
@Cafe Teluse
Hingar bingar kemeriahan pesta sudah dapat terdeteksi bahkan dari area trotoar di seberang Cafe yang konon katanya sangat populer di kalangan anak muda khususnya para mahasiswa dari kampus Keira yang memang lokasinya tak jauh dari lokasi Cafe Teluse itu.
Keira yang agaknya terlambat datang sedikit mempercepat langkah kakinya begitu dari kejauhan dilihatnya sosok si pemilik acara yang sedang digelar di Cafe itu yang tidak lain tidak bukan adalah kekasihnya---Argha.
"Aduuhh, pelan-pelan dong, Kei." gerutu Beth yang merasa tangannya mulai sakit karena ditarik lebih kencang oleh Keira yang tergopoh.
"Sory Beth, tapi kita dah telat banget nih." Keira menghentikan lajunya demi menoleh ke arah temannya itu.
"So what??? kita kan gak lagi ngejar bus kota atau telat masuk kelas, kita cuma mau ke farewell party-nya Argha, pacar lo. Gak masalah kita mau dateng telat kek, si Argha juga gak bakalan marah apalagi ke elo, Kei." jelas Beth.
Keira hanya tersenyum menanggapi penjelasan Beth yang memang benar adanya.
Argha yang sudah menentukan tanggal keberangkatannya untuk On The Job Training ke salah satu hotel di Singapura memang memutuskan berpamitan kepada orang-orang terdekatnya melalui farewell party yang sedang digelarnya kini.
Tapi tetap saja Keira sebagai orang terdekat dari si empunya acara merasa tidak pantas datang dengan sangat terlambat walaupun dirinya mempunyai alasan yang sangat logis untuk diutarakan kepada kekasihnya nanti.
Keira pun langsung melesat walau kali ini tanpa menyeret-nyeret tangan Beth seperti sebelumnya. Beth yang melihat tingkah Keira hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Hai, Kei!" sapa Argha sambil melambaikan tangannya pada Keira begitu melihat kemunculan kekasihnya itu di pintu masuk Cafe. Dan langsung setengah berlari menuju ke arah gadis itu berada.
DEG
DEG
DEG
"Arrrgghh..." rutuk batin Keira.
Pemuda itu selalu berhasil membuat jantungnya berdetak lebih cepat daripada semestinya seolah gadis itu baru selesai lari maraton keliling universitas.
Apalagi melihat penampilan Argha sekarang ini dengan kaos rajut putih lengan panjang bermotif stripes hitam yang hanya tergambar dibagian dada dan celana bahan kain berwarna navy yang membuat Argha tampak begitu sempurna di mata Keira.
"Kok baru dateng? darimana?" tanya Argha lembut.
Tanpa menunggu jawaban digenggamnya tangan gadis itu lalu perlahan membimbing Keira menuju salah satu sudut Cafe yang tidak terlalu bingar lalu duduk bersama sang kekasih.
__ADS_1
Beth yang merasa bagaikan obat nyamuk hanya bisa pasrah mengikuti kemana dua sejoli yang sedang dimabuk asmara itu pergi mencari tempat duduk dan ikut duduk tepat setelah Keira mendaratkan diri di sofa sudut Cafe yang sangat empuk dan nyaman.
"Aku habis dari apartemen." jawab Keira singkat yang masih sibuk sendiri mengontrol debaran di hatinya.
Bertemu dengan Argha saja sudah membuatnya sesak nafas apalagi saat pemuda itu menggenggam tangannya, seketika jantung Keira hampir copot dibuatnya.
"Apartemen?" tanya Argha lagi tak mengerti.
"Nanti deh aku ceritain." timpal Keira masih berusaha menenangkan dirinya dari pengaruh feromon* yang dipancarkan Argha.
"Vynt dan Said gak ikut?" tanya Argha heran melihat ketidak lengkapan empat sekawan yang biasanya kemana-mana selalu bersama namun tidak demikian kali ini.
"Eh iya...mereka gak bisa dateng. Ada urusan lain. Titip salam aja buat kamu." Keira memberi alasan singkat.
Gadis itu terlalu malas untuk menjelaskan bahwa Vynt dan Said sedang mengemasi barang-barang mereka yang akan mereka pindahkan dari kamar kos mereka yang lama ke apartemen Vynt yang berada tepat disebelah apartemen Keira.
Tanpa Keira sadari ada sepasang mata yang terus menatap gadis itu sejak dari kemunculannya di pintu masuk Cafe hingga ketika dirinya berjalan menuju tempat duduknya kini.
