!" geramnya. "Liat aja nanti, aku pasti akan membuat kalian semua tercengang dengan membeli Berlian paling bagus dan paling mahal!" ikrarnya.


Demi mengembalikan citranya di hadapan para sosialita itu, Ny.Rosa sampai berkoar-koar pada mereka bahwa dirinya sedang mencari Berlian yang memiliki kualitas terbaik dan akan langsung membeli berlian itu kepada siapapun yang menawarinya tanpa pikir panjang lagi.


Dan ternyata saat itu pun tiba, suatu hari salah satu teman sosialita Ny. Rosa menawarkan berlian yang dibelinya dari hasil berwisata berlian di kota Amsterdam, Belanda.


"Bulan kemarin, aku habis dapet kado pernikahan istimewa dari suamiku lho jeng. Suamiku itu nggak cuman mbeliin aku Berlian mewah nan mahal, tapi juga ngajakin wisata berlian langsung ke pusatnya di Amsterdam sonoh. Uluuhhh...ulluuhh, aku jadi berasa melayang deh jeng pas masuk GASSAN DIAMONDS*." beber Ny. Dyta hiperbola membuat semua teman arisan yang mendengarnya diam-diam menyinyiri sikap wanita itu dalam hati mereka masing-masing.


"Nahh karena disana Berliannya cantik-cantik aku jadi sekalian beli buat dijual lagi ke jeng-jeng semua. Member arisan ini kan seleranya high class semua, pasti deh suka. Niiihhh....barangnya." ujar Ny. Sita sambil membuka sebuah brankas perhiasan mini yang bercat pink. "Nggak mahal kooookkk, cuman empat puluh lima ribu Euro atau tujuh ratus juta rupiah aja." seru Ny. Dyta memulai orasi berdagangnya.


Seketika para member arisan yang melihat wujud nyata berlian itu pun nampak terpukau dengan mulut menganga dibuatnya.


"Makluuumm....Berlian asli sana kan kualitasnya top markotop, jadi ada kualitas tentu ada harga dong yaa. Ini Berlian satu karat tipe colorless diamond dengan potongan Excellent Cut** lho jeng. ASELI BUKAN ABAL-ABAL" tambah Ny.Dyta mirip sales obat yang sedang beraksi.


Ny. Rosa pun melongo mendengarnya, sungguh jumlah yang sangat fantastis untuk sebuah cincin dengan hiasan batu putih yang sangat kecil. Tapi sayangnya faktanya memang demikian karena batu putih kecil yang menjadi hiasan cincin itu adalah Berlian berkualitas tinggi.


"Kapan hari siapa ya yang katanya lagi cari good quality Diamond?" tanya Ny.Dyta pada seluruh member arisan. Membuat wanita-wanita yang berpenampilan serba branded itu saling tatap satu sama lain.


"Kayanya Ny.Rosa deh yang lagi nyari." kata salah seorang wanita sosialita dengan jambul khatulistiwa bertengger di atas kepalanya.


"Oohh, iya." koor member arisan yang lain seolah telah diingatkan.


Ny.Rosa menelan ludahnya sendiri. Uang segitu dari mana dia bisa dapatkan. Padahal selama beberapa bulan terakhir ini uang belanjanya selalu habis untuk membayar tagihan game online putranya---Daffi, belum lagi biaya kebutuhan rumah tangga.

__ADS_1


Kalau dia nekat minta ke suaminya pasti ditolak mentah-mentah mengingat Pak Zein akhir-akhir ini juga sering mengeluh tentang sepinya tender yang masuk.


Tapi kalau sekali lagi menolak tawaran ini pasti gosip tentang kebangrutannya akan semakin merebak di kalangan sosialita. Mana dirinya terlanjur berkoar-koar akan membeli Berlian berkualitas. Mau ditaruh dimana mukanya jika kali ini dirinya sampai tidak jadi membeli.


"Oh, Hohohoho. Iya jeng, saya yang nyari." jawab Ny. Rosa pada akhirnya.


"Wah berarti jeng Rosa mau dong membeli Berlian saya?" tanya Ny.Dyta sambil berkedip-kedip membuat extension bulu mata anti badainya melambai-lambai.


Dan karena termakan gengsi, Ny. Rosa akhirnya mengiyakan saja pertanyaan Ny.Dyta tadi.


Sesampainya dirumah Ny.Rosa bagai kebakaran jenggot memikirkan dari mana dirinya mendapat uang sebanyak itu. Dia harus mencari jalan pintas untuk mendapatkan uang demi bisa membeli Berlian itu, demi mengambalikan gengsinya dimata para sosialita itu.


Dan hanya satu jalan pintas yang terpikirkan oleh otak Ny.Rosa saat itu. Jalan pintas yang dipilih Ny.Rosa tidak lain adalah meminjam uang dari rentenir.


