Replacement Lover

Replacement Lover
PAMIT


__ADS_3

Sebuah notif chat masuk ke ponsel Keira ketika gadis itu sedang menyiapkan kisi-kisi untuk ujian akhir semester yang akan dimulai minggu depan.


Masih dengan bolpen terselip disela-sela jarinya, Keira menyentuh icon notif chat pada layar ponselnya.


📩TYO PRATAMA


Sudah tidur?


📮KEIRA PERMATA


belum


📩TYO PRATAMA


Q ganggu?


📮KEIRA PERMATA


sedikit


📩TYO PRATAMA


maaf, klo gitu, Q pergi


Keira bingung dengan balasan terakhir Tyo. Pergi? dari mana? sebenarnya pria itu sedang ada dimana? tanya Keira dalam hati.


📮KEIRA PERMATA


kmu dimana?


📩TYO PRATAMA


Q di lobi apartemen kmu. Ada yg hrus Q omongin. tp klo Q ganggu. mgkn lain kali


Keira langsung berdiri dari tempat posisi duduknya setelah membaca chat terakhir Tyo.


📮KEIRA PERMATA


tggu di luar, Q turun skrg


Setelah mengirim balasan chat, Keira bergegas menyambar cardigannya lalu setengah berlari keluar dari kamar apartemennya.


Keira penasaran tentang apa yg akan dibicarakan pria itu. Rasanya sudah lama sekali sejak chat terakhir Tyo yang mengatakan dirinya akan sibuk dalam beberapa hari, padahal nyatanya malah lebih dari seminggu pria itu tak menghubunginya.


Karena hal itu juga selama seminggu ini pikiran Keira dipenuhi oleh Tyo. Entah apakah gadis itu merasa rindu atau merasa dejavu kala Tyo tiba-tiba menghilang saat Argha kecelakaan dulu.


Keira sengaja tidak menyuruh Tyo masuk karena takut Vynt atau Said mengetahui pertemuannya dengan Tyo. Keira khawatir mereka akan berpikir yang tidak-tidak.


Tanpa sepengetahuan Keira, Vynt yang baru keluar dari minimarket dua puluh empat jam yang ada di lantai dasar gedung apartemen tidak sengaja melihat Keira yang setengah berlari keluar dari gedung.


Vynt yang penasaran akhirnya memutuskan untuk mengikuti gadis itu diam-diam. Setelah dilihatnya Keira ternyata menemui Tyo lalu keduanya berjalan-jalan di taman sekitar apartemen, Vynt pun segera berbalik untuk kembali ke kamarnya.


Merasa cukup tahu saja dengan siapa sahabatnya itu bertemu malam-malam begini. Dan merasa bahwa Keira akan aman bersama Tyo mengingat pria itu adalah kakak dari kekasih Keira sekaligus orang yang pernah membantu Keira sebelumnya.

__ADS_1


***


Jantung Keira berdebar-debar kala dilihatnya Tyo yang berdiri menunggunya di luar gedung apartemen. Padahal pria itu masih memunggunginya, tapi hal itu sudah cukup untuk membuat debaran di dada Keira tak terkontrol.


Tak bisa dipungkiri jika Keira tidak pernah tidak terpesona oleh sosok Tyo. Tak berbeda jauh seperti saat Keira selalu terpesona pada sosok Argha. Hanya saja, mungkin rasa itu sedikit berlebihan terhadap Tyo.


Tapi Keira tak bisa lagi mengingkari hatinya untuk tidak berdecak kagum pada sosok Tyo seperti malam ini.


Gaya pakaian Tyo yang selalu memakai jaket kulit dengan warna dan model yang berbeda-beda di setiap penampilannya membuat Tyo lebih terlihat matang di mata Keira.


Tidak seperti Argha yang lebih sering memakai celana bahan kain dalam setiap kesempatan, Tyo lebih sering terlihat memakai jeans kemana pun Tyo pergi. Bahkan ketika pria itu mengatakan akan pergi ke kantor.


Terakhir Keira melihat pria itu memakai jeans sobek-sobeknya dengan bertelanjang dada sungguh membuat hati Keira kebat kebit dibuatnya.


"Tyo." panggil Keira pada Tyo yang berada tak jauh dihadapannya itu.


Pria itu berdiri santai dengan kedua tangan berada dalam kantong jaket kulitnya yang menambah aura macho pada penampilan Tyo malam itu.


Mendengar namanya dipanggil, Tyo pun menoleh. Seketika jantung Keira berdegup kencang kala mengingat bahwa pria bertubuh tinggi tegap bagai model itulah yang tempo hari memeluknya semalaman.


Ya Ampun, pekik Keira dalam hati. "Kok otak gue jadi mesum gini sih." Keira membatin.


Digeleng-gelengkannya kepalanya untuk mengusir pikiran-pikiran mesum itu.


Tyo yang melihat Keira geleng-geleng kepala kuat-kuat jadi merasa bersalah lagi karena merasa telah mengganggu waktu belajar gadis itu.


"Kamu kenapa? Pusing? Maaf, kalau aku mengganggumu." sekali lagi Tyo menyampaikan rasa bersalahnya.


"Gak apa-apa kok. Cuman lagi menyiapkan kisi-kisi untuk bahan ujian minggu depan." balas Keira.


Tyo hanya mengangguk mengiyakan ajakan Keira barusan.


