Replacement Lover

Replacement Lover
Vynt Story : MERASA KALAH


__ADS_3

Meski tanpa kehadiran Fady dalam Tim, dan Vynt yang nampak bad mood seharian. Tapi syukurlah City Tour hari itu dapat terlaksana dengan lancar.


Semua berkat si kembar yang sukses memberikan entertain kocak yang mampu menghibur para tamu selama perjalanan mereka berkeliling ke beberapa spot di kota Bangkok.


Bahkan testimoni terbaik dari para tamu adalah ketika pindah armada dari bus lalu berganti menggunakan Sky Train untuk menuju ke Novotel Bangkok.


Karena dari atas mereka malah dapat melihat pemandangan di bawah yang memang sedang dilakukan demo besar-besaran hingga menutup jalan antara Bangkok Square hingga On Siam Square.


Pulang dari mengantar para tamu yang berjumlah tiga puluh dua orang itu, para Tim Dua langsung kembali ke ruang kerja mereka untuk mempersiapkan kelengkapan materi dan alat entertain serta konsumsi untuk pelaksanaan City Tour hari kedua esoknya.


Karena menurut jadwal, City Tour ini akan dilaksanakan selama dua hari berturut-turut.


"Ngomong-ngomong guys, kira-kira besok Fady bakalan bisa ikut kita tur atau enggak ya?" tanya Maurice.


Telinga Vynt yang langsung menangkap nama Fady disebut-sebut lalu bertanya pada Maurice, "Emangnya kenapa?"


"Soalnya besok dia kan ada tugas guiding on spot di Wat Arun*. Kalo besok dia enggak bisa ikut kita tur lagi. Berarti harus ada yang gantiin tugas itu," jelas Maurice sambil memeriksa ulang itinerary perjalanan untuk besok.


"Aku aja yang gantikan dia guiding di sana. Tolong printkan materinya, biar kuhafalkan nanti malam," pinta Vynt pada Maurice.


"Kamu yakin? Kamu kan belum pernah ke sana sebelumnya?" tanya Norma ragu. Dan nampaknya bukan hanya gadis itu yang meragukan Vynt tapi anggota Tim Dua lainnya.


"Tenang aja, aku enggak akan ngecewain kalian," janji Vynt. Ia lalu beranjak berdiri dan berjalan menuju keluar ruangan itu, "Revi, ikut aku sebentar," ajak Vynt pada gadis asal Brunei Darussalam itu.


"Oh, Okey," jawab Revi sambil setengah berlari mengejar Vynt yang sudah berdiri di depan pintu liff.


"Woi, kamu mau kemana, Vynt?" teriak Enno.


"Aku sama Revi mau ke ruang HRD sebentar," balas Vynt sambil masuk ke dalam lift bersama Revi.


Di ruang HRD, ternyata Vynt memintakan ijin untuk Fady agar wanita itu dapat ijin sakit selama dua hari dan ijin untuk tidak ikut dalam City Tour besok.


"Apa memang sampai separah itu?" tanya Mr. Seo sambil mengernyitkan keningnya.


"Silahkan anda tanya Revi, dia tadi yang membantu Fady memberi pengobatan sementara untuk lukanya," ujar Vynt dengan tatapan serius.


Vynt sengaja mengajak Revi sebagai saksi untuk mengkonfirmasi luka pada pinggang belakang Fady yang cukup parah.


"Betul, Rev?" Mr. Seo kini ganti menatap pada Revi yang duduk di sebelah Vynt di depan meja Manajer HRD itu.


"Iya, Pak. Fady bilang sih terbentur pegangan pintu pagar besi. Tapi menurut saya pribadi, kalau di lihat dari bentuk memarnya, seperti habis ditendang, Pak," seru Revi.


Mendengar pengakuan Revi itu, tidak hanya Mr. Seo yang nampak terkejut tapi juga Vynt ikut kaget. Pemuda itu sampai refleks menoleh pada gadis yang duduk di sampingnya.


"Serius?" tanya Vynt.


"Bagaimana kamu bisa berpikir seperti itu, Revi?" tanya Mr. Seo dengan intonasi yang lebih tajam.


