
.
.
.
Dalam perjalanan menuju rumahnya sendiri, Rizzi akhirnya kepikiran untuk mengecek ponselnya. Dari grup chat keluarganyalah ia akhirnya tahu kenapa ia sampai dijemput paksa oleh Papinya.
"Kaya'nya aku tahu kenapa Papi aku sampe maksa kita pulang begini, Bee," bisik Rizzi pada Beth yang gemetar ketakutan di sampingnya.
"Kenapa memangnya, Hun?"
Rizzi tak menjawab, ia hanya menyodorkan ponselnya pada Beth agar gadis itu membaca sendiri isi chat grup yang ditulis Mami dan kakak-kakaknya.
Beth lantas mengembalikan ponsel Rizzi kepada pemiliknya setelah membaca isi chat grup itu, "Papimu marah besar. Kalo kita disuruh putus gimana?" tanya Beth penuh kekhawatiran.
Rizzi yang menggenggam erat tangan Beth menyadari bahwa kekasihnya itu sangat ketakutan hingga gemetar. Ia lalu mengusap-usap tangan Beth sambil memberikan senyuman hangat.
"Papi pasti begitu, tapi kamu harus tahu kalau Mami dan kakak-kakakku ada di pihak kita. Mereka pasti enggak akan tinggal diam. Kamu tenang aja, Oke!" pinta Rizzi pada Beth.
Beth mengangguk kuat-kuat, ia ingat kata-kata Keira. Ia harus tetap semangat, enggak boleh takut, karena ia punya begitu banyak dukungan dari orang-orang yang menyayanginya dan juga orang-orang yang menyayangi Rizzi.
"Kamu udah kabarin Hengky 'kan kalo kita pulangnya telat?" tanya Rizzi.
Beth mengiyakan pertanyaan Rizzi itu, "Aku juga udah pamit ke Mama via chat kalau aku ke rumahmu sama kamu," tambah Beth.
Rizzi mengangguk mengerti. Ia berharap semuanya akan baik-baik saja setelah ini. Semoga ia dan keluarganya bisa meyakinkan Papinya bahwa hanya Bethlah wanita yang ia inginkan sebagai pendamping hidupnya.
Sesampainya di rumah keluarga Digdaya, Rizzi turun dari mobil lebih dulu lalu kemudian Beth menyusul di belakangnya. Sebelum masuk ke dalam rumahnya, Rizzi berpesan pada Beth sambil mengeratkan tautan pada jari-jari mereka.
"Tetap optimis, Bee! Kita enggak hadapi ini cuman berdua aja, karena banyak yang akan ngedukung kita. Kamu berani kan?" tanya Rizzi sambil menatap ke arahnya.
Beth kembali mengangguk dengan tegas. Mereka berdua kompak menarik napas panjang sebelum akhirnya melangkah masuk ke dalam rumah Rizzi dengan penuh keyakinan.
Di pintu masuk utama, Mbak Jum yang membukakan pintu untuk Rizzi dan Beth langsung berujar, "Mas Rizzi langsung disuruh ke ruang keluarga sama Bapak!"
"Oke, Mbak. Makasi ya!" balas Rizzi pada pengurus rumah tangganya itu.
Begitu masuk ke dalam ruangan yang super luas itu, ternyata di dalamnya sudah berkumpul hampir seluruh anggota keluarga Digdaya. Itu karena Ny. Rukmini memang langsung menghubungi anak-anaknya yang lain begitu ia mengetahui Pak Tirta marah besar dan menyuruh para anak buahnya untuk membawa Rizzi pulang dengan paksa.
Berbeda dengan Beth yang masih sedikit gemetar, Rizzi justru tersenyum melihat semua kakaknya berkumpul, ia menjadi semakin yakin akan memenangkan pertarungan ini dengan dukungan dari mereka.
"Ngapain kamu dateng-dateng senyum-senyum gitu?" suara Pak Tirta yang berat menggema ke seluruh ruang keluarga.
Beth yang langsung merinding dibuatnya jadi refleks melipat bibirnya kuat-kuat. Semakin dekat mereka melangkah ke arah keluarga Rizzi duduk berkumpul, semakin Beth merapatkan dirinya pada lengan Rizzi.
