Replacement Lover

Replacement Lover
Vynt Story : WANITA MENYEBALKAN


__ADS_3

.


.


.


Tepat pukul lima sore waktu Bangkok, Vynt tiba di dalam kamar pribadinya. Pemuda itu menyewa sebuah hunian berjangka dan bertipe Studio Premier di Aparthohel Somerset Shukumvit Thonglor selama kurang lebih untuk enam bulan ke depan.


Setelah menyeret kopernya hingga ke sela ruang antara nakas dengan sofa, Vynt menghempaskan dirinya di atas sofa abu tua di kamar itu.


Vynt bersyukur hari pertamanya di Thailand berjalan mulus tanpa kendala. Ia berharap semoga dalam kurun waktu enam bulan ke depan, agenda magangnya di negara ini dapat terlaksana dengan lancar. Serta apa yang ia targetkan dapat ia raih dengan sempurna.


Sebenarnya tadi saat makan siang di restoran bersama pamannya, pria itu sudah mengundangnya untuk makan malam bersama keluarga di rumah kediamannya.


Namun, karena Vynt merasa terlalu lelah untuk langsung menerima undangan itu sementara dia belum membongkar kopernya, maka dengan berat hati Vynt terpaksa menolaknya, dengan janji untuk menerima undangan itu di hari berikutnya.


Untungnya sang paman bisa mengerti alasan yang Vynt berikan dan beliau pun hanya bisa pasrah menunggu hingga hari esok agar dapat makan bersama keponakan lelaki serta keluarganya di rumah.


Vynt melepaskan jaketnya saat sebuah notifikasi chat terdengar dari ponselnya yang ada di dalam saku jaket. Ia lalu merogoh ke dalam saku jaket itu untuk mencari ponselnya.


Pemuda itu lalu meletakkan jaketnya begitu saja pada sandaran tangan di sofa yang tengah ia duduki setelah tangannya berhasil menemukan ponsel itu.


Dan ternyata nama Beth yang muncul di layar ponsel canggih milik Vynt. Itu artinya gadis itu lah yang barusan mengiriminya pesan.


📩BETHSA PUTRY


Testing..testing...


📮VYNT DAE-HO


Testing \= Setetes bikin bunting 😂🤣


📩BETHSA PUTRY


Iiissshhh, baru juga sehari lo di sono, pikiran lo udah ngeres aja deh Vynt 😒


📮VYNT DAE-HO


Eehh, elo tuh yang ngeres. Emang lo pikir apaan tuh setetes bikin bunting?


📩BETHSA PUTRY


Emang apaan coba?


📮VYNT DAE-HO


Kok jadi lo yang nanya balik ke gue sih, ya elo dong yg harusnya jawab!


Vynt senyum-senyum sendiri sambil membalas chat dari sahabatnya itu. Mengerjai Beth di saat ia terkurung sepi di negara asing begini sungguh suatu hiburan tersendiri baginya.


📩BETHSA PUTRY


Idiiih, Ogaaahh. Takut dosa gue kalo ngomongin yg begituan.


📮VYNT DAE-HO


Naah, ketauan kan skrg, klo sebenernya pikiran lo tuh yg ngeress 😁


📩BETHSA PUTRY


Emang apaan sih mksd lo itu?


📮VYNT DAE-HO


minyak panas😝


📩BETHSA PUTRY


Kok bisaaa???


📮VYNT DAE-HO


Ya coba aja lo tetesin minyak panas ke kulit lo, pasti lgsg bunting deh tuh kulit.


📩BETHSA PUTRY


Itu MLENTING wooyyyy, bukan bunting!!! MELEPUH keleesss 😤


📮VYNT DAE-HO


Oohh beda toh 😂


📩BETHSA PUTRY


Sialan lo, ngerjain gue aja😡😠


📮VYNT DAE-HO


Gitu aja sewot, woles napa!


📩BETHSA PUTRY

__ADS_1


Emang rese' lo!!! Btw, lo tau gak knp nomor Keira gak bisa dihubungi??? Dia blom ganti nomor buat di sono?


Vynt pun terdiam sejenak setelah membaca chat Beth yang terakhir itu. Apa yang harus dikatakannya pada Beth?


Tidak mungkin ia membeberkan fakta bahwa Keira sedang kabur ke Jogja karena mencoba sembunyi dari Tyo yang notabene kakak dari Argha—almarhum pacarnya Keira karena udah dihamili oleh orang yang namanya Tyo itu.


Ya, enggak mungkin banget lah dia berani ngomong begitu pada Beth setelah dirinya berjanji pada Keira untuk menjaga aib Keira pada siapapun termasuk dari Beth dan Said.


