Replacement Lover

Replacement Lover
CEMBURU


__ADS_3

Masuknya seorang wanita nan cantik lagi sexy ke dalam ruang rapat itu sontak saja membuat sebelah alis Keira naik tinggi-tinggi. Insting wanitanya seolah menangkap sinyal tanda bahaya yang terpancar dari wanita itu.


Eh busyet, ituuh makhluk dateng dari planet mana sih? bening banget kaya bukan manusia deh!


Keira curiga sendiri. Apalagi setelah ia mendengar suara wanita itu yang begitu lembut mendayu, seolah mampu merayu setiap pria yang diajaknya bicara, membuat Keira merasa semakin tidak senang karenanya.


Ya Tuhaann, biasa aja kali mbak ngomongnya. Nggak usah pake niru-niruin suaranya uler keselek garpu gitu napa??!! Serak-serak mendesis nggak jelas!!!


Entah kenapa Keira jadi ngedumel sendiri dalam hatinya. Namun sekali lagi Keira melirik penampilan wanita yang nyaris sempurna itu. Rambut panjang bergelombangnya yang mencapai pinggang, di cat warna merah burgundy sehingga menampilkan kesan sexy yang mendalam.


Belum lagi outfit yang dipakainya saat ini. Meski bergaya formal, namun rok pensil dan blouse-nya begitu ketat sehingga menampakkan lekuk tubuhnya yang pastinya sangat ampuh untuk membuat iri kaum hawa lainnya.


Mendadak Keira jadi terpikirkan akan efek pesona wanita itu terhadap calon suaminya. Apakah Tyo pernah tergoda dengan wanita itu? pikiran Keira mulai berburuk sangka.


"Sudah datang kamu? Buruan duduk biar bisa langsung kita mulai aja rapatnya!" titah Andrew yang baru masuk kembali ke dalam ruangan, kepada wanita itu.


Wanita itu terlihat mengangguk lalu berjalan dengan penuh percaya diri menuju kursi-kursi yang masih kosong. Namun tanpa Keira duga, si wanita cantik itu malah menarik kursi yang ada di sisi sebelah Tyo yang satunya yang kebetulan juga masih kosong.


Hal itu membuat mata Keira terus saja tertuju pada gerak gerik wanita itu, tanpa ia sadari.


Bahkan tingkah genit wanita itu saat menyapa Tyo dengan menjawil tangan calon suaminya sambil mengedipkan sebelah mata pun tak luput dari tatapan Keira.


Dan Keira sedikit kesal ketika Tyo membalas sapaan si wanita cantik dengan senyuman yang begitu ramah.


Apaaan sih? pikir Keira dalam hati. Entah kenapa dia tidak suka melihat wanita itu dekat-dekat dengan Tyo meski di mata Keira, keduanya tidak berinteraksi secara berlebihan.


Merasa dirinya diperhatikan oleh seseorang, wanita itupun langsung menoleh ke arah Keira. Pandangan mereka pun bertemu. Membuat Keira sedikit kaget karenanya. Melihat Keira yang terkejut, wanita itu malah lagi-lagi mengedipkan sebelah matanya.


Saat itulah Keira menyadari bahwa warna mata wanita itu mirip sekali dengan warna mata Andrew. Apakah warna mata itu asli atau hanya efek warna dari lensa kontak yang dipakainya? Tapi jika warna matanya asli biru, apakah itu artinya wanita ini masih ada hubungan saudara dengan Andrew? Keira kembali berspekulasi sendiri di dalam pikirannya.


Melihat wajah Keira yang penuh tanda tanya, wanita itu nampak sedikit gemas lalu tertawa tertahan. Namun akhirnya, fokusnya kembali ke ruangan saat terdengar suara Andrew yang menyebutkan namanya.


Andrew memperkenalkan wanita cantik tadi di hadapan para anggota rapat khususnya Keira yang baru kali ini bertemu muka dengan wanita itu---yang ternyata bernama Andrea---sebagai ketua tim humas di PT. PERKASA.


Dan Andrew juga menyatakan dengan bangga bahwa berkat kerja keras Andrea lah, PT. PERKASA dapat memenangkan tender dalam jumlah yang tidak main-main selama masa tiga tahun berdirinya perusahaan tersebut.


