Replacement Lover

Replacement Lover
RiBeth Story : PERJODOHAN


__ADS_3

.


.


.


Setelah mendengar perjodohan sepihak yang telah diputuskan suaminya---Pak Tirta Digdaya, Ny.Rukmini bergegas mengabari anak-anaknya yang lain akan kabar mengejutkan itu.


🗨️Rukmini


KITA HARUS GIMANA INI????


🗨️Rozmyta Aji


Rizzi udah tau Mi?


🗨️Rukmini


Belom


papi ngomongnya barusan sama mami pas mau berangkat kerja


rizzi sejak punya pacar ga pernah sarapan di rumah dia


🗨️Reinka Sakti


🚗__


🗨️Sofia Arini


🤦


🗨️Rozmyta Aji


hadeeuuuhhh


ni papi kesambet apaan sih main jodoh-jodohin Rizzi segala? Biasanya peduli juga enggak! 😠🔥


🗨️Rukmini


tauk tuh mami juga herman


🗨️Sofia Arini


heran Mi heraannn...


bukan HERMAN😩


🗨️Rukmini


ya wes itu lah sof maksud mami


🗨️Rozmyta Aji


emangnya mami kenal sama pemiliknya pt.kejora itu?


🗨️Rukmini


gak sama sekali


gimana dong ini?


🗨️Sofia Arini


sama anak gadis yg mau dijodohin ke rizzi itu juga mami kenal ga?


🗨️Rukmini


gak sof


mami gak kenal mereka


gak pernah ketemu mereka juga


🗨️Rozmyta Aji


brrti ini murni kerjaannya papi nih


iisshhhh


🗨️Rukmini


mangkanya itu


Ny.Rukmini nampak begitu gelisah. Ia merasa keberatan dengan perjodohan sepihak yang dilontarkan sang suami karena ia merasa Rizzi baru saja menemukan kebahagiaannya sendiri.


Lagipula ia bukan tipe orang tua yang suka menjodoh-jodohkan anak. Dan seingatnya, suaminya pun juga biasanya tidak peduli urusan begitu. Pak Tirta hanya akan peduli tentang status si calon pasangan anaknya.


Tapi soal bagaimana anak-anaknya mencari pasangan, ia tidak akan pernah ikut campur. Namun kenapa terhadap Rizzi pria itu justru ikut campur begini.


🗨️Sofia Arini


Mas Reinka nyuruh mami tenang dulu mi


kita akan pikirin solusinya bareng2


🗨️Rukmini


tapi mami khawatir rizzi keburu tau trus ngambek trus minggat gimana dong


🗨️Rozmyta Aji


mami lebay deh iihh


🗨️Rukmini


bisa aja lho roz wong adekmu itu lagi hepi hepinya tau tau dijodohin sepihak gitu sama papi sapa coba yg gak bakalan emosi


🗨️Rozmyta Aji


iya juga sih


🗨️Sofia Arini


apa gak skalian Rizzi dimasukin ke grup ini aja Roz biar bisa kita rembugan bareng-bareng gitu


🗨️Sofia Arini


sapa tau krn skrg udah punya pasangan, rizzi gak selabil prediksi mami


🗨️Rozmyta Aji


aQ juga kepikirannya gitu sih mbak


🗨️Rozmyta Aji


sekalian aja gitu rizzi kita cemplungin, biar tau


🗨️Rukmini


mami kok masih takut ya


🗨️Sofia Arini


kata mas reinka gitu aja, seret rizzi kesini, kita kasih tau skalian biar dia juga ngeh kalo kita dipihaknya


🗨️Rozmyta Aji


oke deh, oke ya mi?


🗨️Rukmini


yauda deh


Rozmyta Aji menambahkan Rizzi Riyant.


🗨️Rozmyta Aji


@Rizzi Riyant dek


.


.


🗨️Rozmyta Aji


@Rizzi Riyant woii


.


.


🗨️Rozmyta Aji


@Rizzi Riyant heeehh sontoloyo


.


.


🗨️Rozmyta Aji


@Rizzi Riyant iiisshhh


🗨️Rozmyta Aji


gak respon dia, sialan😠


🗨️Sofia Arini

__ADS_1


🤣🤣🤣jiyahhahahahaha dikacangin😅


🗨️Rukmini


masih sibuk kali tuh anak


🗨️Rozmyta Aji


bodo' ah 👹


***


@Kafe Teluse


Rizzi yang baru menyelesaikan rapat bulanan dengan beberapa partner kerjasamanya langsung menggeliatkan tubuh untuk meregangkan otot-ototnya. Akibat duduk terlalu lama punggungnya jadi kaku dan pegal.


