
@Cafe Teluse
Vynt menyambangi Cafe milik Rizzi dengan harapan akan bertemu pemiliknya saat ini juga mengingat sempitnya waktu yang dimilikinya untuk menjalankan rencananya menghubungi Tyo.
Vynt tak mungkin bertanya nomor ponsel Rizzi pada Beth demi memuluskan rencananya. Jadi satu-satunya jalan adalah dengan menemui Rizzi secara langsung seperti ini.
Setelah melewati pintu masuk, kepala Vynt langsung celingukan ke seluruh penjuru Cafe demi mencari sosok nyentrik berkacamata itu.
Merasa tak menemukan orang yang dicarinya, Vynt melangkahkan kaki menuju bar untuk bertanya pada bartender yang sedang in charge.
"Permisi. Mas Rizzi-nya kemana ya? Saya ada perlu penting dengan beliau." tanya Vynt pada Rudy si Bartender.
"Sepertinya beliau tadi ada di office-nya. Kalau boleh tahu dengan mas siapa? Biar saya telponkan ke ruangannya Bos." jawab Rudy pada Vynt.
"Saya Vynt temannya Beth dan Keira." balas Vynt.
Rudy mengangguk sesaat lalu sedetik kemudian diraihnya gagang telepon dari balik meja bar. Nampak Rudy sedang berbicara dengan seseorang dari seberang telpon dan terlihat mengangguk-angguk.
Vynt terlihat antusias menunggu percakapan Rudy ditelpon itu berakhir. Firasatnya mengatakan jika Rizzi memang sedang ada di kantornya dan akan segera menemuinya.
Setelah Rudy mengembalikan gagang telepon di tempatnya semula, Barterder itu segera mempersilahkan Vynt untuk duduk terlebih dahulu.
"Sebentar lagi Bos Rizzi akan keluar, silahkan mas-nya duduk dulu." pinta Rudy dengan santun.
Vynt membalas dengan anggukan kepala satu kali lalu berterima kasih pada Bartender itu dan selanjutnya mencari sofa terdekat untuk dia duduki sambil menunggu Rizzi.
Tak lama Rizzi muncul dari dalam ruangan yang dulu pernah mereka masuki untuk melihat video kecelakaan pesawat yang ditumpangi Argha.
Rizzi yang langsung dapat melihat Vynt dari kejauhan segera menghampiri tempat duduk pemuda itu.
"Tumben sendirian?" tanya Rizzi sambil mengulurkan tangan untuk menjabat tangan Vynt.
Vynt berdiri dari duduknya lalu menerima jabatan tangan dari Rizzi dengan menjawab, "Sengaja karena ada perlu penting tentang Keira dan Tyo."
Rizzi tampak mengernyitkan keningnya lalu segera duduk yang disusul oleh Vynt yang mengikuti Rizzi duduk.
"So, apa yang bisa gue bantu?" tanya Rizzi kemudian.
"Gue mau minta nomor kontaknya Tyo. Gue mau nelpon Tyo, ada hal penting yang musti Tyo tahu tentang Keira. Dan ini Urgent." jawab Vynt langsung pada intinya.
"Gak bisa lewat gue aja?" Rizzi mencoba menawar.
"Sorry, kalo dari posisi gue sih nggak bisa, harus langsung ke Tyo-nya, tapi nanti kalo Tyo mau ngasih tahu soal ini ke elo, itu sepenuhnya hak Tyo." jawab Vynt lugas.
Rizzi tampak berpikir sejenak, lalu akhrnya manggut-manggut seolah telah memahami sesuatu. Dari sudut pandangnya, Vynt bukanlah orang sembarangan yang mungkin akan membawa masalah bagi hubungan Tyo dan Keira. Malah sebaliknya, Rizzi merasa justru Vynt berada di pihak Tyo dan Keira.
"Ok, gue kasih lo kontaknya Tyo karena gue percaya lo pasti punya niat baik di balik ini." ujar Rizzi lalu mengambil sebuah kartu nama dengan nama TYO PRATAMA tertera disana. "Dan ini kartu nama gue, jaga-jaga kalo someday lo juga butuh gue." tambah Rizzi dengan menyerahkan dua kartu nama sekaligus kepada Vynt.
"Makasi banget udah percaya sama gue. Gue ngelakuin ini demi Keira dan juga Tyo. Demi masa depan mereka berdua." timpal Vynt sambil menerima kartu-kartu itu dari tangan Rizzi.
