Replacement Lover

Replacement Lover
RiBeth Story : PILLOW TALK


__ADS_3

.


.


.


Tok. Tok. Tok


Dengan membawa bantal tidurnya sendiri, Beth mengetuk pintu kamar sang mama. Tanpa menunggu dipersilahkan masuk oleh mamanya, Beth membuka pintu itu sesaat setelah sempat mengetuknya.


"Ma, mama udah tidur?" Beth memanggil mamanya dengan melongokkan kepalanya.


Ny.Maria yang masih membersihkan wajahnya di depan meja rias pun menoleh ke arah pintu. "Masuk aja, Beth! Mama masih belum tidur kok!" jawab sang mama.


Bethsa Putry merangsek masuk ke dalam kamar tidur mamanya dan langsung menjatuhkan diri di atas kasur. "Aku boleh tidur di sini sama mama nggak malam ini?" Beth menatap lurus ke arah punggung Ny.Maria yang duduk membelakanginya.


Di sisi yang tak terlihat oleh Beth, Ny.Maria menghentikan kegiatannya selama beberapa detik lalu menghela nafas panjangnya. "Boleh sih! Tapi tumbeennn?!"


"Sekalian ada yang pengen aku omongin sama mama!" Beth tak lagi memandangi punggung sama mama karena sibuk mensejajarkan bantal yang sudah ada di atas kasur dengan bantal yang dibawanya sendiri.


Beth melirik ke arah sang mama. Tampaknya wanita itu sudah selesai membersihkan wajahnya dan kini sedang berjalan mendekati kasur tempat putrinya berada.


"Soal Rizzi?" tanya Ny.Maria to the point. Ia kemudian masuk ke dalam selimut mengikuti sang putri yang sudah lebih dulu melakukannya.


"He em!" Beth mengangguk cepat.


Keduanya lalu sama-sama telentang menghadap langit-langit kamar dengan posisi berdampingan.


"Mama enggak suka ya sama Rizzi?" Beth memulai interogasinya.


"Mama suka. Dia pria yang baik, dia sopan, dan kelihatannya bucin banget sama kamu!" Ny Maria terkekeh kala bayangan Rizzi yang nampak selalu mengutamakan Beth, sepintas terbayang dalam ingatannya.


Beth ikut tersenyum mengiringi reaksi positif dari mamanya. "Tapi kenapa mama keliatannya masih kurang welcome sama dia?" Beth mencoba mengorek isi hati sang mama.


Ny.Maria terdiam. Beth pun merubah posisi tidurnya menjadi miring menghadap ke arah mamanya. "Apa yang mama khawatirkan? Kasih tau Beth, Ma! Biar Beth dan Rizzi tahu apa kurangnya kami di mata mama!" desak Beth.


Ny.Maria menolehkan kepalanya menghadap sang putri. Dibelainya kepala Beth dengan lembut.


"Mama bukannya kurang bisa menerima Rizzi, mungkin kamu salah menafsirkan sikap mama atau bisa juga mama yang kurang tepat dalam bersikap di depan kalian! Tapi mama sebenarnya hanya tidak ingin terlalu berharap, Beth!"


"Maksud mama gimana?"


"Mama cuman tidak ingin terlalu meyakinkan diri kalau Rizzi memang jodoh kamu. Karena bagaimana pun, sebelum ada kata SAH, segala sesuatunya masih bisa terjadi, Sayang!"


Beth merengut. Dalam penafsirannya, mamanya seakan pesimis akan hubungan mereka, padahal dari pihak Beth dan Rizzi sendiri malah berusaha semaksimal mungkin untuk meyakinkan diri mereka masing-masing bahwa mereka berdua memang ditakdirkan untuk bersama.


"Mama tahu kamu kecewa dengan sikap mama! Tapi mama begini bukan tanpa alasan, Beth!" Ny.Maria mencoba memberi pengertian kepada sang putri.


"Lalu apa alasan mama?" tanya Beth dengan tegas.


"Pengalaman, Nak! Pengalaman yang bikin mama begini!" jawab Ny.Maria cepat.


