
.
.
.
Di siang hari yang panas, Vynt yang baru saja mendarat di Don Mueang International Airport segera berjalan keluar menuju ke bagian Imigrasi, sambil menyiapkan pasport serta departure card atau kartu kedatangannya yang sudah ia isi dalam perjalanan dari Indonesia ke Thailand tadi.
Karena sedikit sibuk menguruskan prosedur terminal kuliah Keira sesuai permintaan dari Tyo, Vynt jadi baru sempat mencari tiket di momen last minute keberangkatannya menuju Thailand.
Untungnya, ia masih bisa mendapatkan tiket dari maskapai penerbangan Air Asia.
Alhasil, karena terpaksa menggunakan jasa maskapai tersebut, Vynt harus berpuas diri mendarat di Don Mueang International Airport yang berukuran lebih kecil dibandingkan dengan Suvarnabhumi Airport—bandara terbesar di Bangkok.
Setelah sampai di bagian Imigrasi, Vynt menyerahkan paspor dan kartu kedatangan yang sudah terisi kepada petugas.
Ada beberapa point yang telah Vynt lengkapi dalam kartu tersebut, mulai dari data pribadi, nomor penerbangan, alamat tempat penginapan selama di Thailand, hingga berapa lama ia akan tinggal di negeri Gajah Putih tersebut.
Setelah paspornya sukses mendapatkan cap dari petugas Imigrasi yang berwenang, Vynt lalu melanjutkan langkahnya menuju bagian pick up bagasi untuk mengambil kopernya.
Vynt mendongakkan kepalanya untuk mencermati monitor yang menunjukkan pembagian jalur penurunan bagasi. Ia memperhatikan detil informasi yang tertulis di sana untuk memeriksa di jalur bagasi manakah kopernya akan muncul.
Setelah menunggu beberapa saat, Vynt nampak mengenali sebuah koper yang baru muncul yang ia yakini sebagai kopernya. Tanpa ragu iapun meraih lalu menyeret kopernya ke pintu keluar.
Di Thailand ini, Vynt akan magang di ASTRO Tours Thailand milik pamannya—adik kandung dari ayahnya—yang bernama Mr. Dong Dae-Ho. Meski begitu, Vynt tidak ingin statusnya sebagai keponakan owner terbongkar. Karenanya Vynt berencana menyembunyikan identitas aslinya.
Di sisi kanan dan kiri pintu keluar bandara Don Mueang International terdapat bermacam-macam kios. Beberapa dari kios tersebut terlihat menjual kartu perdana atau SIM Card yang digunakan di Thailand.
Vynt menghampiri salah satu kios tersebut. Ia ingat ia harus mengganti SIM Cardnya dengan yang digunakan di negara ini agar tetap dapat berkomunikasi menggunakan ponselnya.
Salah satu SIM Card paling populer di Thailand adalah dari perusahaan provider DTAC yang biasanya dijual dengan harga dua ratus baht, atau setara dengan sembilan puluh ribu rupiah dengan kuota sembilan Gigabyte untuk pemakaian satu minggu.
Setelah mengganti SIM Card lamanya dengan SIM Card yang baru, Vynt melanjutkan langkah menuju pangkalan taksi resmi di bandara tersebut.
Sebenarnya ada beberapa pilihan transportasi dari Bandara Don Mueang ke kota Bangkok seperti kereta, taksi atau grab, bus dan BTS/MRT.
Tapi Vynt memilih menggunakan taksi resmi airport karena menurutnya yang paling nyaman meski biayanya juga yang paling mahal.
Dengan tarif sekitar tiga ratus baht atau setara dengan seratus tiga puluh tujuh ribu dari bandara menuju kantor ASTRO Tours Thailand yang berada di kawasan Pratunam.
Ditambah lagi tarif tersebut belum termasuk toll dan airport surcharge sebesar lima puluh baht atau setara dua puluh dua ribu rupiah.