Rizzi tersenyum geli menyadari sikap Beth yang seperti kucing ketakutan, "Rizzi seneng aja liat keluarga kita ngumpul gini, Pi, pas banget aku mau ngenalin seseorang ke kalian semua," ujarnya tenang.
Pak Tirta mengerutkan keningnya, sementara anggota keluarga yang lainnya justru tampak menatap dengan penuh perhatian ke arah Beth.
"Semuanya, kenalin! Ini Bethsa Putry, pacar sekaligus satu-satunya perempuan yang pengen aku nikahin," seru Rizzi dengan percaya diri.
Beth seketika mematung mendengar Rizzi memperkenalkannya demikian kepada seluruh keluarga Digdaya. Ia tidak tahu harus bersikap bagaimana.
Haruskah ia mendekati mereka satu per satu lalu berjabat tangan dengan semuanya. Atau hanya perlu membungkukkan badan lalu menyapa semuanya sekaligus. Beth galau sendiri.
Jangankan melakukan semua itu, menatap wajah mereka satu per satu saja ia tak mampu sebab Beth lebih sering menunduk sejak ia memasuki ruang keluarga itu.
Disaat Beth masih galau memikirkan cara memberikan responnya, tiba-tiba suara berat Pak Tirta lagi-lagi menggema ....
"Siapa yang tanya? Papi enggak peduli siapa dia, pokoknya kamu harus putuskan hubunganmu dengan gadis ini dan minta maaf sama Arlisa karena sudah mempermalukannya semalam!" titah Pak Tirta pada Rizzi dengan tatapan tajam.
"Kalo Rizzki enggak mau, Papi mau apa?" balas Rizzi tak kalah tegas sambil memasukkan tangannya ke dalam saku.
"Kamu tuh ya! Udah berani kurang ajar sama Papi!" bentak Pak Tirta.
"Rizzi enggak kurang ajar, cuman nanya balik aja ke Papi," jawab Rizzi dengan tenang.
Pak Tirta terdiam sambil mengurut keningnya yang menegang, "Mi, coba kasih tau anakmu itu!" Pak Tirta yang mendadak pening akhirnya melimpahkan tugas menentang hubungan Rizzi kepada sang istri.
Mendengar perintah suaminya, Ny.Rukmini langsung berdiri dari duduknya dan mendekati kedua sejoli yang masih berdiri di tengah-tengah ruangan itu. Beth yang ketakutan sedikit mundur kala melihat ibunda Rizzi mendekatinya.
Namun di luar dugaannya, Ny. Rukmini malah langsung merangkulnya seraya berkata, "Selamat datang, Nak Bethsa! Mami udah lama pingin ketemu langsung sama kamu. Jangan takut! Santai saja, Oke!" sapa Ny. Rukmini dengan sumringah lalu melepaskan pelukannya dan menatap ke arah Beth dengan lembut.
Beth malah melongo melihat reaksi ibunda Rizzi yang begitu ramah padanya sampai-sampai tak mampu untuk menjawab semua pertanyaan wanita itu.
Namun tak hanya Bethsa Putry yang melongo, melainkan Pak Tirta juga. Lelaki paruh baya itu bahkan sampai menganga melihat sikap ramah sang istri pada perempuan muda yang diakui putranya sebagai kekasih.
"Mami! Apa-apaan ini?" teriak Pak Tirta.
Ny. Rukmini abai. Ia malah dengan santai mengajak Beth duduk di sofa yang sama dengannya. "Kamu nggak usah kaget ya sama sikap Mami, Mami ini temennya Mama kamu. Dan lagi Mami setuju-setuju aja sama hubungan kalian. Asalkan anak Mami bahagia!" ungkap Ny. Rukmini pada Beth.
Begitu senang hati Beth mendengar restu yang langsung terlontar dari ibunda Rizzi. Seketika ia merasa lega sekaligus luluh atas ketulusan wanita yang telah melahirkan kekasihnya itu.
"Terima kasih, Bu. Terima kasih!" ucap Beth penuh haru sambil menggenggam tangan Ny. Rukmini.
"Jangan panggil Bu, panggil Mami aja ya! Seperti anak-anak Mami lainnya," pinta Ny.Rukmini.