Beth menggeleng tanda tak mengerti. Kerutan di keningnya kian menjadi. Ny.Maria kembali menatap langit-langit dengan mata menerawang. Ingatannya kembali ke masa beberapa tahun yang lalu. Saat dirinya masih bisa dibilang muda dan belum menikah.


Potongan demi potongan memori itu berkelebat dalam ingatannya. Menari-nari di pelupuk matanya yang menerawang menatap plafon kamarnya yang bercat putih bersih dengan lampu neon yang menyala terang di bagian tengahnya.


Ny.Maria mendesah. Ia lalu mulai menceritakan kisahnya beberapa tahun lalu kepada putrinya. Kisah yang sebenarnya ingin disimpannya rapat-rapat tanpa ingin ia ungkapkan lagi ke permukaan bumi, apalagi kepada putrinya sendiri.


Tapi kini, mungkin hanya inilah caranya untuk menyakinkan Beth atas prinsip yang digenggamnya selama ini.


Ny.Maria berkisah, bahwa ia dulu pernah dua kali mengalami kegagalan tepat sebelum pernikahannya terjadi.


Kisah pertama adalah tentang mamanya dengan seorang anak kepala desa di tempat asal Ny.Maria. Pria itu bahkan sudah menunjukkan ketertarikannya dengan Ny.Maria sejak wanita itu masih duduk di bangku sekolah menengah atas.


Pria itu berjanji akan segera melamar Ny.Maria ketika dirinya lulus sekolah. Awalnya Ny.Maria tak mengharap apa-apa dari pria itu, tapi ketika pria itu menepati janjinya dan melamarnya tak lama setelah dirinya lulus sekolah, dengan membawa serta keluarga dan hadiah-hadiah yang melimpah, seketika harapan Ny.Maria kepada pria itu membumbung tinggi.


Semua gadis di desanya merasa iri pada Ny Maria. Meski Ny.Maria tetap rendah hati tapi cahaya kebahagiaan yang terpancar dari wajah polos Ny.Maria muda sudah cukup untuk membuat seorang gadis diam-diam menikung jalan kebahagiaannya.


Semuanya persiapan berjalan lancar hingga detik-detik menjelang pernikahan itu. Namun tepat di tanggal yang telah ditentukan, ketika Ny.Maria berserta keluarganya telah menunggu kedatangan sang mempelai pria di kediaman mereka untuk melangsungkan pernikahan, pria itu dan keluarganya tak pernah datang.


Yang datang justru utusan dari keluarga pria itu yang menyampaikan kabar bahwa anak kepala desa itu, terpaksa menikahi gadis lain yang telah menjebaknya hingga hamil.


Meski dijebak, tapi sebagai anak orang penting se-desa, keluarga pria itu tetap menyuruh sang pria untuk menikahi gadis itu yang ternyata adalah sahabat dekat Ny.Maria sejak masih sekolah.


Ny.Maria kecewa. Kekecewaan terbesar pertama dalam hidupnya. Karena rasa malu yang melanda, didukung dengan kondisi sang ayah yang jadi sakit-sakitan sejak peristiwa itu, menuntut keluarga Ny.Maria untuk pindah ke kota.


Demi mencari pengobatan yang tepat untuk sang ayah, dan demi mengobati luka di hatinya juga, Ny.Maria mantap mengajak seluruh keluarganya hijrah ke kota besar.

__ADS_1


Di kota besar inilah kisah kedua dari perjalanan cinta Ny.Maria yang menyakitkan pun terjadi. Bertahun-tahun setelah hijrah, Ny.Maria dan keluarganya yang merasa telah menemukan kembali kehidupan mereka yang penuh kedamaian kembali mengalami cobaan.


Ny.Maria yang kala itu sedang menjalani kursus kecantikan, bertemu dengan seorang pria yang begitu mengaguminya. Pria itu adalah kakak dari salah satu teman kursusnya.


Sejak bertemu dengan Ny.Maria ketika mengantar adiknya ke tempat kursus, pria itu langsung jatuh cinta. Segenap usaha ia kerahkan untuk melakukan pendekatan terhadap Ny.Maria muda.


