Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 95: Berusaha Lebih Keras


__ADS_3

Tapi bukankah ini terlalu berlebihan? Bukankah sihir penguatan tanah ini bekerja dengan sederhana dan tidak terlalu membingungkan?


Begitulah pendapat Feronica ketika mempelajari sihir ini, apa yang bisa terjadi jika memang kita ingin mempertahankan bentuk objek agar tidak berubah, apapun keadaannya?


Jawabannya adalah kehancuran total. Yang adalah risiko terburuk penggunaan sihir yang sekarang digunakan oleh Feronica.


Dengan memanipulasi bentuk objek agar tetap sama, diperlukan kekuatan yang stabil, dan sedikit saja ketidakstabilan maka objek yang dialiri kekuatan sihir tidak akan bertahan sebagaimana mestinya.


Feronica tidak punya banyak waktu untuk memikirkan ini, dengan situasi yang sekarang memang menuntutnya untuk menentukan pilihan.


Apakah mengeluarkan sihir ini sebanding dengan risiko yang ada? Bahkan di saat kondisi tubuhnya seperti saat ini?


'Aku tidak mau melihat pemandangan seperti ini....' Kini yang ada hanyalah tekad agar bangunan akademi tidak lebih rusak dari apa yang sekarang dilihatnya.


"Ukh...." Feronica tidak ingat kapan terakhir kali ia menggunakan sihir ini, ia pikir ia tidak akan begitu membutuhkan sihir yang dipelajarinya ini.


Dengan tujuan melindungi bangunan... terdengar aneh bukan? Dimana-mana seseorang pasti akan berusaha untuk melindungi seseorang bukan?


Feronica sadar memang kini ia tidak bisa melakukan sesuatu yang lebih dari apa yang ia tengah lakukan sekarang, dan ia sadar pula kini soal orang-orang memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi.


'Sepertinya teman-temanku sudah pergi dari sini....' Feronica tidak merasakan lagi hawa keberadaan teman-temannya di sini. Dan omong-omong ia juga masih bisa merasakan hawa kekuatan selain dua orang yang bertarung ini ternyata, padahal memang biasanya dimana ada hawa kekuatan yang begitu besar maka hawa kekuatan dan keberadaan orang lain tidak akan begitu jelas terasa.


Jadi jika memang ia tidak bisa melindungi siapapun, lantas apakah salah melindungi bangunan sekolah agar tidak menjadi korban di sini? Feronica sebagai murid tingkat akhir pun begitu tidak mau sekolah kesayangannya ini jadi rata dengan tanah.


SHHHH...


Aura kekuatan Feronica yang berwarna coklat itu menyebar ke seluruh sekolah sedikit demi sedikit bangunan sekolah kini seperti dilapisi oleh cahaya berwarna coklat terang.


Feronica mulai merasakan berat pada sekujur tubuhnya, memang reaksi yang biasa terjadi, mengingat kini bangunan sekolah mulai ada dalam kendali kekuatan sihirnya.


Risiko sebesar apapun Feronica terlalu yakin apa yang dilakukannya ini tidak akan sia-sia adanya.


Kini sembari menunggu kekuatan sihirnya benar-benar sampai merata di seluruh bangunan sekolah, Feronica berupaya untuk tetap berkonsentrasi dan menjaga agar ia tidak kehilangan fokusnya.


DUM!


BUM!


'Aku harus bertahan....'

__ADS_1


Feronica masih belum berada di jarak yang aman sekarang, tapi memang ia tidak bisa mengulurkan waktu lebih lama lagi, atau mungkin kesempatan yang sekarang dilakukannya ini akan sirna.


Perlahan namun pasti ada seperti tembok kecil di hadapan Feronica yang terbentuk tanpa disadarinya, ini adalah respon pertahanannya terhadap aura kekuatan yang meledak-ledak di sekitarnya.


*


"HAH! Gadis itu!" Orang berjubah hitam itu menyadari ada energi yang begitu besar terasa di sekitarnya, dan terang-terangan sekali itu adalah milik gadis yang tadi mampu bertahan dari serangan miliknya.


Belum selesai ia mengungkap apa yang sebenarnya terjadi tadi, kini rasa penasarannya benar-benar memuncak kembali.


Akan alasan mengapa gadis kecil biasa tadi bisa menghentikan serangannya? Yang seharusnya cukup kuat untuk membuat ahli sihir kerepotan. Mengapa dia bisa menghentikan serangannya dengan mudah seperti tadi?


Namun jawaban yang ingin ia ketahui itu harus tertunda dengan kemunculan dari pria besar dengan rambut dan bulu halus putih di wajahnya, yang adalah seorang ahli sihir dari sekolah ini.


"Hah!" Joseph merasakan aura kekuatan orang ini meningkat drastis, membuatnya kesulitan untuk terus mempertahankan posisinya, namun ia tidak punya pilihan selain untuk mengimbangi jumlah kekuatan lawannya yang meningkat ini.


"Lawanmu adalah aku!" Joseph sadar lawannya itu seperti menyadari sesuatu. Di saat seperti ini pun ia masih bisa mengamati sekitar dengan cukup baik, sedang Joseph sama sekali tidak bisa tahu akan apa yang sebenarnya terjadi selain pertarungan yang sekarang sedang dijalaninya ini.


'Ada apa gerangan?' Joseph mencari jawaban mengapa orang berjubah hitam di depannya ini tiba-tiba bertingkah aneh, seperti ada tujuan lain yang berusaha ia capai di saat sekarang.


