Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 22: Kekhawatiran Dan Pertanyaan


__ADS_3

- Di hari yang sama\, dini hari di rumah Ibu Elisabeth\, ruang kamar Feronica-


Setelah kita meninjau bagaimana Rossa dan Fredirica di rumah besar nan nyamannya dan melihatĀ  berbagai macam hal yang terjadi di sana, kini kita kembali ke rumah di mana Feronica sedang tidak sadarkan diri dan beberapa saat setelah pemuda bernama Stephen itu pulang.


Sssrr....


Drrr....


Hujan di luar menghentakkan jendela kamar kecil Feronica, hentakkannya terjadi berulang dan terus menerus, hujan lebat disertai angin membuat situasi di luar sangat tidak nyaman. Dan terkesan menakutkan tentunya.


Terlihat Ibu Feronica, atau sekarang kita panggil dengan Ibu Elisabeth duduk di kursi kecil dekat kasur putrinya seraya menyiapkan wadah berisi air hangat yang telah ia bawa sebelumnya.


Ibu Elisabeth mengambil handuk kecil dan mencelupkannya ke air hangat kemudian meletakkannya perlahan ke dahi Feronica putrinya.


Semua itu dilakukannya dengan perlahan dan hati-hati untuk menghangatkan tubuh putrinya yang masih dingin, mengingat cuaca di luar sedang hujan deras seperti ini dan hawa dinginnya masuk ke dalam rumah membuat keadaan di rumah tak jauh berbeda dengan di luar. Namun setidaknya dengan adanya tempat naungan itu lebih baik ketimbang benar-benar di luar.


Berusaha untuk menghangatkan putrinya juga tidak terlalu bisa dilakukannya saat ini selain dengan cara yang sedang dilakukannya ini, karena memang perapian kecil yang ada di rumahnya ini tidak bisa menyala ketika sedang hujan deras, atau bisa dibilang sulit menyala.


Mengapa? Perapian kecil yang ada di rumahnya ini membutuhkan situasi tenang dan suhu normal agar bisa menyala, jika saja ada hawa dingin dan angin dari luar yang kerap kali masuk ke rumah, bagaimana caranya perapian itu bisa menyala?


Ibu Elisabeth memandang putrinya yang terlelap, matanya hanya tertuju pada Feronica, sedang dalam pikirannya berkecamuk berbagai macam hal.


Rasa penasaran yang ada dalam hatinya mengenai apa yang sebenarnya terjadi, mengapa puterinya itu ditemukan tak sadar diri di tempat terlarang? Apa memang ada sesuatu yang tak diketahuinya?


Ibu Elisabeth tahu Feronica putrinya bukanlah seorang yang terlalu pendiam sampai-sampai tidak pernah bercerita panjang lebar padanya, melainkan seorang yang apa adanya dan selalu riang.


Dan sekarang terjadi hal seperti ini yang sama sekali tidak diduganya, apa sebabnya? Terlebih lagi ini menyangkut tentang area terlarang di tempat mereka. Seharusnya Feronica sudah tahu akan rumor ini terlebih lagi memang pembicaraan mengenai hal ini tidaklah asing lagi.

__ADS_1


Mengapa tak ada angin tak ada hujan (tiba-tiba) putrinya itu bisa berada di sana? Apa alasannya? Belum semua pertanyaan itu terjawab, sudah ada pertanyaan lain lagi yaitu siapa sebenarnya pemuda yang membawa putrinya dari tempat itu?


Ibu Elisabeth mengesampingkan rasa penasarannya akan apa alasan sebenarnya Feronica karena memang ia bisa menanyakan tentang hal ini nanti, namun pertanyaan tentang pemuda bernama Stephen ini tidak ada yang bisa menjawabnya untuk sekarang.


Ibu Elisabeth merasa berterima kasih atas bantuan Stephen yang telah membawa putrinya dari tempat terlarang sampai ke rumah dengan tak kurang suatu apapun.


Mengingat sebelumnya memang ia sudah mendengar cerita tentang kejadian ini dari mulut pemuda itu, jadi sekarang kepercayaannya memang bertumbuh pada Stephen sekarang.


Yang sebelumnya ia merasa curiga karena Nak Stephen bisa saja mengarang ceritanya itu dan mengatakan hal yang bohong, namun pada akhirnya setelah mendengar penjelasan apa adanya Ibu Elisabeth bisa menerima dan memercayai pemuda itu.


Terlepas dari apa tujuannya di tempat terlarang itu pula, namun jasanya besar karena sudah menolong putrinya yang tak berdaya dan membawanya dengan baik, jika saja pemuda bernama Stephen tidak berada di sana maka siapa yang akan menolong putrinya itu?


Ibu Elisabeth sebenarnya butuh alasan lebih jelas mengenai hal ini, ia ingin tahu lebih banyak mengenai pemuda yang menyelamatkan putrinya ini. Mengingat ia baru pertama kali melihat pemuda itu semenjak ia tinggal di desa ini.


