Replacement Lover

Replacement Lover
FOTO PREWEDDING (I)


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang sudah dinanti-nanti oleh Ny.Naina sejak kemarin lusa. Karena hari ini adalah hari dimana Keira dan Tyo akan melakukan sesi foto prewedding mereka.


Sejak kemarin, rumah keluarga Pratama sudah sibuk dengan lalu lalang para staff Putry Devy Party Planner yang sedang menyiapkan segala alat yang dibutuhkan untuk sesi foto prewedding tersebut.


Agar esoknya, saat pelaksanaan, mereka tidak membuang banyak waktu lagi untuk melakukan persiapan.


Dan setelah Mbak Devy berkeliling rumah kemarin, gadis lajang dengan kredibilitas tinggi itu menyarankan beberapa spot lain di sekitar rumah---yang tidak terpikirkan oleh Ny.Naina sebelumnya---untuk dijadikan sebagai lokasi foto tambahan.


Menurut Mbak Devy, penambahan lokasi itu agar foto prewedding Keira dan Tyo nantinya memiliki banyak variasi background meski hanya dilakukan di satu tempat yang sama.


Untuk dekorasinya sendiri akan difokuskan pada satu kamar saja untuk jenis foto indoornya, sementara lokasi lainnya, seperti di pinggir kolam renang, di taman belakang serta di tepi pantai, akan dibiarkan tanpa dekorasi tambahan agar terkesan natural.


Ny.Naina sangat antusias mendengar ide-ide yang dicetuskan Mbak Devy itu. Ia pun makin bersemangat membantu proses persiapan mereka.


Ia segera menyuruh beberapa asisten rumah tangga untuk membersihkan spot-spot yang ditunjuk oleh Mbak Devy tadi agar tampak bersih dan rapih saat sesi pemotretan berlangsung.


Dan hari ini pun tiba, sejak subuh Keira sudah di rias oleh make up artist profesional agar penampilan Keira selama sesi foto tampak makin memukau.


Sementara Ibunya Keira---Ny.Mustika lebih memilih membantu Mbok Sri dan asisten rumah tangga lainnya yang sangat sibuk menyiapkan konsumsi untuk para tim dari Party Planner yang berjumlah puluhan, dan tak lupa para staff dari butik gaun dan butik busana pria yang datang untuk membantu menyiapkan outfit kedua calon pengantin itu.


Meski suasana di sekitarnya begitu heboh dengan segala hiruk pikuk yang terjadi, namun hanya Tyo yang terlihat santai berchatting ria dengan teman-temannya di sudut sebuah kamar tamu yang mereka jadikan sebagai ruang make up dan ruang ganti sementara.


Tyo tampak sudah memakai outfit untuk sesi foto mereka yang pertama, yaitu foto outdoor di tepi pantai. Foto pantai sengaja dilakukan pertama kali mengingat cuaca di bulan ini yang cepat sekali berubah. Jadi mumpung cuaca sedang cerah, mereka akan melakukan sesi foto outdoor tepi pantai terlebih dahulu.


Setelah Keira siap dengan penampilannya, mereka semua---Keira dan Tyo, termasuk Mbak Devy, Mas fotografer dan kru lainnya---bergegas menuju pantai di sebelah rumah besar itu.


Tak ketinggalan Ny.Naina yang hari ini bagaikan seorang mandor yang memerintah kesana kemari untuk memastikan kelancaran jalannya sesi foto prewedding anak dan menantunya itu.


Di sesi yang pertama ini, Keira nampak cantik alami dengan long dress ala bohemian berwarna coklat berbahan rayon yang ringan dan menyerap keringat. Agar Keira tidak cepat gerah saat harus berfoto di bawah terik matahari.


Rambut Keira yang terlanjur pendek sebahu diberi hair extension dengan warna yang serupa warna asli rambut Keira, agar lebih panjang untuk menampilkan kembali kesan gadis kalem pada diri Keira.


Namun sebelumnya, ujung rambutnya yang berwarna pink fushia dipotong terlebih dahulu untuk menghilangkan perbedaan warna antara warna rambut aslinya dengan rambut tambahannya itu.


Dan untuk aksesoris lainnya, Keira hanya memakai sebuah kalung dan membawa tas rotan yang mempercantik penampilannya.


Sementara Tyo, hanya memakai celana putih selutut dan jaket tanpa kaos dengan resleting yang dibiarkan terbuka hingga di bagian perut untuk menampilkan kesan casual. Sedangkan aksesorisnya, Tyo hanya memakai kacamata hitam miliknya saja.

__ADS_1


Mereka berdua berfoto sambil bergandengan tangan dan berjalan di tepi pantai, di bawah naungan pohon-pohon kelapa yang berjajar di sepanjang pesisir pantai itu.


Sesi yang kedua, pemotretan dilakukan di tepi kolam renang. Karena masih menggunakan make up dan hair do yang sama, kali ini Keira hanya perlu berganti baju dengan dress lain yang berbeda warna serta modelnya. Sedangkan Tyo masih memakai celana yang sama, namum ia hanya mengganti jaketnya dengan sebuah kaos polos berwarna beige.


Di tepi kolam renang ini, Keira dan Tyo berpose seolah-olah mereka sedang bermain dengan balok UNO yang terbuat dari kayu. Keduanya nampak duduk di kursi rotan berwarna abu tua dengan sebuah meja bundar dengan bahan dan warna yang serupa dengan kursinya.


