Replacement Lover

Replacement Lover
Vynt Story : JADIAN


__ADS_3

.


.


.


Perlahan namun pasti Vynt mendekati orang yang dikenalnya itu. Sambil menyibak beberapa kerumunan tamu yang menghalangi jalannya, mata Vynt menatap lurus ke arah wanita dengan gaun kemben berwarna pastel yang sedang duduk di salah satu meja.


Sambil terus melangkah mendekatinya, Vynt mengamati wajah wanita itu yang nampak makin cantik saat ini. Rambut panjangnya yang lurus dibiarkan tergerai di punggungnya serta make up yang lebih glamour dari pada ketika saat di kantor membuat wanita itu tampak begitu berbeda.


Dan ketika jarak diantara keduanya semakin dekat, Vynt mengulurkan tangannya ke arah pundak wanita yang sedang duduk membelakanginya itu.


"Fady!" panggil Vynt sambil menepuk pundak Fady pelan.


Fady menoleh ke belakang. Dan seketika ia terkaget-kaget saat melihat Vynt yang berdiri di belakangnya.


"Vyynntt! Kamu kok ada di sini?" tanya Fady heran.


"Boleh ikutan duduk di sini?" pinta Vynt dengan sopan ketika kursi di samping Fady tampak kosong.


"Oh, iya. Boleh," jawab Fady sedikit gugup sambil menoleh ke kanan dan kirinya.


"Kamu katanya ada acara keluarga, kenapa malah ada di sini?" Vynt membalas pertanyaan Fady tadi.


"Iya, acara keluargaku ya ini. Ini kan pesta pernikahannya salah satu saudara aku. Mempelai prianya itu sepupuku, Vynt," jelas Fady. "Nah kamu, ngapain disini?"


Vynt sempat terbelalak namun akhirnya ia malah tersenyum sumringah. Mengira keberuntungan telah benar-benar memihak padanya.


"Kamu kenal enggak, siapa mempelai wanitanya?" tanya Vynt.


Fady pun lantas mengingat-ingat wajah pengantin wanita itu sambil sesekali melihatnya kembali dari kejauhan. Dan tiba-tiba ingatannya akan wajah Keira pun kembali dan ia langsung memekik pelan.


"Oh, Ya Ampuuunn. Ternyata Keira sahabat kamu itu nikahnya sama Tyo sepupu aku?" pekik Fady. "Kebetulan sekali ya?" Fady terheran-heran.


"Mungkin jodohnya mereka juga bisa ngejodohin kita. Makanya sekarang kita nggak sengaja ketemu di sini," celetuk Vynt tanpa ragu.


Membuat Fady seketika langsung tersipu malu. Wanita itu nampak memalingkan wajahnya sejenak demi menghindari tatapan mata Vynt yang intens.


"Kamu cantik banget hari ini, mau foto bareng aku nggak?" pinta Vynt.


Fady hanya meresponnya dengan anggukan kepala. Vynt lalu mengeluarkan ponsel dari sakunya dan meminta tolong seseorang yang duduk di hadapan mereka untuk mengambilkan foto keduanya dari depan.


Vynt nampak puas dengan hasil foto itu. "Lihat deh, bagus loh fotonya. Lucu," seru Vynt tampak girang. Senyum lebar tak lepas dari wajah blasterannya.


Fady pun tak kalah senang ketika melirik sekilas foto itu dari layar ponsel milik Vynt, tetapi ia terlalu malu untuk meminta agar Vynt mengirimi salinannya via chat.


Namun tanpa dia duga, Vynt sudah lebih dulu mengirimkan copyan foto tersebut ke dalam roomchat Fady.


"Oia, kamu ke sini sama siapa?" tanya Vynt setelah memasukkan kembali ponselnya dalam saku.


"Aku sendirian. Aku tadi naik taksi online ke sini," jawab Fady cepat.


"Kalau gitu pulangnya nanti aku antar," balas Vynt lalu berdiri dari kursinya.


"Eeh, enggak usah, nggak apa-apa kok. Nanti ngerepotin kamu," sergah Fady sambil meraih lengan Vynt. "Dan bukannya tadi kamu ke sini sama temenmu yang namanya Beth itu? Kalau kamu pulang bareng aku trus temenmu pulang sama siapa?" sahut Fady merasa tidak enak.


