Replacement Lover

Replacement Lover
TAMU TAK DIUNDANG


__ADS_3

@Bandar Udara Adisutjipto, JOGJA.


"Welcome to Jogjaaaaa!" seru Rizzi riang gembira sambil melebarkan tangannya layaknya anak Sekolah Dasar yang baru pertama kali ikut karya wisata. "Gue gak sabaaarrrr pengen kulineraaannn!" teriaknya.


Tadi pagi saat Tyo menelponnya dan bilang sudah dapat izin sang Ayah untuk segera mencari Keira ke Jogja, Rizzi langsung merengek minta ikut.


Dan karena Tyo sedang senang hatinya serta masih butuh bantuan Rizzi tentunya, maka Tyo pun mengizinkan sahabat sedari kecilnya itu untuk ikut ke Jogja.


Plak! Tyo memukulkan gulungan koran yang dibawanya ke atas kepala sahabat gesreknya itu. "Sadar wooiii, lo disini bantuin gue nyari Keira bukannya mo liburan!" gerutu Tyo.


"Yaelah, Tyo. Kan bisa sambil menyelam minum air." Rizzi mengelus-elus kepalanya sambil mengerucutkan bibir.


"Iisshh, terserah lo deh." rutuk Tyo. "Buruan cabut yuk, banyak kerjaan nih kita!" Tyo mempercepat langkahnya untuk meninggalkan Bandara.


Kedatangan dua sahabat itu di Bandara Adisutjipto terlihat bagaikan kedatangan personel boyband Korea Selatan yang sedang berkunjung ke Jogja.


Dengan keikut sertaan beberapa anak buah Pak Agus Choir yang berjalan mengikuti Tyo dan Rizzi di belakang mereka selayaknya para pengawal pada umumnya, membuat Tyo dan rombongannya terlihat mencolok di mata orang-orang yang mereka lewati selama di Bandara itu.


Beberapa wanita terlihat kasak kusuk mengomentari penampilan casual Tyo dan Rizzi yang meski hanya memakai T-Shirt dan celana jeans tapi tetap mampu menebarkan aura kegantengan mereka secara nyata.


Keduanya pun tak memakai aksesoris yang berlebihan, hanya sebuah kacamata hitam yang kompak Tyo dan Rizzi kenakan sejak turun dari pesawat.


Namun secara visual Tyo dan Rizzi nampak begitu menonjol karena tinggi badan mereka yang hampir sama dengan turis-turis bule yang juga wira wiri di Bandara tersebut.


Enka---asisten Pak Agus Choir sekaligus leader dari tim khusus yang dikirim Pak Agus untuk menemani Tyo ke Jogja melaporkan bahwa Pak Agus sudah menyiapkan sebuah Guest House milik Takhta Grup yang letaknya di tengah kota untuk mereka tinggali selama mereka ada di Jogja.


Pria yang berjalan tepat di sebelah kanan Tyo itu juga mengatakan jika Pak Agus Choir juga sudah menyiapkan beberapa mobil untuk mereka pakai selama masa pencarian Keira berlangsung.


"Mobil-mobil itu sudah siap di pintu utama Bandara, Pak Tyo. Pihak Guest House sudah menyiapkannya untuk menjemput kita disini." tambah Enka.


Tyo hanya mengangguk sekali untuk merespon segala laporan Enka padanya.


"Riz, Kontak Reja sekarang, suruh dia bawa anak buahnya datang ke Guest House nanti malam untuk meeting dengan kita." pinta Tyo pada Rizzi.


"Wookeeyy!" jawab Rizzi cepat lalu menarik ponselnya dari saku celana dan mulai menelpon sambil terus berjalan mensejajari langkah Tyo.


Sesampainya rombongan itu di pintu utama Bandara, seorang bapak-bapak nampak mendekati Enka yang sibuk menatap ponselnya seperti sedang chatting dengan seseorang.


"Permisi, dengan Mas Enka asistennya Pak Agus Choir?" tanya bapak-bapak itu pada Enka.


"Iya, Pak. Saya Enka. Bapak dari Singgasana Guest House?" Enka balik bertanya kepada si bapak.


"Iya, Mas. Saya Sugeng, Manager Operasional di Singgasana. Saya yang chatting sama Mas Enka barusan. Saya disuruh Pak Agus untuk menjemput rombongan Pak Tyo di sini." jawab Pak Sugeng.


Enka kemudian memperkenalkan Pak Sugeng kepada Tyo. Setelah itu Pak Sugeng mengarahkan Tyo dan rombongannya ke mobil-mobil yang sudah disiapkan pihak Guest House.


"Saya bawa tiga mobil sesuai instruksi dari Pak Agus Choir, Pak Tyo." jelas Pak Sugeng sambil menunjuk pada ketiga mobil yang dibawanya lengkap bersama sopirnya.


"Terima kasih, Pak Sugeng. Tapi tolong jangan panggil saya "Pak" karena usia anda lebih tua dari pada saya." perintah Tyo sopan namun tegas.


"Oh, nggeh..nggeh, Pak...eh, Mas. Monggo Mas Tyo ikut mobil yang ini." kata Pak Sugeng mempersilahkan.