Dilihatnya arloji yang melingkar di pergelangan tangannya. Senyumnya memgembang seketika kala menyadari bahwa sudah waktunya makan siang. Ia berpikir untuk makan siang dengan Beth di kantin kantor Dae-Ho Trip.


Setelah mempersilahkan para relasinya untuk makan siang di Teluse terlebih dahulu sebelum mereka kembali ke Kafe masing-masing, Rizzi pamit masuk ke kantornya sendiri.


Rapat bulanan itu memang tidak dilakukan di dalam kantor Rizzi mengingat ruangannya yang tidak terlalu luas. Biasanya, Rizzi memang menggelar rapat bulanan di salah satu meja panjang di ruangan indoor Kafe Teluse.


Ia hanya akan menambahkan sekat portabel untuk memisahkan meja tempatnya meeting dengan meja-meja yang masih bisa digunakan oleh pengunjung Kafe Teluse lainnya.


Merasa meja kerjanya sudah beres dan seluruh berkas kerjanya telah tersimpan rapi, Rizzi mengeluarkan ponsel dari balik saku outernya. Ia bermaksud menghubungi Beth untuk mengajak gadis itu makan siang bersama.


Namun baru saja ia meng-swipe layar untuk membuka pengaman pada ponselnya, Rizzi dibuat heran oleh notifikasi chat yang muncul. Lebih heran ketika ia baru menyadari bahwa kontak kakak perempuannya telah menambahkannya ke dalam sebuah grup yang menurutnya aneh.


🗨️Rizzi Riyant


Apaan sih nih?


🗨️Rizzi Riyant


Grup gajelas😕


🗨️Rozmyta Aji


Heeehhh, anak curut..baru nongol lo hah?


😠🔥🔥🔥


🗨️Rizzi Riyant


Yaelah kak Roz???


baru nongol udah ngamuk aja


cepet tua lo nanti


🗨️Rozmyta Aji


Sialan, kita tuh lagi pada gelisah mikirin lo tauk


🗨️Rukmini


Rizzi tuh anak mami Roz, bukan anak curut


🗨️Rozmyta Aji


Eh iya Mi, maapphh


abisnya ngeselin


🗨️Rizzi Riyant


Lah gue enggak tau apa2 udah dibilang ngeselin 😩


🗨️Sofia Arini


udah-udah gausa byk cin cong


🗨️Sofia Arini


kamu buruan pulang ke rumah Riz, kita rapat keluarga dadakan


🗨️Rozmyta Aji


cepetan!!! gak pake lama!!!


🗨️Rizzi Riyant


tapi aku mau makan siang ama temen aku😥


🗨️Rozmyta Aji


besok besok aja, pokoknya siang ini lo harus pulang skrg. TITIK


🗨️Rukmini


turutin kakakmu Nak


penting


🗨️Rozmyta Aji


AWAS LO SAMPE GAK PULANG


😠😠😠🔥🔥🔥


🗨️Rizzi Riyant


Yaelah, iye-iyee gue pulang skrg


Rizzi mendesah keras-keras setelah memasukkan kembali ponselnya ke dalam kantong. Ia menarik rambut poninya ke belakang dengan gusar.


Untung gue belum ngajak Beth maksi bareng. Hadeehhhh....apaan lagi sih nih???!!!! omelnya dalam hati sambil meraih kunci mobil di atas meja lalu beranjak pergi.


Mau tidak mau, suka tidak suka, siang ini ia terpaksa pulang dan makan siang di rumah bersama keluarganya.


***


@Dae-Ho Trip Office


Beth baru akan naik ke kantin gedung Dae-Ho Trip bersama Mbak Haning dan beberapa teman sekantornya ketika dirinya melihat Keira dan Tyo di dalam lift yang terbuka tepat di hadapannya.


"Loh, Keira?!" pekik Beth.


"Loh, Beth?!" pekik Keira juga.


Beth pun masuk ke dalam lift bersama teman-temannya masih dengan ekspresi heran karena keberadaan Keira bersama suaminya di sana.


"Lo kok di sini, Kei?" tanya Beth keheranan.