"Santai aja, urusan Beth itu gampang. Pokoknya kalau kamu mau pulang jangan lupa pamit dulu sama Tyo dan Keira yang lagi duduk di mejaku, Oke! Aku balik ke sana dulu ya," ujar Vynt sambil lalu.


Ia sengaja langsung pergi agar Fady tidak sempat menolak lagi untuk diajak pulang bersama. Sekembalinya Vynt ke mejanya, Fady terus saja memperhatikan pria itu. Meski dirinya juga sedang ngobrol dengan kerabat yang lain tapi perhatiannya tak lepas dari Vynt.


Fady jadi tahu dengan siapa Vynt duduk, dan berbincang. Dan para perempuan yang duduk semeja dengan Vynt semuanya terlihat menawan. Membuat Fady jadi ketar-ketir jika perasaan Vynt akan berpaling darinya.


Kok aku jadi begini sih? Fady tak habis pikir pada sikapnya sendiri.


Ia yang masih belum bisa menjawab pernyataan cinta Vynt dengan lancang sudah berani merasa cemburu pada wanita-wanita di sekitar Vynt yang mungkin telah mengenal pria itu jauh lebih lama ketimbang dirinya.


Tapi Fady sungguh-sungguh tak ingin Vynt berpaling darinya. Fady sangat takut jika Vynt menyerah menunggunya. Apakah itu artinya dia juga sudah sepenuhnya menyukai Vynt.


Masa aku sudah secepat itu move on dari Adent. Tapi kan akhirnya aku tahu kalau Adent ternyata sebrengsek itu. Jadi wajar dong kalau aku cepat move on. Tapi boleh enggak ya begitu? Jangan-jangan aku malah terlihat gampangan.


Fady jadi bingung sendiri. Meski bibirnya mengulas senyum di hadapan para kerabatnya saat itu tapi dalam hatinya ia geregetan.


Dan tiba-tiba sebuah suara kembali mengagetkannya, "Haaaiii, Fa! Long time no see ya kita," sapa Ny. Naina pada keponakannya itu.


"Oh, Haaii tante Naina," balas Fady ceria. Keduanya lalu cipika cipiki yang di akhiri dengan pelukan erat.


"Kamu kesini sama siapa, Non?" tanya Ny. Naina basa basi. Pasalnya ia tadi sempat melihat Fady berbincang dengan Vynt—pria muda tampan yang dikenalinya sebagai salah satu sahabat Keira—menantunya.


"Aku sendirian kok, Tan. Kan papa mamaku masih umroh," jelas Fady.


"Ya kali aja kamu bawa pasangan gitu. Tadi kaya liat kamu ngobrol sama cowok cakep deh, siapa tuh?" Ny. Naina nampak kepo.


Fady berpikir lebih dulu sebelum menjawab. Sebenarnya apa arti Vynt baginya, karena ia tak lagi menganggap Vynt hanya sebagai anak magang di kantornya. Lebih dari itu ia malah merasa sudah begitu dekat dan ingin lebih dekat lagi dengan Vynt.


"Haallooowww, Fa? Kamu lagi ngehaluin apa sih sampe enggak jawab pertanyaan tante?" Ny. Naina pura-pura merajuk.


"Eh maaf-maaf tante, ngg... cowok yang tadi itu, calon pacar aku," Fady akhirnya menjawab sambil malu-malu.


"Oia? Setahu tante, dia itu ahli warisnya Dae-Ho Trip yang ownernya orang Korea itu lho. Waahh Menang banyak berarti kamu, Fa, kalau bisa dapetin cowok itu. Udah anak orang kaya, gantengnya blasteran, brondong pula. Waarrr biasyaahhh!" seru Ny. Naina riang sambil bertepuk tangan dan mengacungkan dua jempolnya.


Fady seketika mengernyitkan keningnya. Merasa pernah mendengar seruan serupa. Kok aku berasa Deja-Vu* ya? Kaya' pernah denger komen gitu juga tapi di mana? Fady membatin.