Tyo yang setuju pada pernyataan Andrew lalu memberikan tepuk tangannya kepada Andrea dengan senyum penuh kepuasan. Bukannya ikut senang dengan pencapaian itu, Keira malah tampak kesal melihat reaksi Tyo yang seakan memuji prestasi wanita cantik itu.


Whaatttt??? calon laki gue yang katanya dingin sama cewek lain, bisa sampe tepuk tangan sambil senyum-senyum gitu demi appaaahhh cobak???


Dan bola mata Keira seakan nyaris copot kala dilihatnya tangan Andrea menyentuh pundak Tyo dengan ramah seolah keduanya adalah teman lama yang sangat akrab. Yang lebih mengesalkan lagi Tyo malah terlihat tenang-tenang saja disentuh wanita lain di depan calon istrinya sendiri.


Iiisshhh, apaan siihh tuh cewek pake pegang-pegang Tyo segala!!! ---Keira tak habis pikir. Tyo juga nih, kenapa sih malah santai-santai aja dipegang cewek itu? Nggak inget apa ada calon istrinya di sebelah sini? Mentang-mentang cantikkan yang ono, trus yang ini dilupain. Iiihh NYEBELIN!!! ---Keira jadi geregetan sendiri.


Hadeeuuhh....ngapain juga aku bete nggak jelas gini?! Sabar, Kei. Sabarrrr...kamu nggak cemburu kok, cuman bawaan hormon karena lagi hamil aja. Lagian ngapain juga cemburu sama cewek itu, Tyo nggak mungkin berpaling dari aku cuman demi cewek itu kan???


Keira menggerutu habis-habisan dalam hatinya. Emosinya naik turun seiring logika dan nalurinya sebagai seorang wanita yang mempengaruhinya secara silih berganti.


Tak bisa dipungkiri jika Keira memang merasa cemburu melihat kedekatan Tyo dengan Andrea. Karena baru kali ini Keira melihat Tyo bersikap welcome pada wanita asing yang tak dikenal Keira.


Ia merasa tidak suka melihat Tyo akrab dengan wanita itu. Tyo yang belum menyadari kecemburuan Keira malah balas menepuk punggung Andrea dengan bangga, membuat Keira sakit hati dengan lebaynya.


Merasa tak tahan lagi melihat interaksi di antara keduanya, Keira langsung berdiri dengan tiba-tiba hingga tak sengaja menjatuhkan berkas-berkas yang tadi ditanda tanganinya.


SRAAKK!!!


Ruangan pun menjadi hening. Semua mata tertuju pada Keira yang masih berdiri mematung di tempatnya. Tyo pun tak luput menoleh ke arah Keira.


Hmmm....setelah heboh gini baru deh inget buat noleh ke calon bininya. Rutuk Keira dalam hati dengan teramat kesal.


"Kamu kenapa, Kei?" tanya Tyo khawatir.


"Nggak, nggak apa-apa. Cuman mau ke toilet." jawab Keira mendadak ketus.


Tyo mengernyit heran. Apa yang membuat Keira tiba-tiba berubah sikap seperti ini? batinnya.


"Ooh, ya udah kamu langsung ke toilet aja. Biar ini aku yang beresin!" pinta Tyo lalu berdiri dan mulai memunguti berkas-berkas yang dijatuhkan Keira itu.

__ADS_1


Andrea yang seakan mengerti situasinya tiba-tiba tersenyum. Tak lama ia terlihat mendekati Tyo yang berjongkok untuk membantu pria itu memunguti berkas yang berserakan.


"Ya Ampun, Pak Tyo sampe repot sendiri. Sini-sini saya bantuin!" ujar Andrea dengan suara genitnya.


Hueeekkkk, cuuiihhh....---- cibir batin Keira muak.


Melihat Tyo yang kembali berdekatan dengan Andrea, seketika hati Keira terasa panas membara. Lalu tanpa pamit ia pun melangkah keluar dari ruang rapat menuju toilet untuk membasuh mukanya meski ia belum tahu dimana letak toilet di kantor itu.