Vynt kembali berpikir sejenak hingga akhirnya ia mulai mengetikkan balasan chat atas pertanyaan Beth tadi dengan menggunakan dua jempolnya.


📮VYNT DAE-HO


Keira enggak jadi magang sama gue di sini.


📩BETHSA PUTRY


Loh, kok gue gak denger apa-apa soal itu? Emang knp Keira batalin magang ke Thailand?


📮VYNT DAE-HO


Keira mendadak ada urusan keluarga yg mendesak. Soal apanya gue juga enggak bgtu paham. Tp mungkin dia lagi di Jerman skrg buat nyamperin ibunya, makanya nomornya enggak bisa di hubungi, mgkn dia blom sempet beli nomor baru yang bisa dipake disono


Vynt menggigit bibir bawahnya saat mengetikkan balasan itu. Ia terpaksa berbohong demi menutupi aib Keira. Ia pun menghembuskan nafas panjangnya setelah menyelesaikan ketikannya.


Susah banget jadi sahabat yang baik buat kalian semua. Sorry kalo gue udah bohongin elo, Beth! Sesal Vynt dalam hati.


📩BETHSA PUTRY


Ooh, gitu. Jadi makin kepo deh gue😖


📮VYNT DAE-HO


Udaahh, lo sabar aja ya! Doain Keira baik-baik aja di sono!


📩BETHSA PUTRY


Ya udah deh.


Setelah chatingannya dengan Beth berakhir, Vynt mendongakkan kepalanya hingga bersandar pada punggung sofa. Ditatapnya langit-langit kamar apartemennya itu sambil bergumam.


"Lo kemana sih Kei? Mau sampe kapan lo ngilang kaya gini? Buruan balik dong! Gue cemas banget nih! Kesian Tyo juga."


***


@ASTRO Tours Thailand


Esoknya, dengan diantar Mr. Seo, Vynt memasuki ruangan khusus Tim Dua untuk diperkenalkan kepada anggota Tim tersebut sekaligus menunjuk siapa pembimbing yang akan membantu proses magang Vynt selama di ASTRO Tours.


Meski begitu, dalam satu lantai itu sudah memiliki fasilitas yang cukup lengkap, antara lain: ruang kerja, ruang tamu, ruang istirahat, ruang loker, pantry, dan kamar mandi serta toilet yang terpisah.


KEREN BANGEETTT!!! pikir Vynt sambil tersenyum senang.


Vynt melihat ada enam orang yang ada di ruangan itu. Mr. Seo lalu memperkenalkan mereka satu persatu pada Vynt.


Dimulai dari Norma dan Revi yang berasal dari Brunei Darussalam, lalu ada si kembar Qiqi dan Helmy dari Malaysia, dan terakhir Maurice dan Enno yang menurut Mr. Seo mereka asalnya dari Singapura.


Mr. Seo lalu berbincang dengan salah satu dari mereka yang Vynt ingat tadi memperkenal dirinya sebagai Enno. Mr. Seo seperti menanyakan keberadaan seseorang yang tampaknya sedang tidak ada di ruangan dengan bahasa Inggris yang fasih, bahasa yang wajar digunakan dalam Astro Tours tersebut mengingat hampir seluruh staffnya berasal dari negara yang berbeda.


Enno menjawab bahwa orang itu sedang mendapat giliran piket untuk mengecek kesiapan armada bus dan mobil yang akan mereka gunakan, serta mengecek daftar menu di beberapa rumah makan yang akan mereka hampiri untuk project tour berikutnya.


"Who's missing? (Siapa yang tidak ada)" tanya Vynt pada Mr. Seo.


"Someone called as Fady. Also someone who come from Indonesia, same with you!" (Seseorang yang bernama Fady yang juga berasal dari Indonesia sama sepertimu)


Vynt nampak manggut-manggut dengan ekspresi senang karena ia merasa punya teman se-Tanah Air di negeri yang asing baginya ini.


"I intend to make Fady as your trainer while you are here," (Saya bermaksud menjadikan Fady sebagai pembimbingmu selama kamu di sini.)


Mr. Seo mengutarakan niatnya kepada Vynt dengan penuh wibawa. Vynt makin bersemangat setelah mendengar ucapan Mr. Seo itu.


Ia yang mengira nama Fady adalah nama seorang laki-laki, sudah membayangkan jika dirinya mungkin akan bisa bersahabat dengan pria itu mengingat mereka dari negara yang sama serta pria itulah yang akan membimbingnya selama di ASTRO Tours.


Namun, ternyata bayangan Vynt sepenuhnya salah. Ketika akhirnya Fady tiba-tiba muncul di ruangan itu setelah menyelesaikan tugas luarnya.


"Arrgghh, gila diluar panas banget," gerutunya begitu wanita itu masuk ke dalam ruang kerja Tim Dua.