Karena jika benar Fady telah dianiaya seseorang hingga terluka begitu parah, ia pun tidak akan terima. Bagaimanapun Fady adalah sahabatnya, ia akan melakukan apapun untuk menghukum pelakunya.


"Saya kan ikut Taekwondo, Pak. Saya sering kena tendang dan sering melihat memar yang mirip seperti itu pada bekas tendangan, baik di tubuh saya sendiri ataupun di tubuh teman-teman se-dojo. Tapi itu hanya persepsi saya sih, mungkin lebih baik jika Fady membuat visum di Rumah Sakit," saran Revi.


Vynt langsung terdiam. Emosinya kembali naik. Jika benar apa yang diduga Revi, sudah pasti pelakunya adalah orang itu, pikir Vynt. Hanya ada satu orang yang memiliki motif untuk menyakiti Fady, yaitu pacarnya yang brengsek.


"Mr. Seo! Saya mohon, tolong anda bujuk Fady untuk melakukan visum. Karena jika prediksi Revi benar. Saya mungkin tahu siapa pelakunya," jelas Vynt pada Manajer HRD sekaligus calon kakak iparnya itu.


"Apa kamu yakin, Vynt?" Mr. Seo memastikan dengan tatapan tajam.


Dan Vynt mengangguk dengan sangat yakin. Mr. Seo nampak kesal luar biasa. Ia seakan hampir mematahkan pena yang sedang dipegangnya.


***


Di dalam flatnya, Fady yang terpaksa harus pulang lebih awal hanya bisa berdiam diri di dalam kamarnya. Ia tak menyangka jika luka memarnya ini akan dengan cepat diketahui oleh Vynt.


Fady menatap nanar pada langit-langit kamarnya. Ia kembali mengingat kejadian kemarin saat dirinya nekat menyambangi rumah Adent setelah beberapa hari berlalu sejak kekasihnya itu menyeretnya keluar dari mobil.

__ADS_1


Padahal Fady hanya ingin bicara baik-baik pada Adent. Meluruskan kembali hubungan mereka yang kini bengkok. Namun, Fady tak pernah menyangka jika Adent akan setega itu menendangnya demi mencegah Fady masuk ke dalam rumah kekasihnya sendiri.


Fady menangis sendiri dalam kamarnya yang sunyi. Padahal ia mencintai Adent dengan tulus meski Adent hanyalah seorang Disk Jokey yang belum jelas masa depannya.


Padahal ia bisa menerima pria itu apa adanya. Tapi kenapa Adent akhir-akhir ini selalu menyakitinya. Fady jadi tak habis pikir. Kata orang rindu itu menyiksa, tapi baginya di gantung dalam hubungan seperti inilah yang lebih menyiksa.


Semakin memikirkan sikap Adent padanya, semakin membuat Fady sesenggukan. Yang lebih menyedihkan, ia tidak mempunyai tempat sandaran untuk membantunya bertahan dari rasa pilu yang menyiksanya.


Entah sudah berapa lama Fady menangis seorang diri. Hingga terdengar bel pintu rumahnya berbunyi. Fady segera bangkit dan mengusap air matanya dengan cepat.


Dalam pikirannya itu, Fady berharap Adent datang untuk memperbaiki hubungan mereka. Dengan harapan besar di dadanya, Fady bergegas membukakan pintu flatnya.


"Are you ok?" itulah kalimat pertama yang diucapkan Mr. Seo saat Fady telah membuka pintunya.


Seketika harapan dalam dirinya sirna sudah. Harusnya ia tahu bahwa Adent terlalu angkuh untuk menyambanginya lebih dulu setelah semua yang terjadi. Harusnya ia sadar itu, tapi entah kenapa Fady masih saja memiliki harapan untuk bisa berbaikan dengan kekasihnya.


Dirasuki kekecewaan yang begitu dalam, tanpa sadar air mata Fady kembali berlinang di hadapan Mr. Seo. Lagi-lagi ia menangis saking kecewanya, ia sampai tak bisa menahan diri lagi dan terus sesenggukan di hadapan Mr. Seo yang berdiri mematung melihat sahabatnya itu tiba-tiba langsung menangis.


