
‘Suara ini!?’ Stephen terdiam, ia tak percaya!
Perlahan sosok itu menyingkapkan tudung jubahnya.
“KAK!?"
“Kak?” Feronica terdiam, jadi pria yang tiba-tiba datang ini….
SYUT!
Datang juga sosok perempuan cantik bergaun putih!
“NONA!?” Nona Felicia datang lagi!
“HA, NIKMATI HIDUP KALIAN SELAGI MASIH SEMPAT!” Felicia menunjuk dengan wajah ganas.
Stephen terdiam. Tak disangka dia mengadukannya secepat ini. Ini benar-benar di luar dugaan.
Benar, tidak mungkin Felicia membiarkan dua makhluk yang sudah menyusahkannya pergi begitu saja.
Kini dengan Tuan Alex di sisinya, mereka berdua akan menerima akibatnya!
“Dik, jangan lari dari takdir hidupmu.” Alex menatap dengan seksama, sorot mata kuning tajam terlihat padanya.
“….” Stephen terdiam.
“….” Feronica terdiam juga, kenapa kak Stepehen tidak menjawabnya?
“Dia sudah berubah Tuan.” Felicia tidak menunjukkan kepeduliannya lagi, kini ia hanya ingin melihat mantan rekan lamanya menderita.
“Apa kau tidak ingin membalas perlakuan mereka?” Alex makin terdengar serius.
“….” Stephen masih terdiam, ia tahu betul apa yang dibicarakan kakaknya.
Tak lain tak bukan adalah nasib mereka sebagai non-manusia yang tersingkirkan.
Mereka harus tersisih dari kehidupan normal dan hidup dalam bayang-bayang.
Alex muak dengan hal itu dan ingin mengubah aturan yang ada di dunia ini.
Dimulai dengan menunjukkan kebolehannya dihadapan para manusia sombong dan ahli sihir arogan.
“Kita berbeda kak.” Stephen membuka mulutnya juga.
“….” Alex terdiam, sudah menyangka adiknya tidak akan mengerti.
Dia sudah jadi lembek dan malah ingin seperti para manusia menyedihkan itu.
“Gadis itu….” Alex terdiam, ia merasakan suatu energi unik. Ini tak seperti rencana awalnya.
“Tch.” Felicia memegang kepalanya, ia jadi malu akibat gagal menjalankan rencana.
Tapi apa boleh buat, ia tidak mungkin membuat laporan palsu, itu hanya akan membuat masalah baru. Jadi yah lebih baik katakan saja apa adanya.
Alex tidak berharap banyak dengan rencana awalnya, jadi ia tak terlalu memikirkannya juga.
Yang pasti gadis pengganggu itu harus disingkirkan lebih dalu.
Sret.
Alex mengangkat tangan kanannya, dan seketika itu juga energi gelap terkumpul dan langsung melesat!
‘Feronica!?’ Kenapa kakak mengincarnya!?
BUM!
“!” Stephen maju di depannya!
‘Serangan!?’ Ia sama sekali tak sadar!
Kenapa!?
Tak lain tak bukan karena apa yang sudah terjadi padanya.
Pertarungan melawan Felicia bukanlah pertarungan biasa.
Adalah keajaiban ia bisa berdiri seolah tak terjadi apa-apa.
Padahal yang paling mungkin terjadi adalah Feronica tumbang dan tidak sadar dalam jangka waktu yang lama.
Stephen menyadari hal ini, itulah sebabnya dia kehilangan kemampuan bertarungannya.
__ADS_1
SHHH!
Stephen berusaha menahan energi gelap kakaknya.
Serangan begini sangat berbahaya untuk manusia normal tanpa kekuatan khusus, mematikan!
“Stephen….” Kenapa adiknya reopt-repot melindungi manusia segala?
DBUM!
Ledakan aura hitam tercipta, dan seketika itu juga Feronica terbatuk hebat.
Aura hitam yang memuakkan langsung tersebar, bahkan membuat rerumputan dan pohon layu seketika.
“Kak.” Urusan pribadinya tidak boleh dicampur aduk begini, gadis kecil ini tak ada hubungannya.
“TAK ADA HUBUNGAN YA?” Alex tersenyum penasaran, sekilas terlihat menyeramkan.
Ia sangat meragukan pernyataan adiknya itu.
“Lalu itu?” Alex menunjuk pada sang gadis kecil.
Shhh….
“!” Tanda merah di gadis itu kembali muncul!
“Fero … nica?” Stephen tidak percaya.
“MU- MUNCUL SENDIRI KAK!” Ia hanya diam saja dari tadi!
‘L- LHO!?’ Feronica mengibas-ngibaskan tangan dan kakinya, namun tanda itu tetap menyebar dan tak menghilang juga!