Dan ia baru ingat mengenai hal itu sesaat setelah dirinya berhasil keluar dari ruang rapat. Keira pun celingukan sendiri. Mau balik masuk ke dalam tapi gengsi.


Ahhh, bodo' amat. Nggak ketemu toilet ya udahlah, mending jalan-jalan keliling kantor daripada ngendon di dalem sono ngeliatin itu uler sawah colak colek laki gue. Males banget!!!


Keira yang emosi akhirnya melangkah tak tentu arah sampai menemukan seseorang yang bisa ditanyainya tentang letak toilet. Setelah menemukan toilet dan menyeka wajahnya dengan air dingin, ternyata tak lantas membuat hati dan pikiran Keira ikut dingin.


Merasa tak ingin cepat-cepat kembali ke ruang rapat itu, Keira pun memutuskan untuk berkeliling kantor PT. PERKASA yang menurutnya sangat menarik untuk dijelajahi.


***


Sementara itu, di ruang rapat...


"Jadi begitu, Pak Iqbal. Intinya, selama PT. PERMATA belum pulih sepenuhnya. Maka soal tender akan ditangani pihak kami sementara proses pelaksaan proyeknya akan ditangani pihak anda. Dan secara bertahap, humas kami yang dipimpin Andrea akan memberikan training khusus kepada divisi humas PT. PERMATA agar kedepannya kalian bisa mandiri sendiri dalam memenangkan tender."


Tyo lalu memberikan kode kepada Andrew untuk membagikan map-map yang berisikan target dan ketentuan yang telah dijelaskannya dalam rapat tadi.


"Silahkan anda baca isi dari map yang telah dibagikan barusan!" perintah Tyo. "Itu adalah target-target yang harus PT. PERMATA usahakan agar mampu memulihkan keadaan. Sebaiknya anda perbanyak lalu anda sebarkan ke seluruh staff khusus di PT. PERMATA agar mereka termotivasi untuk bersama-sama meraih target yang telah diberikan." Tyo memberikan sarannya.


Melihat Tyo memimpin rapat dengan begitu cerdasnya, membuat Pak Iqbal terkesima dengan cara Tyo sebagai Bos barunya dalam meningkatkan kinerja bawahannya. Jujur saja, selama hampir sepuluh tahun bekerja di bawah pimpinan Pak Zein Imran, belum pernah Pak Iqbal merasa begitu dihargai seperti saat ini.


Mendapat penghargaan yang begitu besarnya membuat Pak Iqbal termotivasi untuk mengerahkan seluruh kemampuan dan semangatnya dalam membangkitkan kembali PT.PERMATA di bawah naungan manajemen PT.PERKASA.


"Baiklah, jika tidak ada pertanyaan. Rapat gabungan pertama saya akhiri sampai disini. Terima kasih atas kehadirannya." tutup Tyo dengan lugas.


Setelah Pak Iqbal dan sekretarisnya meninggalkan ruangan, Tyo lagi-lagi merasa heran menyadari Keira yang tak kunjung kembali setelah berpamitan ke toilet.


Padahal rapat sudah berlangsung cukup lama tapi hingga rapat berakhir dan jam sudah menunjukkan waktunya makan siang pun gadis itu belum juga kembali.


Mendadak Tyo jadi terpikirkan kalau-kalau Keira jatuh di suatu tempat dan tak ada seorang pun yang menolongnya. Tyo langsung bangkit dari duduknya hingga membuat Andrea dan Andrew yang masih asyik membahas intisari rapat terkejut seketika melihat tingkah aneh Bos mereka.


"Apaan sih, Lo! Ngagetin aja!" gerutu Andrew.


"Gue mesti nyari Keira nih! Gue kok jadi parno kalo dia kenapa-kenapa ya?" Tyo mulai terlihat pucat.


"Ahh, lebay lo. Kenapa nggak langsung lo telpon ruang security buat nyari calon istri lo itu lewat CCTV??!!" ujar Andrea memberikan saran. Merasa aneh melihat Bosnya yang selalu kalem jadi gusar hanya karena seorang gadis.


"Bener juga!" Tyo tersenyum puas mendengar saran dari Andrea itu.


Sementara Andrew dan Andrea nampak hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Bos mereka yang ternyata bisa bucin juga.


