Replacement Lover

Replacement Lover
Said Story : SUGAR BABY


__ADS_3

.


.


.


Milla sungguh tak menyangka dirinya akan langsung teringat pada satu kejadian kelam di masa lalunya hanya karena sebuah pertanyaan, kejadian yang sangat ingin ia lupakan. Tidak! Justru ia lebih tidak menyangka kenangan buruk di masa lalu itu terbayang kembali setelah sekian lama.


Milla merasa sejak ia lulus SMA dan keluar dari Panti, tak akan ada seorang pun atau sesuatu pun yang bisa mengingatkannya kembali akan masa lalu itu. Tapi lagi-lagi Milla tak mungkin dapat mengelak atas apa yang telah terjadi.


Semua orang yang ada di sana curiga telah terjadi sesuatu pada Milla di masa lalu dan itu berhubungan dengan kata 'Sponsor'. Karena mereka semua menyadari, Milla langsung menunjukkan reaksi aneh yang begitu emosional setelah mendengar Rizzi menyebutkan kata itu.


Apa yang telah terjadi pada Milla??? Satu pertanyaan lagi spontan terpikirkan di benak mereka masing-masing.


Meski telah berusaha sekuat tenaga untuk tidak menunjukkan apa-apa, tapi Milla tak sanggup melawan bahasa tubuhnya yang begitu dipengaruhi emosi. Air matanya mendadak tumpah tanpa dapat ia cegah.


Keira tersentak melihat Milla mulai menangis. Namun, tidak hanya Keira yang shock, melainkan mereka semua. Tak terkecuali Said yang langsung merasakan tenggorokannya mulai tercekat.


Merasa kasihan pada Milla, Keira mendekat lalu mengusap-usap punggung gadis itu. "Kamu kenapa, Milla? Ada yang sakit? Mau istirahat?" tanya Keira bertubi-tubi.


Milla menatap sekeliling. Ke arah mereka satu per satu. Dilihatnya wajah-wajah penuh kecemasan yang tulus. Ia jadi merasa sangat tidak enak hati atas sikapnya yang tak mampu menahan emosinya ini.


Keira yang masih mengelus-elus punggungnya lagi-lagi menyatakan kekhawatirannya. "Kalau kamu ngerasa nggak enak badan, ayo...aku antar kamu ke kamar biar kamu bisa istirahat." tawarnya lembut.


Tapi Milla ingin menolak. Kepala gadis itu menggeleng perlahan sambil menyeka air matanya. Milla merasa harus dapat melawan kenangan buruk itu. Lagipula kejadian itu sudah lama berlalu. Ia harus kuat. Ia harus mampu menghadapi ketakutannya.


Hanya saja Milla bahkan tak pernah mengira jika ia harus menguak kembali kisah kelam itu di hadapan orang-orang yang baru dikenalnya. Ia sedikit tidak yakin bagaimana penilaian mereka terhadapnya setelah ia menceritakan kisah itu.


Ia tidak yakin apakah teman-teman barunya ini masih akan mempercayainya, dan masih akan membantunya setelah mereka tahu masa lalunya itu. Milla merasa terguncang karena pikiran-pikiran semacam itu. Namun, lagi-lagi Milla mencoba menguatkan diri.

__ADS_1


Ditariknya napas panjang beberapa kali. Ketika merasa dirinya sudah mampu bicara, akhirnya Milla mulai membuka suaranya. "Aku nggak apa-apa kok, Mbak! Aku cuman keinget sama kejadian yang nggak enak aja." jawabnya kemudian.


"Apa itu tentang sponsor yang ditanyakan Rizzi tadi?" tanya Tyo langsung.


Milla mengangguk. Dengan tubuh yang masih bergetar ia akhirnya menceritakan jika menjelang akhir masa SMAnya, ketika itu dirinya sedang getol mencari informasi tentang sponsor maupun beasiswa yang mungkin bisa didapatnya.


Hingga suatu hari Milla pernah ditawari sponsor oleh salah satu Bos di tempat kerja part timenya terdahulu. Seorang pemilik Restoran yang juga pengusaha Katering.


Dengan alasan itu Milla dipanggil ke ruang kantor sang Bos yang katanya hendak mewawancarinya perihal penawaran sponsor untuk biaya kuliahnya. Milla yang terlanjur senang, langsung menurut tanpa curiga. Namun rupanya Bosnya itu memiliki maksud terselubung.


Saat Milla dan Bosnya hanya berdua saja di dalam ruangan, orang itu mengajukan syarat yang mencengangkan sebagai ganti bantuan dana yang dijanjikannya. Orang itu meminta Milla menjadi simpanannya.


Milla yang kecewa langsung menolak tawaran itu dengan emosi. Namun saat hendak meninggalkan ruangan, Milla dicegah sekuat tenaga oleh pria ba*ingan itu dan terus dipaksa agar Milla mau menjadi wanitanya.


Segala iming-iming ia lontarkan untuk merayu Milla. Ketika Milla tetap menolak dan berusaha melarikan diri, Bosnya malah nekat mengoyak seragam kerjanya dan hampir memperkosanya.