Mr. Seo menoleh pada Fady dan berseru, "Oh there you go, Fa! I have someone for you to handle," katanya sambil menunjuk dengan sopan pada Vynt.


"Haahhh?! What? Oppa, why me?" wanita yang ternyata bernama Fady itu nampak tidak terima.


Vynt melongo. Ia sama sekali tidak menyangka jika seseorang bernama Fady adalah seorang wanita.


"Because you're the most suitable for him,"


(Karena kamu yang paling cocok untuk dia.)


Mr. Seo yang sepertinya terlihat cukup akrab dengan wanita bernama Fady itu lalu melipat kedua tangannya di depan dada sambil bersandar pada salah satu pembatas kubikel.


"Give me three reasons for me to take this responsibility!" Fady meminta tiga alasan dari Mr. Seo untuk menerima tanggung jawab sebagai pembimbing Vynt.


Vynt hanya diam menyaksikan perdebatan antara Mr. Seo dengan Fady yang nampaknya sedikit alot. Ia ingin melihat bagaimana cara Mr. Seo meyakinkan Fady untuk menerima tugas yang dilimpahkan padanya.

__ADS_1


Pengamatan ini juga bisa ia jadikan pelajaran untuk menjadi atasan yang bijak kelak saat dirinya sudah menjadi orang nomor satu di Dae-Ho Trip Indonesia.


"More than that, i even can give you five reasons," (Lebih dari itu, aku bahkan bisa memberimu lima alasan!)


Mr. Seo masih menanggapi perdebatan itu dengan santai dan senyum di wajahnya. Ia lalu menyebutkan satu persatu alasan yang terpikirkan olehnya hingga ia memutuskan untuk memberikan tanggung jawab sebagai pembimbing Vynt.


Menurut Mr.Seo alasan pertama adalah karena Fady dan Vynt sama-sama berasal dari Indonesia, hal itu diharapkan akan membuat kedua lebih mudah bekerja sama.


Kedua karena tidak ada staff lain dalam Tim Dua yang berasal dari Indonesia selain Fady, inilah yang menjadikan Fady sebagai satu-satunya pilihan.


Ketiga, dari segi usia Fady lebih tua dari pada Vynt jadi sangat mungkin untuk dijadikan panutan bagi seorang magang seperti Vynt, keempat Fady termasuk salah satu staff senior dalam Tim Dua, dan kelima Fady punya cukup potensi untuk memberikan bimbingan kepada anak magang.


"So, do you still wanna decline my command?" (Jadi bagaimana? Kamu masih mau menolak perintahku?)


Fady mendengus kesal tapi tak lagi membantah. Semua alasan yang dilontarkan Mr. Seo barusan masuk akal baginya. Ia hanya berkacak pinggang dengan sebelah tangan dan sebelah tangan lagi memegang keningnya yang berkerut.


"I'll take your silent as a YES. So for now on, his all yours," (Aku anggap diammu adalah setuju. Jadi mulai sekarang dia sepenuhnya tanggung jawabmu.)


Setelah menepuk pundak Fady dengan penuh kemenangan, Mr. Seo lalu berpamitan kepada seluruh anggota Tim Dua termasuk kepada Vynt sesaat sebelum meninggalkan ruangan di lantai tersebut.


Detik berikutnya Vynt berhadapan langsung dengan Fady, face to face. Mereka berdua saling memindai postur satu sama lain. Sedangkan staff Tim Dua lainnya sudah kembali disibukkan oleh tugas masing-masing.


Vynt melihat wanita yang sudah melipat kedua tangan di dadanya itu dari ujung kepala hingga ujung kaki.


Sementara Fady justru kebalikannya, ia nampak memperhatikan pemuda magang yang tengah berdiri menjulang dengan kedua tangan yang dimasukkan ke dalam kantong celananya itu dari ujung kaki hingga ujung kepala.


"Nama kamu Vynt doang? Enggak ada embel-embelnya gitu?" tanya Fady bermaksud membuka obrolan yang menurut Vynt malah justru terdengar menyebalkan.


"‌Emang nama kamu juga Fady doang? Enggak pake embel-embel lainnya?" Vynt malah membalikkan pertanyaan Fady tadi dengan santai. Membuat Fady sewot seketika karenanya.


‌Wah ni anak bakalan susah dihandle nih kayanya, pikir Fady.


"‌Kamu sendirian? Temen kamu yang satunya mana? Aplikasinya kalo nggak salah ada dua mahasiswa magang dari Indonesia, kenapa kamu cuma datang sendiri?" Fady mencecar pertanyaan pada Vynt yang nampak mulai kesal.


"‌Dia enggak jadi magang," jawab Vynt datar.


"‌Kenapa? Alasannya?"


