Replacement Lover

Replacement Lover
LDR = LELAH DILANDA RINDU


__ADS_3

Baru beberapa hari setelah keberangkatan Argha ke Singapura namun Keira sudah merasakan rindu yang teramat dalam pada kekasih sempurnanya itu.


Padahal Keira masih sering berhubungan dengan Argha via chat, telpon bahkan video call walaupun memang bagian terakhir itu yang paling jarang dilakukan dikarenakan kesibukan Argha yang menguras sebagian besar waktunya.


Chat adalah komunikasi yang paling sering mereka lakukan seperti saat ini. Ketika waktu masih menunjukkan pukul tujuh pagi lebih tiga puluh menit. Sebuah notifikasi chat terdengar dari ponsel Keira yang tergeletak di nakas di dalam kamar tidurnya.


Keira yang saat itu berada di dapur untuk membuat sarapan buru-buru berlari kecil ke arah kamar tidur untuk mengambil benda tipis berbentuk balok itu.


Ketika dilihatnya nama sang kekasih yang tertera di layar, otomatis jari jemari Keira menggeser layar keatas untuk membuka kunci pengamannya. Begitu kunci pengaman ponsel Keira sudah terbuka, muncullah aplikasi chat yang pasti dimiliki oleh lebih dari sejuta umat berlogo warna hijau itu.


📩ARGHA PRATAMA


Pagi, lagi apa?


📮KEIRA PERMATA


Pagi juga, lg bkin nasgor buat bf


📩ARGHA PRATAMA


🤤 mau doonng


Keira terkikik geli membaca chat balasan dari Argha.


📮KEIRA PERMATA


Emang kmu blm sarapan?


📩ARGHA PRATAMA


Udah siihhh, tp cuman roti+kopi


📮KEIRA PERMATA


klo plg nnti Qmasakin deh


📩ARGHA PRATAMA


Q usahain plg pas 1st anniv Qt


📮KEIRA PERMATA


😍😘😘😘😘😘😘


📩ARGHA PRATAMA


😄😅


Q cabut dulu ya


dah wktnya checklock

__ADS_1


📮KEIRA PERMATA


Ok, have a nice day, miss U 💟


Keira menghela nafasnya panjang. Sebenarnya ia merasa kurang puas karena singkatnya percakapan paginya ini dengan Argha.


Namun dirinya harus tetap bersyukur karena walau singkat tapi Argha masih ingat untuk menyempatkan diri berkomunikasi dengannya disela kegiatan Argha yang pastinya sangat padat di sana.


Keira juga harus mulai menyesuaikan diri dengan hubungan jarak jauh ini hingga enam bulan kedepan. Meski mungkin berat karena biasanya hampir setiap hari dirinya bertemu sang kekasih.


Entah di kampus, entah di tempat kerja sambilannya, di rumah kos, atau di tempat janjian mereka yang lain. Tapi Keira mengerti bahwa yang dilakukan Argha saat ini sangat penting bagi masa depannya.


Di saat seperti inilah Keira sering kali berandai-andai untuk menjadi mahasiswa yang seangkatan dengan Argha, mungkin saja dirinya bisa apply untuk waktu dan lokasi praktek kerja yang sama dengan pemuda itu. Jadi dirinya akan bisa terus bersama Argha---kekasihnya. Pasti menyenangkan sekali, pikir Keira.


Lagi-lagi Keira mendengar notif chat yang baru masuk, rupanya masih dari Argha. Mungkin balasan untuk chat terakhirnya, pikir Keira. Namun rupanya bukan, Argha ternyata mengirimkan sebuah foto yang setelah dibuka malah membuat mata Keira membulat lebar.


DEG...DEG...DEG


Jantung Keira langsung kumat begitu melihat foto itu, foto dirinya dengan Argha dan Tyo yang diambil sesaat sebelum Argha berangkat. Foto dirinya yang berada ditengah-tengah diantara kedua kakak beradik itu, diantara kedua pria yang anehnya sama-sama mampu membuat jantung Keira berdebar.


Keira jadi salah tingkah sendiri karena merasa heran dengan dirinya yang selalu saja aneh ketika ada hal-hal yang berhubungan dengan lelaki bernama Tyo itu. Keira ingat perasaan seperti ini juga pernah ia rasakan ketika pertama kali mengenal Argha dulu.


Keira jadi tersentak sendiri karenanya. Perasaan yang seharusnya hanya ia rasakan terhadap kekasihnya kenapa ia rasakan juga terhadap kakak kandung dari kekasihnya itu.


Tidak mungkin kan ia juga menyukai Tyo. Keira merasa tidak percaya jika dirinya ternyata termasuk dalam golongan perempuan yang tidak setia terhadap pasangan.


Tidak...dirinya tidak seperti itu. Lalu apa??? Kenapa??? Bagaimana ia bisa merasakan perasaan yang sama terhadap Tyo yang seharusnya ia rasakan hanya terhadap Argha---kekasihnya.


"Gua hapus aja fotonya dari pada jadi penyakit buat hati gue." gumam Keira.


Keira hampiiirrr menekan icon delete ketika matanya menangkap tulisan terakhir pada roomchat Argha yang berbunyi, "Harus disimpan, jangan dihapus lho."


