
Kini situasi terlihat lebih mencekam ketimbang sebelumnya, namun sebelum kita lihat apa yang terjadi pada Feronica dan Stephen. Kita beralih sejenak untuk melihat bagaimana kondisi Housen yang sedari tadi terduduk dengan kedua lututnya yang di atas tanah.
Keadaannya cukup membuat kita penasaran bukan? Apa yang sebenarnya terjadi padanya setelah bertarung dengan orang berjubah hitam tadi? Sebelumnya pertarungannya memang diinterupsi oleh pemuda yang tidak dikenal.
Kini memang ia sama sekali tidak bergerak banyak setelah pertarungannya itu berakhir, seolah memang ia tidak memiliki kekuatan untuk melakukan hal sesederhana ini.
"Mengapa kau tidak membantu pemuda itu?" Housen tertunduk sembari menanyakan ini. Dan pada siapa sebenarnya ia bicara sekarang?
"Aku tidak dibolehkan ikut campur...." Terdengar suara seorang perempuan muda, yang tak lain tak bukan adalah Freiss sendiri. Ia mengarahkan kedua tangan ke arah Housen, lingkaran sihir berwarna hijau muncul dari sana dan seluruh tubuh Housen bercahaya hijau redup.
"Menggelikan...." Housen terdengar tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Freiss, apa maksudnya dengan perkataan itu? Apakah dia ini memang tidak mau berurusan dengan hal ini?
Tapi jika dipikir lagi Freiss bukanlah seorang yang acuh tak acuh, malahan ia sendiri begitu peduli dengan murid dan keadaan sekolah di sini. Oleh sebab itulah Housen merasa apa yang dikatakan oleh rekannya ini tidak masuk akal.
Housen kini mulai bisa merasakan apa yang terjadi di sekitar, berkat kekuatan pemulihan yang ia terima dari rekannya saat ini.
"Apa kau tidak akan menyesal nanti?" Housen kembali mengajukan pertanyaan yang sama, ia kini bisa merasakan bahaya yang semakin mendekat, energi sihir gelap yang memuakkan terasa begitu besar di tempat ini.
Freiss terdiam, ia tetap fokus pada sihir pemulihannya dan hanya berpikir bagaimana rekannya bisa cepat pulih sekarang.
'Kekuatannya terkuras begitu banyak... ini akan butuh waktu....' Freiss sadar, rekannya memang menggunakan sejumlah besar kekuatan untuk pertarungan tadi, jadi memang ia akan berada di dekatnya untuk beberapa saat kedepan.
Dengan pertarungan yang berjalan cepat itu, kekuatan Housen bisa terkuras sebanyak ini. Freiss jadi penasaran mengenai hal ini.
"Aku tidak tahu... pria baju putih tadi sepertinya tahu apa yang sedang terjadi. Aku hanya mengikuti sarannya saja." Freiss akhirnya buka mulut, ia tidak bercanda atau tidak serius sekarang, ia hanya mengikuti perkataan pemuda asing yang tadi bicara padanya.
__ADS_1
Housen tahu siapa pemuda yang dimaksud oleh Freiss, tentu saja yang datang di saat genting tadi.
Housen merasa kekuatan sihir yang ada padanya tadi memang tidak begitu terasa, namun seiring berjalannya waktu kekuatannya mulai membesar.
Dengan kepandaian mengendalikan kekuatan sihir di saat genting dan bahkan bisa masuk ke area pertarungan khusus dengan tenang membuat Housen penasaran akan siapa sebenarnya pemuda baju putih yang menolongnya tadi.
Yang pada kebanyakan orang pasti akan merasa takut dengan apa yang terjadi, namun tidak dengan pemuda yang muncul tadi. Keberadaannya sama misteriusnya dengan orang berjubah hitam yang muncul serta satu hal lagi, Housen ingat pemuda itu menyebut orang berjubah hitam itu dengan sebutan 'kakak', yang itu berarti ada hubungan antar mereka berdua.
"Dia bilang aku bisa berakhir sepertimu atau Joseph dan jika apa yang dikatakannya benar, siapa yang akan memulihkan kita?" Freiss mengatakan alasannya, nada bicaranya tetap tenang dan ia sadar dengan keputusannya sekarang.
"Joseph? Ah...." Housen perlahan mengangkat kepalanya, rasanya memang lebih baik setelah menerima pemulihan dari rekannya ini, ia melihat Freiss memang sedang serius membantunya sekarang. Ia mengabaikan dulu energi sihir yang memuakkan ini dan melihat jauh ke arah paling pinggir area sekolah. Di sana bisa dilihatnya seorang pria besar yang terbaring di tanah.
Energi sihirnya memang belum hilang, jadi seharusnya dia masih sadar sekarang. "Joseph lebih butuh pertolongan dibanding aku." Housen malah keberatan karena dirinya yang ditolong terlebih dahulu dibanding rekannya di sana.
