Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 84: Penampilan Baru


__ADS_3

"Wah! Cocok sekali!" Elisabeth kagum dengan apa yang dilihatnya sekarang ini.


"Ah? Terima kasih bu...." Yang sedang dikomentarinya ini tak lain tak bukan adalah Stephen yang kini sedang mencoba beberapa baju baru di rumah Feronica.


"Cocok kak!" Feronica juga ikut kagum akan bagaimana penampilan kenalannya itu sekarang, dengan baju putih bersih dan dasi serta celana hitam panjang. Membuatnya terlihat lebih rapi dan memesona daripada sebelumnya.


Kesan gelap seolah hilang sepenuhnya sekarang, dan tentu itu bukanlah hal yang buruk juga.


Kini dengan pakaian seperti ini membuat Stephen terlihat lebih ramah. Hal ini didukung dengan raut wajahnya yang memang tampan dan sejuk.


"...." Untuk beberapa saat kemudian suasana di rumah terasa hening adanya.


"Feronica?"


"Y- ya bu?!" Feronica malah termenung melihat Stephen yang berbeda ini, rasanya ia bisa memandanginya seharian.


Stephen hanya tersenyum kecil, ia merasa lega karena bisa mendapat pakaianĀ  baru. Memang belum banyak bisa berbaur di desa sampai sekarang yang membuatnya sulit memikirkan di mana ia bisa mendapat pakaian baru.


Berbaur memang tujuan utamanya dari awal, namun dengan batasan tertentu juga, Stephen tahu ia memang tidak bisa mengumbar keberadaannya pada orang banyak.


Stephen juga hanya mengamati dari jauh di desa Feronica ini, dan sejauh ini keberadaannya memang hanya diketahui segelintir orang saja.


Hal inilah yang memperjelas mengapa Stephen sedikit sulit untuk mengatasi apa yang sekarang dialaminya ini. Karena memang hanya sedikit orang yang ia tahu dan tentunya mereka punya agendanya masing-masing.


Tapi beruntungnya ia karena Feronica menawarkannya bantuan dengan cepat,; hal sesederhana ini benar-benar berarti untuknya.


"Maaf nak Stephen, ibu hanya punya beberapa baju sampel dari hasil jahitan yang dikerjakan, tidak ada baju laki-laki ibu buat...." Elisabeth akhirnya menyatakan hal yang sebenarnya.


"Ah, tidak apa, ini sudah lebih dari cukup, terima kasih bu...." Stephen tersenyum kecil, tidak peduli dengan baju yang diberikan seperti apa, ia tetap menerima apa adanya. Dan memang baju yang sekarang diterimanya itu tidak seperti pakaian perempuan adanya.


Pakaiannya ini berwarna biasa dan terlihat cocok saja baginya, Stephen pikir baju dan celana yang diberikan padanya ini memang bisa digunakan pria ataupun wanita.


Feronica sendiri memang tahu akan hal ini, namun tahu ibunya juga pasti memiliki bahan pakaian yang memang tidak seluruhnya sudah jadi untuk perempuan. Dan tepat sekali ada pakaian yang cocok untuk kak Stephen ini.


"Sesekali pemuda tampan sepertimu harus berganti model juga ya...." Elisabeth sedikit menggoda Stephen, dan Feronica juga sedikit tertawa.

__ADS_1


Pada akhirnya mereka bertiga menghabiskan momen siang hari ini bersama. Feronica menikmati waktu ini dan lupa pada masalahnya. Memang menyenangkan ketika menghabiskan waktu bersama-sama seperti ini.


Pada akhirnya Feronica mengajak kembali Stephen untuk bermain di luar, dan Elisabeth hanya bisa tersenyum melihat putrinya dengan semangatnya yang hebat ini.


Tadinya semangat dan senyum itu sempat hilang darinya, namun kini setelah karena keberadaan nak Stephen akhirnya membuat semuanya jadi berbeda.


*


Kini Feronica dan Stephen sedang berada di area tes kemampuan sihir akhir, yang di mana menjadi puncak dari segala pelajaran yang telah dipelajari oleh murid tingkat akhir sekolah sihir.


Feronica ingat akan bagaimana pengalamannya di tempat ini, berhadapan dengan kedua teman dekatnya, sungguh momen yang benar-benar tak disangka olehnya.


Shhhhh...


Feronica sedikit merapikan rambutnya, udara di siang yang cerah ini tidak terasa panas dan angin yang berhembus memberikan kenyamanan tersendiri bagi siapapun yang sedang berada di sini.


"Terima kasih kak...." Feronica akhirnya mengatakan sesuatu setelah beberapa saat terdiam.


"Hm? Untuk apa?" Stephen heran mengapa tiba-tiba dia berterima kasih padanya?


"Kalau Kakak tidak muncul di sini, maka aku tidak tahu lagi apa yang akan terjadi." Feronica menatap Stephen dengan penuh arti, ia merasa jasa dari Kak Stephen memang benar-benar besar adanya.


Seolah memang ia hanya sendirian saja dan tidak ada yang benar-benar peduli padanya, setidaknya itulah yang tidak jarang dahulu Feronica pikirkan.