"‌Penting banget ya? Yang penting aplikasi pembatalannya kan udah dikirim pihak kampus dan udah diterima ASTRO tours juga? Jadi beres tho?! Kenapa jadi anda yang kepo masalah itu sih?" Vynt sudah sedikit kesal.


Ini orang cerewet banget sih, pikir Vynt sebal.


Terlebih lagi di mata Vynt, wanita itu tampak terlihat kasar dengan gayanya yang tomboi dan karakter yang kuat.


Fady mengernyit mendengar jawaban Vynt yang tidak bersahabat, namun akhirnya ia hanya diam sambil mengangkat bahunya dengan enggan.


"Ikut aku!" perintahnya kemudian kepada Vynt.


Hari itu, Fady mengajak Vynt berkeliling gedung untuk menunjukkan seluruh isi kantor ASTRO Tours Thailand. Sesekali ia juga memperkenalkan Vynt kepada orang yang dirasanya penting untuk Vynt kenali demi kelancaran magangnya.


Fady juga menjelaskan tentang ruangan tiap Tim yang terpisah disetiap lantai, karena diharapkan masing-masing Tim dapat bekerja secara mandiri dan tidak saling menganggu satu sama lain.


Karena berkerja di bidang Tour itu sangat membutuhkan konsentrasi, jadi jika ruangan kerja saling tercampur antar Tim yang berbeda konsep, maka dapat dipastikan bahwa kinerja mereka tidak akan maksimal.


Dan hal itulah yang paling dihindari oleh Mr.Dong Dae-Ho selaku Direktur Utama ASTRO Tours karena slogan yang terpenting bagi para pekerja di kantor ini adalah "Kerja Fokus! Fokus Kerja!"


‌Tim Dua adalah Tim perencanaan Tour khusus untuk tamu-tamu dari negara-negara yang memakai bahasa Melayu* seperti: Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura dan Timor Leste.


‌ASTRO Tour Thailand memiliki beberapa Tim Perencanaan Tour yang dibedakan berdasarkan bahasa yang digunakan oleh para tamu-tamu tur yang mereka handle, hal ini untuk memudahkan kinerja staffnya dalam hal penyampaian materi guiding saat tour berlangsung maupun dalam memberikan servis lainnya.


Meskipun begitu seluruh staff tetap diwajibkan mengusai bahasa Inggris sebagai bahasa internasional.



Setelah cukup mengajak Vynt berkeliling, selanjutnya Fady memberi instruksi kepada pemuda itu untuk stay di ruang Tim Dua guna mempelajari kinerja para anggota timnya secara nyata, bukan berdasarkan teori perkuliahan ataupun simulasi praktek dengan tingkat kesulitan yang minim.


Sementara itu, ‌di kantor khusus administrasi, Fady yang masih kepo perihal teman magang Vynt yang batal datang, diam-diam memeriksa berkas aplikasi mahasiwa magang yang sudah masuk.


Awalnya Fady hanya menemukan berkas milik Vynt di tumpukan paling atas. Dan ia pun juga memeriksa siapakah nama lengkap Vynt. Namun nyatanya di berkas itu hanya tertulis satu kata saja, yaitu Vynt.


Vynt yang memang sudah merencanakan untuk menyembunyikan identitas aslinya sebagai keponakan owner dari ASTRO Tours sengaja tidak mencantumkan nama keluarganya di dalam berkas pengajuan magang.


Ini anak emang bener namanya cuman satu kata doang? Aneh. pikir Fady.


Dan ketika ia mengangkat berkas Vynt tersebut, dilihatnya berkas milik Keira di bawah tumpukan berkas milik Vynt. Ia pun menyesuaikan asal Universitas yang tertera di dalam kedua berkas itu. Dan ternyata sama.


Hmmm, jadi cewek ini toh mahasiswa satunya yang enggak jadi magang. Cantik. Kenapa nggak jadi magang di sini ya? pikirnya penasaran.


Jangan-jangan Vynt dan cewek ini pacaran, dan mereka enggak jadi magang bareng karena putus dan ceweknya yang milih menghindar? tebak Fady kepo.


To Be Continue...


.


.


.


*Bahasa Melayu adalah bahasa yang mencakup sejumlah bahasa yang saling bermiripan yang dituturkan di wilayah Nusantara dan diSemenanjung Melayu.


Sebagai bahasa yang luas pemakaiannya, bahasa ini menjadi bahasa resmi di Brunei Darussalam, Indonesia (sebagai bahasa Indonesia), dan Malaysia (juga dikenal sebagai bahasa Malaysia); bahasa nasional Singapura; dan menjadi bahasa kerja di Timor Leste, (sebagai bahasa Indonesia).

__ADS_1


__ADS_2