
@Rumah Keluarga Pratama
Setelah Tyo menyalakan rekaman itu. Ayah dan Ibunya jadi terdiam. Berkutat dengan pikiran mereka masing-masing yang pastinya penuh dengan tanda tanya.
Entah pikiran macam apa yang kini bercokol di benak mereka, negatifkah? positifkah? atau malah ambigu? tanya Tyo dalam hati. Tapi semoga saja setelah mendengar rekaman ini, pendapat mereka tentang Keira berubah menjadi lebih baik, harap Tyo.
"Tunggu-tunggu, barusan itu rekaman apa?" ternyata Ny. Naina masih belum mengerti.
Entah belum mengerti atau sebenarnya sudah mengerti, namun masih belum percaya dengan apa yang didengarnya. Bahwa ternyata Keira---perempuan yang 'katanya' telah dihamili oleh putra sulungnya itu nyatanya mempunyai pikiran yang senaif itu.
"Itu percakapan Keira dengan temannya sebelum kabur, Bu. Teman Keira, namanya Vynt, merekam percakapan mereka diam-diam lalu memberikan pada Tyo yang juga secara diam-diam dari Keira supaya Tyo tahu niat Keira untuk kabur dan Vynt berharap Tyo bisa mencegah kepergian Keira." jelas Tyo.
"Lalu kenapa kamu tidak menghentikan gadis itu, Nak?" tanya Ny.Naina bingung.
"Saat itu Tyo masih di Hongkong, Bu. Menemui saksi kunci terakhir kita. Tyo tidak bisa langsung pulang ke Indonesia untuk mencegah Keira kabur dan mengurung Keira agar tak bisa kemana-mana. Saat itu Tyo masih harus menyelesaikan persidangan di Singapura juga, menyelesaikan tugas Tyo demi Takhta Grup, demi Argha." beber Tyo pada Ibunya.
Ny. Naina mendadak tepekur mendengar dilema yang dialami putra sulungnya. Bukan Tyo yang tak berusaha tapi keadaan yang menempatkan Tyo pada posisi yang serba sulit. Pak Ruslan hanya diam mendengarkan penuturan Tyo dengan seksama.
"Tapi apa kau yakin gadis itu tidak hamil dengan pria lain?" Ny. Naina masih mencoba untuk menyanggah fakta yang telah dibeberkan oleh Tyo.
"Ibu, Jika Keira bukan gadis baik-baik, pasti aku bukan orang pertama yang menyentuhnya. Argha dan Keira berpacaran hampir setahun tapi nyatanya Keira masih suci hingga saat aku menyentuhnya. Keira pertama kali melakukannya denganku, aku bisa pastikan itu." Tyo menegaskan.
"Coba, nyalakan sekali lagi rekaman suara itu, Tyo!" perintah Pak Ruslan yang seolah masih ingin menganalisa apa yang didengarnya tadi.
Setelah Tyo memutar sekali lagi rekaman suara Keira dan Vynt. Kening Pak Ruslan dan Ny. Naina yang awalnya memang sudah berkerut karena faktor usia kini nampak makin berkerut.
"Memangnya Keira itu anak siapa sih sebenarnya? kenapa dia merasa dibuang oleh orang tuanya?" tanya Pak Ruslan tak mengerti saat telinganya mendengar kalimat Keira yang menyinggung tentang dibuang oleh Papanya.
"Keira itu putri kandung dari Zein Imran, Ayah. Dan Keira bukan merasa dibuang melainkan benar-benar dibuang oleh Papanya." beber Tyo.
"Lho? Zein Imran yang pemilik PT. Permata itu?" tanya Pak Ruslan tak percaya. "Bukankah Pak Zein hanya punya satu anak laki-laki?" ingatnya lagi.
"Ayah kenal Pak Zein Imran? Kok Ibu nggak kenal ya?" tanya Ny. Naina heran karena biasanya dia selalu mengenal semua relasi bisnis sang suami.
"Kenal baru-baru ini saja kok." jawab Pak Ruslan pendek namun sedikit gugup seperti sedang menutup-nutupi sesuatu.
"Begitulah, Yah. Keira itu putri sulung Pak Zein Imran dari istri pertamanya. Karena Keira terlahir sebagai perempuan, Pak Zein Imran enggan mengakuinya. Sepertinya dia hanya peduli pada keturunan laki-laki agar dapat mewarisi perusahaannya saja. Dia bahkan menghapus Keira dari kartu keluarganya baru-baru ini. Semenjak kuliah, Keira hidup seorang diri di kota ini. Ibu kandungnya yang sudah menikah lagi, kini ikut suami barunya di Jerman." jelas Tyo panjang lebar.