Dibantu oleh sang adik yang merupakan teman kursus Ny.Maria, akhirnya pria itu pun berhasil mendapatkan hati Ny.Maria setelah sekian lama berusaha. Hubungan mereka terjalin dengan mulus, bahkan saat seluruh keluarga pria itu datang untuk melamar, Ny.Maria seakan memiliki harapannya kembali tentang sebuah pernikahan.


Tetapi sebulan setelah acara pertunangan berlangsung, pihak keluarga calon suaminya tiba-tiba membatalkan pertunangan mereka secara sepihak.


Dari calon adik ipar yang juga teman satu kursusnya, Ny.Maria mengetahui bahwa keluarga calon suaminya mengalami kebangkrutan mendadak dan mengharuskan pria itu melakukan pernikahan politik dengan anak dari pemilik perusahaan lain untuk menyelamatkan bisnis keluarganya.


Untuk yang kedua kalinya, Ny.Maria dihadapkan pada kekecewaan terbesarnya. Ia pun berikrar untuk tidak lagi memberi harapan pada pria yang datang dalam hidupnya.


Hingga akhirnya Ny.Maria bertemu dengan Pak Johan yang notabene adalah Papanya Beth dan adik lelakinya---Hengky. Satu-satunya pria yang tak menjanjikan apa-apa, satu-satunya pria yang datang tanpa mengumbar janji dan harapan yang muluk, namun malah benar-benar mampu membawa Ny.Maria menuju ke pelaminan.


Pertemuan keduanya yang tak sengaja dan tak diduga, begitu dramatis. Saat itu, Ny.Maria yang baru pulang dari salon tempatnya bekerja diam-diam diikuti oleh seorang pria yang memiliki niat jahat terhadapnya.


Ketika Ny.Maria hampir sampai di rumahnya, pria jahat itu langsung menyergapnya. Menyeretnya. Dan membawanya ke tempat sepi dan gelap. Malam itu Ny.Maria bisa saja diperkosa jika Pak Johan tidak datang tepat waktu dan menolongnya.


Pak Johan adalah duda tanpa anak yang kebetulan sedang melintas setelah menghadiri pesta pernikahan seorang kerabatnya yang tak jauh dari rumah Ny.Maria.


Saat dirinya melihat seorang wanita yang diseret dalam keremangan cahaya, Pak Johan curiga. Dengan berani ia mengikuti pria jahat itu hingga yakin bahwa ia telah menjadi saksi sebuah kasus percobaan pemerkosaan dan langsung menyelematkan Ny.Maria.


Sayangnya rumor yang terlanjur beredar di masyarakat adalah tentang Ny.Maria yang telah berhasil diperkosa oleh pria jahat itu, padahal kenyataannya tidak. Pak Johan melakukan penyelamatan di saat yang tepat sebelum Ny.Maria benar-benar diperkosa.


Hasil visum pun menyatakan bahwa belum terjadi adanya pemerkosaan. Hanya masih bertaraf penganiayaan. Namun apa yang dipercayai masyarakat di sekitarnya terlanjur berbeda.


Untuk beberapa saat, Ny.Maria dan keluarganya terpaksa hidup dalam rasa malu dan tatapan iba dari orang-orang yang menganggap mereka sebagai keluarga yang malang.


Hingga suatu hari, Pak Johan datang kembali bak pahlawan yang langsung melamar dan siap menikahi Ny.Maria untuk dijadikan istrinya. Tanpa memberi harapan yang muluk, tanpa memberi janji yang setinggi langit, tapi Pak Johan mampu memberikan pernikahan yang nyata yang selama ini bagai harapan kosong dalam hidup Ny.Maria.


"Ketika Tuhan mendatangkan laki-laki baik dalam hidup kamu, tugasmu cuma satu, Nak! Tugas yang sederhana namun berliku, yaitu menunggu! Jangan berharap! Tapi tunggulah saja! Dan jangan simpan seseorang di dalam hatimu, Beth! Sebab hati itu bisa berubah seiring waktu. Simpanlah seseorang di dalam do'a, sebab do'a itu tercatat di langit, selamanya." pesan Ny.Maria kepada putri malam itu.