Setelah memuji-mujinya karena berhasil menjadikan seorang Vynt Dae-Ho sebagai calon pacar, Ny. Naina pun pamit pada Fady untuk menyapa tamu-tamunya yang lain.


Padahal diam-diam, Ny. Naina mengirimkan sebuah foto dari hasil jepretan candidnya ke roomchat ibunda Fady. Foto yang berisikan gambar Fady dan Vynt sedang duduk berdampingan itu diberinya caption 'Anakmu & Calon Mantumu'.


Setelah sukses mengirim foto yang akan membuat kakak iparnya kegirangan, Ny.Naina bersiul-siul dengan riang sambil hinggap dari satu meja ke meja yang lainnya untuk menyapa para tamunya.

__ADS_1


***


Merasa sudah agak larut, Fady pun mendekati meja Tyo dan Keira untuk berpamitan.


"Permisi, Tyo... Keira... aku pamit dulu ya. Makasi lho Tyo, udah undang aku walaupun kita jarang banget ketemu," pamit Fady sopan.


Tyo dan Keira kompak berdiri untuk menyalami sepupu Tyo itu, tetapi tanpa mereka duga, Vynt tiba-tiba sudah berdiri di samping wanita itu untuk berpamitan juga.


"Sorry gaes, kayanya gue juga pamit duluan nih, nggak apa-apa kan?" katanya tiba-tiba.


"Haahh? Mau ngapain sih lo?" Said kaget melihat tingkah Vynt yang aneh.


"Gue mo nganterin Fady pulang," jawab Vynt enteng.


"Tapi aku bisa pulang sendiri kok, Vynt. Kamu nggak usah repot-repot," sahut Fady merasa tidak enak.


"Nggak apa-apa, Fa. Kamu dateng sendirian kan ke pesta ini karena orang tuamu sedang Umroh? Jadi lebih baik Vynt nganter kamu pulang. Dijamin aman kalo sama dia. Vynt itu temen baikku dan Keira," jelas Tyo pada sepupunya.


"Oh, gitu," Fady masih tampak ragu namun tak lagi membantah.


"Riz, tolong lo entar anterin Beth pulang ya. Tadi berangkatnya dia sama gue soalnya," pinta Vynt pada Rizzi.


"Okeh, Sippp. No problemo," sahut Rizzi antusias.


"Lo nggak apa-apa kan, Beth? Pulangnya bareng Rizzi?" kini Vynt bertanya pada sahabat mungilnya itu.


"Iyee, gue nggak apa-apa. Santuy aja santuuyy," balas Beth dengan wajah ikhlas.


"Ya udah yuk, Fa, keburu malem," ajak Vynt sebelum Fady berubah pikiran. Disentuhnya punggung wanita itu sambil membimbingnya ke arah pintu keluar.


Dalam perjalanan pulang menuju rumahnya, Fady lebih banyak diam untuk memikirkan kata-kata apa yang akan ia ucapkan pada Vynt untuk menerima pernyataan cinta pemuda itu.


Vynt yang merasa canggung karena diamnya Fady akhirnya berusaha memecah kesunyian dengan menyalakan playlist lagu di mobilnya.


Dalam sekali tekan, terdengarlah alunan nada pembuka dari sebuah lagu melow yang dinyanyikan oleh seorang penyanyi pria asal Nusa Tenggara Timur—Andmesh Kamaleng.


🎶Di setiap doaku


Di setiap air mataku


Selalu ada kamu🎶


🎶Di setiap kataku


Kusampaikan cinta ini


Cinta kita🎶


🎶'Ku tak akan mundur


'Ku tak akan goyah


Meyakinkan kamu


Mencintaiku🎶


🎶Tuhan, kucinta dia


Kuingin bersamanya


Kuingin habiskan nafas ini


Berdua dengannya


Jangan rubah takdirku


Satukanlah hatiku dengan hatinya


Bersama sampai akhir🎶


🎶Di setiap kataku


Kusampaikan cinta ini


O-oh, cinta kita🎶


🎶'Ku tak akan mundur


'Ku tak akan goyah


Meyakinkan kamu


Mencintaiku🎶


🎶Tuhan, kucinta dia


Kuingin bersamanya


Kuingin habiskan nafas ini


Berdua dengannya


Jangan rubah takdirku


Satukanlah hatiku dengan hatinya


Bersama sampai akhir🎶

__ADS_1


🎶Tuhan, kucinta dia


Kuingin bersamanya


Kuingin habiskan nafas ini


Berdua dengannya🎶


🎶Jangan rubah takdirku


Satukanlah hatiku dengan hatinya


Bersama sampai akhir🎶


"Kamu kenapa, Fa? Kok diem aja?" tanya Vynt pada akhirnya.