Beth menganggukkan kepalanya dengan mata berkaca-kaca. Karena keramahan Ny.Rukmini, Beth akhirnya berani menatap wajah kakak-kakak Rizzi satu persatu. Dan ketika ia bertemu pandang dengan Reinka Sakti, tiba-tiba Beth mengernyitkan keningnya.
Kok gue kayak kenal cowok itu yah? Tapi di mana? Beth membatin.
Ia lalu mencoba mengorek ingatannya tentang sosok Reinka. Selang beberapa detik, ia akhirnya ingat di mana ia pernah bertemu pria itu. Dan ketika ia hendak mengucapkan sesuatu, tiba-tiba Reinka menempelkan jari telunjuknya pada bibirnya sendiri untuk memberi kode pada Beth untuk tetap diam sambil tersenyum misterius.
Beth mengangguk mengerti. Namun semua orang di ruangan itu yang tidak mengerti maksud kode-kodean mereka berdua hanya bisa saling melirik diliputi rasa penasaran.
"Papi tidak setuju!" teriak Pak Tirta tiba-tiba. "Pokoknya Rizzi harus putus dengan dia!" Pak Tirta menunjuk ke arah Beth dengan penuh emosi. "Papi sudah setuju akan menjodohkan Rizzi dengan anak Pak Makhtum, jadi Rizzi harus mau menikah dengan Arlisa!" Pak Tirta kembali menegaskan.
Rizzi yang sudah duduk di samping Beth, menggeleng dengan yakin. "Enggak akan untuk selama-lamanya!" jawab Rizzi tegas. "Ogah banget nikah ama cewek yang judesnya kayak Nyi Blorong gitu!" tambahnya sambil bergidik.
Reinka sontak terbahak mendengar kekonyolan yang diucapkan adiknya. Rozmyta yang awalnya menahan tawanya jadi ikut keceplosan ngakak mendengar tawa Reinka yang lolos begitu saja.
Pak Tirta kembali tercengang mendengar anak-anaknya yang lain malah ikut menertawakan gadis pilihannya untuk Rizzi. "Diam kalian semua!" bentaknya.
"Sorry, Pi. Sorry bangeeett!" Reinka menyeka air matanya yang keluar karena tertawa. "Tapi Rizzi emang bener, si Arlisa Kejora itu orangnya emang judes. Enggak cuman itu aja, tapi dia juga terkenal bad habit, Pi! Makanya aku sejak awal heran aja, kok bisa Papi malah ngejodohin Rizzi sama perempuan rusak macam itu!" balas Reinka masih dengan tawa yang tertahan.
Mata tua Pak Tirta langsung mendelik mendengar Reinka menyebut anak gadis Pak Makhtum yang dikenalnya santun dan juga baik sebagai perempuan rusak, "REINKA! Jaga mulut kamu!" Pak Tirta tidak terima.
Reinka memang langsung diam setelah dibentak Papinya, tapi kemudian tatapannya berubah menjadi serius dan memandang lurus ke arah Papinya.
"Papi kayanya kena tipu deh kali ini!" Reinka tersenyum sinis. "Semua omonganku tadi itu bener, Pi. Aku enggak cuman asal tuduh, aku punya bukti kuat tentang kebobrokan moral si Arlisa Kejora, gadis yang Papi sanjung-sanjung itu!" ucap Reinka dengan tegas.
__ADS_1
Pak Tirta mengepalkan tangannya tanda kesal. Namun, Ny. Rukmini dan anak-anaknya justru penasaran. Mereka tidak menyangka jika Reinka tahu sesuatu tentang si Arlisa Kejora.
"Mana buktinya? Tunjukkan ke Papi sekarang juga!" teriak Pak Tirta dengan wajah menegang seolah urat lehernya hampir putus.
Tiba-tiba pintu ruang keluarga itu kembali terbuka, lalu muncul seorang pria tampan yang tinggi dan tegap dari balik pintu itu dengan menggendong seorang anak kecil laki-laki.
"Mas Aldy!" panggil Rozmyta ke arah pria itu sambil spontan berdiri. "Baru datang, mas?" tanya Roz lagi.
