
CKIIITTTTTT....
Sebuah mobil yang kebetulan melintas hampir saja menabrak Keira jika saja pengemudinya tidak sigap menginjak rem.
Untung saja mobil itu berjalan dengan kecepatan yang masih memungkinkan untuk menghindari kecelakaan walau hanya dengan mengeremnya saja tanpa perlu membanting setir ke arah lain yang mungkin akan menimbulkan kejadian yang lebih dramatis lainnya.
Meski begitu bunyi decitan ban mobil itu sangat melengking hingga cukup ampuh untuk mengembalikan jiwa Keira yang sempat berkelana meninggalkan tubuh dan pikirannya.
Keira pun shock melihat sebuah mobil yang tiba-tiba muncul dan berhenti hanya beberapa senti di hadapannya. Matanya membulat lebar.
Tas dokumen yang sedari tadi didekapnya pun terjatuh di atas aspal karena kedua lengannya menjadi lemas seketika. Keira mematung ditengah jalan raya. Wajahnya pucat pasi.
Orang-orang yang ada disekitar mendadak riuh menyaksikan peristiwa yang hampir naas itu. Ada yang berteriak-teriak menyuruh gadis itu menepi. Ada pula yang hanya kasak kusuk tanpa bertindak apa-apa.
Terlihat seorang pria bergegas turun dari kursi kemudi mobil tersebut. Didekatinya Keira yang masih diam mematung. Sejenak pria itu tercengang kemudian tampak berpikir setelah melihat sosok Keira dari dekat.
Diliriknya pergelangan tangan Keira yang menggantung disisi tubuhnya. Tak lama seulas senyum simpul yang terasa tak asing tersungging dari bibir pria itu.
"Maaf, kamu gak apa-apa?" tanya pria itu dengan lembut kepada Keira.
Tatapan mata Keira tak lagi kosong tapi bibirnya masih kelu hingga tak mampu bersuara.
Merasa tak mendapat respon yang diharapkannya pria itu kemudian melambai-lambaikan tangan didepan wajah Keira demi menarik perhatian gadis itu.
Keira terkejut sesaat lalu hanya mengangguk lemah.
"Boleh aku antar ke rumah sakit atau aku antar pulang atau terserah kemanapun maumu?!" tanya pria itu lagi. "Kalau kelamaan disini takut bikin macet." tambahnya.
"Oh..eh..i..iya.." Keira masih kikuk. Tapi dirinya pun paham bahwa berlama-lama di tempat itu juga bukan hal yang benar.
Pria itu memungut tas Keira yang terjatuh sebelum akhirnya membimbing Keira menuju mobilnya. Membukakan pintu belakang untuk Keira, dan setelah memastikan gadis itu sudah duduk dengan nyaman, disodorkannya tas Keira pada pemiliknya.
"Ini tas kamu yang tadi jatuh." kata pria itu dengan senyum.
Keira menerimanya dengan sedikit anggukan kepala lalu meletakkan tas itu dipangkuannya.
"Saya akan bawa nona ini ke Rumah Sakit lalu saya antar pulang. Saya akan pastikan dia baik-baik saja." kata pria itu kepada kerumunan orang-orang yang masih betah menyaksikan interaksi Keira dan pria yang hampir menabraknya itu.
Setelah mendengar ucapan pertanggung jawaban pria itu seketika kerumunan massa pun buyar. Tak lama kondisi disana kembali normal seperti sedia kala.
Pria itu menutup pintu belakang tempat Keira duduk dengan hati-hati, seolah yang sedang duduk di kursi penumpang mobilnya adalah seorang putri kerajaan yang harus dijamin keselamatan dan kenyamanannya.
Lalu segera pria itu kembali ke kursi kemudi dan mulai menjalankan lagi mobilnya yang tetap menyala sedari tadi.
Keira menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi yang didudukinya. Sayup-sayup didengarnya suara lagu yang mengalun dari dalam mobil pria itu.
π:::πΌπ΅πΆ
Dara jangan kau bersedih
ku tahu kau lelah
tepiskan keruh dunia
biarkan mereka, biarkan mereka
__ADS_1
tenangkan hati di sana
tertidur kau lelap
mimpi yang menenangkan
biarkan semua, biarkan semua
reff:
kurangi beban itu
tetap lihat ke depan
tak terasingkan dunia
dua jiwa yang perih
masih ada di sana
untuk kita berdua
dalam hati yang menyatu
tempat kita berdua
dan jangan kau bersedih
ku tahu kau lelah
Alunan lagu yang menggema dari saluran radio mobil yang sedang ditumpangi Keira seakan dipersembahkan untuknya. Lirik yang seolah ingin menghibur hati seorang gadis yang sedang terluka. Rasanya sangat pas bila ditujukan pada Keira yang juga telah terluka akibat ulah Papanya.
Ketika akan melewati sebuah minimarket, pemilik mobil itu tiba-tiba menepikan mobilnya lalu menarik rem tangan. Memastikan mobilnya tetap pada posisinya agar aman.
"Maaf, tunggu sebentar ya, ada yang harus aku beli disana." Pamit pria itu pada Keira sambil menunjuk ke arah minimarket. Keira pun mengangguk.