Dengan sigap Enka membagi tim nya yang berisi enam orang termasuk dirinya sendiri menjadi dua grup lalu segera masuk ke mobil lain yang telah disiapkan Pak Sugeng.


Tyo dan Rizzi pun masuk ke dalam mobil yang ternyata dikemudikan sendiri oleh Pak Sugeng. "Kita langsung ke Guest House atau mau mampir kemana dulu, Mas Tyo?" tanya Pak Sugeng sambil memakai seatbelt.


"Langsung ke Guest House, Pak!" jawab Tyo cepat.


"Baik, Mas." segera setelah menjawab perintah Tyo. Pak Sugeng akhirnya menyalakan mesin mobilnya.


Akhirnya rombongan Tyo pun meninggalkan Bandar Udara Adisutjipto itu, namun tanpa mereka sadari beberapa orang tak dikenal nampak mengintai gerak gerik rombongan Tyo sejak mereka turun dari pesawat.


***


@Toko Silvia and Joe Chocolate, JOGJA.

__ADS_1


Grand Opening masih lima hari lagi tapi Mbak Silvi sudah menyiapkan media promosi berupa pembagian brosur yang dilakukan di beberapa titik ramai kota Jogja. Dan tentu saja pembagian brosur juga terjadi di depan ruko yang akan menjadi tempat dibukanya toko cabang Silvia and Joe Chocolate itu.


Seluruh karyawan yang berkerja di toko coklat cabang Jogja dan beberapa tenaga honorer tambahan dikerahkan untuk menyebar brosur-brosur tersebut. Tak terkecuali Keira, namun Keira bertugas menyebar brosur tepat di depan toko coklat.


Hal itu dikarenakan Mbak Silvi tidak ingin Keira kelelahan karena harus berjalan jauh. Mbak Silvi khawatir terjadi sesuatu pada kehamilan Keira. Tapi meskipun tak kemana-mana, Keira masih dapat melakukan tugasnya dengan baik.


Terbukti dengan banyaknya brosur yang telah berhasil ia sebar meski hanya pada orang-orang yang lewat di depan toko dan sekaligus mendapatkan nomor ponsel mereka yang nantinya akan dikirimi reminder messages beberapa jam sebelum Grand Opening dilaksanakan.


"Dah dapet berapa, Kei?" tanya Mbak Silvi yang baru keluar dari toko yang masih ditutupi sepenuhnya oleh spanduk raksasa berlogo Silvia and Joe Chocolate.


"Lumayan, Mbak. Hampir seratus lima puluh lembar udah terbagikan, walaupun nomor ponsel yang aku dapat nggak sampai seratus sih." jawab Keira jujur.


"Nggak apa-apa, Kei. Dapet segitu dalam sehari aja dah lumayan. Ini belum sama yang disebarin temen-temen yang lain." balas Mbak Silvi optimis.


"Iya, Mbak. Semoga cabang Jogja ini sesukses di kota sebelumnya ya." Keira ikut optimis.


"Aamiin." balas Mbak Silvi sambil tersenyum ceria.


***


@Singgasana Guest House, JOGJA.


Sesampainya di Guest House, Tyo segera menyampaikan niatnya pada Enka untuk meeting malam itu.


"Siapkan tim-mu untuk meeting nanti setelah jam makan malam." titah Tyo pada Enka yang baru saja turun dari mobil kedua.


"Baik, Pak." jawab Enka cepat lalu mulai mencari Pak Sugeng untuk menginstruksi Manager Operasional itu menyiapkan ruangan khusus yang bisa mereka pakai untuk meeting.


Sementara itu, tak jauh dari area Singgasana Guest House nampak sebuah mobil jeep hijau tua yang berhenti tanpa ada satu pun penumpangnya yang turun.


Salah satu anak buah Enka yang menyadari keberadaan mobil itu tampak curiga sebab dirinya merasa mobil itu sudah membuntuti mereka sejak keluar dari Bandara.


Merasa ada kejanggalan, anak buah Enka pun segera melapor pada Enka yang sudah lebih dulu memasuki lobi utama Guest House untuk menunggu giliran diantar ke kamar yang akan ditempatinya.


"Lo yakin?" tanya Enka sedikit ragu pada anak buahnya.


Namun anak buah Enka tetap meyakinkan leadernya itu dengan satu kali anggukan mantap.


Tyo yang masih ada di ruangan yang sama dengan mereka pun menyadari sesuatu setelah melihat gerak gerik keduanya. Dan perlahan Tyo mendekati Enka dan anak buahnya yang masih saling berhadapan.


"Ada apa? Ada masalah?" tanya Tyo tenang namun tegas.


Enka nampak ragu sejenak untuk melaporkan kecurigaan anak buahnya itu, namun akhirnya ia menjawab juga pertanyaan Tyo.


"Anggota tim saya curiga ada yang membuntuti kita sejak dari Bandara, Pak. Dan sekarang mobil yang serupa terlihat tak jauh dari sini." jawab Enka tegas.


Kening Tyo mengernyit seketika. Ia nampak berpikir beberapa saat hingga akhirnya memicingkan mata seolah mengingat sesuatu yang tidak menyenangkan.