"Semalem Tyo chat gue katanya dia telpon Keira nggak diangkat, apa lo tahu kenapa?" tanya Rizzi.
"Tahu." Vynt menjawab dengan cepat. "Kira-kira sekarang Tyo ada dimana? dan lo tahu kapan dia balik ke Indo?" Vynt balik bertanya tanpa bermaksud untuk menjelaskan lebih rinci jawaban atas pertanyaan Rizzi tadi.
"Semalem sih Tyo bilang hari ini mau meeting terakhir, setelah itu dia langsung terbang ke Singapura. Kira-kira minggu depan rencananya dia balik Indo." Rizzi menjelaskan rencana Tyo yang diungkapkan pria itu semalam.
"Ck, kayanya gue harus segera telpon Tyo." raut wajah Vynt mendadak keruh saat mendengar rencana Tyo untuk kembali ke negara ini minggu depan.
Mungkin segalanya akan terlambat jika dirinya tidak segera menghubungi Tyo.
"Nanti coba lo chat dulu sebelum telpon, sapa tahu Tyo masih meeting." saran Rizzi.
__ADS_1
"Oke, Thank you atas saran dan infonya." ucap Vynt lalu berdiri untuk berpamitan.
Kali ini Vynt yang lebih dulu mengulurkan tangan untuk menjabat Rizzi. Dan setelah Rizzi ikut berdiri dan menerima jabatan tangan Vynt. Bergegas pemuda itu keluar dari Cafe untuk segera melaksanakan niatnya.
Rizzi hanya memandangi punggung Vynt yang berlalu pergi dengan helaan nafas panjang.
***
@Apartemen Vynt
Pemuda blasteran Korea itu menampakkan raut wajah galau sambil menimang-nimang ponsel di tangan kanan dan kartu nama Tyo di tangan kiri.
Akankah tindakannya kali ini tepat? tanyanya pada diri sendiri. Apakah dengan mengkhianati Keira seperti ini dapat menyelamatkan masa depan gadis itu? pikirnya lagi.
Terus terang, setelah berpikir semalaman. Vynt akhirnya bisa memahami kenapa reaksi Keira sebegitu inginnya menjauh dari Tyo hanya karena latar belakang keluarga Tyo yang diluar ekspektasi Keira selama ini.
Keira yang memiliki pengalaman teramat buruk dari Papanya---salah satu orang kaya yang hanya memikirkan perusahaan dan hartanya. Bagaimana tidak menjadikan rasa traumatis di dalam diri Keira hingga gadis itu menolak untuk kembali menjadi bagian dari keluarga kaya lainnya.
Bahkan kali ini, tidak hanya bisa dibilang kaya namun konglomerat yang aset kekayaannya bahkan melebihi yang dimiliki Papa Keira sendiri---Pak Zein Imran.
Tentu sangatlah wajar bagi seorang Keira untuk merasa ketakutan, merasa pesimis dirinya akan disambutan baik dari keluarga Tyo yang bahkan belum Keira kenal sama sekali.
Menurut Vynt, satu-satunya orang yang dapat merubah pendirian Keira yang sama sekali tidak dewasa ini hanyalah Tyo seorang. Dan tanpa ragu lagi, Vynt segera mengirim chat ke nomor yang tertera di kartu itu.
📮VYNT DAEHO
Sory ganggu, gw Vynt temen Keira
need to talk to u, ASAP+URGENT
Vynt menyandarkan dirinya di punggung sofa setelah icon SENT muncul dilayar. Semoga Tyo segera membalas pesannya, mohon Vynt dalam hati.
***
Tyo baru saja selesai meeting dengan saksi terakhir untuk proses tuntutannya pada Mr. Wan---relasi yang telah mengkhianati ayahnya, di private room salah satu restoran terkemuka di kota Hongkong.
Sesaat setelah melangkah keluar dari private room tersebut, Tyo merasakan ponselnya bergetar. Segera diraihnya ponsel yang sedari tadi di stel-nya dalam mode silent itu dari dalam kantong dalam setelan jas-nya.
Kening Tyo mengernyit heran kala dilihatnya nomor tak dikenal mengiriminya sebuah pesan. Namun begitu ia buka pesan tersebut, kerutan di kening Tyo seketika bertambah.
Sambil melangkah cepat meninggalkan restoran itu, Tyo langsung menelpon nomor Vynt sambil masuk ke dalam mobil yang disewanya selama di Hongkong.
