
Saat bibir Keira dan Tyo masih saling bertaut. Tiba-tiba terdengar suara Ny.Mustika dari balik pintu kamar memanggil-manggil nama keduanya.
"Keira! Nak Tyo! Tolong bukakan pintunya! Tangan Ibu penuh nih." seru Ny.Mustika dari balik pintu.
Mendengar suara Ibunya, Keira refleks melepaskan ciumannya pada bibir Tyo lalu menoleh ke arah pintu, "IBU!!!" serunya lirih.
Tyo pun hanya bisa mengerang saat bibir Keira terlepas dari bibirnya, ia pun terkekeh dengan kening yang bersandar di pundak gadis itu untuk menyembunyikan wajahnya yang masih tersipu.
"Iya sebentar, Bu!" jawab Tyo sambil menahan senyumnya.
Ia lalu beranjak menuju pintu dan membukanya. Ketika dilihatnya sang calon ibu mertua yang terlihat kepayahan membawa nampan yang tampak penuh itu, Tyo langsung meraih nampan itu dari tangan Ny.Mustika.
"Kenapa lama sih buka pintunya? Kalian habis ngapain hayo?" cecar Ny.Mustika dengan nada curiga.
"Keira bilang kakinya sakit, Bu. Jadi aku pijitin." jawab Tyo santai. Pria itu lalu berjalan menuju meja di sudut kamar dekat jendela untuk meletakkan nampan yang penuh makanan di atas meja itu.
Ny.Mustika lalu duduk di tempat Tyo duduk tadi. Disentuhnya kaki Keira yang masih selonjoran.
"Kakimu nggak apa-apa, Nak?" kini Ny.Mustika nampak sedikit khawatir pada putrinya itu.
"Udah enakan kok, Bu. Habis Tyo pijit jadi agak mendingan." jawab Keira terus terang.
"Kok nggak nyuruh asisten rumah tangga aja Bu buat bawain makanannya kesini?" tanya Tyo sambil mengambilkan sepiring nasi serta lauknya dan segelas air lalu berjalan ke sisi ranjang tempat Keira dan Ny.Mustika duduk.
"Semuanya lagi sibuk banget di bawah. Lagian tadi Bu Naina bilang, Keira kaya kecapekan trus lagi istirahat di kamar. Makanya Ibu susulin kesini sekalian anterin makanan yang kamu minta tadi. Soalnya Ibu pengen liat keadaan Keira juga." jelas Ny.Mustika sambil membelai rambut Keira dengan lembut.
"Tadinya emang kakiku agak sakit, tapi sekarang udah nggak apa-apa." jawab Keira meyakinkan Ibunya.
Tyo yang sudah duduk di bangku kecil di sebelah ranjang Keira lalu meletakkan gelas air yang dibawanya di atas nakas dan mulai mengambil nasi sesendok untuk ia suapkan pada Keira.
"Kamu ngapain lagi, Tyo?" tanya Keira heran.
"Mau nyuapin kamu makan?" jawab Tyo dengan polosnya.
"Aku bisa makan sendiri kok!" tolak Keira tersipu malu karena dilihat Ibunya.
"Beneran?" tanya Tyo dengan menaikkan alisnya, merasa tidak yakin.
"Iisshh, iya. Siniin piringnya!" pinta Keira cepat.
__ADS_1
Setelah mengedikkan bahunya, Tyo pun lalu menyerahkan piring itu ke tangan Keira.
"Udah sana, kamu juga buruan makan di meja situ! Keburu di mulai lagi pemotretannya." titah Ny.Mustika pada calon menantunya itu.
Dan Tyo pun lalu beranjak kembali menuju meja di sudut kamar itu untuk menuruti perintah sang calon ibu mertua. Tak lama, nampak Tyo juga turut makan dengan lahap sambil sesekali melihat ke layar ponsel yang sedang dipegangnya dengan tangan kiri.
Sementara Keira pun mulai makan sendiri di temani sang Ibu yang mengawasinya dari dekat.
"Makan yang banyak, Kei! Inget kamu sekarang ini makan untuk dua orang." ujar Ny.Mustika mengingatkan putrinya.
"Iya, Bu." jawab Keira dengan mulut yang penuh makanan.
Setelah acara makan siang berakhir, seluruh tim kembali ke tugas mereka masing-masing. Termasuk Keira dan Tyo yang juga harus kembali bersiap-siap untuk melanjutkan acara foto prewedding mereka.
Untuk sesi berikutnya yaitu foto outdoor di taman belakang. Keira harus dirias kembali untuk menyesuaikan hair do-nya dengan outfit kali ini yang berupa gaun malam berwarna biru tua.
Tim make up artist membuat gelungan yang anggun dengan rambut Keira untuk menampilkan kesan formal yang sesuai dengan setelan jas hitam yang dipakai Tyo sebagai outfitnya di sesi pemotretan ketiga ini.
Sementara untuk riasannya, hanya perlu touch up sedikit tanpa melakukan banyak perubahan. Di sesi ini, Keira serta Tyo kembali berpose sambil bergandengan tangan namun kali ini dengan saling bertatapan.
"Ok, NEXT!!!" teriak sang fotografer saat merasa sudah mendapatkan hasil foto yang memuaskan.