"Suruh tim-mu perketat keamanan di Guest House ini lalu panggil Pak Sugeng! Saya mau melihat ruang monitoring CCTV yang ada disini." setelah berkata demikian Tyo lalu duduk santai di salah satu kursi kayu antik di lobi itu sementara Enka dengan sigap langsung melaksanakan perintah bosnya itu.


Rizzi yang mengikuti Tyo duduk di sebelahnya jadi ikutan penasaran. "Ada apaan sih? Kaya serius banget?" tanya Rizzi kepo.


"Kayanya ada yang pengen balas dendam ke gue deh." sahut Tyo santai sambil tersenyum miring.


"Hah???" Rizzi melongo. "Serius lo?" tanyanya sambil menaikkan alis.


"We'll see." jawab Tyo misterius.


Tyo pun langsung beranjak dari kursinya setelah melihat Enka memberinya kode di depan sebuah pintu yang warnanya nyaris serupa dengan dinding lobi utama Guest House.


Dan karena didorong rasa penasaran, Rizzi pun mengikuti pewaris Takhta Grup itu memasuki sebuah ruangan yang hampir tak kasat mata. Bahkan mungkin jika Rizzi tak melihat Tyo memasukinya, dia tidak akan pernah tahu bahwa ada pintu disebelah sana.


Di dalam ruang rahasia itu, terdapat puluhan televisi yang digunakan untuk memonitor puluhan kamera CCTV yang tersebar ke penjuru Guest House. Termasuk di beberapa pagar pengaman sekaligus pembatas Guest House dari area luar.


Dan ada dua buah monitor dari rekaman CCTV yang terpasang di pagar samping yang menangkap jelas penampakan mobil jeep hijau tua yang dicurigai anak buah Enka tadi.

__ADS_1


"Itu mobilnya?" tanya Tyo mengonfirmasi.


Anak buah Enka yang tadi curiga yang juga berada di ruangan itu pun sekali lagi mengangguk mantap.


"Perbesar gambarnya!" perintah Tyo pada operator CCTV.


Setelah nampak jelas nomor plat di mobil tersebut, Tyo langsung menoleh pada Rizzi di sampingnya.


"Suruh hackermu melacak siapa pemilik mobil dengan plat nomor itu, cari tau alamatnya sekarang juga!" titah Tyo pada Rizzi.


Tanpa membantah ataupun berkomentar, Rizzi segera mengeluarkan ponselnya. Memotret tampilan mobil yang dicurigai itu dari layar monitor dan langsung mengirimkan gambar dan rincian nomor plat yang dimaksud Tyo ke roomchat si hacker.


📮RIZZI RIYANT


Yo Dude, i have another job for u


(heii bro, gue punya tugas lagi nih buat lo)


📩JOE KACONK


with my pleasure✌️


(dengan senang hati)


📮RIZZI RIYANT


📎🖼️ find the details info about the owner of this car. the license number is AB 1852 NU. the loc is in Jogjakarta city, Java island. we need it ASAP


(cari rincian info ttg owner mobil ini. no platnya AB 1852 NU. lokasi di kota Jogjakarta, pulau Jawa. kita butuh ASAP)


📩JOE KACONK


Got it. give me fifteen minutes and i'll text u back


(gue ngerti. kasih gue waktu lima belas menit hbis itu gue chat balik)


"Bereesss, bro!" jawab Rizzi pada Tyo setelah chattingnya dengan Joe si Hacker berakhir.


Tyo tersenyum puas lalu memberikan tos kepalan tangan pada Rizzi. Kemudian Tyo menoleh pada Enka, "Apa yang Pak Agus Choir tugaskan pada kalian selama disini? tanya Tyo.


"Untuk membantu proses pencarian Nona Keira dan melindungi keselamatan anda serta Nona Keira, Pak Tyo!" jawab Enka lugas.


"Berarti kalian bisa bela diri dong?" tanya Tyo lagi.


"Kami ber-enam sama-sama lulusan ISA Academy*, di Singapura, Pak!" jawab Enka cepat.


Lagi-lagi Tyo tersenyum puas mendengar jawaban Enka. "PERFECT! Persiapkan tim kalian mulai sekarang karena sepertinya kita kedatangan tamu tak diundang." ujarnya sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana lalu menatap tajam pada layar monitor yang menampilkan gambar mobil jeep misterius itu.


"Baik, Pak!" jawab Enka dan anak buahnya kompak.


To Be Continue...


.


.


.


.


*ISA Academy, Singapore


adalah sekolah eksekutif untuk melatih para calon bodyguard dibawah naungan Singapore Police Force. Akademi yang berbasis di Inggris ini didirikan sejak tahun 1986 oleh Leo J Strand.


Leo sendiri adalah seorang mantan pengawal kerajaan Inggris yang telah mengabdi selama 25 tahun. Tujuannya membuka akademi ini adalah untuk melahirkan para bodyguard yang potensial serta memiliki skill khusus dalam hal pengamanan tingkat tinggi dan strategi pengamanan sesuai dengan ciri klien yang menyewa jasa mereka.

__ADS_1


__ADS_2