Sebelum melakukan sesi foto berikutnya. Ny.Naina menyuruh Keira dan Tyo serta seluruh tim yang membantu berlangsungnya pemotretan itu untuk istirahat makan siang terlebih dahulu.


"Mas-Mas dan Mbak-Mbak ayo istirahat makan siang dulu!" teriak Ny.Naina dengan bertepuk tangan agar seluruh tim mendengarkan instruksinya. "Silahkan ambil makanan sendiri-sendiri di ruang makan di sebelah sana, dan kalian boleh makan di area manapun yang kalian suka!" teriaknya lagi.


Bagai sedang menggembala kambing, Ny.Naina terpaksa menggiring para staff yang tampak malu-malu untuk mengarahkan mereka menuju ruang makan dimana sudah tersedia berbagai macam hidangan yang menggiurkan dengan porsi yang lebih dari cukup untuk memberi makan orang sekampung.


Dan semua hidangan itu tak lepas dari hasil kerja keras Ny.Mustika dan Mbok Sri serta asisten rumah tangga lainnya.


Keira mengambil kesempatan istirahat siang itu untuk berbaring di kamarnya. Baru dua kali sesi pemotretan namun kakinya sudah terasa capek sekali.


Tyo yang mengantarkan Keira ke kamarnya jadi kasihan melihat ekspresi lelah gadis itu. "Kita makan disini saja ya, Kei. Dari pada di bawah yang terlalu banyak orang." Tyo menyarankan.


Keira hanya mengangguk perlahan. Ia sudah merebahkan tubuhnya di atas ranjang lalu menggeliat untuk meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku dan pegal. Keira lalu melanjutkan berbaring dengan kedua mata terpejam.


Setelah menutup telponnya, Tyo berdiri di sisi ranjang dengan menatap Keira yang tengah berbaring dari ujung kepala hingga ujung kaki. Hanya dengan membayangkan gadis ini akan menjadi istrinya dalam dua minggu saja sudah membuatnya berbunga-bunga.


"Apanya yang capek, Kei?" tanya Tyo.


"Kakiku agak sakit." jawab Keira tanpa membuka matanya.


Tyo lalu duduk di tepian ranjang yang dekat dengan kaki Keira. Ia mengangkat kedua kaki calon istrinya itu lalu menggeser duduknya agar posisinya pas untuk meletakkan kedua kaki Keira di atas pangkuannya.


Keira yang kaget langsung membuka matanya seketika dan mengangkat sedikit kepalanya untuk melihat ke arah Tyo, "Kamu mau ngapain, Tyo?" tanya Keira bingung.


"Aku mau mijitin kakimu biar reda sakitnya." jawab Tyo tanpa menoleh ke arah Keira karena pria itu langsung melakukan apa yang diucapkannya barusan.


Tyo memijit dengan hati-hati agar Keira tidak kesakitan, namun ia juga memberikan sedikit penekanan dalam setiap sentuhannya agar letih yang dirasakan gadis itu setidaknya bisa berkurang atau bahkan menghilang.


Keira sangat terharu menerima perhatian Tyo padanya. Hati Keira menghangat saat dirinya teringat jika dalam dua minggu lagi, pria yang sedang memijit kakinya ini akan menjadi suaminya.


Keira lalu bangkit untuk duduk, ia menggeser sedikit posisi kakinya agar dapat meraih lengan Tyo untuk memeluk lengan kekar pria itu. Keira lalu menutup matanya saat kepalanya sudah ia sandarkan pada pundak Tyo.

__ADS_1


"Makasi atas semuanya, Tyo. Aku janji, aku akan menjadi istri yang terbaik buat kamu. I LOVE YOU!" ucap Keira lirih.


Tyo mendadak lemas menerima pengakuan cinta Keira yang tiba-tiba itu. Kedua tangannya yang sempat membeku di udara saat Keira menggeser kakinya akhirnya jatuh di atas pangkuan Keira.


Keira mengangkat wajahnya untuk melihat wajah Tyo. Dan Keira langsung tersenyum lebar saat melihat wajah Tyo yang tersipu saking senangnya.


"Kamu tuh yaa, paling bisa nyerang aku kaya gini!" ujar Tyo gemas lalu pura-pura mencubit kedua pipi Keira. Tapi Keira malah terkekeh.


Dan saat kedua pasang mata mereka bertatapan. Di dorong oleh perasaannya yang membuncah, Tyo beralih memegang dagu Keira untuk lebih mendekatkan bibir gadis itu ke bibirnya sendiri. Sedetik kemudian, bibir mereka sudah saling beradu menyalurkan kehangatan untuk satu sama lain.


To Be Continue...


.


.


.


.


Mohon maaf kalo visualnya tidak sesuai imajinasi kalian masing-masing. πŸ˜πŸ™


.


.


Tapi buatku pribadi, sejak awal...visual Tyo dan Keira ya mereka berdua ini.πŸ˜‹


.


.


Aku sampe nyimpen foto mereka berdua banyak-banyak di memori ponselku sebagai referensi untuk mendeskripsikan postur, gestur, dan juga penampilan mereka. πŸ˜‰βœŒοΈ


.


Kadang juga cuman aku liatin biar ngeHALUnya lebih menjiwai πŸ˜…πŸ˜‚

__ADS_1


__ADS_2