"Jadi, apa kamu sudah bisa menerima perasaanku?" tanya Tyo sambil mulai melangkah.


Duuhh, ni cowo bener-bener tanpa tedeng aling-aling deh, batin Keira menggerutu. Beda banget sama adiknya yang penganut paham slow but sure. Tanpa sadar Keira membanding-bandingkan kedua kakak beradik itu dari dalam pikirannya.


"Mmmm..." Keira nampak ragu-ragu untuk memberikan jawaban.


"Kalau belum gak apa-apa kok. Aku masih bisa menunggu." potong Tyo cepat.


"Terima kasih kalo gitu." Keira sedikit lega mendengarnya.


"Tapi aku tidak menunggu untuk sebuah penolakan, Kei."


Ucapan Tyo yang tegas terdengar tajam di telinga Keira hingga gadis itu tidak berani menoleh bahkan hanya untuk melirik pria yang sedang berjalan disampingnya pun Keira tidak berani.


"Aku janji aku akan bertanggung jawab terhadapmu, jadi tolong kamu jangan pernah berpikir untuk tidak menerimaku." kali ini suara Tyo terdengar sendu.


Sebersit kehangatan muncul di hati Keira. Ada rasa bahagia ketika mendengar Tyo mengucapkannya, seolah-olah Keira begitu penting dalam hidup seorang Tyo. Atau memang demikian.


"Kenapa aku, Tyo? Kamu kan bisa dapetin perempuan lain yang lebih baik dari aku." meski bibirnya berkata demikian tapi sedetik kemudian Keira merasa menyesal telah mengatakannya.


Tyo menghentikan langkahnya beberapa kaki dibelakang Keira, membuat Keira pun ikut berhenti lalu menoleh ke arah Tyo. Dilihatnya raut wajah Tyo menjadi muram.

__ADS_1


"Jangan menyuruhku untuk mencari yang lebih baik, Kei. Karena perempuan yang terbaik bagiku baru saja menyuruhku untuk melupakannya." Tyo menatap tajam ke arah Keira. Menandakan keseriusan pada setiap kata-kata lelaki itu.


Hati Keira terenyuh mendengarnya. Tak pernah dia merasa seistimewa itu. Keira pun berpaling dari arah Tyo dan melanjutkan langkahnya untuk mengalihkan matanya yang mulai berkaca-kaca. Dan Tyo pun kembali mengikuti langkah Keira.


"Kebetulan aku juga mau bilang kalau aku harus keluar negeri. Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan." Tanpa bermaksud menjelaskan secara detil, Tyo berpamitan pada Keira.


"Eh, keluar negeri? kemana?" entah kenapa Keira seolah merasa sedikit trauma mendengar Tyo akan pergi keluar negeri.


"Belum tahu. Yang jelas ada orang-orang yang harus kutemui di beberapa negara." lanjut Tyo.


"Lama?" tanya Keira lirih.


"Belum tau juga." jawab Tyo tak kalah lirih.


Keduanya lalu terdiam hingga sekian langkah yang telah mereka lewati. Mereka seperti sedang berbicara dalam pikiran masing-masing.


Keira bertanya-tanya dalam hati, sebenarnya apa pekerjaan pria ini. Bukankan dulu Tyo pernah bilang bahwa dia adalah bosnya? bos apa? bos dimana?


Atau pria itu hanya bercanda saat mengatakannya agar Keira tak merasa bersalah telah membuat Tyo tidak jadi berangkat kerja saat menjemputnya di lokasi kebakaran dulu.


Aahh...entahlah, begitu banyak pertanyaan di benak Keira untuk pria itu. Sayangnya Keira terlalu ragu untuk bertanya. Merasa dirinya tidak mempunyai hak untuk mengetahui semua tentang pria itu.


Karena belum bisa membalas dengan jelas pernyataan cinta Tyo, membuat Keira merasa belum pantas untuk menanyakan hal yang lebih pribadi kepada lelaki itu.


"Kei." panggil Tyo memecah lamunan Keira.


Tiba-tiba saja pria itu sudah berdiri di hadapan Keira, menghalangi jalan gadis itu untuk meneruskan langkahnya.


"Eh..iya." Keira tergagap karena hampir saja dirinya menabrak tubuh Tyo.


Tyo mengulurkan kedua tangannya berharap Keira mau menyambutnya. Dan tanpa sadar Keira menerima uluran tangan Tyo itu. Tyo tersenyum senang sambil menggenggam kedua tangan Keira.


"Tolong tunggu aku ya! Setelah aku pulang, akan aku jelaskan alasan kepergianku. Akan aku jelaskan semuanya sama kamu." pinta Tyo sedikit memohon.


Meski Keira tak menjawab dengan suaranya tapi di dalam otaknya ia masih pikir-pikir untuk menyanggupi permintaan Tyo itu atau tidak.


Namun tangannya yang lagi-lagi tanpa Keira sadari, malah langsung membalas genggaman tangan Tyo dengan lebih erat.


Ahhh...entah kenapa akhir-akhir ini antara otak dan tubuh Keira sangat tidak sinkron.


To Be Continue...


.


.


.


.


Makasii banyak yang udah VOTE :


~ Anna

__ADS_1


~ Dwi Ratnasari


Yeaayyy Double Up, bonus buat pembaca setia kesayangan 😘💗💗💗


__ADS_2