Replacement Lover

Replacement Lover
Said Story : KEPUTUSAN TAKHTA GRUP


__ADS_3

.


.


.


Hampir seminggu berlalu setelah kejadian memalukan di Panti, tetapi rasa malu Said belum reda bahkan hingga kini. Setiap kali dirinya bertemu Milla, ia terus teringat momen kocak yang membuatnya paling merasa malu sepanjang hidupnya.


Padahal, Milla bahkan tidak pernah mengungkit-ungkit kejadian itu. Bahkan ketika dalam perjalanan mereka saat itu yang langsung pulang ke apartemen dan batal ke Mall—mengingat kaos yang dikenakan Said penuh dengan keringat sehabis bermain futsal—Milla tak lagi membahas tentang adegan memalukan itu.


Namun, entah kenapa bagi Said, rasa malu itu selalu muncul ke permukaan kala dirinya tengah bersama Milla. Seperti saat ini, ketika ia sedang mengantarkan gadis itu ke gedung Takhta Grup demi mendengar hasil keputusan dari Pak Ruslan. Terkait pemberian sponsor terhadap gadis itu.


Said sekuat tenaga meredam perasaan malu dan berusaha fokus pada kemudinya. Sementara Milla, yang tengah duduk di kursi penumpang, malah lebih sibuk menerka-nerka hasil apa yang akan ia dengar nantinya.


Sesampainya di depan gedung Takhta Grup, kegugupan Milla semakin menjadi-jadi. Apalagi saat dirinya melihat sosok Pak Agus yang sudah standby untuk menjemputnya di pintu masuk. Pria itu langsung berjalan mendekat ke arah mobil Said yang berhenti tepat di depan pintu utama, lalu dengan sopan membukakan pintu mobil yang ada di sisi Milla.


"Selamat datang, Mbak Milla, Mas Said," sapa Pak Agus dengan sopan. "Kunci mobilnya serahkan pada petugas valet saja, Mas! Biar mobilnya mereka yang urus," saran pria itu.


Said yang tidak ingin meninggalkan Milla sendirian akhirnya ikut turun dari mobilnya dan menuruti Pak Agus dengan menyerahkan kunci kepada petugas valet yang segera mendekat begitu Pak Agus melambaikan tangan. "Mas Tyo dan Mbak Keira juga sudah menunggu di atas bersama putra mereka." Pak Agus menginformasikan.


Mendengar hal itu, tak hanya Milla, tapi Said pun merasa lega karena ternyata mereka tidak akan berhadapan dengan Pak Ruslan hanya berdua saja. Meskipun mereka sama-sama mengetahui karakter sesungguhnya dari ayahanda Tyo itu, tapi bagi keduanya, aura Pak Ruslan sebagai seorang pemimpin perusahaan besar terasa begitu mengintimidasi. Membuat mereka segan meski hanya untuk berhadapan dengan beliau.


Pak Agus terus membimbing Milla dan Said hingga di lantai tertinggi gedung tersebut. Begitu pintu lift terbuka, seorang perempuan yang nampak berusia pertengahan empat puluhan langsung berdiri dari balik meja kerjanya begitu melihat Pak Agus yang baru keluar dari lift.


"Ini dokumen-dokumen yang anda butuhkan, Pak!" Wanita itu berkata sambil menyodorkan sebuah map biru tebal kepada Pak Agus yang langsung menyambar map tersebut tanpa berhenti melangkah.


"Terima kasih, Bu Ayu! Tolong persiapkan 'Plan A' untuk prosedur sponsorship kali ini!" perintah Pak Agus tegas sambil terus berjalan menuju pintu ganda yang tingginya mencapai langit-langit.


Wanita yang dipanggil Bu Ayu itu hanya mengangguk mendengar instruksi dari Pak Agus dan segera duduk kembali ke kursinya, sementara Pak Agus langsung mengetuk pintu ruang Pimpinan dan membukanya tanpa menunggu jawaban dari dalam.


"Silahkan masuk!" Pak Agus menahan sebelah daun pintu lebar-lebar demi memberikan akses maksuk kepada Said dan Milla.


Seperti yang Pak Agus bilang tadi, di dalam ruangan yang megah tetapi nyaman itu sudah ada Keira, Tyo dan Pak Ruslan yang menunggu. Bahkan si kecil Argha pun ada di sana. Membuat suasana ruang kantor Pimpinan Takhta Grup itu menjadi lebih hangat ketimbang gambaran ruang Pimpinan yang Said dan Milla bayangkan selama ini.


Keluarga Pratama itu berkumpul di ruang duduk yang terlihat nyaman di sudut kiri ruangan tersebut. Berbatasan langsung dengan jendela kaca super besar yang menampilkan pemandangan kota di sekitar gedung Takhta Grup, membuat ruang duduk tersebut tampak luas meski lokasinya hanya di sudut ruangan.


Keira langsung menghambur memeluk Milla begitu mengetahui kedatangan gadis itu. "Akhirnya kalian datang juga!" sambutnya dengan wajah ceria.

__ADS_1


Milla merasakan hatinya menghangat menerima keramahan Keira yang tulus. Ia bertanya-tanya bagaimana nasibnya jika dirinya tidak mengenal wanita yang tengah tersenyum padanya itu. Jika Said adalah pembawa keberuntungan dalam hidupnya, maka Keira adalah Dewi Penolong bagi Milla. Tanpa mereka berdua, pasti keadaannya saat ini tak akan sebaik sekarang.


