Replacement Lover

Replacement Lover
GAGAL TOTAL


__ADS_3

@Ruang Kelas


Masa ujian akhir semester telah selesai. Dua minggu yang sangat-sangat melelahkan terlewati sudah. Sekarang saatnya para mahasiswa itu untuk fokus mempersiapkan OJT mereka di semester berikutnya.


Sayangnya hal itu tidak berlaku untuk Said yang masih harus mengulang kelas Statistik mengingat nilai SKSnya yang belum mencukupi sebagai salah satu syarat pengajuan OJT.


Sementara Beth juga terpaksa harus gigit jari karena tidak lolos seleksi administrasi OJT di luar negeri. Dikarenakan ada beberapa nilainya yang ternyata di bawah standar yang ditetapkan fakultas sebagai salah satu syarat untuk pengajuan OJT di instansi luar negeri.


Padahal gadis bertubuh mungil itu sudah berangan-angan untuk OJT di Thailand sejak Vynt menceritakan betapa menariknya berwisata ke negara itu sejak pertama kali mereka mengenalkan Cabaret Ladyboys di tahun sembilan puluhan.


Karenanya Beth terpaksa harus berpuas diri untuk melangsungkan OJT di salah satu instansi dalam kota yang dipilihkan oleh fakultas.


"Vyyynnttt, traktir gue di Cafenya Rizzi dong. Gue kecewa berat nih nggak bisa OJT bareng lo di Thailand. Gue butuh liat tampangnya Rizzi buat ngobatin kekecewaan gue yang udah merasuk ke relung hati yang terdalam." Beth melancarkan rengekan ekstra lebaynya pada Vynt.


"Yaelah, Beth. Kalo gitu mah tinggal lo liatin aja foto profilenya di akun sosmednya dia. Ribet amat sih!" Vynt nyeletuk dengan cueknya.


"Nggak mauuuu, gue maunya liat yang asli, Vynt." Beth masih merengek dengan bergelayut pada lengan Vynt seperti anak kecil minta mainan sama ayahnya.


Vynt mengacak-acak rambut Beth gemas sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Dilihatnya Said yang nampak ngenes melihat kertas yang sedari tadi dipegangnya.


"Arrgh, sial. Gue harus ngulang kelas statistik lagi semester depan. Kalo gini terus kapan gue bisa OJT? kapan gue bisa ngerjain skripsi? kapan gue lulusnya, Ya Alloohhh?" Said heboh sendiri karena frustasi .


Vynt menolehkan pandangan ke arah Keira yang juga terlihat tak bersemangat membolak-balik lembar demi lembar formulir pengajuan OJTnya.


"Okee gaes, kita pindah ke Teluse aja! Prihatin gue ngeliat muka-muka lo pada." Vynt bertepuk tangan mencoba menarik perhatian Said dan Keira.


Vynt akhirnya luluh juga untuk mentraktir teman-temannya itu mengingat saat itu tak satu pun dari mereka yang terlihat bersemangat.


Keira yang terbelit waktu pengajuan OJTnya, Beth yang gagal OJT diluar negeri, dan Said yang harus mengulang kelas. Membuat ketiganya nampak bagai kerupuk yang kelamaan dianggurin. Melempem.


Anehnya hanya Beth yang kemudian membalas tepukan tangan Vynt dengan riang meski pada akhirnya Keira dan Said ikut berjalan membuntuti dibelakang.


***


@Cafe Teluse


"Kenapa siihh, limit pengajuan OJTnya jadi dimajuin gini?" gerutu Keira kesal. Tangannya masih sibuk menulis di lembar demi lembar berkas pengajuan OJTnya.


"Denger-denger sih karena instansi-instansi itu gak mau nerima staff magang selama peak season* jadilah kita yang dikejar-kejar untuk segera apply karena mereka juga kan butuh tahap seleksi yang pastinya makan waktu juga." Vynt menjelaskan sambil tetap menatap ponselnya.


Entah siapa yang sedang berkirim pesan dengan pemuda blasteran Korea itu, hingga Vynt nampak begitu fokus menatap layar ponselnya.


Keira terpaksa mengisi kekosongan kuota untuk OJT di Thailand bareng Vynt karena hingga mendekati limit penyerahan berkas OJT, gadis itu tak kunjung menentukan lokasi OJT sesuai pilihannya sendiri.