"Hah, apa?" Fady yang masih serius menyimak lagu yang menggema di dalam mobil milik Vynt itu jadi sedikit terkejut mendengar pertanyaan Vynt yang tiba-tiba.


"Kalau aku ada salah, kalau aku ada ucapan yang nyinggung kamu, aku minta maaf, Fa! Tolong kamu jangan marah apalagi benci sama aku ya," pinte Vynt dengan nada suara memelas, meski begitu pandangan matanya masih fokus menyetir.


Setelah lagu itu berakhir, Fady lalu menekan tombol off pada playlist musik di mobil Vynt. Ia ingin fokus, ia sudah putuskan untuk menerima cinta Vynt saat ini juga, jadi ia tidak ingin diinterupsi oleh suara apapun.


Tapi rupanya, tanpa terasa mereka sudah sampai di depan rumah Fady. Vynt yang hendak keluar mobil untuk membukakan pintu untuk Fady tiba-tiba merasakan sebuah tangan menahan lengannya.


Pemuda itu pun refleks menoleh pada wanita yang kini tengah menatapnya dengan lekat. "Aku mau ngomong sesuatu sama kamu, Vynt," ucapnya lirih namun tegas.


Vynt langsung merasa bahwa hal yang akan disampaikan oleh Fady ini adalah hal yang serius. Ia lalu kembali menyandarkan punggungnya di kursi kemudinya tanpa mengalihkan pandangannya dari wanita itu.


Fady menunduk, ia merasa tidak akan sanggup untuk mengurai kata-kata bila harus dengan menatap wajah Vynt lekat-lekat, ia tak akan kuat.


Fady melipat bibirnya kuat-kuat lebih dulu sebelum akhirnya ia mulai bersuara,


"Aku nggak tahu kamu akan anggep aku apa setelah aku ngomong gini, terserah kamu! Tapi aku udah pasrah."


Fady memberikan jeda pada ucapannya, ia memberikan waktu pada hatinya untuk bersiap, ia mencoba sedikit menenangkan debaran di dadanya yang kini menggila.


Sementara Vynt yang masih dengan sabar menyimak ucapan Fady, menatap lekat pada wanita yang duduk di sampingnya. Tanpa sadar, tangan Vynt meraih tangan Fady yang memegangi lengannya lalu menautkan jari-jemari keduanya.


Hati Fady langsung berdesir merasakan gesekan lembut diantara jari-jari mereka. Fady mengambil satu nafas panjang sebelum akhirnya meneruskan kalimatnya,


"Walaupun aku terkesan gampangan karena dengan mudah berpindah hati, tapi ini yang bener-bener aku rasain sekarang, Vynt. Aku juga suka sama kamu. Aku cemburu liat kamu deket-deket perempuan lain sekalipun itu sahabat kamu, aku takut kamu berpaling dari aku, aku jadi takut kamu menyerah menungguku, aku... aku sangat takut kamu pergi dari sisiku."


Fady mengakhiri kalimatnya dengan sebuah isakan, runtuh sudah pertahanannya agar tidak menangis.


Air matanya luruh begitu saja, menetes satu demi satu tanpa henti. Tapi beban dalam hatinya kini sudah sirna, ia lega, sudah menyatakan apa yang harus ia katakan pada pria disampingnya itu.


Vynt tersenyum sambil menghela nafasnya penuh kelegaan. Ia yang tadinya merasa akan ditolak oleh Fady kini begitu bahagia setelah mendengar pengakuan wanita itu. Senyumnya terkembang kian lebar.


Diraihnya beberapa helai tisu dari sela kursi untuk ia sapukan pada wajah Fady. Dihapusnya air mata wanita itu secara perlahan, tanpa mengucapkan apapun.