Mendengar penjelasan Tyo, rahang Pak Ruslan nampak mengeras menahan emosi. Bagaimana bisa ada seorang ayah yang begitu tega tidak mengakui keberadaan putri kandungnya sendiri, pikir Pak Ruslan. Ayah macam apa itu? batinnya.
"Tapi apa semua informasi tadi itu benar, Nak? Kamu tidak sedang dimanfaatkan orang lain kan, Tyo?" tanya Ny. Naina khawatir.
"Tyo memang belum menyelidikinya sendiri, Bu. Tapi Tyo yakin semua informasi ini benar adanya karena Tyo dengar langsung dari narasumber yang terpercaya. Tyo yakin ini benar." jawab Tyo tegas.
"Biar Ayah yang selidiki. Ayah akan suruh Pak Agus Choir untuk investigasi tentang latar belakang keluarga Keira secara diam-diam. Dan jika memang ceritamu itu fakta, artinya Keira disini adalah korban." jelas Pak Ruslan.
"Dan bisa-bisanya kamu malah menambah beban hidup gadis malang itu dengan menghamilinya, Tyo!" Ny. Naina yang emosi lalu memukul kepala Tyo dengan tangan kosong.
"Tyo minta maaf, Bu! Tyo minta maaf!" Tyo memohon ampunan sang Ibu dengan menenggelamkan kepalanya dipangkuan Ny. Naina.
"Ayah dan Ibu tidak membesarkanmu untuk menjadi perusak masa depan seseorang, pencuri kesucian seorang gadis, apalagi jika memang benar gadis itu telah memiliki jalan hidup yang sedemikian rumit dan menyedihkan. Kamu harus bertanggung jawab dengan menikahinya. Iya kan Ayah?" Ny. Naina mencari dukungan atas ucapannya sambil menoleh ke arah sang suami.
Pak Ruslan bergeming, sepertinya pria paruh baya itu tengah sibuk dengan pikirannya sendiri. Merasa tak mendapatkan respon yang di harapkannya, Ny. Naina pun meneruskan tuntutannya kepada Tyo.
"Kamu harus cari Keira! Cari gadis itu sampai dapat! Ibu tidak mau tahu bagaimana caranya, pokoknya ibu tidak mau Keira dan calon cucu Ibu menderita sendirian diluar sana." tegas Ny.Naina dengan mata berkaca-kaca menatap tajam ke arah Tyo.
"Tyo mencintai Keira, Bu. Sangat mencintainya. Tyo pasti akan terus cari Keira sampai dapat." Tyo makin mengeratkan genggamannya pada tangan Ny.Naina.
Tapi Tyo mohon izin untuk melapor polisi tentang hilangnya Keira, Ayah. Dan itu artinya Tyo harus menggunakan nama keluarga kita untuk mempermudah prosesnya." pinta Tyo sambil menoleh pada Ayahnya.
"Jangan dulu! Tunggu sampai Ayah dapat hasil investigasi dari Pak Agus, setelah itu baru Ayah bisa putuskan kamu perlu minta bantuan polisi atau tidak." tegas Pak Ruslan.
"Lalu bagaimana kita bisa cepat menemukan gadis itu jika tidak segera lapor polisi, Ayah?" protes Ny. Naina pada suaminya.
"Ayah yakin, Tyo pasti sudah memakai cara lain untuk mencari perempuan itu, iya kan Tyo?" tebak Pak Ruslan dengan tepat.
Tyo hanya mengangguk tanpa bermaksud untuk menjelaskan secara detail apa saja rencananya untuk mencari Keira.
__ADS_1
"Sekarang istirahatlah dulu, kau pasti sudah sangat lelah." perintah Pak Ruslan pada Tyo.
"Kalau begitu Tyo pamit ke kamar dulu, Yah, Bu." Tyo pun menundukkan kepalanya sedikit sebagai tanda kesantunan terhadap kedua orang tuanya sebelum akhirnya berjalan ke arah pintu ruang keluarga untuk langsung menuju kamarnya.
Sekarang ini, meski tenaganya sangat lelah dan matanya sangat mengantuk tapi pikiran dan hatinya sedikit lega setelah mencurahkan masalahnya kepada kedua orang tuanya.
Setidaknya satu pekerjaan rumah telah ia selesaikan. Kini tinggal ujian yang sesungguhnya yang harus ia jalani. Yaitu mencari Keira, perempuan yang sedang mengandung benihnya.
Tak lama terlihat Ny. Naina kemudian berdiri untuk mengikuti Tyo ke kamarnya. Meninggalkan Pak Ruslan yang masih duduk ditempatnya dan nampak sedang merenungi pikirannya sendiri.