Jadi mau tidak mau, Keira harus mengikuti anjuran dari fakultas. Akibatnya gadis itu keteteran antara belajar untuk ujian akhir semester sekaligus menyelesaikan rentetan regulasi untuk syarat ke luar negeri.


"Lo dah ikutan medical check up, Kei?" tanya Beth sambil nyeruput jus semangkanya.


"Udah, kemaren lusa." jawab Keira tanpa menolehkan pandangan dari berkas-berkasnya.


"Kapan hasilnya keluar?" Beth bertanya lagi.


"Hari ini deh kayanya." Keira mendongakkan kepalanya sesaat untuk mengingat-ingat lalu kembali fokus pada apa yang sedari tadi membuatnya sibuk.


"Ntar kita ambil bareng, gue lupa belom ngambil hasil test gue juga. Ingetin gue tapi, Kei!" Vynt mendadak ingat pada hasil medical check up-nya sendiri setelah mendengar Beth dan Keira membicarakannya.

__ADS_1


"Iyee..." jawab Keira singkat.


"Ehhh gaes, kalian tahu nggak siapa yang nilai statistiknya paling bagus di kelas kita?" tanya Said dengan penuh harap.


"Mau ngapain lo?" Beth melirik tajam pada Said.


"Gue mau pinjem catetannya biar gue ketularan pinter jadi nggak ngulang-ngulang Statistik terus." jawab Said sendu.


"Si Rina tuh catetannya oke." sahut Vynt dengan melirik sekilas pada Said lalu meminum es kopinya. Tangan kanan pemuda itu masih terlihat memegang ponsel dengan roomchat yang terbuka.


"Si Rina cewe Batak-Jepang itu?" tanya Said memastikan. Sementara Vynt hanya menjawab dengan anggukan kepala.


"Kok lo tau?" tanya Said lagi dengan heran.


"Emang lo pikir selama ini catetan siapa yang gue pake belajar kalo bukan catetannya si Rina?" balas Vynt terkikik.


"Anjiirrr lo, gak bilang-bilang kalo pake catetannya Rina." sungut Said.


"Nah elonya kagak tanya, ngapain gue mesti bilang. Lagian tuh cewe nawarin sendiri kok ke gue, bukan gue yang minta-minta" balas Vynt masa bodo.


"Yaudah, ntar gue juga mau minjem si Rina deh, sekalian pendekatan." muka Said pun berubah cerah seolah baru mendapat tujuan hidup yang baru.


Ketiga temannya pun lalu kompak bertepuk tangan memberi semangat pada Said.


"Oia Beth, lo dah tau belom bakal ditempatin OJT dimana sama Pak Bambang?" Vynt tiba-tiba memusatkan tatapannya pada Beth setelah pemuda itu selesai ber-chatting ria.


"Belom, kenapa emangnya?" Beth menjawab dengan santai.


"Lo mau nggak, OJT di Dae-Ho Trip?" tawar Vynt tiba-tiba yang langsung membuat Beth tersedak jus semangkanya sendiri.


Detik berikutnya, Vynt menjelaskan panjang lebar bahwa dirinya merasa Beth pasti cocok magang di divisi tiketing internasional Dae-Ho Trip mengingat nilai tiketing internasional gadis itu adalah yang tertinggi di kelas bahkan di angkatan mereka.


Serta masih menurut pengamatan Vynt, Beth juga teliti dalam mengerjakan setiap kalkulasi yang dibutuhkan untuk menerbitkan sebuah tiket penerbangan antar negara.


Sementara, Dae-Ho Trip sendiri sejak ditinggalkan tiketing seniornya yang pensiun sekitar tiga bulan lalu menjadi kurang kompeten dalam mengerjakan setiap bookingan tiket internasional yang masuk.


Tentunya hal itu akan memberi citra buruk bagi Dae-Ho Trip jika dibiarkan terus menerus.


Ternyata sejak tadi Vynt berkonsultasi via chat dengan Manajer HRD dari travel milik ayahnya itu untuk mengusulkan idenya tentang pengajuan Beth magang di Dae-Ho Trip.