"Kata satpam, Keira ada di salah satu gazebo di atas kolam ikan deket kantin." lapornya pada kedua anak buahnya itu.


"Yaudah yuukk, kita susulin bareng-bareng ke sono sekalian makan siang!" ajak Andrea yang langsung disetujui oleh Andrew. Dan Tyo pun hanya bisa pasrah menuruti keduanya.


***


Keira yang sudah lebih dulu makan siang saat dirinya menemukan kantin dengan kolam ikan yang memiliki gazebo-gazebo di atasnya, membuatnya lupa bahwa dirinya sedang cemburu saat Tyo datang menghampirinya.


Keira pun baru menyadari bahwa bagi wanita hamil, makanan adalah mood booster yang paling ampuh untuk meredakan segala amarah atau rasa sedih yang dirasakan tiba-tiba.


"Ya Ampun, Kei! Kamu tuh hobi banget bikin aku khawatir yah?!" omel Tyo sesaat setelah dirinya tiba di gazebo yang ditempati Keira seorang diri.


Keira yang tidak terima diomeli Tyo akhirnya meluapkan uneg-uneg yang ditahannya sedari tadi, "Salah sendiri kamu cuekin aku, malah deket-deket terus sama cewek itu!" gerutunya sambil memalingkan wajahnya dari Tyo yang berdiri di hadapannya.


Tyo mengernyit heran mendengar gerutuan Keira. Tidak biasanya gadis itu bersikap seperti ini, pikirnya. "Kamu kenapa sih sebenernya?" tanya Tyo lagi.


"Kayanya gue tahu, do'i kenapa!" jawab Andrea yang tiba-tiba nongol dari belakang Tyo bersama Andrew. Membuat Keira yang melihatnya kembali bersungut-sungut. "Calon istri lo ini, cemburu sama gue. Iya kan Nona Keira?" tebak Andrea sambil memeluk pinggang Tyo dari belakang lalu menyandarkan kepalanya ke satu sisi bahu Tyo yang bidang.


Keira muntab seketika melihatnya. Secepat kilat ia berdiri menghadapi wanita itu lalu di dorongnya menjauh dari Tyo, "Kalau udah tahu, harusnya situ tahu diri dong untuk nggak deket-deket sama calon suami saya!" bentak Keira pada Andrea yang terpaksa mundur dua langkah karena dorongan Keira tadi.

__ADS_1


Namun bukannya minta maaf tapi wanita itu malah tertawa terbahak melihat luapan emosi Keira. "Tuh, denger sendiri kan Bos!" ujar wanita itu ke telinga Tyo yang nampak memerah.


Keira jadi bingung sendiri melihat reaksi Tyo yang malah menutupi separuh wajahnya dengan sebelah tangan sambil geleng-geleng kepala sementara tangan yang satunya bertengger dipinggangnya.


Dan Andrew serta Andrea yang malah tertawa melihat reaksi Tyo semakin membuat Keira heran. Ini ada apa sih sebenernya? hatinya bertanya-tanya.


Tyo lalu memegang kedua lengan Keira lalu mendudukkan kembali gadis itu di tepian gazebo, saat itulah Keira menyadari wajah Tyo yang memerah.


"Kamu cemburu sama Andrea, Kei?" tanya Tyo to the point.


Keira sedikit mengernyit mendengarnya, "Kalo iya kenapa muka kamu yang merah? Kamu marah aku cemburu sama dia?" Keira menjawab Tyo sambil melirik tajam pada wanita yang malah masuk ke gazebo yang ditempati Keira itu dan disusul oleh Andrew.


"Mana mungkin, aku malah senang kalo kamu cemburu karena itu artinya kamu nggak mau kehilangan aku." jawab Tyo sambil duduk di sebelah Keira dan menarik pundak Keira ke dalam pelukannya.


"Trus kenapa kamu masih ajakin wanita itu kesini sih!" Keira yang tidak terima lalu mendorong tubuh Tyo untuk melepas pelukannya.


"Ya untuk menegaskan ke kamu kalo kamu nggak perlu lagi cemburu sama Andrea. Karena dia itu saudara kembarnya Andrew, Kei! Mereka berdua itu kembar sejenis dan identik yang artinya mereka sama-sama cowok waktu dilahirkan ke dunia ini!" jawab Tyo terus terang.