Lalu secara tiba-tiba Vynt meraih kepala Fady dan mendekapnya erat. "Janji ya, jangan pernah menarik lagi kata-katamu barusan!" pintanya sambil mengecup puncak kepala Fady dalam-dalam.


***


Semenjak ia jadian dengan Fady, Vynt tak henti-hentinya memaksa Mr. Seo untuk memutasi Fady ke Dae-Ho Trip Indonesia setelah masa magangnya berakhir.


"Atas dasar apa aku harus melepaskan salah satu Tim Leader paling kompetenku, Hah?" tanya Mr. Seo pada Vynt.


"Atas dasar solidaritas persaudaraan dan kekeluargaan lah, Hyung. Masa' kau tega melihatku dan Fady harus menjalani hubungan jarak jauh," rengek Vynt pada pria yang telah menjadi kakak iparnya itu.


Karena selisih sebulan dari pernikahan Keira dan Tyo di Indonesia, Mirim dan Seo Kang Jun juga mengadakan pernikahan di dua negara sekaligus, yaitu Thailand dan Korea.


Dan pada kesempatan itulah, Vynt turut mengajak Fady ke Korea untuk dikenalkan kepada kedua orang tuanya sebagai wanita yang akan Vynt nikahi kelak.


Melihat putra satu-satunya membawa pulang seorang wanita, jelas saja membuat orang tua Vynt terheran-heran. Apalagi saat Vynt dengan gamblang menyatakan akan menikahi Fady di hadapan kedua orang tuanya.


Bahkan kalimat pertama yang terlontar dari sang Bunda adalah, "Apa kamu sudah menghamili wanita itu, Nak?"


Namun bukannya tersinggung, Vynt malah langsung terbahak-bahak mendengarnya.


"Ya Ampun, Bund. Anakmu ini masih memegang teguh prinsip dan budaya timur yang selalu Bunda tekankan. Tenang saja! Meski pacaran, tapi hubunganku dengan Fady itu hubungan yang sehat. Percayalah!" ungkap Vynt pada kedua orang tuanya.


Tapi kedua orang tua Vynt baru bisa bernafas lega setelah mendengar pendapat yang terlontar dari Mr. Dong Dae-Ho tentang Fady.


"Fady itu berasal dari keluarga baik-baik dan cukup terpandang di Indonesia. Tapi ia selalu low profile atas statusnya sama seperti Vynt. Dalam hal pekerjaan, ia salah satu yang berkompeten. Kelak jika Vynt mengambil alih Dae-Ho Trip, dengan adanya Fady di sisinya, aku rasa mereka berdua tidak akan terkalahkan," ujar Mr. Dong dengan yakin.


Setelahnya, restu atas hubungan serius Vynt dan Fady pun turun dari kedua orang tua Vynt. Dan mau tak mau, Mr. Seo harus rela melepas Fady dan memberikannya kepada Dae-Ho Trip.


"Wah aku digaji berapa nih kerja di Dae-Ho Trip?" seru Fady bercanda.


"Kalau aku berikan penerusnya Dae-Ho Trip sebagai milikmu, apa masih kurang?" ujar Vynt.


"Waahh, besar banget gajinya. Aku mesti kerja ektra dengan baik seumur hidup ini," balas Fady yang langsung diiringi gelak tawa keduanya.


Vynt Story - END


.


.


.


*DEJA VU


Secara harfiah, Dejavu berasal dari bahasa Prancis berarti 'pernah dilihat'.


Dejavu adalah suatu keadaan di mana kita merasa familiar dengan kondisi sekitar kita, seolah-olah kita sudah pernah mengalami hal tersebut dengan keadaan yang persis sama. Kejadian ini bisa berlangsung 10 sampai 30 detik, dan lebih dari satu kali.

__ADS_1


Menurut teori kedokteran, salah satu penyebab Dejavu adalah kejang lobus temporal yang terkadang terjadi karena adanya trauma pada otak, infeksi, stroke, tumor otak, hingga faktor genetik.


Tidak perlu panik ketika mengalami Dejavu, karena menurut beberapa penelitian, dua sampai tiga orang yang pernah mengalami dejavu akan mengalaminya kembali.


__ADS_2