Sejujurnya wanita paruh baya itu masih penasaran akan beberapa hal. "Bagaimana kamu bisa menghamilinya jika dia gadis baik-baik, Nak? Kapan kalian melakukannya? Apa kamu memaksanya?" tanya Ny. Naina bertubi-tubi pada Tyo sambil berbisik.
Mendengar semua pertanyaan ibunya itu Tyo jadi ragu apakah dirinya bisa langsung beristirahat dengan cepat malam ini.
"Ibu!" Panggil Pak Ruslan tiba-tiba dengan suara berat, membuat sang istri seketika menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah sang suami yang ternyata sedang menatapnya.
"Biarkan Tyo istirahat, ibu buatkan Ayah minuman hangat lagi saja." perintah Pak Ruslan pada istrinya itu.
Ny. Naina pun nampak sedikit kecewa karena merasa gagal kembali mengorek informasi dari Tyo, namun akhirnya wanita paruh baya itupun mengangguk menuruti suaminya.
"Iya deh iyaaa." jawabnya dengan sedikit merajuk lalu kembali melangkah namun kini bukan lagi untuk menguntit Tyo ke dalam kamarnya melainkan menuju dapur untuk membuatkan suaminya minuman hangat.
Setelah Tyo dan Ibunya menghilang dari balik pintu, Pak Ruslan mengambil ponselnya lalu menekan speed dial untuk mengontak sekretaris andalannya.
📱AGUS CHOIR
"Selamat malam, Pak!"
📱RUSLAN PRATAMA
"Bawakan aku proposal permohonan investasi dari PT. PERMATA besok pagi-pagi sekali, dan rahasiakan dulu tentang proposal ini dari Tyo."
📱AGUS CHOIR
"Baik, Pak. Ada lagi?"
📱RUSLAN PRATAMA
📱AGUS CHOIR
"Maaf, Pak. Tapi apa perlu sampai seperti itu hanya untuk mempertimbangkan calon penerima investasi dari kita, Pak?"
📱RUSLAN PRATAMA
"Aku menyuruhmu menyelidiki mereka bukan untuk berinvestasi. Ini masalah pribadi, jadi lakukan dengan cepat, kerahkah seluruh tim-mu jika perlu, karena ini mendesak."
📱AGUS CHOIR
"Baik, dimengerti, Pak"
Pak Ruslan mencengkeram ponselnya erat setelah memutus sambungan telepon dengan sang sekretaris.
"Hmmph, investasi?" Pak Ruslan mendengus sinis. "Sekarang ini aku malah jadi enggan untuk membantu perusahaan pria itu." Emosi Ayah Tyo memuncak memikirkan kemungkinan jika semua yang diceritakan Tyo tadi adalah kenyataan.
"Jangan mengharap belas kasihan dari orang lain jika kau bahkan tidak punya belas kasihan terhadap putri kandungmu sendiri." gumam Pak Ruslan kesal dengan mengepalkan kedua tangannya.
Didalam kamarnya, Tyo terduduk lesu di tepian tempat tidur. Setelah menghela nafas yang teramat panjang, Tyo mulai merebahkan tubuhnya ke belakang sambil memejamkan kedua matanya.
Setelah kedua tangannya meraup wajah sendu Tyo lalu naik melewati dahi untuk menyibak rambutnya ke belakang kepala, Tyo membuka kedua matanya kembali.
Sesaat tadi, ketika matanya tertutup, sekelebat bayangan Keira menari-nari dalam kegelapan matanya. Dada Tyo mendadak naik turun dipenuhi emosi dan rasa takut. Takut akan kehilangan satu lagi sosok yang berarti dalam hidupnya. Dalam bisik lirih Tyo bertanya, "Kamu dimana, Keira?"
"Tuhan, lindungilah selalu Keira dan anak kami." doa Tyo sambil menutup matanya kembali. Membuat sebulir air mata kerinduan jatuh dari sudut mata Tyo yang terpejam.
***
@Kost Rumah PUTRI, Jogja
__ADS_1
Keira baru saja selesai mengeluarkan seluruh barang bawaannya dari dalam koper besar lalu menatanya di beberapa tempat di dalam kamar kostnya yang baru.
Setelah searching selama seharian penuh saat masih menginap di Guesthouse, Keira menemukan beberapa opsi hunian kost khusus putri di Jogja yang sesuai dengan kriterianya.
Dan setelah melakukan survey lokasi di masing-masing rumah kost yang telah ditandainya, pilihan Keira akhirnya jatuh pada Rumah Kost PUTRI yang menurutnya nyaman dan dengan keamanan yang terjamin.