"Aku habis ngirim berkas pengajuan job training di sini trus sekalian di ajakin maksi bareng sama Vynt dan Fady di atas." terang Keira.


Beth hanya manggut-manggut mendengarnya.


"Kamu udah makan siang, Beth?" tanya Tyo.


Beth menggeleng. "Belum, lha ini baru mau ke kantin di atas." jawabnya.


"Kalau gitu gabung ama kita aja yuk sekalian! Dah lama kita nggak ngumpul bareng kan sejak terakhir di nikahannya Vynt sama Fady di Korea kemaren." ajak Keira dengan mata berbinar-binar.


"Iya, Beth! Kamu gabung sama kita aja, biar aku telponin Rizzi supaya dia ke sini sekalian!" Tyo menambahkan.


Beth tampak ragu menerima ajakan Keira dan Tyo. Ia sebenarnya juga sangat ingin bergabung dengan mereka tapi ia terlanjur pergi bersama teman-teman satu divisinya.


Mbak Haning yang seakan mengerti isi hati juniornya itu lalu menepuk pundak Beth dengan pelan. "Kamu gabung sama mereka aja siang ini, toh kalian jarang ketemu, dan sekarang mumpung lagi ada kesempatan." ucap wanita itu.


"Beneran nggak apa-apa?" tanya Beth ragu dengan menatap mata teman-teman satu divisinya satu per satu secara bergantian.


"Iya, Beth! Nyantai aja! Kalau makan siang sama kita-kita kan bisa tiap hari." jawab teman satu timnya yang lain.


Ting!


Deting lift berbunyi diiringi terbukanya pintu lift yang mereka tumpangi.


"Ya udah Beth, kita duluan ya!" Mbak Haning melambaikan tangannya diikuti oleh staff lainnya sambil berlalu pergi.


Sayup-sayup Beth masih bisa mendengar percakapan mereka yang sedang berjalan menjauhinya.


"Temen-temennya Bethsa level sultan euy!!!" ujar salah seorang teman sedivisinya.


"Cewek sama cowok di lift tadi visualnya juga gokil. Gue deg-degan loh deket mereka, terutama yang cowok tuh! Auranya udah bikin meleleh!" timpal yang lain.


"Pantesan bisa deket sama Rizzi Riyant, orang dia ngumpulnya ama orang-orang yes semua! Termasuk bos kita!" sambung yang lainnya lagi.


"Itu karena mereka satu kampus dan satu kelas jadi udah sahabatan sejak lama!" Mbak Haning menjelaskan.


Dan para staff divisi Ticketing Internasional lainnya nampak kompak ber-ooo panjang menanggapi informasi yang diberikan Mbak Haning itu.


"Heii, ayok! Tuh Vynt sama bininya udah nungguin di sana!" Keira menepuk pundak Beth seraya menariknya ke sebuah meja dimana Vynt dan Fady sudah menunggu mereka.


Tyo mengekori kedua sahabat itu sambil senyam senyum sendiri melihat tingkah mereka.


Siang itu, kantin kantor Dae-Ho Trip sedikit heboh karena kehadiran Bos Besar dan istrinya yang tumben-tumbenan makan siang di sana.


Tak hanya itu, kedatangan Tyo yang memancarkan aura Tuan Besar serta Keira yang cantiknya tidak kalah dengan sang Nyonya Besar Dae-Ho Trip membuat sudut yang mereka duduki tampak seperti dunia lain yang tak terjangkau di mata para karyawan Dae-Ho Trip.


"Minus Rizzi nih ceritanya?" seru Vynt dengan mengangkat kedua alisnya.


"Nih baru mau gue telepon anaknya!" jawab Tyo yang sudah siap dengan ponsel di telinga.


📱TYO PRATAMA


Wei, Riz! Lo bisa ke Dae-Ho Trip sekarang nggak?


"..."

__ADS_1


📱TYO PRATAMA


Kita mau makan siang bareng di kantin Dae-Ho Trip. Dan udah pada ngumpul. Minus lo doang ini!


"..."


📱TYO PRATAMA


Kenapa? Ada masalah?


"..."


📱TYO PRATAMA


Oohh, gitu. Ya udah. Kalo ada apa-apa jangan lupa share ama kita.


"..."


📱TYO PRATAMA


Okey-okey, lo tenang aja!


"..."