Selama perjalanan di dalam taksi, Vynt mulai menghubungi pamannya via telpon dalam aplikasi chatnya.
📱VYNT DAE-HO
Yeoboseyo, Paman Dong! Ini aku, Vynt!
📱DING DAE-HO
Vynt-ah. Cigeum odiyeyo (Sekarang kamu di mana)? Apa kamu sudah tiba di Thailand?
📱VYNT DAE-HO
Ne, Paman. Saya sudah tiba di Thailand. Sekarang saya sedang dalam perjalanan menuju ASTRO Tours.
📱DONG DAE-HO
Joh-a! Kalau begitu paman tunggu kedatanganmu di kantor!
📱VYNT DAE-HO
Ne, Paman Dong. Algeseumnida (Baiklah).
Setelah Vynt berhasil mengabari pamannya perihal kedatangannya itu. Ia lalu mengirim pesan ke roomchat Tyo.
📮VYNT DAE-HO
Woi, bro. Gue dah nyampe di Thailand nih! Prosedur terminal kuliah Keira udah gue beresin. Tapi sorry gue enggak sempet nyampein langsung ke elo. Gue buru-buru terbang soalnya, udah last minute.
📩TYO PRATAMA
It's Ok, Vynt. Thx bantuannya
__ADS_1
📮VYNT DAE-HO
Trus gmn Keira? Dah ada kabar?
📩TYO PRATAMA
Keira terpantau kabur ke Jogja naik kereta. Ini gue udah nyusulin di Jogja. Tinggal nyari Keiranya aja. Do'ain moga buruan ketemu ya!
📮VYNT DAE-HO
Pasti, bro. Elo yang sabar ya ngadepin Keira. Dia emang keras kepala tapi semua itu karena dia enggak mau jadi beban buat orang lain, walaupun ujung-ujungnya tetep nyusahin sih 😅
📩TYO PRATAMA
Makasi advicenya. Akan gue inget. Lo baek-baek di sono. Take care!
📮VYNT DAE-HO
Siiippp. Good luck buat lo!
Vynt menutup ponselnya setelah chat terakhirnya dengan Tyo terkirim. Ia lalu menengok ke arah jendela taksi untuk melihat pemandangan yang dilewati taksi yang ditumpanginya di luar jendela.
Dalam hatinya ia sungguh-sungguh berharap bahwa sahabatnya—Keira—bisa segera ditemukan dan dalam kondisi sehat.
***
@ASTRO Tours Thailand
Sesampainya Vynt di kantor ASTRO Tours Thailand. Ia segera masuk untuk mencari bagian HRD melewati bagian resepsionis.
"Excuse me!" sapa Vynt pada seorang staff wanita yang tengah duduk di balik meja resepsionis.
"Yes, Sir! Can i help you?" balas staff tersebut dengan sopan.
"My name is Vynt. I'm the representatives of Tourism University from Indonesia. Could you please inform the Human Resource Department of my arrival?" jawab Vynt.
(Saya Vynt. Perwakilan dari Universitas Pariwisata Indonesia. Bisakah anda menyampaikan kedatangan saya ke bagian HRD?)
"Understood. Wait a moment please!"
Staff tersebut lalu mengangkat gagang telepon yang ada di atas mejanya dan mulai menekan tombol sambungan ke divisi yang ditujunya.
Vynt mengangguk menanggapi permintaan staff resepsionis itu sebelum menelpon bagian HRD untuk memberitahukan kedatangannya. Vynt melihat sekeliling dan mulai mengagumi interior kantor ASTRO Tours milik pamannya ini.
Nampak berkelas namun tidak berlebihan dalam menampilkan kemewahannya. Membuat para tamu yang datang tidak keder duluan sebelum memutuskan untuk memakai jasa ASTRO Tours dalam membantu mereka melakukan perjalanan wisata.
Pantas saja dalam beberapa tahun terakhir ini, ASTRO Tours Thailand mampu menduduki peringkat tiga besar di jajaran Travel Agent terbaik se-Thailand.
