Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 40: Tepat Waktu


__ADS_3

BLARRRR!!!


Dentuman dashyat tercipta saat itu juga diiringi dengan cahaya yang menyilaukan mata. Serangan gabungan Rossa dan Fredirica menimbulkan dampak yang hebat bagi area sekitarnya.


DRRRTTT!


Getaran yang hebat ikut terasa di sana, membuat area lapang itu sebagian besar menjadi hancur akibat ledakan yang terjadi tadi.


Beberapa saat kemudian setelah dampak serangan yang hebat itu mulai berakhir kini mulai terlihat situasi sekitar yang memang pada kenyataannya benar-benar hancur.


Area lapang sekitar terlihat acak-acakan dengan lubang besar di tengah, dampak yang dihasilkan dari serangan itu bisa merusak lebih jauh apabila sihir itu digunakan di luar.


Apa artinya? Maksudnya adalah dampak sihir gabungan yang begitu hebat itu di minimalisir oleh energi dari area lapang ini.


Ingat area lapang ini area khusus bukan? Maka dari itu tentulah area khusus bukanlah area biasa seperti umumnya. Area lapang khusus ini khusus pertarungan tingkat tinggi yang dampaknya bisa melebihi kerusakan biasa.


Jika area lapang di sekolah hanya bisa menahan dampak serangan menengah maka setelah itu area lapang itu bisa kembali ke bentuknya semula seolah tidak terjadi apa-apa di sana. Hal yang sama berlaku untuk area lapang khusus ini, hanya saja tingkat kerusakan yang mampu diterimanya sebelum area itu kembali beregenerasi lebih besar dibanding area lapang di sekolah.


Jadi bukanlah masalah jika memang Rossa dan Fredirica memutuskan untuk menggunakan sihir jenis seperti ini di tempat ini. Toh kerusakannya bisa diredam dan tidak berbahaya bagi lingkungan luar dan lagi area itu bisa memperbaiki dirinya sendiri.


Namun meskipun begitu dampak serangan yang asli tetap tidak berubah, terutama pada orang-orang yang bertarung di tempat ini, serangannya hanya tidak akan meluas sampai ke luar area lapang saja.


"Uhuk- uhuk!" Terdengar suara Feronica terbatuk di tengah kepulan debu asap yang perlahan menghilang ini.


"A- apa yang terjadi tadi?" Feronica mengarahkan pandangan ke sekelilingnya, ia masih bisa melihat sekitar meskipun tidak begitu jelas karena debu tanah yang sedikit bertebaran ini.


Feronica berusaha mengangkat tubuhnya, tangannya masih terasa nyeri dan pegal karena penggunaan sihirnya itu, namun ia tidak merasakan dampak lain dari serangan sihir gabungan kedua temannya itu.


Apa itu berarti serangan tembok tanahnya itu berhasil menghentikan serangan sihir gabungan dengan kekuatan yang luar biasa itu?


'Tidak mungkin ... kekuatanku sudah melemah dari sejak Rossa memukulku. Mana mungkin aku bisa menghentikan serangannya ini.' batin Feronica, ia sendiri tahu memang sihir pertahanannya itu tidak cukup kuat untuk menahan serangan gabungan yang super kuat itu.


"Sudah kuduga." Rossa melihat tajam ke arah depan, ia bisa melihat sosok pemuda asing yang tiba-tiba berdiri di dekat Feronica.


"Eh?" Feronica malah baru sadar ada seseorang yang tengah berdiri di dekatnya, sontak ia bertanya-tanya siapa sebenarnya orang asing yang tiba-tiba berada di sini ini.


"Benar Kak, perasaan kita tidak salah, dia ternyata memang menyembunyikan sesuatu." Fredirica ikut mendukung pernyataan saudarinya.


Rossa dan Fredirica sendiri bukan tanpa alasan menyerang Feronica dengan sihir gabungan yang kuat, melainkan seperti yang telah dikatakan oleh mereka berdua, memang tujuan utamanya adalah membuat Feronica mengatakan hal yang sebenarnya.


Namun di balik itu ada alasan lain mengapa Rossa dan Fredirica memutuskan untuk menggunakan sihir gabungan, yaitu mereka tahu ada kehadiran seseorang yang akan menyelamatkan Feronica.


Bagaimana mungkin mereka bisa tahu? Sederhananya adalah memang mereka memiliki insting kemampuan sihir yang jauh lebih baik ketimbang teman-teman seangkatan mereka.