***


@Kediaman keluarga Digdaya,


Di ruangan yang cukup luas dengan meja marmer panjang yang diletakkan di tengah-tengahnya. Yang mereka gunakan sebagai meja makan yang dikelilingi kursi-kursi berbahan jati Jepara dengan bantalan yang dilapisi kulit berkualitas tinggi itu, Tuan dan Nyonya Digdaya melewati sesi makan pagi mereka berdua saja.


"Akhir-akhir ini Papi enggak liat Rizzi sarapan bareng kita di rumah, kemana anak itu?" tanya Pak Tirta pada sang istri setelah mengelap mulutnya dengan napkin bersih.


"Beberapa hari ini Rizzi selalu pamitan sama Mami pagi-pagi sekali sebelum sarapan. Tapi dia enggak bilang mau kemana-kemananya." jawab Ny.Rukmini sekenanya.


"Kenapa enggak ditanya?" protes Pak Tirta. Melirik dengan raut wajah datar ke arah Ny.Rukmini yang masih menikmati suapan terakhir roti bakar kejunya.


"Rizzi itu udah gede, udah dewasa. Suka-suka dia lah mau kemana! Ngapain kita repot-repot ngepoin urusan anak yang udah setua itu." Ny.Rukmini mengakhiri sarapannya dengan menandaskan jus sayuran sebagai menu pelengkap yang rutin disuguhkan untuknya di pagi hari.


Pak Tirta nampak mendengus kesal menerima jawaban sang istri. Meski menyadari kekesalan sang suami, tapi Ny Rukmini memilih cuek dan tetap tenang. Pasalnya ia kenal betul watak suaminya itu.


Ny.Rukmini tahu, Pak Tirta tidak akan mencari atau menanyakan anak-anaknya saat ia merasa tidak butuh dengan mereka. Itu artinya, Pak Tirta kini sedang membutuhkan kehadiran Rizzi hingga pria tua keras kepala itu menyempatkan diri menanyakan keberadaan sang putra bungsu.


Ny.Rukmini juga masih menutupi tentang kekasih baru Rizzi di hadapan suaminya. Ia berpikir lebih baik jika Pak Tirta menjadi orang terakhir yang mengetahui tentang hubungan Rizzi dengan kekasih barunya ketimbang terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


Ibunda Rizzi itu yakin, Pak Tirta tidak akan menyetujui hubungan Rizzi dengan gadis biasa ini. Karena pria tua itu adalah orang yang menjunjung tinggi kesetaraan status, derajat, dan sebagainya.


Untungnya anak pertama dan anak keduanya sangat mengerti dengan sifat sang Papi, hingga mereka sebisa mungkin mencari pasangan yang tidak akan ditentang oleh Pak Tirta.


Sayangnya tidak demikian dengan putra bungsunya, Rizzi. Gayanya yang memang lebih low profile ketimbang kedua kakaknya, membuat Rizzi memiliki teman dari berbagai kalangan.


Dan sekarang Rizzi malah memilih pasangan yang juga dari golongan keluarga yang pasti akan mendapat tentangan dari Pak Tirta. Tapi bukan Ny.Rukmini namanya jika tidak bisa pasang badan untuk membantu anak-anaknya.


Setelah mengetahui fakta bahwa gadis pilihan Rizzi kali ini adalah gadis baik-baik dan dari keluarga baik-baik, selain faktor kesederhanaan keluarganya, Ny.Rukmini merasa tidak mempunyai alasan untuk menentang hubungan Rizzi dengan Beth.


Untuk itu ia harus mencari cara agar Rizzi dapat mempertahankan seorang Bethsa Putry dan membawanya masuk ke dalam keluarga Digdaya tanpa dijegal lebih dulu oleh Pak Tirta.


Pak Tirta yang merasa sudah waktunya baginya untuk berangkat ke kantor pun bangkit dari duduknya. Diikuti oleh sang istri yang mengantarnya hingga masuk ke mobil, Pak Tirta tetap diam seperti biasa.


Namun ketika dirinya sudah duduk di dalam kursi belakang, tiba-tiba Pak Tirta membuka jendela pintu mobil itu lalu mengucapkan sesuatu kepada istrinya,


"Bilang sama Rizzi, malam minggu ini suruh luangkan waktu untuk makan malam dengan anak dari pemilik PT.Kejora. Papi mau jodohin dia dengan anak Pak Makhtum itu." ujarnya lalu tanpa menunggu respon dari sang istri ia segera menutup kembali jendela mobilnya.