Setiap pintu kamar memiliki kunci pintu digital yang menggunakan password dan memerlukan sidik jari penghuninya untuk membuka. Tak jaug berbeda dengan pintu di apartemennya.
Sementara di pintu gerbang bertugas beberapa orang satpam wanita yang berjaga secara bergantian selama dua puluh empat jam.
Para satpam wanita itu tidak hanya bertugas untuk mengamankan namun juga membantu para penghuni kost membukakan pintu gerbang yang lagi-lagi memakai kunci digital agar mereka dapat keluar masuk.
Kemungkinan sangat tidak mudah bagi orang asing untuk sembarangan menerobos masuk ke dalam Rumah Kost ini, apalagi jika orang asing itu adalah laki-laki.
Belum banyak barang di dalam kamar kost Keira tersebut. Hanya satu buah tempat tidur single dan satu buah lemari pakaian yang memiliki cermin panjang di salah satu daun pintunya sebagai fasilitas dari Rumah Kost.
Ada pula meja permanen yang menyatu pada wastafel cuci piring. Meja dari cor yang dilapisi ubin keramik itu terletak tepat di samping kamar mandi dalam, di bawah jendela berukuran sedang yang menurut Keira bisa berfungsi sebagai dapur minimalis.
Keira berpikir untuk membeli satu buah meja serbaguna dan beberapa alat dapur serta beberapa barang elektronik seperti kabel gulung, kipas angin---mengingat kamar kostnya non AC dan sebuah kulkas satu pintu untuk menyimpan bahan makanan yang sangat penting bagi ibu hamil seperti dirinya.
Oleh sebab itu Keira berencana akan berbelanja setelah ini, namun Keira ingin mandi terlebih dahulu mengingat hari sudah semakin siang.
Setelah mandi dan berganti pakaian, Keira mulai merasakan perutnya lapar. "Anak mama kelaperan ya, habis bantu beres-beres kamar?" Keira yang masih menghadap cermin bicara sendiri sambil mengusap-usap perutnya seolah sedang berbicara dengan bayi di dalam perutnya.
"Okey saatnya kita belanja!" seru Keira kembali bermonolog. Sebelum keluar kamar, tak lupa Keira menggulung rambut panjangnya ke atas lalu memakai topi dan masker untuk menutupi rambut serta wajahnya agar tak mudah dikenali. Lalu tak lama Keira keluar dari Rumah Kosnya menuju pusat perbelanjaan terdekat.
Keira kembali lega, merasa telah menyelesaikan pekerjaan rumahnya yaitu menemukan hunian yang menurutnya sangat sempurna untuk hidup barunya ini.
Kini tinggal bagaimana menjalani ujian hidup yang sesungguhnya. Hidup seorang diri di perantauan tanpa suami dan sanak saudara dengan kehamilan yang menyertainya, membuat Keira menyadari, ini pasti tidak akan mudah.
Namun sesulit apapun itu, Keira harus menjalaninya dengan sekuat tenaga, demi dirinya sendiri, dan demi anak dalam kandungannya.
Sesampainya di pusat perbelanjaan, Keira yang tanpa sengaja melewati sebuah salon kecantikan tiba-tiba memikirkan sebuah ide yang cemerlang.
Ide untuk merubah penampilannya sedrastis mungkin agar tak perlu lagi sering-sering memakai topi dan masker kemanapun dia pergi namun tetap sulit dikenali oleh orang-orang yang kini tengah mencarinya.
Dan tanpa pikir panjang Keira pun melangkah memasuki salon kecantikan itu untuk merealisasikan idenya. Berharap dengan penampilan barunya, Keira lebih percaya diri menjalani kehidupan barunya di kota Jogja ini.
To Be Continue....
.
.
.
.
Haaaiii, readers kesayangan 😘😘😘
Makasi banyak udah ngikutin alur kisah Keira & Tyo sampe detik ini 🙏🙏🙏
.
Yang masih bertanya-tanya, kapan Tyo bisa nemuin Keira? SABAARRRR!!! 😉
.
Cinta sejati itu butuh diperjuangkan. Kalo ada yang nyimak bener2, perjuangan Tyo masih seumur jagung untuk mendapatkan Keira. Jadi aku masih pengen nguji skali lagi keseriusan Tyo pada Keira yg keras kepala.😁
.
Novel tanpa konflik bagai sayur tanpa garam. Semoga kalian suka sama sayur racikan aku kali ini 😁😁😁
(appaaa siiiiihh, nggak jelas deh Thor 😆)
.
__ADS_1
HAPPY WEEKEND & MAY ALLAH SWT BLESSED YOU ALL ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️