__ADS_1


Jadinya dengan mendesak Feronica maka sudah pasti hawa kehadiran yang mereka rasakan semakin menguat dan pada akhirnya memancingnya untuk benar-benar berada di sini.


Terlihat seorang pemuda biasa dengan pakaian serba hitam berdiri di dekat Feronica, auranya begitu kuat meksipun ia nampak tenang saat ini.


''Si-siapa?" Feronica berusaha melihat siapa sebenarnya pemuda serba hitam yang tiba-tiba ada di depannya itu.


Pemuda itu berbalik dan tersenyum lembut. "Kita bertemu lagi."


"HAH!" Feronica bisa melihat wajah tampan itu dengan jelas, penampilannya sama sekali tidak berubah dari sejak pertama kali mereka bertemu.


Ya, memang benar ini bukan kali pertama mereka bertemu. Feronica bisa ingat kapan pertama kali ia bertemu dengan pemuda tampan rupawan ini. Yaitu di saat ia berusaha membuktikan rumor yang ada.


"Jadi siapa dia, kenalanmu kah?" Rossa Kembali mengajukan pertanyaan yang lagi-lagi Feronica bingung menjawabnya.


Jika berkata ia mengenalnya tentulah ia berbohong dan bilamana ia berkata sejujurnya maka Feronica tahu kedua temannya itu pastilah tidak percaya juga.


Jadi apa yang harus ia katakana?


"Ya, aku kenalannya. Boleh aku tahu apa yang terjadi di sini?" Pemuda yang tak lain tak bukan adalah Stephen itu menjawab dengan tenang dan keras.


"Kak, aku merasakan hawa aneh darinya." Fredirica memandangi pemuda yang berdiri di dekat Feronica itu dengan seksama, ia bisa mearsakan hawa sihir yang kuat namun berbeda dari yang pernah dirasakannya sebelumnya.


Rossa mengangguk pelan. "Mungkin itu yang bisa menjelaskan mengapa dia bisa masuk ke sini."


Tentunya segel area khusus ini berarti menandakan tidak ada siapapun yang bisa mengganggu pertarungan sampai benar-benar selesai, namun mengapa malam pemuda tampan ini bisa masuk ke sini?


Feronica malah ikut bingung akan bagaimana pemuda itu masuk ke area khusus ini dan terlebih lagi mungkin ini adalah jawaban akan pertanyaan mengapa sihir gabungan Rossa dan Fredirica bisa terhenti.


"K-kau menyelamatkanku?" Feronica memandangi pemuda itu dengan seksama. Padahal dia adalah orang asing yang ditemuinya di area pekuburan, ia tidak tahu apalagi identitasnya.


Jadi mengapa pemuda itu datang ke sini dan menginterupsi pertarungannya dengan kedua temannya itu dan tanpa alasan yang jelas muncul dan melindunginya di sini?


Pemuda itu memandang Feronica dengan seksama. "Kamu adalah kuncinya."


"Hah?" Feronica tidak mengerti perkataan pemuda itu, namun kemungkinan besar pemuda itu memang meng-iyakan akan pertanyaan Feronica tadi, meskipun jawabannya terkesan memiliki arti tersembunyi.


"Apa mereka adalah temanmu?" Pemuda itu bertanya dengan raut wajah serta nada yang serius, berbeda sekali dari yang sebelumnya.


Feronica mengangguk pelan, lagi-lagi tidak mengerti mengapa dia menanyakan hal ini.


"Kak apa yang harus kita lakukan?" Fredirica mulai merasakan hawa di sekitarnya berubah, menjadi semakin dingin dari sebelumnya.


Tentu itu bukan tanpa alasan pula, Rossa tahu perubahan hawa seperti ini dikarenakan oleh pemuda yang tiba-tiba muncul menyelamatkan Feronica.

__ADS_1


Rossa tahu ia tidak bisa meremehkan seorang yang mampu untuk menghentikan serangan gabungan dengan saudarinya itu, tentulah pemuda yang terlihat seangkatan dengan mereka itu bukanlah orang biasa.


"Apa hubunganmu dengannya?" Rossa maju ke depan ke dekat lubang yang menga-nga di depan mereka.


"Aku sudah mengatakannya tadi," jawab pemuda itu dengan tenang namun kali ini dengan raut wajah yang lebih serius.