‘Kenapa bisa begini!?’ Feronica heran, tanda ini biasanya berhubungan dengan emosinya yang kuat.
Tapi ia sudah lebih tenang bersama dengan kak Stephen, dan tak ada emosi berlebihan apapun.
Ke- kenapa masih muncul juga…???
Stephen terdiam, bahkan Feronica sendiri kaget, itu berarti ini tidak disengaja sama sekali.
“Rekanmu boleh juga.” Alex mengerti kenapa adiknya membaur, ternyata dia punya agenda sendiri juga ya.
“….” Stephen kehabisan kata-kata untuk menjelaskannya.
Ia tak bermaksud membuat gadis kecil ini dalam bahaya, ia hanya ingin mencari tahu kebenaran dibalik pertemuan dengannya.
Stephen berusaha mengendalikan perasannya, ia tidak mau terpancing.
“Mundurlah.” Stephen terdengar serius. Feronica mengangguk kecil. Ia tidak mau ikut campur masalah pribadi begini.
….
‘EH?’ Kakinya nggak bisa gerak!
Stephen menengok sedikit ke belakang, tapi gadis ini tak kunjung menjauh juga.
Feronica menggeleng kecil.
Stephen kembali melihat ke depan, dan kakaknya menghilang!
BUM!!
SWUSSH!!
Stephen terhempas begitu saja!
Dan kini Alex sudah ada dihadapan Feronica!
“!” Ini kejutan yang tak menyenangkan!
“Matilah.”
BUM!
“!” Pria berjubah ini tiba-tiba terhempas!
‘KOK?’
SYUT!
Stephen kembali lagi di di sisinya!
__ADS_1
“KAK!?” Cepat sekali gerakannya!
“Bukan cuman kakakku yang bisa melakukannya.” Stephen tidak mau kalah dengan memakai trik yang sama.
Stephen tidak bisa membiarkan Feronica lebih jauh lagi dalam masalahnya.
Terlihatlah kepulan debu tanah dari jauh, yang menandakan dimana Alex mendarat.
“Jangan khawatir kak.” Feronica tidak mau jadi beban di sini.
“….” Stephen terdiam matanya melihat tajam ke depan.
Ia tidak meragukannya, namun ini bukanlah pertarungannya dan tidak ada gunanya menghabiskan tenaga.
Sementara itu Alex terlihat sudah berdiri dibalik kepulan debu tebal, jelas tak senang dengan apa yang dilakukan adiknya.
HUSH!
Ia langsung melesat dan keduanya pun bergelut diudara!
“….” Ujung-ujungnya Feronica sendiri juga.
Ia melihat nona cantik yang sedang berdiri itu.
“!” Felicia terdiam, entah kenapa ia alergi melihat gadis kecil dengan tanda merah di tubuhnya itu!
“HII!” Dan dia pun menghilang begitu saja.
‘Waaaah.’ Feronica pikir bakal bertarung lagi dengan nona cantik.
Jadi ia ngapain dong di sini?
***
BUAGH!
BUGH!
“HAH!”
Sementara itu di sisi lain kakak beradik ini sedang baku hantam satu sama lain.
Sangat cepat sapai bahkan tidak bisa dilihat mata makhluk biasa.
Mereka mengarah ke luar area Kota Frost, yang berarti lebih masuk ke area pepohonan rindang.
DBUM!
SRAAAAK!
Stephen terhempas kencang dan menabrak salah satu pohon besar.
Lagi-lagi kepulan debu tanah langsung menyelimuti arrea ini.
“Stephen!” Alex mengangkat kedua tangannya, ia penasaram kenapa adiknya masih belum mengerti pembicaraan tadi.
“Ugh!” Sementara itu Stephen berusaha bangkit, namun tubuhnya terasa lemas.
“!” Apa efek minuman Felicia masih ada padanya?
Tidak mungkin! Buktinya ia baik-baik saja sebelumnya!
Stephen mengabaikan tubuhnya yang lemah dan berusaha bangkit.
“Kau jadi sangat lemah dik.”
Alex muncul dihadapannya dan menghadiahinya pukulan!
BRUGH!
Stephen kembali terjatuh! Usahanya bangun jadi sia-sia!
Alex mengepalkan pukulannya, ia mengharapkan lebih dari ini.
“UHUK!” Stephen terbatuk keras, kondisi tubuhnya memang tidak bisa menipu.
Tidak biasanya ia cepat lemah dalam pertarungan. Pada akhirnya dugaan awalnya menjadi-jadi.
Ia memang masih dalam pengaruh minuman itu.
Pengaruhnya masih belum sepenuhnya menghilang darinya.
__ADS_1
GRET.
Alex memegang rambut adiknya, memaksanya memperlihatkan wajahnya.