"Fady, ada apa? Kamu kenapa menangis sampai seperti ini?" tanya Mr. Seo sambil menyentuh pundak Fady pelan.


Namun, Fady tak mampu menjawabnya. Hatinya terlalu sesak unuk berkata-kata. Pikirannya terlalu kosong untuk memulai dari mana menjelaskan situasinya pada seorang Seo Kang Jun—sahabat lamanya.


Akhirnya malam itu, Mr. Seo yang tak mampu mengorek informasi apapun dari Fady hanya menemani wanita itu menangis sampai Fady tertidur karena kelelahan.


Hampir tengah malam saat Mr. Seo memutuskan untuk pulang dan mengunci flat Fady dari luar lalu mengembalikan kunci itu dengan menyelipkannya lewat celah bawah pintu.


Tak lupa ia mengirimkan pesan ke ponsel Fady yang memberitahukan bahwa ia pulang pukul sekian dan kunci flat Fady ada di bawah pintu bagian dalam.


Mr. Seo lalu termenung sejenak setelah pesannya ke ponsel Fady sukses terkirim. Pria itu nampak sedang menimbang-nimbang sebuah keputusan dalam pikirannya. Dan semenit kemudian ia malah menelepon Vynt.


📱VYNT DAE-HO


Halo, Hyung!


📱SEO KANG JUN


📱VYNT DAE-HO


Belum, aku sedang menghafal materi untuk guiding besok.


📱SEO KANG JUN


Aku boleh menginap di tempatmu malam ini?


Hening sejenak... tampaknya Vynt sedang berpikir... tetapi tak lama kemudian Vynt akhirnya menjawab...


📱VYNT DAE-HO


Boleh, silahkan saja. Akan kukirimkan alamatku.


📱SEO KANG JUN


Tidak perlu! Aku sudah tahu.


📱VYNT DAE-HO


Ya sudah kalau begitu. Bawakan aku kopi dari Cafe, Hyung!


📱SEO KANG JUN


Iya, baiklah.


Sekitar empat puluh lima menit kemudian, Mr. Seo nampak sudah berdiri di depan pintu apartemen Vynt. Namun ia bingung bagaimana harus memencet bel pintunya jika kedua tangannya sama-sama sibuk.


Akhirnya Mr. Seo hanya bisa menggunakan suaranya untuk memanggil Vynt meski dengan suara yang hampir berbisik mengingat ini sudah tengah malam.

__ADS_1


Mr. Seo tidak ingin Vynt mendapat komplain karena ulahnya. Tapi untungnya, hanya dengan dua kali panggilan saja, Vynt sudah mendengarnya dan membukakan pintu itu dari dalam.


"Masuklah, Hyung!"


Vynt mengambil holder kopi dari tangan kanan Mr. Seo dan sebuah box berisi pizza dari tangan kiri pria itu. Mr. Seo akhirnya bisa bernafas lega setelah kedua tangannya bebas tugas.


"Aku tidak mengganggumu?" tanyanya ringan sambil melepas mantelnya.


"Sama sekali tidak," jawab Vynt lugas.


"Apa yang kau lakukan tadi?" tanya Mr.Seo lagi saat melihat meja ruang tamu Vynt yang nampak kertas-kertas bertumpuk di atas sana dengan laptop yang terbuka.


"Aku sedang mempersiapkan materi guiding untuk menggantikan Fady besok."


"Sudah selesai?"


"Sudah semua. Aku sudah siap," Vynt tampak mengangguk mantap meski wajahnya terlihat lelah.


Pemuda itu lalu meminum salah satu kopi yang di bawa oleh Mr. Seo sambil membereskan kertas-kertasnya. Mr. Seo lalu duduk di sofa tunggal di apartemen itu sambil menghela nafasnya panjang.


"Hyung mau mandi?" tanya Vynt.


"Nanti saja, ada yang ingin kubicarakan denganmu," jawab Mr. Seo setelah mengendorkan dasi dan membuka kancing teratas pada kemejanya.