Ketika semuanya telah duduk dengan santai, tanpa perlu melewati serangkaian protokol yang kaku dan tidak praktis, akhirnya Pak Ruslan langsung menegaskan bahwa Takhta Grup akan memberikan sponsor penuh kepada Milla.


Milla, dan juga Said, begitu terpaku mendengar kabar itu. "Benarkah?" tanya Milla tak percaya. "Benarkah, saya akan dibantu?" ulangnya penuh harap.


Pak Ruslan mengangguk mantap menjawab pertanyaan Milla, sambil tetap tersenyum ramah beliau akhirnya menyerahkan kepada Pak Agus untuk melanjutkan sebagai pembicara sementara beliau sendiri kembali fokus bermain-main dengan sang cucu yang berada di atas pangkuannya.


Pak Agus pun dengan sigap memberikan penjelasannya, dan menurut investigasi yang telah dilakukannya, selain tentang kasus penjebakan berkedok sponsor yang pernah dialami Milla, untungnya tidak ada track record negatif lainnya sepanjang hidup Milla. Selain itu, rekomendasi cemerlang yang diberikan oleh pihak kampus Milla saat ini menambah alasan yang memungkinkan Takhta Grup untuk memberikan sponsor terhadap gadis itu.


Namun, Pak Ruslan selaku pimpinan Takhta Grup menyatakan menyetujui pemberian sponsor terhadap Milla dengan dua syarat: pertama, Milla harus langsung mengambil Diploma Empat di Universitas Singapura, dan yang kedua Milla harus semangat belajar agar di masa depan Milla dapat memberikan kontribusi terbaiknya terhadap Takhta Grup.


Milla yang tidak menyangka akan benar-benar mendapatkan sponsor yang dibutuhkannya merasa sangat bersyukur setelah mendengar kabar tersebut. Ia tak menyangka telah dipertemukan dengan orang-orang hebat di dalam hidupnya yang selama ini begitu keras.


Pak Agus menyatakan, jika Milla sudah setuju dengan kedua syarat yang diberikan oleh Takhta Grup, makan beliau akan langsung mengurus kepindahan studi Milla dari kampusnya yang lama ke kampus baru di Singapura. "Tapi untuk sementara, Mbak Milla masih bisa terus kuliah di kampus yang sekarang sampai seluruh prosedur kepindahannya selesai!" ujar Pak Agus.


Milla menatap sekeliling ke arah seluruh orang yang telah membantunya dengan mata berkaca-kaca, "Iya saya mau. Saya akan terima syarat apapun dari Takhta Grup, dan saya janji, saya akan berusaha semaksimal mungkin agar tidak mengecewakan semua pihak yang telah membantu saya."


Mendengar hal itu, mendadak Said dilanda kegalauan. Mengetahui gadis pujaannya akan pergi dari sisinya dalam waktu dekat, meninggalkannya entah sampai kapan, membuat Said dilanda kecemasan.


Ia memang sangat bersyukur nasib Milla mulai membaik, dan masa depan gadis itupun kini telah terjamin, tetapi hatinya terasa berat ketika menyadari jarak yang akan memisahkannya dengan gadis itu. Entah kenapa, Said merasakan keberatan sekaligus merasakan rasa kehilangan yang begitu menganggunya.


Program sponsorship dari Takhta Grup untuk seorang gadis berpotensi bernama Millana Risty, telah diresmikan. Kedua belah pihak sudah saling menandatangani kontrak terkait hal tersebut. Dalam hal ini, nasib dan masa depan Milla sudah dapat dipastikan terjamin. Hampir semua orang merasa senang mendengar hal itu, sayangnya ada satu orang yang mendadak murung setelah serangkaian hal baik justru terjadi pada gadis pujaannya, yaitu Said.


Tak ingin lebih lama terbelenggu oleh perasaan yang tidak nyaman itu, Said akhirnya memutuskan menghubungi Vynt untuk meminta bertemu agar dirinya bisa mencurahkan isi hatinya kepada sang sahabat.


📮SAID NAJIB


Bro, lo sibuk gak? Bisa ktmuan gak Qt? Gue pengen curhat nih


📩VYNT DAEHO


Ttg cewek?


📮SAID NAJIB


Hooh

__ADS_1


📩VYNT DAEHO


Gue sibuk


📮SAID NAJIB


Yaelah, Vynt. Tega banget lo ama gue


📩VYNT DAEHO


Gue sibuk, tp gue bisa luangin waktu buat lo


📮SAID NAJIB


😣makasiiiii. Lo emang sohib gw yg plg the best 👍 klo gitu bisa ktmuan kpn?


📩VYNT DAEHO


Terserah lo


📮SAID NAJIB


Ntar mlm, gmn? Hbis maghrib, di Teluse


📩VYNT DAEHO


👍


📮SAID NAJIB


Siipp, gw tunggu disana


Terlepas dari hatinya yang sedang kacau memikirkan kepergian Milla, Said tersenyum lega ketika menutup roomchat itu. Ia sangat yakin, setelah berdiskusi dengan Vynt yang lebih berpengalaman mengenai sebuah hubungan dengan lawan jenis di luar dari hubungan persahabatan, ia akan segera tahu harus bagaimana menyikapi kepergian Milla ke Singapura.


.


.

__ADS_1


.


To Be Continue...


__ADS_2