Dan ternyata ide yang Vynt cetuskan mendapat respon positif dari sang Manajer HRD mengingat pengamatan Vynt yang tak pernah main-main.


Meski yang menyarankan adalah pewaris Dae-Ho Trip sendiri tetap saja Beth tidak akan masuk dengan jalur koneksi, melainkan tetap harus melalui tahap interview, test tulis dan sebagainya.


Beth yang awalnya ragu, karena travel milik keluarga Vynt itu termasuk salah satu yang bonafide di kota ini, namun Vynt cukup optimis Beth akan lolos mengingat travel ayahnya itu lebih mementingkan kualitas seseorang dibandingkan penampilan luarnya saja.


"Yaudah, besok gue akan coba ngomong langsung ke Pak Bambang soal ide lo ini. Semoga beliau bisa bantu bikinin surat rekomendasi resmi buat bekal gue ngelamar magang di Dae-Ho Trip." harap Beth antusias.


Kali ini giliran Beth yang mendapat tepuk tangan penuh dukungan dari ketiga temannya yang lain.


"Wah, waahhh siapa yang ulang tahun nih kok pada tepuk tangan." tiba-tiba saja Rizzi nongol dengan membawa senyum cerahnya bak matahari terbit dari timur.


Seketika Beth menjadi salah tingkah saat ketiga temannya mengirimkan sinyal Cie...Ciee...padanya karena kedatangan Rizzi yang memang sedari tadi ditunggunya.


***

__ADS_1


@Runah Sakit Umum


Dengan senyum sumringah Vynt keluar dari ruang dokter yang membacakan hasil medical check up-nya.


"Gimana?" tanya Keira penasaran.


"Semua oke. Nggak ada masalah." sahut Vynt santai.


Keira pun mengacungkan kedua jempolnya tanda turut senang dengan hasil medical check up yang diperoleh Vynt. Yang artinya pemuda itu sudah mengantongi seluruh persyaratan untuk magang di Thailand sesuai rencananya.


"Nona Keira Permata." Terdengar suara perawat memanggil nama Keira untuk segera masuk ke ruang dokter.


"Giliran lo tuh." ujar Vynt sambil menarik Keira untuk berdiri dari duduknya.


Bergegas gadis itu menghampiri perawat yang memanggilnya tadi yang langsung membukakan pintu ruang dokter untuk Keira.


"Nona Keira Permata?" tanya seorang dokter wanita yang duduk dibalik meja kerjanya untuk memastikan.


"Iya saya." jawab Keira tegas.


"Silahkan duduk." sang dokter mempersilahkan.


"Terima kasih dok."


"Maaf sebelumnya boleh saya memastikan? Apakah benar anda melakukan medical check up ini sebagai syarat untuk pengajuan magang di luar negeri?" tanya dokter wanita itu dengan tersenyum.


"Iya betul dok." jawab Keira lugas.


"Mmm..maaf tapi sepertinya hal itu akan sulit." dokter berkata dengan ragu-ragu sambil sesekali memeriksa ulang hasil tes kesehatan Keira yang ada di tangannya.


Keira sedikit kaget mendengar perkataan sang dokter. Memangnya ada apa, pikirnya dalam hati.


"Sulit kenapa dok? Apa saya mengidap penyakit berat?" tanya Keira penasaran.


"Oh tidak, bukan itu masalahnya. Syukurlah anda sehat, hanya saja menurut hasil test darah anda, anda sedang hamil tiga minggu, nona Keira. Jadi menurut saya, akan berbahaya bagi anda untuk bepergian dengan pesawat di masa kehamilan trimester pertama ini." jelas sang dokter.


Keira refleks berdiri saking kagetnya. "Apa? hamil dok?" seketika tubuh Keira bergetar membayangkan kelanjutan nasibnya kini.


To Be Continue...


.


.


.


.


*Peak Season


Peak Season adalah masa dalam setahun ketika banyak orang bepergian dan harga tiket perjalanan maupun akomodasi biasanya berada pada titik paling tinggi.


Peak Season dan High Season memiliki kesamaan namun, Peak Season jauh lebih ramai dan padat ketimbang High Season dengan masa waktu yang relative lebih singkat. Lebih tepatnya Peak Season adalah periode puncak dalam musim liburan.


.

__ADS_1


__ADS_2