"我们走吧!" ( Ayo jalan! ) titah Tyo pada sopir mobil sewaannya sambil menempelkan ponselnya ke telinga.
Tak sampai dua kali deringan nada sambung, Tyo sudah mendengar suara Vynt di seberang.
📱VYNT DAE-HO
"Halo, Tyo?"
📱TYO PRATAMA
"Ya, ada apa Vynt? Sesuatu terjadi sama Keira?"
📱VYNT DAE-HO
"Sebelumnya gue mau kirim file audio dulu ke elo. Tolong dengerin baik-baik, setelah itu lo telpon gue lagi. Gue jelasin rinciannya. Oke?!"
Tyo semakin heran, namun akhirnya ia mengiyakan instruksi dari Vynt tadi.
📱TYO PRATAMA
__ADS_1
"Oke, gue tunggu."
Begitu sambungan telponnya terputus, Tyo segera memasukkan nama kontak Vynt di daftar kontak aplikasi chatnya lalu mengirim pesan perdana ke roomchat Vynt tersebut.
📮TYO PRATAMA
krim audionya ksini
Diseberang sana Vynt yang baru menerima pesan chat dari Tyo segera membalas dengan langsung mengirim sebuah file audio yang berisi perdebatannya dengan Keira semalam.
📩VYNT DAEHO
📎📼
Tyo sedikit ragu sebelum membuka pesan audio dari Vynt barusan. Namun akhirnya ditekannya juga icon bergambar kaset itu.
Setelah terdengar suara dari speaker ponsel, Tyo semakin mempertajam telinganya kala pendengarannya menangkap suara Keira disana.
Dengan sabar Tyo mendengarkan kalimat demi kalimat yang terucap dari mulut Keira dan Vynt dalam rekaman itu.
Awalnya Tyo tersentak kaget ketika didengarnya bahwa Keira hamil akibat perbuatan mereka malam itu. Namun kemudian hatinya berubah takjub sekaligus berbunga membayangkan Keira yang sedang mengandung calon buah hatinya.
Sangat tak disangkanya, bahwa malam panasnya bersama Keira yang hanya terjadi dalam semalam itu ternyata menggulirkan lanjutan kisah yang sepesat ini.
Meski harus diakuinya bahwa mereka memang melakukannya lebih dari dua kali karena terdorong nafsu birahi yang saat itu sangat kuat menggelayuti keduanya.
Dan memang malam itu Tyo juga sama sekali lupa tentang pentingnya kontrasepsi. Dia yang baru pertama kali bercinta hanya mengikuti naluri dan nafsunya saja tanpa diiringi kewaspadaan yang seharusnya tak kalah pentingnya.
Dan menurutnya Keira pun pasti juga sama lalainya mengingat malam itu juga pengalaman pertama bagi Keira.
Tyo kembali fokus pada audio yang sedang didengarnya. Perdebatan keduanya yang cukup sengit membuat Tyo merasa gemas dengan setiap perkataan yang dibuat oleh Keira.
Sebaliknya, Tyo merasa sangat berterima kasih pada Vynt yang terdengar masih terus berupaya memperjuangkan keadilan untuknya. Memperjuangkan haknya sebagai lelaki yang turut andil atas hadirnya benih di dalam rahim Keira.
Tyo terdiam setelah audio itu telah habis didengarnya. Otaknya langsung menalar, apakah yang gerangan telah terjadi pada Keira hingga gadis itu seolah ketakutan hingga menolak mentah-mentah kemungkinan untuk menjadi bagian dari keluarga Pratama.
Tyo mengingat ucapan gadis itu di audio tadi yang sempat menyinggung tentang sebatang kara? benarkah? tanya Tyo dalam hati. Benarkah gadis itu telah dibuang ayah kandungnya sendiri? batin Tyo bertanya lagi.
To Be Continue...
.
.
.
.
Buat yang masih belum tahu caranya VOTE
buka halaman DESKRIPSI novel lalu tekan tulisan VOTE seperti gambar yang saya tandai di atas.
lalu pilih berapa jumlah POIN yang akan diberikan, untuk mengetahui berapa POIN kamu silahkan buka halaman PUSAT MISI.
.
.
__ADS_1
.
Sekali lagi POIN ya bukan KOIN jadi sama sekali tidak mempengaruhi Saldo 😊🙏