Kepedulian terhadap rekannya memang hal yang bagus, Fress menghargai Housen yang berpikir seperti ini, namun ia juga tidak asal segera membantunya. "Fisiknya kuat, dia mungkin pura-pura berbaring padahal ia sendiri sedang istirahat di sana...." Freiss sedikit tersenyum ketika mengatakan ini.
Memang aura kekuatan Joseph dan kondisi fisiknya melebihi rata-rata dari umumnya. Meskipun ia dari luar kelihatan tidak berdaya dan aura kekuatannya mengkhawatirkan, tapi pada kenyataannya tidak seperti itu adanya.
Ada bercak darah yang keluar dari sebagian besar tubuh Joseph, sebagai akibat dari pertarungannya yang sebelumnya, namun terlepas dari begitu banyak luka luar yang terlihat pada tubuh pria besar itu sekarang. Freiss tetap yakin rekannya ini masih baik-baik saja di sana.
Freiss lebih mementingkan rekannya yang berpostur tubuh tidak terlalu besar ini, kekuatan sihirnya memang besar namun akhirnya datang saatnya dimana kekuatan sihirnya terkuras habis dan ia tidak bisa melakukan apapun. Dengan kondisi fisik yang tidak terlalu kuat dan energi sihir yang juga menipis maka keadaan Housen lebih berisiko dibanding dengan Joseph sekarang.
Freiss kini hanya melakukan bagiannya, jika memang ia tidak bisa membantu dengan cara yang biasa, masih ada cara lain untuk membantu bukan?
"Kekuatan sihir ini...." Housen merasakan kekuatan sihir besar yang bercampur dengan kekuatan gelap yang memuakkan ini, aura kekuatan yang cukup asing... ia belum pernah merasakan aura kekuatan seperti ini.
__ADS_1
"Bukannya kau telah mengevakuasi semua murid?" Housen merasakan ada hawa kekuatan yang juga besar selain pemuda baju putih tadi, yang ini menandakan memang ada satu orang yang belum diketahuinya.
"Sudah, kecuali satu orang," jawab Freiss pendek dan seketika itu juga Housen melihat ke arah pemuda baju putih, disebelahnya ada gadis berpakaian biasa dan raut wajahnya tidak asing.
"Kenapa dia ada di sini?" Saking serius memikirkan ini bahkan Housen sampai tidak mengamati dengan seksama orang-orang yang ada di sini.
Housen juga bisa merasakan kekuatan gadis yang bernama Feronica itu kuat, bahkan sampai terasa di sekitaran area ini. Pancaran aura kekuatannya tidak jauh berbeda dengan pemuda baju putih tadi.
"Dia muncul tiba-tiba, sama seperti pemuda itu." Freiss menjawab pendek juga, alasan sebenarnya mengapa Feronica tiba-tiba muncul di sini belum diketahuinya. Namun yang pasti ada hubungannya dengan pemuda yang juga muncul dan tamu berjubah hitam yang tak diundang ini.
"...." Housen terdiam merasakan begitu kuatnya pancaran aura kekuatan yang ada pada gadis ini. Dari sini ia yakin rumor yang ada di sekitaran sekolah memang benar, yaitu dia memiliki kekuatan yang besar dan membuat orang lain bahaya.
Di saat orang berpikir punya kekuatan yang besar berarti juga akan dikenal dan diakui orang banyak orang, namun berbeda kasusnya ketika tidak punya kontrol akan kekuatannya sendiri.
Bak kendaraan bagus namun dikendarai oleh orang yang tidak bisa mengemudikannya; tidak stabil dan bukannya sampai ke tempat tujuan malah akan membahayakan orang di tengah jalan.
Begitulah kurang lebih keadaan Feronica sekarang, Housen dan para guru tidak bisa mengambil risiko untuk tetap membiarkannya membahayakan murid lain. Tidak peduli alasan apapun, seorang yang tidak bisa mengendalikan kekuatannya tidak layak menjadi ahli sihir.
Dan sekarang gadis yang sudah dikeluarkan ini muncul di saat seperti ini. Housen juga melihat pemuda baju putih ini memang punya hubungan dengan Feronica.
"Tapi aku tidak perlu melakukannya bukan?" Freiss berkata dengan santai dan Housen bisa tahu alasan mengapa rekannya bersikap seperti ini.
Seolah Freiss memang begitu memercayai Feronica dengan kekuatannya yang sekarang dikeluarkannya, yang bisa menjadi harapan agar orang berjubah hitam itu bisa menghentikan aksinya.
Kekuatan Feronica yang dipandang tidak terkendali dan bahkan sampai mengakibatkan ia bukanĀ lagi murid akademi sangat pas untuk situasi seperti ini. Dimana ada seorang berjubah hitam dengan kekuatan yang luar biasa, tentu harus dilawan dengan kekuatan yang hebat juga.
__ADS_1
Housen kini memikirkan ini dengan baik, terlepas dari apa yang terjadi sekarang. Ia tetap ragu akan seorang yang tidak bisa mengendalikan kekuatannya sendiri.
"Itu akan membahayakannya, apa itu yang kau inginkan?" tanya Housen dengan pandangan serius.