Vynt yang melihat ekspresi serius dari wajah Mr. Seo mulai mengerti bahwa ada hal serius pula yang akan disampaikan oleh Hyung-nya itu. Vynt lalu duduk di samping Mr. Seo setelah menutup laptopnya.


"Aku baru saja dari flat Fady," ucap Mr. Seo membuka obrolannya.


Vynt terdiam. Ia ingin mendengarkan dulu ucapan Mr. Seo dengan seksama sebelum memberikan komentarnya.


"Aku kesana bermaksud untuk membujuknya melakukan visum di Rumah Sakit dan bermaksud menawarkan diri untuk menemaninya."


Mr. Seo memberi jeda pada ceritanya. Membuat Vynt turut menahan nafasnya.


"Tapi saat Fady membukakan pintu untukku, dia langsung menangis ketika yang dilihatnya adalah aku. Aku merasa, dia sedang menunggu seseorang datang," sambung Mr.Seo.


Vynt nampak menundukkan pandangannya pada karpet lantai di ruang tamunya itu. Dalam hati Vynt merasa pedih mendengar Fady menangis begitu saja.


Vynt tahu siapa yang sedang di tunggu Fady. Vynt tahu siapa yang diharapkan Fady hadir di balik pintunya. Yaitu kekasih Fady. Cuma orang itu yang ada dalam pikiran wanita itu saat ini.


"Kasih tahu aku, Vynt! Apa yang kamu tahu sampai Fady seperti itu. Aku tidak tega melihatnya begitu. Aku kesal saat tahu ada yang ingin menyakitinya. Dia sahabatku sejak lama, Vynt. Kau tahu rasanya kan? Kau mengerti kan bagaimana sesaknya aku melihatnya sampai seperti itu?" tanya Mr. Seo pada Vynt yang masih menunduk.


Vynt hanya mengangguk-angguk. Dia tahu apa yang sedang dirasakan Hyung-nya. Karena dia pun merasakan hal yang sama saat ini, bahkan mungkin lebih dari pada yang dirasakan Mr. Seo pada Fady.


Saat membandingkan perasaannya sendiri dengan perasaan Mr. Seo terhadap Fady. Vynt jadi mulai sedikit mengerti bedanya. Membuat Vynt mulai menyadari perasaannya sendiri.


Karena rasa kesal saat ia membayangkan ketika Keira atau Beth tersakiti berbeda dengan rasa kesal yang dirasakannya ketika tahu Fady tersakiti.


Vynt mulai bisa membedakannya. Vynt juga mulai bisa merasakannya. Namun bibirnya kelu. Se-kelu hatinya yang baru tersadar bahwa dirinya mencintai wanita yang masih dan sangat mencintai pria lain.


Bahkan saat pria itu dengan tega telah menyakiti Fady berkali-kali, Fady masih tetap mengharapkan kekasihnya.


Seketika Vynt merasa kalah. Dan langsung ingin menyerah. Menyerah atas perasaan yang baru dikenalinya. Perasaan yang baru dirasakannya.


To Be Continue...


.


.


.


*WAT ARUN (KUIL FAJAR)


adalah tempat wisata dengan nama lain Kuil Fajar. Meski disebut Kuil tapi sebenarnya tempat wisata ini berupa sebuah candi yang sangat menawan yang berada di dekat Sungai Chao Pharaya. Adapun nama lengkap candi ini adalah Wat Arunratchawararam (WAT) yang berarti kuil fajar.

__ADS_1


Sedangkan sungai Chao Pharaya sedniri merupakan sentral kehidupan di kota Bangkok. Candi Wat Arun merupakan salah satu peninggalan sejarah yang sudah berusia dua ratus tahun.


Kuil ini sangat eksotis saat matahari terbenam. Wat Arun merupakan salah satu tempat wisata di bangkok yang wajib dikunjungi. Untuk dapat masuk ke dalamnya, kita harus merogoh kocek sekitar lima puluh bath atau setara dengan tujuh belas ribu lima ratus rupiah.


__ADS_2