Keira ternganga mendengar jawab Tyo itu. Ia pun refleks menoleh pada Andrea yang jelas-jelas nampak seperti perempuan di matanya.


Ini mata gue yang eror atau cewek itu yang eror sih sebenernya, bisik Keira dalam hatinya.


"Iyaa, gue yang eror. Puas lo, puaass!" teriak Andrea lantang dari dalam gazebo. Benar-benar seperti wanita itu, ehhh pria itu, eehh makhluk itu, bisa membaca pikirannya.


"Makanya Keira, sampe mati pun aku tidak akan bisa menganggap dia sebagai cewek di mataku. Karena aku tahu penampakannya sebelum jadi cewe jadi-jadian seperti sekarang ini!" jelas Tyo lalu kembali menarik bahu Keira masuk ke dalam pelukannya sekali lagi.


"Sialan lo, lo kate gue dedemit dibilang jadi-jadian." cerocos Andrea sambil melemparkan gumpalan tisu ke arah Tyo yang langsung disambut derai tawa oleh Tyo dan Andrew.


Tyo pun lalu menceritakan yang sebenarnya bahwa Andrea adalah saudara kembar Andrew yang seorang transgender. Nama aslinya Andreas Budiono namun berubah menjadi Andrea Budiono ketika pria itu merubah penampilannya menjadi wanita.


Keira yang awalnya terbengong kembali ngamuk mendengar konspirasi jahil antara Tyo dan Andrea untuk membuatnya cemburu. Keira lalu memukul-mukul dada Tyo hingga Tyo mendekapnya erat di dalam dadanya.


"Ya ampun, Tyo. Kamu ketemu mereka dimana sih??" pekik Keira gemas.


"Mereka itu temen kuliah aku di New York! Kita sama-sama kuliah di Columbia University pas ngambil Pasca-Sarjana di sana." jawab Tyo ringan.


"Kok bisa sampe kamu ajakin mereka kerja sama kamu disini sih?" tanya Keira lagi tak habis pikir.


"Gausa diceritain lah...panjang, ntar malah nggak kelar-kelar nih novelnya." canda Tyo.


Akhirnya mereka berempat pun melanjutkan ngobrolnya sambil makan siang di dalam gazebo itu, kecuali Keira tentunya karena gadis itu sudah lebih dulu makan siang sendiri.


Setelah menghabiskan satu hari yang melelahkan dan penuh emosi. Keira pun akhirnya tertidur dalam perjalanan pulangnya ke rumah keluarga PRATAMA.


Sesekali Tyo memandang ke arah calon istrinya itu sambil membelai kepala Keira dengan penuh kasih sayang saat mobil mereka harus berhenti di lampu merah.


Saat melihat wajah Keira yang terlelap, Tyo jadi teringat saat gadis itu cemburu padanya tadi. Tyo sampai senyum-senyum sendiri dibuatnya.


Sesekali pula Tyo melirik ke arah perut Keira yang masih belum nampak tanda-tanda kehamilan. Tapi sudah dapat dipastikan bahwa benihnya tumbuh sehat di dalam sana.


Tyo masih ingat ketika dirinya mendengar detak jantung bayinya saat di Rumah Sakit Jogja, meski hanya masih samar-samar namun cukup mampu membuat hatinya bergetar.


Bagaikan menerima mukzizat yang tak dapat dideskripsikan dalam bentuk apapun, Tyo sudah bisa merasakan rasa sayang dari dalam hatinya untuk janin yang bahkan belum bisa ia lihat wujudnya itu.


Mengingat dirinya yang tak lama lagi juga akan menjadi seorang Ayah, Tyo jadi kepikiran kira-kira sosok Ayah macam apa dirinya di mata anaknya kelak. Yang jelas ia tidak ingin menjadi seorang ayah yang mirip Zein Imran ataupun Mr.Wan yang dinilainya telah gagal dalam membesarkan anaknya.


Hati Tyo menghangat seiring angan-angannya yang mulai membayangkan dirinya bermain-main dengan anaknya nanti.


To Be Continue...


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2