Vynt memang sudah sejak lama begitu ingin magang di Travel Agent milik pamannya ini, untuk lebih mengasah kemampuannya bekerja di bidang Perjalanan Wisata.
Ia ingin mengumpulkan pengalaman berharga demi modal mengelola Dae-Ho Trip nantinya saat ia sudah benar-benar mewarisi Travel Agent milik ayahnya itu.
Tak lama, staff resepsionis tadi tampak menutup teleponnya lalu kembali menatap ke arah Vynt yang masih sabar menunggu di depan meja resepsionis.
"I already inform the HRD division about your arrival. The Manager will be come here in a moment to pick you up."
(Saya sudah memberitahu pihak HRD atas kedatangan anda. Sebentar lagi Manajer HRD akan datang untuk menjemput anda.)
"Oke, thanks for your help!" Vynt tampak tersenyum puas lalu berjalan menuju kursi-kursi yang tersedia di ruangan utama tersebut.
Tanpa perlu menunggu terlalu lama, seorang pria yang nampak seperti orang Korea pun keluar dari dalam lift dan langsung mendekati Vynt.
"Annyeong-haseyo, Vynt-ssi!" sapa pria itu dalam bahasa Korea dengan sopan.
Pria itu membungkuk sedikit kepada Vynt untuk memberi hormat karena nampaknya ia tahu siapa Vynt sebenarnya.
Vynt yang nampak kikuk lalu bangkit dari duduknya dan ikut membungkukkan badannya membalas tanda hormat pria tersebut.
"Annyeong, choesong-hamnida! I'm not too fluent in Korean. Could you please using English for our next conversation?"
(Halo juga, maaf tapi saya tidak terlalu fasih berbahasa Korea. Bisakah kita memakai bahasa Inggris saja untuk percakapan selanjutnya?)
Vynt berkata terus terang sebelum ia mulai kelabakan menanggapi orang-orang yang menggunakan bahasa Korea terhadapnya, karena dirinya sendiri sudah teramat jarang menggunakan bahasa itu hingga tak terlalu percaya diri.
__ADS_1
Pria yang menjabat sebagai Manajer HRD tersebut nampak sedikit tersenyum lalu mengangguk sopan menanggapi permintaan Vynt.
"Sure, Mr.Vynt. Anything for you!" balasnya ramah.
Vynt pun tampak sumringah mendengarnya jawaban itu.
"Mr. Dong Dae-Ho is waiting for you! This way, please!"
(Bapak Dong Dae-Ho sedang menunggu anda. Silahkan lewat sini!)
Manajer HRD mengarahkan Vynt menuju pintu lift. Vynt mengangguk sekali namun sebelum itu ia terlebih dulu kembali ke meja resepsionis untuk menitipkan kopernya disana.
Mereka berdua lalu masuk ke dalam lift sesuai arahan dari Manajer HRD di ASTRO Tours tersebut. Di dalam lift, si Manajer HRD nampak menekan tombol angka sepuluh untuk menuju ke lantai sepuluh gedung itu. Dimana kantor Direktur Utama yang juga kantor paman Vynt berada.
Sesampainya mereka di lantai sepuluh, Vynt nampak tercengang kala pintu lift sudah terbuka. Pasalnya hanya ada satu pintu besar di balik pintu lift yang artinya hanya ada satu ruangan di lantai itu. Dan Vynt sudah bisa mengira seberapa luas ruangan itu.
Si Manajer HRD mengetuk pintu kayu besar itu beberapa kali hingga terdengar suara jawaban dari dalam ruangan.
"Ne, deul-eowa! (Ya, masuklah!) ujar suara dari dalam.
Secara perlahan si Manajer HRD membuka pintu itu lalu mempersilahkan Vynt untuk masuk lebih dulu dengan sedikit membungkuk.