Ny.Rukmini mematung seketika. Ia yang shock untuk sesaat tidak dapat berpikir jernih, hingga ia ingat pada grup chat yang dibuat Rozmyta. Ny.Rukmini bergegas menuju kamarnya dan mencari-cari ponselnya.


Saat itu ia merasa sangat menyesal tidak pernah memiliki kebiasaan membawa benda canggih itu kemana-mana seperti sahabat gesreknya Jeng Naina.


Kenapa di saat seperti ini ponselku malah enggak ketemu sih!!! omelnya dalam hati.

__ADS_1


"Mbak Juuummmm, liat hape saya nggaaakkk???" teriaknya pada pengurus rumah andalannya.


Mbak Jum yang mendengar teriakan sang nyonya besar langsung datang menghadap wanita paling berkuasa di rumah itu.


"Enggeh, Bu? Manggil saya?"


"Kamu liat hape saya?" tanya Ny.Rukmini dengan panik.


Namun tidak demikian halnya dengan pengurus rumahnya. Wanita dari desa itu langsung mengambil ponselnya sendiri dari dalam saku apronnya lalu menekan tombol telepon.


Tak lama, nada dering yang nyaring muncul dari balik amplop cokelat yang berisi data-data pribadi Bethsa Putry. Mbak Jum mendekati amplop itu, mengangkatnya, lalu mengambilkan ponsel sang majikan dari sana dan langsung menyerahkannya pada Ny.Rukmini.


"Ini, Bu, ponselnya."


Ny.Rukmini melongo seketika. "Kamu punya nomor kontak saya?" tanyanya tak percaya sambil memandangi ponsel yang kini sudah ada dalam genggamannya.


"Kecuali nomor Bapak, saya punya nomor kontak semua orang di rumah ini, Bu! Termasuk kontaknya Non Roz dan Non Sofia." lapornya polos.


"Kok saya enggak pernah tahu?" Ny.Rukmini heran.


"Lha ibu enggak pernah nanya."


"Iya juga, ya!" balas Ny.Rukmini merasa aneh. Ia lalu melihat pada layar ponselnya, di sana tertera tulisan panggilan tak terjawab dari 'Juminten'. "Loohh, ini nama kamu kok ada di ponsel saya???" tanyanya heboh.


"Kan memang saya yang masukin, Bu! Waktu ibu minta tolong masukin nomor-nomor kontak anak-anak ibu di situ, saya juga masukin nomor kontak saya biar ibu bisa hubungi saya sewaktu-waktu. Masa ibu belum tahu?" tanya Mbak Jum yang kini heran.


Ny.Rukmini menggeleng sambil mengerjap-ngerjapkan matanya menatap sang pengurus rumah.


"Panteeesss, kok selama ini ibu nelponnya ke telepon rumah terus. Ya sudah, kalau gitu saya permisi, Bu. Di dapur lagi nanggung." ucap Mbak Jum sambil ngeloyor pergi meninggalkan majikannya yang terbengong-bengong.


Oia...kok aku jadi bengong sih gara-gara Juminten?! Iisshhh...aku kan harus ngabarin soal perjodohannya Rizzi ke anak-anak.


Ny.Rukmini langsung membuka fitur chat dan mengetikkan sinyal SOS dalam roomchat grup yang bernama 'GENK RS' itu.


🗨️Rukmini


🆘 🆘 🆘 Gawaat


🗨️Rozmyta Aji


Ada apaan Mi?


🗨️Sofia Arini


😰


🗨️Reinka Sakti


🤔


🗨️Rukmini


Barusan Papi bilang kr Mami klo dia mau jodohin Rizzi sama anaknya pemilik PT.Kejora


🗨️Reinka Sakti


😱😱😱


🗨️Sofia Arini


Waduh 😥


🗨️Rozmyta Aji


Haaahhhh??? 😵


🗨️Rukmini


KITA HARUS GIMANA INI????


.


.


.


To Be Continue...

__ADS_1


__ADS_2