Padahal aura kekuatan yang dipancarkannya beberapa saat yang lalu pun masih biasa, namun Joseph bisa merasakan sepertinya memang orang berjubah hitam ini ingin mengakhiri ini dengan cepat.


Joseph tidak bisa mengaplikasikan tujuannya itu dengan lancar, karena tantangan yang ia hadapi ternyata memang diluar perkiraannya. Jadi jangankan untuk mengakhiri ini dengan cepat, bisa bertahan dan mengimbangi kekuatan orang berjubah hitam ini adalah hal yang bagus.


Joseph tidak kalah pula mendobrak batasannya sendiri; aura kemerahan yang ada padanya makin berkobar dan kekuatannya meningkat drastis pula menyusul orang berjubah hitam ini.


'Orang ini hebat! Tapi aku tidak akan tinggal diam!' Joseph tidak mau terintimidasi dengan kekuatan yang sekarang dipancarkan oleh orang berjubah hitam ini, malahan ia juga melakukan hal yang serupa dan terus menggempur lawannya.


DUM!


BUM!


Getaran makin terasa dengan hebat, namun tidak ada lagi kerusakan yang disebabkan oleh pertarungan yang semakin ganas ini, melainkan kondisi di sekitar tetap aman terjaga meskipun sedang ada kekacauan di sini.


Yang di mana bangunan sekolah ini bisa saja hancur kapan saja, namun berhasil tercegah berkat kekuatan sihir yang mulai mengenai ke seluruh bangunan seolah.


"HAH!" Joseph penuh dengan kekuatannya memberikan rentetan pukulan, dan ternyata pukulannya itu berhasil masuk mengenai lawannya, namun sayangnya tidak benar-benar memberikan luka yang fatal padanya.


Sret!

__ADS_1


Srettt!


Perlahan namun pasti di setiap serangan yang pria besar itu lakukan sekarang membuat jubah hitam orang itu robek, semakin banyak dari yang sebelumnya ada.


Setelah semua kekuatan yang dikeluarkannya sampai sekarang, akhirnya jubah hitam orang asing ini robek juga, namun tidak sampai benar-benar mengungkap identitas sebenarnya orang ini.


"Kau bisa kuurus nanti!"


SHHHHH!


Aura kekuatan yang luar biasa terpancar dari orang berjubah hitam ini seolah memang ia juga sedang menaikan level tenaganya ke tingkat yang berbeda, kini mereka berdua masih saja beradu kekuatan tanpa henti.


Sudah beberapa saat mereka berjibaku satu sama lain dengan beradu kekuatan fisik. Joseph sudah dan terus meningkatkan tingkat kekuatannya, yang ditunjukan dengan aura kemerahan pekat yang menyala di sekitar tubuhnya.


Namun memang seberapa kuat ia menggunakan kekuatannya untuk menghentikan orang berjubah hitam ini, tetap saja lawannya ini tidak kunjung melemah, sebaliknya dia malah makin kuat juga.


Ini terasa seperti Joseph yang sedang menghadapi dirinya sendiri di dalam cermin, tidak akan ada habisnya.


'Cepat atau lambat aku akan kehabisan energi....' Joseph tahu bagaimana keadaannya sekarang, meskipun ia sudah mendorong kekuatannya ke batas yang lebih tinggi sekalipun. Tetap saja belum cukup untuk mengatasi lawan yang ada dihadapannya.


'Dia bukan manusia....' Kini Joseph sampai pada satu kesimpulan bahwa memang yang sedang dihadapinya ini bukan manusia seperti pada umumnya, ini dibuktikan dengan bagaimana kekuatannya yang tanpa batas seperti ini.


Joseph yakin untuk sekelas ahli sihir terhebat sekarang pun sudah pasti memiliki batasan dalam kekuatan yang mampu dikeluarkannya, namun ini berbanding terbalik dengan apa yang sekarang terjadi.


Orang berjubah hitam ini seolah memang tidak punya batas kekuatan yang dikeluarkan olehnya, bahkan dalam keadaan yang sekarang terjadi pun Joseph masih bisa merasakan dia masih tetap tenang terlepas dari begitu banyak kekuatan yang telah dikeluarkannya.


Kejanggalan demi kejanggalan yang terjadi inilah yang membuat Joseph yang tadinya tak percaya akan apa yang dipikirkannya di awal namun pada akhirnya mulai menerima dugaan yang makin kuat ini.


Joseph mulai merasa kekuatannya memang sudah mulai menurun, sudah beberaa saat ia mengeluarkan kekuatan penuh dan di atas batasnya dan pada akhirnya saat seperti ini pun tiba baginya.


Urat-urat nadi di sekitar tubuh pria besar itu menonjol dan tubuhnya penuh dengan keringat yang kemudian menghilang dengan cepat, yang menimbulkan tubuhnya seperti mengeluarkan asap yang menguap di tubuhnya sendiri.


"Hebat juga kau pria besar! Bisa menghiburku sampai selama ini!" Orang berjubah hitam itu mengeluarkan kembali suara kepuasan yang begitu khas, seolah memang sudah lama ia tidak mengalami momen di mana ia bisa merasakan hal seperti ini.


Sudah berapa kali orang berjubah hitam mengeluarkan nada kepuasan seperti itu, medengarnya membuat Joseph yakin orang ini memang haus pertarungan yang tidak biasa.


Ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa memang orang ini sudah lama tidak mengalami apa yang dia inginkan itu, entah berapa lama namun Joseph tidak punya urusan untuk memikirkan lebih jauh.


'Aku ... hampir pada batasku....'

__ADS_1


__ADS_2