Sepasang mata yang terus memperhatikan gerak gerik Keira dan menatap dengan penuh tanda tanya yang misterius pada gadis itu.
"Oia, Kei...kakakku ada disini loh. Aku kenalin yuk!" tawar Argha tiba-tiba.
"Iya kakakku, kakak laki-lakiku satu-satunya, Kei. Inget gak aku pernah cerita kalo aku ini cuman dua bersaudara?" tanya Argha mencoba mengingatkan Keira.
Keira memutar ingatannya dimasa saat Argha menceritakan bahwa dirinya mempunyai seorang kakak sebagai saudara kandung satu-satunya.
"Hah, gak usah deh." tolak Keira mendadak takut.
Baru saja Keira bisa mengontrol dirinya dari rasa deg-degan karena Argha sekarang mendadak jantungnya berpacu kembali setelah mendengar kekasihnya itu akan mengenalkannya pada sang kakak.
Keira sedikit panik karena merasa belum siap, banyak kekhawatiran yang melintas di benaknya, antara takut tidak direstui sebagai kekasih Argha juga takut dirinya tidak mampu membawa diri dihadapan kakak Argha nantinya.
Argha hanya tersenyum singkat melihat kepanikan Keira. Argha berpikir bahwa kepanikan Keira itu bukanlah masalah besar karena mengingat karakter kakaknya itu, Argha yakin seyakin-yakinnya bahwa kakaknya juga akan menyukai kepribadian Keira sebagaimana dirinya.
"Tunggu sebentar ya." pamitnya pada Keira tanpa mendengar lagi penolakan yang dilontarkan gadis itu.
Terlihat Argha menghampiri kerumunan pria yang seolah berkumpul membentuk komunitas mereka sendiri di pesta itu. Komunitas yang pantas dijuluki Komunitas Pria-Pria Tampan karena tak lama Keira dapat mendengar suara pekikan dari arah sebelahnya yaitu Beth.
__ADS_1
"Astaghaaa Keiiii...yang duduk disono pada kece badai semuaaaa. Gak tampangnya, gak bodinya, aduuuhhh jadi baper akoohh." celoteh Beth sambil menggoyang-goyangkan lengan Keira.
"Ssttt...please deh Beth, gak usah lebay gitu napa!" omel Keira pada sahabatnya yang udah mulai menggeliat-liat mirip ekor cicak yang baru putus dari badannya.
Keira tak dapat melihatnya dengan jelas, namun sepintas Argha membungkukkan badannya seperti sedang berbincang dengan seseorang yang duduk dihadapan Argha sementara posisi Argha sendiri membelakangi Keira.
Tak lama akhirnya Argha nampak berjalan kembali ke tempat Keira dan Beth duduk bersama dua pria lain yang mengikutinya di samping kiri dan kanan.
"Duh Gustiii...sama Argha diajakin kesini tuh cowo-cowo keceh, mimpi appaahhh gue semalem dapet rejeki nomplok kaya gini, Keiii!!! Beth semakin heboh berceloteh seakan tak menggubris omelan Keira tadi.
Keira tidak mengenal pria yang berkacamata dengan rambut gondrong sebahu berwarna coklat terang itu. Namun pria yang satu lagi terasa begitu tak asing dimata Keira.
Setelah ketiga pria itu sudah berdiri tepat dihadapannya. Sontak Keira melongo melihat kemunculan sosok yang baru dikenalnya beberapa hari yang lalu.
"TYO?!" pekik Keira yang langsung refleks berdiri dari duduk manisnya.
"Hai, Kei. Ketemu lagi deh kita." sapa Tyo dengan senyuman bak pangeran yang baru Keira sadari saat itu sangatlah mirip dengan senyuman milik Argha.
DEG. Serasa hati Keira berdebar seketika melihat Argha dan secara Tyo bersamaan dan berdampingan begitu.
"Ya Tuhaannn, kenapa nih gue!!! pekik Keira dalam hati.
To Be Continue...
.
.
.
.
.
.
*FEROMON
__ADS_1
(bahasa Yunani: phero yang artinya pembawa, dan mone bermakna sensasi) adalah sejenis zat kimia yang berfungsi untuk merangsang dan memiliki daya pikat seksual pada jantan maupun betina.
Zat ini berasal dari kelenjar endokrin dan digunakan oleh makhluk hidup untuk mengenali sesama jenis, individu lain, kelompok, dan untuk membantu prosesreproduksi. Berbeda dengan hormon, feromon menyebar ke luar tubuh dan hanya dapat memengaruhi dan dikenali oleh individu lain yang sejenis (satu spesies).