Pria itu nampak mengangguk, "Dari airport aku langsung ke sini, bagitu masuk rumah tahu-tahu ketemu sama si imut Ravi!" jawabnya sambil tersenyum manis pada anak kecil yang digendongnya itu.
Sedangkan anak kecil yang ada dalam gendongannya malah meminta turun dari gendongan pria bernama Aldy itu dan langsung berlari ke arah Beth karena merasa mengenali gadis yang duduk di samping neneknya.
"Kakaaaakkkkk!" panggilnya sambil memeluk pangkuan Beth.
"Ravi!" Beth balas menyebut nama anak yang pernah ditemuinya dalam sebuah kecelakaan sambil balas memeluknya dengan ekspresi keheranan.
"Loh kamu kenal sama kakak ini, Vi?" tanya Rizzi heran kepada si anak kecil.
Ravi mengangguk dengan polosnya. "Ravi kenal Om, gara-gara Ravi nyebrang sembarangan, kakak ini sampe kecelakaan," jawabnya.
"Kapan itu, Nak?" tanya Sofia yang langsung kaget ada kejadian seperti itu pernah terjadi pada anaknya.
"Pas Ravi nyariin Papa di toko Roti Bunda kemaren-kemaren lama, Ma," jawab Ravi tanpa ragu.
"Ooo, jadi waktu kamu pertama kali ketemu sama Bethsa Putry itu ada kejadian kaya gitu sama anakku, hmmm ... Pantesan enggak berani ngomong sampe sekarang, ternyata karena kamu punya salah sama Ravi dan Bethsa!" ujar Sofia dengan geram sambil mencengkeram kerah sang suami yang duduk di sampingnya.
Sedangkan Reinka hanya tertawa pasrah menerima kemarahan istrinya.
"Maksudnya gimana ini, Rein?" tanya Ny. Rukmini yang nampak bingung.
"Jadi gini, Mi. Pas Reinka ngajakin Ravi regular visit ke Roti Bunda, tahu-tahu tuh anak ngilang gitu aja. Pas Reinka cariin nggak tahunya udah duduk di pinggir jalan. Kata orang-orang yang ngeliat, hampir ketabrak sama motornya Bethsa tapi karena Bethsa langsung menghindar alhasil malah Bethsa yang nyusruk di trotoar sampe kakinya luka." jawab Reinka panjang lebar.
"Oo, jadi gara-gara kakak, kakinya Beth sampe bengkak berhari-hari kemaren itu? Dan kak Reinka enggak tanggung jawab?" Rizzi nampak geram.
Beth langsung membela Reinka di depan semuanya, "Udah kok, Papanya Ravi sudah coba tanggung jawab. Udah ngasih aku kartu nama supaya aku bisa klaim biaya pengobatanku. Tapi emang akunya yang nggak hubungi beliau karena memang nggak perlu!" jawab Beth.
Ia lalu membuka tas selempangnya dan mencari-cari kartu nama milik Reinka Sakti yang pernah dimasukkannya secara asal ke dalam tas itu. Setelah ketemu, ia lantas menunjukkannya ke semua orang yang ada di sana.
"Ini-ini! Ini bukti kalo Papanya Ravi udah coba tanggung jawab sama saya!" seru Beth dengan lantang.
Rizzi segera merebut kartu nama Reinka itu dari tangan Beth, membolak-baliknya sejenak lalu meremas dan membuangnya begitu saja ke atas meja di tengah ruangan.
Bukannya tersinggung, Reinka malah terkikik geli melihat sikap geram Rizzi yang justru menunjukkan ke over-protektifannya terhadap sang kekasih.
"Tapi sekarang kakimu gimana, Beth? Udah enggak apa-apa?" tanya Sofia.
"Iya, udah sembuh total. Waktu itu saya buru-buru ke rumah temen, dan di rumah temen itu saya langsung dipanggilkan dokter untuk merawat kaki saya. Makanya cepet sembuhnya," terang Beth apa adanya.
"Syukurlah kalo begitu. Terima kasih ya, saya mamanya Ravi, bener-bener berterima kasih kamu sudah mengorbankan diri demi keselamatan anak saya!" ucap Sofia tulus.