Dia pun menyuruh salah satu asisten rumah tangganya untuk mencari informasi rentenir yang bisa meminjamkan uang hingga satu milyar.


Dan berbekal informasi dari mulut ke mulut, akhirnya Ny. Rosa dan asistennya bertemu dengan salah satu rentenir kelas kakap di kota---Om Ebin.


Setelah transaksi yang cukup alot, Ny. Rosa pun akhirnya dapat meminjam uang sebesar satu milyar dengan jaminan sertifikat rumah yang dicurinya dari dalam brankas suaminya. Kesepakatan masa pinjamnya hanya dua bulan dengan bunga pinjaman sebesar seratus juta per bulan.


Ny. Rosa berencana akan langsung menjual kembali secara diam-diam tanpa sepengetahuan teman-teman sosialitanya agar dapat mengembalikan kembali uang yang dipinjamnya dari rentenir itu.


Namun ternyata rencananya gagal total karena tanpa Ny.Rosa ketahui, Berlian dari Gassan Diamond hanya bisa dijual kembali di Gassan Diamond.


Mengingat harganya yang sangat tinggi, tidak ada toko Berlian dalam negeri yang berani membelinya dengan harga yang tinggi pula.


Potongan yang ditetapkan toko Berlian lokal mencapai lima puluh persen jika Ny.Rosa nekat menjualnya. Hal itu membuat Ny.Rosa mengurungkan niatnya, dirinya tidak mungkin harus merugi sebanyak itu.


Ny.Rosa pun harus kembali menelan pil pahit hasil kebodohannya sendiri. Dan ia pun jadi kesulitan menjual berliannya hingga melebihi batas waktu pinjamannya dari sang rentenir yang hanya dua bulan.


Hal itu membuatnya dikejar-kejar rentenir selama tiga bulan lebih hingga dirinya stress berat. Ny.Rosa pun memutar otaknya hingga menemukan ide untuk mengandalkan kekuasaan sang suami di PT. PERMATA untuk menggunakan uang perusahaan demi membayar utang ke rentenir. Tentunya hal itu dilakukannya lagi-lagi tanpa sepengetahuan sang suami.


Namun kini semuanya terkuak sudah. Pak Zein baru saja mengetahui segala kebobrokan istri dan anak lelaki kebanggaannya. Dan itu pun didengarnya langsung dari mulut Ny.Rosa sendiri meski tanpa sengaja.


Disaat Ny.Rosa masih meratapi nasibnya, tiba-tiba sebuah dering notifikasi pesan masuk terdengar dari ponselnya. Ny. Rosa mengangkat kepalanya dari bantal untuk melihat ke layar ponselnya itu.


Nampak nomor Om Ebin si rentenir telah mengiriminya sebuah pesan. "Iisshhh, mau ngapain lagi sih nih orang?" gerutu Ny.Rosa lalu memutuskan untuk membuka pesan dari Om Ebin.


📩EBIN RENTENIR


Anda belum membayar bunga pinjaman anda. Lima puluh juta per bulan terhitung sejak tanggal pinjaman anda hingga tanggal pelunasan anda jadi tiga bulan lebih dua minggu. Total bunga yang belum anda bayarkan senilai tiga ratus lima puluh juta.


Melihat isi pesan Om Ebin, Ny.Rosa langsung teringat akan tanggungannya yang belum selesai dengan si rentenir itu dan tentu saja semakin menambah beban Ny.Rosa hingga membuat dirinya berteriak histeris, "AAARRRGGGHHHH!!!" Ny.Rosa mengacak-acak rambutnya sendiri.


To Be Continue...


.


.


.


.


.


*GASSAN DIAMONDS


Adalah salah satu pusat berlian terkenal di Amsterdam yang beralamat di Nieuwe Uilenburgerstraat 173-175, 1011LN Amsterdam. Tempat yang didirikan pada tahun 1945 ini buka setiap hari.


Karena tidak hanya sebagai pusat belanja berlian, tapi kita juga dapat mempelajari berbagai hal mengenai berlian. Setidaknya terdapat 27 bahasa dari para pemandu wisata yang akan menjawab semua pertanyaan kita mengenai berlian. Mulai dari karat, warna, sejarah, dan kita juga dapat menyaksikan hasil produksinya.


**EXCELLENT CUT


Adalah jenis tipe potongan terbaik di antara semua teknik potongan Berlian.


Berlian jenis ini dipotong dengan proporsi sempurna dan tepat sehingga menghasilkan pantulan cahaya yang maksimal yang dapat memancarkan kecantikan berlian itu sendiri.


Berlian dengan potongan inilah yang dihargai mahal dan kerap dijual dalam bentuk loose atau butiran. Keindahan Excellent Cut membuat banyak orang betah memandangnya berlama-lama.

__ADS_1


__ADS_2