📱TYO PRATAMA


Ya udah , kalo gitu sampein salam gue ke keluarga lo.


"..."


📱TYO PRATAMA


Oke, sip!


Tyo mendesah pelan mengakhiri sambungan teleponnya dengan Rizzi. Semua mata yang mengelilinginya kompak menatapnya sambil menunggu.


Terutama Beth. Gadis itu tampak sangat mengharap kedatangan sang kekasih hati. Tapi dari gestur dan pola percakapan yang dilakukan Tyo di ponsel, ia menduga Rizzi tidak bisa ngumpul bersama mereka siang itu.


"Gimana?" tanya Keira akhirnya. "Rizzi bisa nyusul kesini?" imbuhnya.


Tyo menggeleng pelan sambil bersedekap. "Rizzi ada rapat keluarga dadakan katanya." jawab Tyo.


Beth nampak kecewa. Tanpa ia sadari bahunya melorot secara otomatis. Fady dan Keira yang duduk mengapit Beth dengan kompak mencoba menghiburnya.


Fady mengelus-elus rambut ikalnya sedangkan Keira menggosok punggungnya dengan lembut. Beth jadi tak terlalu kesepian. Ia menoleh ke kiri dan ke kanan memandang Fady dan Keira secara bergantian seraya berterima kasih atas perhatian mereka terhadapnya.


***


@Rumah Keluarga Digdaya


"Jadi, apa topik rapat dadakan kita kali ini?"


Rizzi yang baru saja menyelesaikan makan siangnya lebih cepat dari biasanya tampak melipat kedua tangan di depan dadanya. Ia juga masih duduk di salah satu kursi yang mengelilingi meja makan panjang di rumahnya. Bersama dengan Mami dan kakak-kakaknya tentu saja.


"Kalian semua juga sudah selesai?" Ny.Rukmini mengabaikan pertanyaan Rizzi dan malah menanyai anak-anaknya yang lain tentang makan siang mereka.


Ketiganya mengangguk kompak menanggapi pertanyaan sang Mami. Ny.Rukmini lalu memanggil Mbak Jum dan asisten rumah tangga lainnya untuk membersihkan meja makan via chat.


Tampaknya wanita sepuh itu telah lebih terbiasa menggunakan aplikasi chatting ketimbang bertelepon seperti sebelumnya.


"Apa udah bisa dimulai rapat daruratnya?" Rizzi nampak semakin tak sabar.


Rozmyta mendengus kesal melihat tingkah adik bungsunya itu. Ia lalu menatap mata Ny.Rukmini dan memberikan kode pada ibunya itu untuk segera memberi tahu Rizzi perihal perjodohannya.


Ny.Rukmini memahami kode yang diberikan Rozmyta tapi ia malah membalas dengan mengkode bahwa ia tak cukup berani untuk mengungkapkannya.


Rizzi yang menyadari kode-kodean yang dilakukan oleh maminya dengan sang kakak akhirnya jadi kesal sendiri. Ia langsung berdiri dari duduknya sambil berteriak.


"Kalau kalian cuman mau buang-buang waktu, jangan ajak-ajak aku!" teriaknya sambil berdiri.


"Papi mau ngejodohin kamu sama anak dari pemilik PT. Kejora!" Reinka yang biasanya lebih banyak diam tiba-tiba buka suara.


Rizzi melongo seketika. Tubuhnya berdiri mematung ditempatnya. Suasana dalam ruang makan yang luas itu langsung hening. Saking heningnya sampai suara-suara berisik dari luar ruangan terdengar dari dalam sana.


"Apa???" Rizzi akhirnya mampu mengembalikan suaranya yang sempat tercekat.


"Papi mau ngejodohin kamu sama anak dari pemilik PT. Kejora!" ulang Reinka dengan kalimat, cara pengucapan, dan intonasi yang sama persis seperti sebelumnya.


"Haaahh???" Rizzi memekik tak percaya.


"Papi mau ngejodohin kamu sama anak dari pemilik PT. Kejora!" ulang Reinka untuk yang ketika kalinya MASIH dengan kalimat, cara pengucapan, dan intonasi yang sama.


Tiba-tiba, PLAK!!!


Ny.Rukmini memukul kepala sang putra sulung saking kesalnya, "Bisa diem enggak kamu, Rein? Udah kaya radio rusak aja! Adekmu itu udah ngerti sejak kamu ngomong pertama kali, dia cuman shock aja!!!" ujar sang Mami dengan geram.