"Mami juga terima kasih banyak ya, Nak Bethsa! Ravi ini cucu semata wayangnya Mami, kalo kamu enggak menghindar pas kecelakaan itu entah apa yang mungkin terjadi sama cucu Mami," ujar Ny.Rukmini sambil menggosok-gosok tangan Beth dengan penuh ketulusan.
"I-iya. Sama-sama," jawab Beth malu-malu.
"Wah, berarti poin plus nih buat Bethsa Putry untuk dapet persetujuan dari Papi," seru lelaki bernama Aldy yang sudah duduk di samping Rozmyta.
Reinka dan Rizzi dengan kompak berdecak sambil membuat gerakan layaknya sedang menembak dengan mengedipkan sebelah mata mereka ke arah Aldy tanda setuju.
"Btw, salam kenal buat kamu Beth, saya Aldy Nugraha, suaminya Rozmyta, kakak perempuannya Rizzi. Semoga kita segera bisa jadi ipar ya!" Aldy memperkenalkan dirinya sembari tersenyum lebar dan melirik ke arah sang Papi mertua.
"Reinka! Kamu tadi bilang punya bukti tentang kecacatan moral Arlisa? Mana buktinya?" tagih Pak Tirta pada putra tertuanya.
"Aldy!" panggil Reinka pada suami Rozmyta.
"Siap, kak!" jawab Aldy riang lantas mengambil sebuah map plastik dari dalam tas yang dibawanya.
Dari dalam map plastik itu, Aldy mengeluarkan beberapa dokumen dan juga foto-foto tentang Arlisa Kejora lalu menyebarkannya di atas meja di tengah-tengah sofa yang mereka duduki.
Aldy juga membeberkan bahwa semua dokumen dan foto itu adalah bukti bahwa Arlisa Kejora, Putri dari pemilik PT. KEJORA, nyatanya pernah hamil di luar nikah selama berkuliah di Amerika. Ia hamil tanpa tahu siapa pria yang menghamilinya saking banyaknya pria yang telah mencicipi tubuh gadis itu.
Karena insiden itulah, Arlisa bahkan pernah melahirkan seorang anak meski anak haram itu kini diasuh oleh sanak saudara mereka di luar negeri sana.
Dan tentu saja, semua itu berhasil ditutupi rapat-rapat oleh PT. Kejora dari seluruh media di Indonesia. Karena itulah image dan nama baik Arlisa Kejora masih cukup terjaga di Tanah Air.
Sayangnya tidak demikian yang terjadi di Amerika. Meski tidak terlalu terekspose tapi fakta tentang seorang Arlisa Kejora masih dapat dengan mudah di cari.
"Kebetulan aku pernah ketemu dengan Arlisa Kejora sebagai escort lady dari rekan bisnisku di Los Angeles beberapa bulan lalu. Waktu itu aku udah ngerasa kalau dia perempuan tidak baik. Karena setahu aku, rekan bisnisku itu gaya hidupnya bebas. Gadis baik-baik tidak mungkin akrab dengan pria semacam itu. Makanya setelah aku denger dari mas Reinka dan Roz kalo Papi mau menjodohkan Rizzi dengan Arlisa. Aku buru-buru nyari info yang akurat tentang dia. Dan inilah hasilnya!"
Aldy tersenyum penuh kepuasan setelah membeberkan bukti-bukti yang otentik atas keburukan Arlisa Kejora.
"Rizzi juga punya bukti kalau semalam Arlisalah yang udah mempermalukan Beth dan Rizzi di restoran. Bukan sebaliknya. Rizzi bahkan disiram pake es teh sama tuh cewek bar-bar! Gila!" rutuk Rizzi.
"Haahhh, serius?" pekik Roz dan Ny. Rukmini bebarengan.
Rizzi mengangguk dengan tegas lalu menunjukkan bukti video yang telah direkam Tyo dan Keira via ponselnya kepada seluruh keluarganya.
"Waoowww, calon mantu pilihan Papi emang ganaasss!" komen Roz sambil bertepuk tangan dengan menahan emosinya.
Pak Tirta terdiam terpaku. Ia mati kutu di serang seluruh keluarganya. Akhirnya ia pun menyerah. Setelah mendengus dengan keras, Pak Tirta Digdaya lantas berdiri dan berkata, "Terserahlah ... Suka-suka kalian!" katanya sambil berlalu pergi meninggalkan ruangan itu.