Rossa mengamati dengan seksama pemuda asing itu, ia tidak pernah melihatnya di akademi ataupun di desa sekalipun, jadi menurut analisanya dia adalah pendatang di sini.


Ini membuat pertanyaan baru, apakah memang benar pemuda yang penampilannya menarik itu adalah temannya Feronica yang berasal dari luar desa?


Dilihat dari sudut pandangnya, Rossa merasa tidak yakin akan hal ini, pasalnya ia tahu Feronica adalah seorang gadis miskin yang tinggal di rumah jelek sampai sekarang. Kemungkinan ia bisa kenal orang di luar desa sangat kecil.


Apa dia pernah pergi ke luar desa? Mengingat untuk pergi ke daerah luar desa yang jaraknya jauh tentunya butuh biaya yang tidak sedikit.


Atau mungkin ada hubungan kekeluargaan di antara mereka? Rossa tahu Feronica adalah putri semata wayang dari Ibu Elisabeth yang dari semasa mudanya tinggal di desa ini dengan sederhana dan tidak pernah meninggalkan desa. Jadi jika memang pemuda berpenampilan menarik itu adalah keluarganya, mengapa dia tidak pernah berada di sini sebelumnya?


Rasanya terlalu awal untuk memikirkan kemungkinan ini. Berbagai macam kemungkinan yang bar uterus bermunculan, akan tetapi pada akhirnya Rossa harus mencari tahu dengan usahanya sendiri agar bisa tahu yang sebenarnya.


Rossa tidak benar-benar percaya akan akan perkataan pemuda berpakaian serba hitam itu. Malahan ia bisa merasakan ada sesuatu yang mengganjal di sini.


Kenyataan bahwa Feronica tidak bertingkah seolah dia memang mengenal pemuda itu kini membuat Rossa meragukan pernyataan pemuda itu. Jika memang mereka berdua adalah kenalan maka Feronica tidak semestinya kaget, atau heran apalagi kebingungan bukan?


"Setidaknya kita sudah tahu apa yang Feronica sembunyikan." Rossa merasa ia sudah cukup puas melihat apa yang selama ini ia pertanyakan akhirnya terjawab juga. Akan kemunculan pemuda asing yang mengaku kenalan dari Feronica namun memiliki hawa aneh ini.


Fredirica mengangguk kecil, ia cukup kagum dengan analisis kakaknya itu. Kakaknya itu bisa tahu akan kejanggalan yang ada akhir-akhir ini pada Feronica.


Yang semuanya menuntun pada kenyataan bahwa memang Feronica memiliki tanda aneh dan pula kenalan yang memiliki hawa aneh pula.


Meskipun ini hanyalah awalan saja, namun setidaknya Rossa memang sudah cukup akan hal ini. Ia tidak perlu terburu-buru untuk menggali apa yang disebunyikan oleh Feronica.


"Sudah cukup, mari pulang." Rossa berbalik kemudian diikuti oleh Fredirica yang berjalan di belakangnya, meninggalkan area lapang khusus ini.


Sedang Feronica hanya bisa terdiam saja di sana, ia tidak menyangka kedua temannya itu akhirnya mundur dan tidak lagi mendesaknya seperti sebelumnya.


Ia perlahan melihat kearah pemuda yang pernah dijumpainya itu dengan baik-baik. Terlihat raut wajah yang tidak terlalu ramah, lebih terlihat seperti sedang menatap tajam pada kedua temannya yang sudah pergi itu.


"Mengapa kamu bisa ke tempat ini?" Terlepas akan begitu herannya Feronica melihat kemunculan tiba-tiba seorang pemuda tempan yang sama ini, pada akhirnya untuk menjawab keheranannya itu ia harus bertanya padanya.


Feronica tidak tahu apakah ada cara tertentu untuk memasuki area khusus yang di mana sedang ada pertarungan di dalamnya. Selama ini ia pikir ketika suatu pertarungan di lakukan di area lapang khusus maka tidak akan ada lagi gangguan dari luar.


Namun pada kenyataannya pemuda tempan ini bisa masuk ke area lapang khusus ini dengan mudah dan bahkan tanpa sepengetahuannya.


Keheranan Feronica dari sejak pertama kali mereka bertemu belum terjawab, dan kini ia malah tambah heran lagi akan mengapa pemuda ini muncul di saat yang  tepat.

__ADS_1


Mengapa bisa begitu? Feronica hanya bisa menunggu jawaban dari pemuda tampan itu.


__ADS_2