"Oohhh, kirain Rizzi mulai budeg!" jawab Reinka santai sambil menyeruput es lemon teanya.


"Dari mana kalian tahu kalo Papi mau ngejodohin aku?" Rizzi kembali duduk di kursinya setelah berhasil menenangkan diri.


"Papi ngomong sendiri sama Mami tadi pagi sesaat sebelum Papi berangkat ngantor." jawab sang Mami.


Rizzi terkulai. Badannya langsung lemas. Ia sampai harus menopang kepalanya dengan kedua tangan yang ia tumpukan di atas meja. Rizzi menunduk dalam diam. Maminya sampai tidak tega melihat perubahan ekspresi pada raut wajah putranya.


Sama halnya dengan ketiga kakaknya yang juga jadi tidak tega melihat adik bungsu mereka langsung pucat pasi begitu.


"Kenapa harus Rizzi sih yang dijodoh-jodohin sama Papi?" gumamnya lirih.


"Ya jelas elo lah, emang mau siapa lagi? Yang jomblo di sini cuman elo!" sahut Rozmyta. "Masa iya Papi mau ngejodohin Mas Reinka, bisa digorok ama bapaknya mbak Sofia dia. Atau mau ngejodohin gue gituh? Trus laki gue mau taroh dimana?" cerososnya lagi.


"Tapi aku juga udah enggak jomblo lagi, kak!!! Aku udah punya calon sendiri sekarang!!! Aku sayang banget sama cewekku, aku enggak mau dipisahin sama Beth!" pekiknya dengan memelas.


Sang Mami kembali terenyuh melihat reaksi Rizzi, pikiran lebaynya bahwa Rizzi akan minggat tampak semakin nyata baginya. Ia khawatir Rizzi benar-benar akan lebih putus asa jika belum ada solusi untuk membantu Rizzi mempertahankan hubungannya dengan gadis bernama Bethsa Putry itu.


"Kita semua udah tahu tentang kamu dan pacarmu itu kok, dek!" Sofia ikutan buka suara.


"Sorry sebelumnya, tapi gue udah pernah bayar orang buat nyelidikin pacar lo! Semua info tentang Bethsa Putry cewek lo itu, udah gue serahin juga ke Mami." bongkar Rozmyta.


"Tapi kita semua di sini mau ngedukung kamu kok, dek! Kita semua ada di pihak kamu!" tambah Sofia meyakinkan.


Rizzi semakin melongo dibuatnya. Ternyata keluarganya sudah berbuat sampai sejauh itu dibelakangnya. Rizzi memijit-mijit kepalanya yang mendadak pening.


"Apa karena Papi tahu kalo aku punya pacar trus dia jadi punya niat ngejodohin aku, gitu?" tanya Rizzi lebih kepada sang Mami.


Ny Rukmini langsung menggeleng. "Mami jamin Papi belum tahu soal pacar kamu. Mami masih simpen rapat-rapat kok! Mami juga heran kenapa kok tiba-tiba Papi kamu jadi punya ide aneh-aneh begini." Ny.Rukmini mendengus kesal.


"Ya ampuunnn!!!" Rizzi mengacak-ngacak rambutnya saking gemasnya. "Kenapa ada aja sih masalahnya? Sama mamanya Beth aja belum kelar, ini udah nongol lagi masalah lain!" gerutunya.


Ny.Rukmini mengernyitkan dahi mendengar gerutuan sang putra. "Emang kamu ada masalah apa sama mamanya Beth, Nak?" tanyanya heran.


"Mamanya Beth kayanya enggak suka sama aku, Mi. Sampe sekarang sikapnya kayak enggak ngerestui aku jadi pacarnya Beth!" Rizzi berujar dengan lesu.


"APAA??? BU MARIA ENGGAK NGERESTUI ANAKKU PACARAN SAMA ANAKNYA???" tiba-tiba saja Ny.Rukmini berteriak sambil berdiri.


Dadanya naik turun dengan cepat. Tanda ibunda Rizzi itu sedang dilanda kemarahan yang hebat.


Semua anaknya yang ada di ruangan langsung terkaget-kaget melihat reaksi sang Mami yang berlebihan itu. Rozmyta dan Sofia sampai harus berdiri dan mendatangi sang Mami untuk menenangkannya.