Dengan pasrah ia merelakan Rizzi memilih pasangannya sendiri dan membiarkan anggota keluarganya yang lain mendukung gadis bernama Bethsa Putry itu meski dirinya kesal luar biasa.
***
Menjelang siang, di dalam kamarnya...
Seorang Arlisa Kejora yang baru bangun tidur itu nampak masih rebahan santai sambil memainkan ponselnya.
Pasti gosip tentang Rizzi yang putus sama pacarnya gara-gara nggak dapet restu keluarga itu udah viral sekarang. Coba gue cari aahhh! Batin Arlisa.
Dengan penuh percaya diri, Arlisa mencari kabar perpisahan Rizzi Riyant dengan kekasih kebanggaannya di sosial media. Namun yang ia temukan justru malah beberapa video tentang dirinya dengan judul-judul yang mencoreng imagenya serta merugikan pihaknya.
~PUTRI PEMILIK PT.KEJORA 'AR', DRAMA QUEEN ATAU BIPOLAR?~
~AR KEJORA, TERCYDUK NGAMUK DI TEMPAT UMUM KARENA DITOLAK SEORANG RIZZI RIYANT~
~RIZZI RIYANT PEDE GANDENG PACARNYA! ARLISA KEJORA (PT. KEJORA) CEMBURU~
~DITOLAK! PUTRI TUNGGAL PEMILIK PT.KEJORA SIRAM RIZZI RIYANT DENGAN ES TEH!~
~RIZZI RIYANT TOLAK PERJODOHAN DENGAN PUTRI DARI PT.KEJORA 'AR' SAMBIL BAWA GANDENGAN, MANTAP!~
__ADS_1
Dst..dst..dst..
Dengan geram Arlisa lalu membuka video-video yang menuliskan namanya yang sedang viral itu dan langsung ternganga karenanya.
Adegan yang memperlihatkan dirinya menghina gadis yang bersama Rizzi Riyant dengan sebutan badut dan pelakor serta saat dirinya menyiram wajah seorang Rizzi Riyant pun tersebar dengan jelas kemana-mana.
SIALAAANN!!! Ternyata ada tamu resto yang ngerekam trus nyebarin ke akun-akun receh macam gini. Kurang ajaaaarrrr!!! Makinya dalam hati.
Ia lalu membaca-baca beberapa komen netizen yang ternyata semuanya mayoritas berisi bullyan terhadap dirinya.
•hobinyi2r
'yg rambut pnjg keliatan banget songongnya emang, pantes ditolak Rizzi Riyant wkwkwkwwk'
•tuk4nkbully
'yg digandeng imut-imut, yg ditolak amit-amit 😂'
•jag0k0men
'sini2 yg seksi ama gue aja sini, gue jomblo kok'
•lambeQdw
'anak orang kaya tp mulutnya kek gak prnah sekolah😠😠😠'
•nyi2rsquad
'gue pernah ktmu muka ma Rizzi Riyant, orgnya gokil+low profile, jelas aja gak doyan ama yg rmbut pnjg. tampang2 sadis'
•cuapz22
'ngatain orang kek badut tp yg lebih mirip badut dianya, mukanya dempulan🤣'
•makrempz
'yg ngamuk mirip manohara 🤔'
Beberapa bahkan melontarkan kata-kata makian terhadap dirinya, saking sadisnya kata-kata yang dituliskan netizen itu membuat Arlisa jadi ketakutan, ia akhirnya memutuskan tidak akan kemana-mana dulu karena takut dibully oleh orang-orang di luar sana.
Teringat pada akun sosial medianya sendiri, Arlisa lantas mencoba mengeceknya, takut kalau-kalau akun pribadinya yang memang tidak terprivate itu turut diserang haters dadakan.
Dan ternyata benar...banyak akun-akun tak dikenalnya yang sudah meninggalkan komen bernada nyinyiran pada foto-foto yang diPostnya.
Kata-kata itu bahkan lebih tak pantas dan lebih menohok ketimbang apa yang ia lontarkan kepada gadis yang digandeng Rizzi malam itu.