Melihat keponakannya datang, Mr. Dong Dae-Ho langsung keluar dari balik meja kebesarannya dengan ekspresi senang dan berjalan menuju pintu untuk menyambut Vynt.
"Hwan-yeong, Vynt-ah! Bagaimana kabarmu? Sehat?" sambut Mr. Dong lalu memeluk keponakannya itu.
"Ne, Paman. Aku sehat, seperti yang anda lihat," Vynt membalas pelukan adik dari ayahnya itu.
"Duduklah, Nak!"
Mr. Dong lalu membimbing Vynt menuju sofa set di ruangannya. Namun, sebelum ia ikut duduk bersama Vynt, Mr. Dong nampak menoleh kepada Manajer HRD dan memberikan perintahnya dalam bahasa Korea yang lancar dan cepat.
Setelah Manajer HRD yang ternyata bernama Mr. Seo itu mengangguk lalu undur diri, barulah Mr. Dong duduk tepat di sebelah Vynt dengan badan yang condong ke arah keponakannya itu.
"Aku sudah menyuruh Mr. Seo untuk mempersiapkan Tim-mu. Nantinya kau akan bergabung bersama Tim Dua yang menghandle tamu-tamu dari Indonesia, Brunei, Malaysia dan Singapura," jelasnya pada Vynt.
"Aku mengerti, Paman! Kedepannya aku mohon bantuan paman, karena mungkin aku akan sering merepotkan," balas Vynt cepat.
Mr. Dong nampak tertawa. "Tidak apa-apa, Vynt. Aku senang kau repotkan, jangan sungkan! Ayahmu dulu sangat berjasa atas keberhasilanku membangun ASTRO Tours ini. Dan kau juga keponakan kesayanganku. Santai saja, oke!" Mr. Dong menepuk-nepuk pundak Vynt dengan bangga.
"Terima Kasih, Paman. Aku pun tidak akan pernah melupakan jasa Paman ini," Vynt tersenyum tulus pada pamannya itu.
"Iya-iya. Oia, apa kau yakin tidak ingin tinggal di rumahku saja selama magang di ASTRO Tours?" tanya Mr. Dong.
"Maaf, Paman. Tapi aku sudah menyiapkan tempat tinggal untukku sendiri selama di Thailand," balasnya dengan raut wajah sungkan.
"Paman mengerti. Anak muda memang butuh sekali yang namanya privasi ya, hahahahaha," Mr. Dong tertawa dengan suara beratnya. "Tapi ingatlah untuk berkunjung sesekali. Bibimu dan sepupu-sepupumu, Mirim dan Mirae pasti akan sangat senang bertemu denganmu," ujar Mr.Dong.
Vynt mengangguk-angguk. Ia memang sudah berencana untuk mengunjungi mereka dalam waktu dekat. Ia jugasenang sekali saat pamannya langsung mengundangnya di hari pertama pertemuan mereka setelah sekian lama.
Iapun sudah sangat ingin bertemu dengan kedua sepupunya itu. Mr. Dong Dae-Ho hanya mempunyai dua orang anak perempuan bernama Mirim dan Mirae. Mereka berdua sangat dekat dengan Vynt dan Vlora sewaktu kecil.
"Oh, kau pasti belum makan siang? Bagaimana kalau kita berbincang sambil makan siang bersama?" ajak Mr. Dong.
"Baiklah, Paman. Aku setuju," jawab Vynt cepat.
Mereka berdua lalu keluar bersama menuju salah satu restoran ternama di Thailand untuk makan siang sambil mengobati rasa kangen dan bertukar kabar satu sama lain.
To Be Continue....
.
.
.
.
Assalamu'alaikum, Readers....
Spin Off pertama tentang kisah Vynt udah di mulai niihhh, Baca terus novel Replacement Lover yaa!!! Jangan lupa like dan komennya juga, serta kalo ada lebihan Poin boleh dooonng dibantu VOTEnya 😘✌️
.
__ADS_1
SEHAT SELALU BUAT KALIAN!!! ❤️