"Sabar, Mi, sabar!" ujar Sofia sambil mengulurkan segelas air putih ke ibu mertuanya.


Ny.Rukimini menerima gelas berisi air itu lalu meminumnya dengan beringas.


"Lho, Mami kok tahu nama mamanya Beth?" tanya Rizzi heran.


"Iya, perasaan di data info tentang Bethsa Putry enggak tercantum nama-nama keluarganya." tambah Rozmyta sambil terus mengelus-elus punggung maminya.


Masih dengan nafas yang naik turun, Ny.Rukmini menjawab, "Mami pernah diajak Jeng Naina ke salonnya Bu Maria, untuk hairspa! Awalnya mami enggak tahu siapa dia, pas pulangnya baru Jeng Naina bilang ke mami kalo Bu Maria pemilik salon itu mamanya Beth pacarnya Rizzi. Pas mami kroscek di foto-foto yang Roz kirim ke mami, ternyata emang bener!" jelasnya.


Kini tak hanya Rizzi, tapi Reinka, Sofia, dan Rozmyta pun ikutan melongo mendengar penuturan sang Mami.


"Berarti Mami ngerestuin hubungan Rizzi sama Beth?" tanya Rizzi dengan berbinar.


Ny.Rukmini mengangguk. "Walaupun mami belum ketemu langsung sama pacar kamu itu, tapi Jeng Naina meyakinkan mami kalau Bethsa itu anak yang baik, dan mami lihat sikap Bu Maria juga baik dan ramah. Mami jadi suka. Tapi kalau ternyata dia enggak ngerestui anak mami, ya mami enggak terima dong!!!" ujar Ny.Rukmini berapi-api.


"Rencananya Rizzi masih mau pendekatan lagi ke mamanya Beth, Mi. Rizzi yakin kok lambat laun beliau pasti bisa nerima Rizzi!" meski ucapannya dipenuhi keoptimisan, tapi raut wajah Rizzi memancarkan ekspresi yang sebaliknya.


Reinka Sakti yang diam-diam mengobservasi tingkah laku sang adik tiba-tiba berdehem keras-keras.


"EHEM!!" membuat istri, ibu dan adik-adiknya spontan menoleh padanya.


"Papi enggak ngomong apa-apa lagi, Mi, selain tentang dia yang mau ngejodohin Rizzi?" Reinka melirik ke arah sang Mami sambil memainkan sedotan yang ada pada gelas esnya.


"Kata Papi, malam minggu ini, Rizzi disuruh makan malam bareng anaknya Pak Makhtum pemilik PT. Kejora itu!" ungkap Ny.Rukmini.


Mendengar hal itu, Reinka manggut-manggut. Sementara yang lainnya nampak masih kebingungan.


"Kalau gitu, Mami bisa bantu Rizzi dengan meyakinkan Bu Maria kalau Rizzi adalah calon menantu idaman. Dan sambil menunggu hasil pendekatan Mami ke mamanya Beth, kita bisa cari kelemahan PT.Kejora yang bisa kita jadikan senjata buat ngelawan perjodohan ini."


Reinka memberikan saran yang tak terpikirkan oleh anggota keluarga lainnya termasuk Rizzi.


"Trus malam minggu besok, aku masih harus makan malam sama cewek itu, kak?" tanya Rizzi polos.


Reinka menggeleng, "Kamu ajak pacarmu ke sana. Bilang aja terus terang ke cewek yang dijodohin ke kamu itu kalo kamu udah punya calon sendiri dan tidak ingin melanjutkan perjodohan ini."


Kini giliran Rizzi yang manggut-manggut mendengar rencana sang kakak.


"Trus, kalo Papi ngamuk setelah dapet laporan dari PT.Kejora gimana?" tanya Rozmyta.


"Saat itulah kita harus bersatu untuk ngeyakinin Papi kalo Rizzi enggak perlu dijodoh-jodohin karena dia udah punya calonnya sendiri." Reinka menjawab dengan senyum tipisnya.


Rizzi mendadak takjub dengan kekompakan kakak-kakak serta Maminya yang sangat jarang ia saksikan. Dalam hatinya ia bersyukur memiliki keluarganya, meski mereka kadang bisa gesrek dan nyebelin tapi kini ia mengerti betapa mereka sangat berarti baginya.


.


.


.


To Be Continue....

__ADS_1


__ADS_2