•jejulidan
'cewe kek gini mah emang pantes ditolak. Rizzi Riyant matanya masih waras. cantik kagak judes iya'
•tongkosonk
'mulut lo kaya comberan neng'
•threalhaters
'ini toh yg ditolak Rizzi Riyant, seksi doang tp gapunya etika. BUAT APA!!!'
•doyan_ghibah
'cuman pengen komen wkwkwkwkwk'
•sijulidsss
'lo tuh yg muka2 pelakor'
Perasaan Arlisa mendadak tidak keruan. Marah dan takut bercampur jadi satu. Tapi rasa takutnya lebih besar setelah membaca komentar-komentar pedas netizen lebih lanjut.
Saking takutnya, Arlisa akhirnya merengek pada papanya untuk kembali ke Amerika dan sementara waktu menetap di sana saja.
***
Beberapa minggu setelahnya...
Acara lamaran Rizzi dan Beth dilakukan tak lama setelah Pak Tirta akhirnya memberikan restunya atas hubungan mereka. Pada hari yang telah ditentukan, keluarga Rizzi yang membawa puluhan mobil, saling beriringan menuju rumah Beth yang mungil.
Meski rumah Beth berada di pinggir jalan besar, namun lahan parkir di depan rumah itu tidak dapat menampung puluhan mobil yang di bawa sanak saudara Rizzi. Alhasil, dibantu dengan warga dan Pak RT, seluruh mobil iring-iringan itu terpaksa diparkir di sebuah lapangan umum tak jauh dari rumah Beth.
Meski dilakukan secara sederhana dan digelar di rumah Beth yang sederhana, tapi acara lamaran itu berjalan cukup lancar. Mami Rizzi memberikan satu set perhiasan emas yang langsung ia pakaikan kepada Beth ketika acara berlangsung, dan Rizzi menyematkan sebuah cincin emas dengan desain yang cantik sesuai pilihan Beth.
Awalnya Rizzi ingin membelikan cincin berlian sebagai hadiah pertunangan, namun Beth langsung menolak mentah-mentah saat mengetahui niat kekasihnya itu.
"Kalo sampe ngotot kamu beliin, enggak bakal aku pake. Beneran! Daripada aku kemana-mana takut dirampok atau takut cincinnya ilang!" ancam Beth tegas.
Mau tidak mau, Rizzi menurut saja dengan pilihan Beth yang lebih suka cincin emas biasa tapi begitu disukai gadis itu sampai berjanji akan terus dipakainya ketimbang memaksakan kehendaknya sendiri untuk membelikan cincin berlian.
Namun Rizzi nampaknya masih harus bersabar sebab Beth belum setuju untuk langsung menikah selama ia belum menyelesaikan kuliahnya.
"Maaf, Hun. Tapi karena mamaku sudah susah payah membiayai aku sampe seperti ini, jadi paling tidak aku mau menyelesaikan tanggunganku dulu. Aku belum bisa ngerasa tenang kalau aku belum selesai skripsi!"
Mengetahui hal itu, bukannya prihatin tapi Tyo, Vynt, dan Said malah menertawakannya! Khususnya Vynt yang langsung menepuk pundaknya sambil berseru, "Yang sabar ya Bos!" godanya menirukan suara Bang Sopo dalam serial animasi Adit, Sopo, Jarwo.
.
.
.
Ribeth Story TAMAT
#INTERMEZZO#
Said : Thooorrrr, kenapa scene gue di RiBeth dikit bangeett siihh, masa cuman nongol pas endingnya doang!!!
Author : Yaa...habis gimana ya, Id. Emang enggak ada scene yang cocok sih buat kemunculan lo selain di bagian akhir. Jadi, yaa...maap-maaph deh! Emang bisanya cuman segitu.
Said : Trus spin off buat gue, ada???
Author : Entahh yaa...Belom kepikiran tuh!!!💆
Said : Enggak adil banget lo, Thor!!! Sedih hati ini!
__ADS_1
Author : Salah sendiri tau-tau ngilang dari peredaran, balik ke Riyadh gak pake pamitan. Gue jadi enggak punya inspirasi kan buat cerita lo 🤷
Said : Tega lo, Thor, ama gue! Hiks...!