Di sesi yang terakhir ini, Keira lagi-lagi harus mengubah hair do-nya untuk menampilkan kesan yang sesuai dengan outfitnya yang ala-ala None Belanda jaman dulu.
Sementara Tyo, masih tetap memakai setelan jas formal namun dengan warna yang lebih cerah. Setelan jas warna maroon dipilih karena sangat kontras dengan konsep background yang di dominasi oleh warna putih itu.
Kali ini, keduanya berpose duduk berdua di atas ranjang yang sudah dihiasi bunga-bunga dan saling berpandangan. Tangan Tyo tampak memegang ujung jari Keira dengan manis.
"Finiiisshhh!!!" Mas fotografer kembali berteriak saat sesi foto terakhir itu pun dirasa sudah selesai.
Dan tepuk tangan bergemuruh dari seluruh kru atas semua kerja keras mereka hari ini. Termasuk untuk Keira dan Tyo sebagai bintang utama permotretan itu.
Ucapan terima kasih tak henti-henti terdengar dari masing-masing anggota tim atas kepuasan yang mereka rasakan selama proses pelaksanaan sesi pemotretan hari itu.
Dan Mas fotografer dengan bangga menunjukkan hasil jepretannya yang masih tersimpan dalam memori laptopnya kepada semua orang. Khususnya kepada kedua calon pengantin yaitu Tyo dan Keira dan tentu saja kepada Ny.Naina---Sang Ibu Suri.
Merasa puas dengan semua foto yang dihasilkan hari ini, Ny.Naina sampai bertepuk tangan dengan semangat saking senangnya. Sementara para kru yang turut melihat hasil foto itu tampak bersiul-siul untuk menggoda kedua orang yang ada di dalam foto tersebut. Membuat Tyo dan Keira tersipu malu dan salah tingkah.
"Capeknyaaaaa!" seru Tyo sambil melemparkan tubuhnya sendiri di sofa ruang keluarga setelah keadaan di rumah itu kembali seperti sedia kala karena semua orang yang bekerja untuk pemotretan hari ini seluruhnya sudah pamit undur diri.
__ADS_1
Ny.Naina yang masih mondar mandir untuk memberi instruksi kepada para asisten rumah tangga yang masih sibuk membereskan semua kekacauan yang tersisa, hanya bisa mendengus sebal melihat tingkah putranya itu.
"Lebih capek mana? Kamu atau orang-orang yang kerja keras untuk foto preweddingmu tadi? Belum lagi mbak-mbak ini yang masih harus bersih-bersih rumah, hmmm?" omel Ny.Naina pada Tyo yang terlihat tak ambil pusing dengan omelan Ibunya itu.
Pria itu nampak bersandar dengan santai dengan merentangkan kedua tangannya di sandara sofa dan mendongakkan kepalanya ke atas menatap langit-langit ruangan.
Sementara itu di dalam kamarnya, Keira terlihat merasakan sesuatu yang aneh pada perutnya. Semakin lama ia merasakan perutnya semakin kencang dan nyeri. Keira pun duduk di tepian ranjang untuk menenangkan diri berharap rasa sakit itu perlahan sirna.
Namun bukannya mereda, rasa nyeri di perutnya malah semakin kuat. Dan ia juga merasakan perutnya semakin kencang dan kaku. Keira pun berteriak pada Ibunya yang sedang berganti baju di kamar mandi dalam kamar itu.
"Ibuuuu...." pekik Keira tertahan.
Ny.Mustika yang kaget melihat kondisi Keira yang meringkuk di atas ranjang dengan memegangi perutnya seakan sangat kesakitan segera berlari membuka pintu dan berteriak memanggil Tyo untuk segera datang.
"Nak Tyooo! TOLOOONGGG!!! Keira kesakitan!!!" jeritnya dari ambang pintu ke arah tangga, berharap seseorang mendengar teriakannya.
Dan memang benar, Tyo dan Ny.Naina yang berada di bawah memang langsung mendengar teriakan Ny.Mustika itu.
Tanpa banyak bicara Tyo pun gegas berlari ke lantai atas untuk melihat apa yang terjadi. Dan saat dilihatnya Keira meringkuk memegangi perutnya dengan ekspresi yang begitu tersiksa, seketika air muka Tyo menjadi pucat pasi.
Jantungnya berdegup kencang. Ia takut setengah mati jika sesuatu yang buruk akan terjadi pada Keira dan juga bayinya.
"Keira!!!" teriak Tyo menghampiri gadis itu.
*To Be Continue....
.
.
.
Mohon maaf kalau dua eps. prewednya pendek-pendek, sengajaaa...karena pake lampiran gambar, takut kelamaan direview kalo tulisannya kepanjangan 🙏🙏🙏😊*
*Winter Shabby Chic
adalah satu gaya interior design atau dekorasi yang mengutamakan style yang antik atau kuno dengan nuansa musim dingin. Orang Indonesia sendiri menyukai konsep winter shabby chic yang banyak menggunakan pernak pernik salju dan segala hal yang berhubungan dengan musim salju karena di negara kita ini tidak memiliki jenis musim tersebut.
Konsep ini menggunakan warna-warna natural seperti putih dan warna pastel untuk menampilkan kesan sejuk dan menenangkan hati.
__ADS_1