Bukan berarti dukungan dari ibunya tidak cukup, namun Feronica memang hanya berpikir, apa mungkin ia bisa punya seseorang lain yang dekat dengannya dan memihaknya? Apa ia bisa punya seorang yang mengerti akan dirinya?


Seorang teman memang terdengar tepat sekali di kasus seperti ini, sesederhana itulah yang Feronica pikirkan sampai saat ini.


Feronica memegang dadanya sendiri, rasanya lega dan pula ia tidak merasa sendirian lagi sekarang. Apa ini rasanya punya seorang teman?


"Kondisimu waktu itu aku belum mengerti... tapi senang bisa membantu...." Stephen tidak mengerti mengapa bisa-bisanya kedua rekan sekolah Feronica bertindak seperti waktu itu. Apa persaingan antara murid akademi sihir begitu ketat?


Feronica tersenyum kecil sembari tertunduk. "Mereka itu teman terdekatku kak...."


Feronica mengulang kembali perkataannya, membuat Stephen terdiam mendengarnya.

__ADS_1


Meski memang di waktu itu Stephen tidak melihat jenis pertemanan apa yang terjalin antara mereka bahkan sampai sekarang ini, Stephen tetap menghargai apa yang dikatakan oleh Feronica ini.


Sekalipun memang Stephen tidak mengerti akan alasan mengapa Feronica masih menganggap seorang yang berlaku seperti itu adalah teman, pasti memang ada alasan lain yang lebih kuat daripada yang bisa ia pikirkan.


"Aku harap kalian jadi lebih akur saja ya!" Stephen mengatakan pendapatnya sendiri dengan penuh semangat, dan Feronica mengangguk kecil setuju akan masukan yang didengarnya ini.


Feronica tidak masuk ke dalam area lapang khusus ini, hanya melihatnya saja dari luar bersama dengan Stephen, entah mengapa ia merasa beruntung karena pernah bertarung di tempat sehebat ini.


Feronica jadi teringat hal lain yang terjadi di sini. "Kak... apa maksudnya 'kamu adalah kuncinya?'"


"Hm?" Stephen jadi langsung teringat pula akan kejadian yang sudah berlalu itu, dan memang benar ia pernah mengatakannya.


"Ahaha, hal itu spontan keluar dari mulutku... maaf jika membuatmu sampai memikirkannya seperti ini...." Stephen pada akhirnya memang berkata jujur akan alasan mengapa ia berkata seperti itu. Tidak ada maksud khusus kecuali memang karena keinginannya untuk membantu Feronica keluar dari situasi yang sulit.


"Ah begitu...." Feronica jadi tahu akan hal ini, ia memang tidak terlalu bisa paham akan bahasa rumit seperti ini, jadi ya penjelasan sesederhana ini yang memang ingin didengarnya.


Stephen tahu, jalannya untuk memperoleh kebenaran ternyata tidak selalu mulus adanya; tidak mungkin ia tahu akan kenyataan jika memang seorang yang tahu jawabannya berada dalam bahaya.


Dan tidak mungkin bagi Stephen untuk menggali informasi dengan cepat tanpa melihat situasi dan kondisi, pasca ia terlepas dari segel yang mengurungnya selama bertahun-tahun memang banyak hal baru yang ditemuinya, mencari tahu hal-hal yang ditemuinya secara perlahan memang adalah agendanya untuk sekarang.


Stephen memegang kepalanya sendiri, entah mengapa di hari kemarin ia merasa ada yang berbeda; seperti ada sesuatu yang hilang dalam dirinya.


Dengan kata lain Stephen merasa ada sesuatu yang tidak ia sadari terjadi malam kemarin, dan kehampaannya memang masih terasa sampai sekarang.


Dan memang alasan mengapa pakaiannya bisa rusak seperti ini juga tidak diketahuinya, dan ia hanya bisa menduga akan kemungkinan yang terjadi mengapa pakaiannya bisa rusak, bisa jadi karena memang sudah lama ia pakai bukan?


Mengingat dari semenjak ia tersegel sampai sekarang tentunya pakaiannya tidak bisa selalu baru dan tahan lama. Stephen pikir seperti itu adanya.


Feronica kini merasa jauh lebih baik, semangatnya kembali seperti semula seraya ia berusaha untuk menerima apa yang terjadi.


Shhhh....


Hilir angin terus menerus terasa di tempat ini, namun kini terasa semakin dingin dan tidak lagi nyaman seperti sebelumnya, Feronica bisa merasakan perbedaan yang cukup jelas di sini.


Cuaca di langit juga masih cerah seperti biasanya, namun dengan suhu yang berbeda ini membuat Feronica bertanya-tanya. Seharusnya di sini suhunya tidak terasa dingin bukan? Mengingat di tempatnya masih cukup cerah.

__ADS_1


Feronica tidak berhenti menatap langit di depannya, sampai ia melihat ada sesuatu yang aneh saat melihat Akademi di kejauhan.


"Apa itu?"


__ADS_2