Tak butuh waktu lama pria itu kembali dengan membawa sebuah kantong plastik di tangannya. Di dalam mobil, pria itu tak langsung menjalankan lagi mobilnya.
Tangannya merogoh ke dalam kantong plastik yang ternyata sedang mengambil air mineral dingin botolan. Kemudian disodorkannya botol air mineral yang terlihat segar itu pada Keira di bangku belakang melalui celah tengah antara kursi pengemudi dan kursi penumpang.
"Silahkan minum ini supaya perasaanmu lebih tenang. Barusan kubeli jadi masih tersegel kok. Aku tidak ada maksud apa-apa, sungguh." Pria itu menatap lurus pada kedua bola mata Keira.
Keira tertegun tapi juga menangkap ketulusan pria itu.
"Terima Kasih." Keira menerima botol air mineral itu pada akhirnya.
Sebuah senyum lembut tercipta dibibir pria itu sebelum dia berbalik badan menghadap kemudi lalu mulai menjalankan mobilnya lagi.
"Didepan ada Rumah Sakit Umum, mau kuantar kesana?" tanya pria itu sambil melepaskan rem tangan.
Keira berpikir sejenak. Setelah menenggak air mineral dingin tadi memang pikirannya menjadi jernih kembali. Dia juga menjadi lebih tenang walau ingatan tentang kejadian di kantor Papanya beberapa saat lalu masih belum terhapus sepenuhnya.
Keira merasa tidak ada yang salah ataupun sakit pada tubuhnya karena memang mobil pria itu bahkan tidak menyenggolnya. Jadi mungkin pergi ke Rumah Sakit adalah hal yang percuma saja menurut Keira.
"Tidak perlu, aku gak apa-apa kok. Cuman kaget aja tadi." jawab Keira kemudian.
__ADS_1
"Yakin???" tanya pria itu lagi sambil melirik Keira singkat dari kaca spion tengah mobil.
"Yakin." jawab Keira mantap.
"Kalau begitu aku antar pulang ya?" tanya pria itu lagi.
Keira bimbang. Apakah aman diantar pria yang baru ditemuinya sampai ke rumah. Bukannya dia mau su'udzon pada pria yang kelihatan baik ini. Hanya saja sebagai perempuan dia pun harus hati-hati.
"Tolong jangan berpikir macam-macam, aku cuman mau bertanggung jawab sudah membuatmu shock tadi. Dan aku baru merasa lega kalau sudah melihatmu sampai dirumah dengan selamat." jelas pria itu seperti mengerti kebimbangan hati Keira.
Keira pun mengerti. Walaupun dia harus waspada tapi ini masih siang, dan jalanan sekitar masih sangat ramai. Jika pria itu memang berniat buruk padanya mungkin dia bisa dengan mudah teriak meminta tolong.
"Baiklah, tolong antarkan aku pulang saja." jawab Keira kemudian.
Pria itu tersenyum lega dibalik kemudinya.
"Anyway, kita belum kenalan. Namaku Tyo, nama kamu siapa?" tanya Tyo sambil tetap fokus pada kemudi.
"Namaku Keira." jawab Kei singkat.
"Keira ya." gumam Tyo dengan senyum yang semakin lebar. "Nama yang cantik." batin Tyo.
"Mm..Keira, mungkin kamu lupa tapi ini bukan pertemuan pertama kita lho." tambah Tyo agak ragu.
Mungkinkah gadis itu mengingat pertemuan pertama mereka? Tyo sangsi melihat reaksi Keira yang biasa-biasa saja sejak mereka bertemu lagi di zebra cross tadi.
"Oia..?!" alis Keira mengerut.
"Tuuhh kan, gadis itu memang lupa." Tyo membatin. Sedikit kecewa hadir dalam hatinya. Namun bibirnya masih melukiskan senyuman yang terlihat tulus dimata Keira.
"Kita pernah ketemu di Bandara. Waktu itu kamu gak sengaja nabrak aku sampai barang-barangku jatuh semua." kenang Tyo sambil tersenyum lebar.
Keira membelalakkan matanya lebar-lebar seolah tak percaya dengan apa yang barusan dikatakan Tyo. Otak Keira otomatis mengingat kembali peristiwa di Bandara itu.
"Serius, itu kamu?!" tanya Keira kaget dengan mencondongkan badannya ke depan.
"Iya, serius...tiga rius malah." jawab Tyo sambil terkekeh melihat reaksi Keira.
"Waahh, kok bisa ya." Keira takjub. Padahal kota yang ditinggalinya ini bukanlah kota kecil. Penduduknya pun banyak. Hampir satu juta tiga ratus jiwa. Kebetulan seperti ini sungguh sesuatu yang sulit dijelaskan.
"Entahlah, takdir mungkin." ucap Tyo dengan enteng namun penuh makna.
To Be Continue...
.
.
.
.
Episode kali ini agak panjang yaa readersku kesayangan...
sengaja sebagai permintaan maaf karna aQ telat update sekalian bonus buat kalian yang setia baca ceritaku ππ
__ADS_1
Yang masih penasaran gimana kisahnya Keira, buruan klik favorit yaa...ditunggu Like & Komennya juga πππ