Setelah melalui serentetan penyelidikan dan penjelasan yang panjang, istri sang Bos akhirnya percaya bahwa dirinya adalah korban. Tetapi Milla tetap tak mungkin lagi bekerja di sana. Di tambah lagi, sejak saat itu ada gosip yang menyatakan bahwa Milla rela menjadi seorang sugar baby* demi mendapat sokongan dana untuk membiayai hidupnya.


Karena itulah, sampai saat ini, Milla tidak pernah lagi menginginkan sponsor dari pihak manapun. Bahkan, ia terlalu takut untuk membicarakan atau menyinggung tentang sponsor dengan siapapun.


Tanpa sadar, air mata Milla kembali berderai saat ia berkisah. Ahh...ternyata mentalnya memang masih terlalu rapuh untuk meretrospeksi kembali pengalaman mengerikan itu.


Milla mendongak dan melihat wajah Said yang mendadak tak terbaca olehnya. Ia tak mengerti apa yang tengah dipikirkan Said. Ia membenci kemungkinan bahwa pemuda itu kini merasa jijik padanya. Ia takut menghadapi kenyataan jika orang-orang yg tadinya begitu baik padanya ini, bisa saja berubah mencurigainya, mengecamnya, bahkan yang terburuk mulai menjauhinya.


Seketika Milla merinding. Ia merasakan pergerakan di dekatnya, dan tiba-tiba Milla merasakan pelukan di kedua sisi tubuhnya. Milla mengangkat kepalanya dan melihat Keira serta Beth memeluknya secara bersamaan.


Ia bahkan melihat Keira berurai air mata. Ketika Milla membuka mulutnya hendak bicara lagi, Keira dengan cepat menggelengkan kepalanya kuat-kuat.


"Sudah, Mill! Sudah...jangan diterusin!" potong Keira. "Jangan cerita lagi kalau cuman nyakitin kamu." pinta wanita itu sambil membenamkan kepalanya di pundak Milla. Bahu Keira bergetar menandakan isak tangisnya saat memeluk Milla.

__ADS_1


Milla menjawab getir, "Itu sudah lama. Aku sudah nggak apa-apa, Mbak, sungguh!"


"Kenapa kamu nggak membantah gosip itu? kenapa kamu nggak ngelawan mereka yang memfitnahmu?" tanya Tyo dengan suara serak.


Milla menyunggingkan senyum yang nampak miris. Ia pun menjelaskan, karena merasa dirinya miskin dan tidak mempunyai kekuatan untuk membantah gosip itu. Akhirnya ia hanya diam saja dan menerimanya dengan pasrah.


Mendengar jawaban gadis itu, Beth mengeratkan pelukannya sambil mengelus-elus puncak kepala Milla. Wanita yang masih memakai setelan kerja itu ikut meneteskan air mata tanpa berkata apa-apa. Ia hanya diam sambil memeluk Milla—gadis paling kuat yang pernah Beth temui sepanjang hidupnya.


Tiba-tiba Said bangkit berdiri dan langsung pergi dari tempat itu. Ia bahkan tak ingin repot-repot memakai alas kakinya sebelum beranjak pergi. Said terus menjauhi mereka melintasi pintu samping yang tadi dilewati Rizzi dan Beth untuk masuk ke area kolam. Membuat teman-temannya yang lain keheranan dengan sikapnya.


Tyo dan Rizzi saling melempar lirikan mata seolah-olah mereka mengerti apa yang tengah Said rasakan. Namun, Milla berpikiran lain. Ia merasa Said tidak mempercayainya kidahnya dan merasa muak padanya. Sampai-sampai pemuda itu tak ingin lagi berada dekat-dekat dengannya.


Atas kode yang diberikan Tyo melalui gerakan mata dan kepala, Rizzi beranjak untuk menyusul Said. Melewati jalur yang sama yang Said lewati demi segera dapat menemukan keberadaan pemuda itu.


Sementara itu, Said bergegas menjauh dari tempat Milla dan teman-temannya berkumpul. Setelah mendengarkan kisah memilukan Milla. Hatinya tak kuat untuk bertahan di sana. Ia merasakan amarah sekaligus kegetiran dalam dirinya. Ia marah pada apa yang menimpa Milla. Namun, ia lebih marah pada dirinya sendiri yang tak mampu menolong Milla.


SIALAN!!!—maki Said dalam hati. Kenapa??? Kenapa Milla sampai harus mengalami semua itu??? Apa salah dia???


Said tak mampu lagi membendung air matanya. Hatinya begitu sesak. Begitu sakit. Andai ia mampu memutar waktu, ingin rasanya ia kembali ke saat ia dan Milla pertama kali bertemu, dan terus melindungi Milla sejak saat itu.


.


.


.


To Be Continue...


*Sugar Baby adalah orang yang berada dalam jenis spesifik dari hubungan saling menguntungkan untuk tujuan mencapai keamanan ekonomi. Pasangan laki-laki dari sugar baby sering kali disebut sebagai sugar daddy, om senang atau gadun.

__ADS_1


__ADS_2