Ia yang sudah lama tinggal di desa tentunya sudah mengenal dan tahu para penduduk desa, dan pula Ibu Elisabeth menjalin hubungan sosial yang baik antara para warga sekitar.


Akan lebih menyakinkan apabila ia pernah bertemu pemuda ini sebelumnya, namun pada kenyataan-nya tadilah kali pertama Ibu Elisabeth bertemu dengan pemuda yang menyelamatkan putrinya ini.


Ibu Elisabeth bisa saja salah menilai, namun mengingat ia sudah lama tinggal di tempat ini maka agaknya kemungkinan ia salah sangatlah kecil adanya.


Namun terlepas dari Nak Stephen yang adalah orang luar desa, tetap pula Ibu Elisabeth bersyukur atas pertolongannya pada putrinya. Karena memang para warga desa tidak mau pergi ke tempat terlarang itu apalagi pada saat malam hari dan ketika cuaca buruk terjadi.


Dan lagi-lagi pertanyaannya mengenai Nak Stephen tidak berhenti di sini. Tepat ketika pemuda itu berpamitan dengannya, dia sempat memegang pundaknya sebentar, dan di sana pertamyaan baru muncul.


Mengapa tangan Nak Stephen terasa begitu dingin sekali? Memang cuaca di luar saat tadi dingin adanya, namun ketika mereka berada di rumah untuk beberapa waktu, seharusnya rasa dingin itu bisa berkurang dari tubuh dan tidak lagi dingin seperti ketika berada di luar.


Namun mengapa suhu tubuh Nak Stephen dingin sejadi-jadinya? Ibu Elisabeth tidak mengerti, bahkan ketika dipikiran sebagaimana apapun tetap saja suhu dingin pada tangan pemuda itu terlalu dingin.

__ADS_1


Sampai-sampai rasa dingin itu tinggal beberapa saat di pundaknya, Ibu Elisabeth sempat terkejut karena kedinginan saat disentuh Nak Stephen. Namun pada akhirnya Ibu Elisabeth bisa mengendalikan keterkejutannya itu dan tidak membuat pemuda itu bertanya-tanya.


Alasan mengapa pemuda itu terasa dingin tidak bisa Ibu Elisabeth jawab hanya dengan pemikirannya sendiri. Pada akhirnya pendapat adil dan yang paling masuk akal saat ini adalah bahwa Nak Stephen memanglah berada di luar cukup lama dan membuat suhu tubuhnya amat dingin.


Ibu Elisabeth kemudian mengambil handuk kecil itu dan membasahinya dengan air hangat pula secara berkala, terlepas dari betapa lelahnya ia setelah melakukan pekerjaannya, Ibu Elisabeth berusaha tetap menjaga Feronica sampai puterinya itu kembali hangat dan sadar.


Ibu Elisabeth menguap beberapa kali setelah ia menjaga Feronica beberapa saat, kepalanya mulai terasa berat dan pada akhirnya ia menyenderkan kepalanya di sebelah Feronica yang masih tertidur pulas sembari memegang tangan putrinya itu.


Terlalu lelah baginya untuk menjaga putrinya sambil terbangun, kini ia memutuskan sedikit merebahkan kepalanya sembari berusaha tidak tertidur.


Tanpa disadarinya, suhu tubuh Feronica kembali menghangat dan kondisinya jauh lebih baik dari sebelumnya. Hanya tinggal masalah waktu saja sampai Feronica bisa bangun dan sadar kembali.


*


- Pagi harinya\, Berawan-


Waktu terus berjalan, seraya pagi pada akhirnya tiba. Hawa dingin masih terasa sebagai efek dari hujan deras semalam suntuk, dan kini di pagi hari di mana semua orang menyangka hujan akan terus berlangsung sepanjang hari, pada akhirnya tidak terbukti.


Cuaca saat ini tidak lagi hujan, melainkan berawan dengan cukup tebal. Namun jika dilihat lebih jelas awan tebal ini sepertinya tidak akan menimbulkan hujan lagi. Karena awan tebal di langit berwarna putih bukan awan hitam yang kerap menimbulkan hujan.


Cuaca berganti dengan sangat cepat, seiring dengan berjalannya waktu tidak ada yang benar-benar bisa memprediksi akan hal ini, seperti yang terjadi malam tadi.


Ibu Elisabeth masih menutup matanya, masih tertidur pulas tepat di sebelah ranjang putrinya, kini tangannya terjuntai ke depan tidak memegang apapun. Memang saat ini putrinya sudah tidak lagi berada di kasur.


Raut wajahnya pulas tertidur tenang dan dalam sekali, menandakan keadaannya yang capai dan membutuhkan istirahat untuk saat ini.


Tanpa disadarinya Putrinya itu tengah bersiap dan sudah memakai pakaian seragam Akademinya. Jam sekolah masih beberapa waktu lagi namun ia sudah bersiap dari sekarang. Sungguhlah gadis yang bersiap-siap sedini mungkin.

__ADS_1


Gadis itu tersenyum kecil di dekat ibunya dan menyelimutinya dengan selimut hangat.


"Terima kasih bu...."


__ADS_2