Seketika urung sudah niat Keira untuk menghapus foto yang bikin hatinya ngilu itu. Gagal sudah langkah awalnya untuk menghilangkan jejak Tyo dalam hidupnya. Keira pun hanya bisa pasrah dan mulai melanjutkan kegiatan paginya yang sempat tertunda tadi.


Keira yang hari ini kebetulan libur kuliah dan libur kerja sambilan di toko coklat dekat kampusnya karena tanggal merah memutuskan untuk tidak kemana-mana. Dia ingin menata ulang apartemennya agar lebih terkesan 'Dirinya'. Karena hunian yang sesuai dengan style-nya pasti akan membuatnya lebih nyaman untuk tinggal.


Ini juga salah satu caranya untuk menghibur diri dari kejenuhan yang melanda gadis itu karena menjalani hari-hari yang monoton dalam seminggu ini. Sekaligus mengobati hatinya yang rindu terhadap kekasihnya---Argha.


Berharap kegiatan yang menarik mampu mengalihkan perhatiannya dari penantian akan pesan ataupun telpon dari kekasihnya itu.


Tok..tok..tok..


Beberapa ketukan terdengar dari pintu depan apartemen Keira. Keira mengintip sejenak dari lubang pintu dan segera membukanya ketika tahu bahwa orang-orang yang ditunggunya sudah tiba.


Said dan Vynt masuk ke dalam apartemen Keira secara bergiliran. Mereka berdua rencananya akan membantu Keira untuk mendekor ulang apartemennya. Sebagai gantinya, Keira membuatkan sarapan untuk mereka pagi itu.


"Duduk gaes, kita makan di ruang tamu aja ya. Kalo dimeja dapur kayanya kurang luas deh buat bertiga." Ajak Keira.


"Sini gue bantu tatain makanannya!" Said menawarkan diri untuk membantu.


"Oke, tuh nasgornya udah mateng. Tinggal telurnya yang belum. Mau dadar atau ceplok." tanya Keira pada kedua temannya.

__ADS_1


"Gue dadar, yang banyak daun bawangnya." jawab Vynt sambil membuka kulkas untuk mengambil air minum dingin.


"Gue ceplok aja, Kei. Dua ya." jawab Said sambil mengacungkan dua jarinya.


"Wokeeyyy." jawab Keira dari balik kompor.


Vynt dan Said yang sudah duduk manis di meja makan pun menunggu Keira dengan tenang. Walaupun begitu, semerbak harum telur dadar yang Keira goreng saat itu membuat cacing-cacing diperut mereka tidak tenang.


Tak lama Keira menghampiri meja makan dengan dua piring di tangan kanan dan kirinya. Satu piring berisi telur dadar penuh daun bawang dan satu piring lagi berisi telur ceplok yang mempunyai dua mata kuning karena memang terbuat dari dua buah telur.


"Loh, punyamu sendiri mana, Kei?" tanya Said yang tak melihat jatah Keira di meja.


"Gue lebih suka makan nasgor pake krupuk bukan lauk. Lagian nagsornya udah gue campurin telur orak arik sama sosis jadi udah komplit." terang Keira santai.


"Ya udah yuk buruan makan, gue dah laper berat nih." Said menimpali.


"Loh gue belum siapin teh atau kopinya!" seru gadis itu lagi.


"Gak perlu, Kei. Ini gue dah ambil minuman dingin. Minum ini aja biar seger ya, Id!" balas Vynt dengan menyikut Said meminta persetujuan.


Vynt hanya tidak mau membuat Keira lebih sibuk lagi. Sementara Said langsung manggut-manggut saja karena lebih cepat Keira duduk berarti lebih cepat mereka bisa makan.


"Ooh, gitu. Ya udah." jawab Keira akhirnya sambil ikutan duduk bersila bersama kedua temannya mengelilingi meja ruang tamu.


Mereka memilih makan sambil duduk di atas karpet karena satu-satunya sofa tunggal di apartemen itu hanya cukup untuk dua orang dewasa saja.


Begitu Keira hendak menyendokkan nasi goreng buatannya ke dalam piring tiba-tiba ada yang membuka pintu apartemennya dengan keras.


BRAK!


Selain kaget bukan main. Keira, Vynt dan Said pun langsung menoleh ke arah sumber suara. Dan disana mereka melihat Beth dengan tampang panik dan ngos-ngosan seperti habis dikejar rentenir.


"Eehh busettt nih bocah pagi-pagi maen gebrak pintu kamar orang pake kekuatan dewa begitu mo ngapain lo, Beeeeth??? Mana tampang kaya orang abis dikejar-kejar pocong aja. Sumpah ya, lu tuh jadi cewe kagak ada manis-manisnya." cerocos Said yang langsung kena timpukan flat shoes milik Beth.


"Ada kabar buruk, Kei!" Beth berujar dengan nafas yang masih tersenggal. "Tyo SAKIT." tambah Beth sengaja menekankan kata terakhirnya.


Seketika Keira berdiri dari duduknya. Jantungnya kembali berpacu mendengar nama Tyo disebut-sebut apalagi dengan embel-embel kata 'SAKIT' yang semakin membuat gadis itu mendadak khawatir.


Ekspresi dan tingkah Keira yang demikian menarik perhatian Vynt yang langsung memicingkan matanya penuh tanda tanya.


To Be Continue...


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2