Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 46: Tumbang


__ADS_3

Tahu fakta sihir tanah tidak terlalu populer dibanding dengan sihir jenis lainnya tidak membuat Feronica berhenti. Ia yang sudah tertarik dengan ilmu sihir elemen tanah yang pertama kali di temukannya di sebuah buku tebal usang, tetap belajar dan berlatih ilmu sihir dari buku ajar itu di samping menerima pelajaran dari para guru di sekolahnya.


Dengan harapan ia bisa menguasai teknik terhebat dari ilmu sihir elemen tanah. Karena memang tidak banyak murid lain yang mempelajari ini, maka itu adalah kesempatannya untuk mengasah kemampuan dalam bidang ini sebesar mungkin.


Tekad itulah yang diterus diembannya selama ia menuntut ilmu di Akademi Sihir.


*


-Di area pertarungan tempat di mana Feronica dan Yelena bertarung, masa kini.-


'Bisa gawat kalau dibiarkan saja....' Ibu Guru Freiss mulai memikirkan yang tidak-tidak. Sedang yang terjadi di area lapang semakin tidak bagus adanya.


Bahkan para murid makin ramai di area lapang ini, situasi seperti ini membuat mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


'Mengapa siswa bernama Feronica itu melancarkan sihir seperti ini?' Freiss tidak mengerti, belum pernah ia menemui ada siswa yang menggunakan serangan yang sama-sama merugikan seperti ini.


'Apa dia ini berniat untuk bermain di luar aturan yang ada?' Freiss tahu tidak ada peraturan yang menegaskan bahwa harus ada salah seorang yang kalah untuk menentukan pemenangnya.


Yang kini terjadi adalah seorang siswi yang menggunakan sihir untuk memojokkan lawannya dan sayangnya itu juga berlaku bagi pengguna sihir yang bersangkutan. Terkesan seperti pedang bermata dua, menguntungkan sekaligus merugikannya.


'Aku tidak mungkin membiarkan mereka berdua tenggelam dan berubah menjadi batu!'


Freiss mengarahkan tangannya ke depan dan seketika itu juga muncullah cahaya terang dari telapak tangannya, dan cahaya itu memenuhi area lapang itu dengan seketika. Bahkan para murid juga tidak bisa melihat apa-apa karena begitu silaunya apa yang tadi mereka lihat.


'Aku tidak menyangka energinya sekuat itu.' Freiss butuh waktu beberapa saat untuk menetralkan kekuatan sihir Feronica. Padahal biasanya ia bisa melakukannya dengan sekejap.


'Bagaimana mungkin dia bisa bertahan mengeluarkan sihir jenis ini?' Freiss kembali bertanya dalam hatiya. Ia merasakan energi yang di luar batas wajar kekuatan seorang murid sihir.


Dan sekarang yang menjadi pertanyaan adalah apa yang sebenarnya dimaksud oleh ibu guru ini? Sementara yang kita tahu ini hanyalah Feronica yang mengeluarkan sihir terbaik miliknya?


'Aku sudah tahu batas kekuatan yang mampu di keluarkan oleh murid tingkat akhir. Tapi apa yang kurasakan sekarang ini terlalu berlebihan.' Freiss memikirkan hal ini. Ia tahu seberapa jauh kemampuan yang bisa dikeluarkan oleh seorang murid sekolah sihir.


Namun untuk kali ini ia merasakan ada sesuatu yang berbeda adanya. 'Tidak salah lagi ... aku salah menilainya..' Setelah beberapa saat berjibaku untuk menetralkan kekuatan sihir Feronica, akhirnya Freiss cukup yakin dengan pendapatnya itu.


'Kekuatan sihirnya bak tidak terbendung oleh kekuatan lain, bahkan Yelena yang adalah ahli di bidang sihir angin pun sama sekali tidak berkutik.' Freiss sempat memikirkan pertarungan kali ini akan berat sebelah adanya karena aura kekuatan Yelena benar-benar jauh lebih kuat dari Feronica.


Namun apa yang terjadi sekarang? Impresi awalnya itu mengelabuinya dan kini ia melihat bagimana kekuatan Feronica yang sebenarnya.

__ADS_1


Penetralan sihir pun tidak bisa dilakukan sebagaimana mestinya. Yang di mana ketika itu dilakukan maka seharusnya tidak ada kekuatan sihir apapun lagi di area pertarungan seketika itu juga.


Namun setelah beberapa saat berlalu pun proses ini tak kunjung selesai. Pada akhirnya Freiss tidak bisa hanya mengandalkan teknis kekuatan peredam area pertarungan saja, ia memutuskan untuk mengeluarkan kekuatannya demi membantu proses penetralan ini agar selesai dengan cepat.


Dan kini tubuh Feronica dan Yelena sudah mulai hampir menjadi batu sepenuhnya. Mereka jadi terlihat seperti patung karya seni seorang seniman yang cukup atraktif.


Shhhh....


Seketika itu juga muncullah lingkaran sihir berwarna putih yang mengelilingi area lapang tempat bertarung itu. Bergabung bersamaan dengan cahaya menyilaukan yang sudah ada sedari tadi.


"Astaga Bu, apa yang terjadi di sini?!"


"Waaahhhh...."


Para murid panik karena tidak tahu alasan jelas mengapa tiba-tiba muncul cahaya putih yang berasal dari area pertarungan itu. Namun di tengah kepanikan itu ada guru-guru lain mencoba memberi penjelasan dan berusaha menenangkan murid yang panik.


Syut.


Seketika itu juga cahaya putih menghilang perlahan, tepat ketika Freiss campur tangan memaksa penghentian energi sihir yang dikeluarkan oleh Feronica, dan pada akhirnya itu berhasil juga.


Cahaya putih itu perlahan menghilang, semua tanah bergelombang nan keras dan kehancuran area sudah kembali seperti sedia kala adanya.


Namun cahaya menyilaukan ini belum memperlihatkan kedua murid yang sedang bertarung di sana, sepertinya perlu beberapa saat agar orang-orang di luar arena bisa melihat mereka berdua.


Sret....


Dalam bayang-bayang cahaya yang masih menyilaukan, terlihat dua orang di area yang masing-masing di antara mereka nampaknya sudah terbaring.


"A- apa?" Mata Freiss terbuka lebar, ia melihat sekelebat cahaya merah kecil berapi di wajah Feronica tepat ketika pertama kali ia melihatnya.


'Apa itu yang muncul di wajahnya? Sebuah tanda?' Freiss bisa melihat sekelebat tanda yang muncul tadi dengan jelas. Sangat cepat muncul dan juga menghilang, dibutuhkan kejelian yang lebih untuk bisa benar-benar menyadari apa yang tadi muncul di wajah Feronica.


Dan kemunculan tanda aneh itu pun masih terhalang oleh cahaya yang memang masih ada di area itu. Freiss tidak yakin para murid dengan indera yang masih perlu di asah ini melihat tanda yang tadi muncul begitu cepat itu.


'Itu bukanlah tanda luka pertarungan.' Freiss sempat menyangka apa yang muncul di wajah Feronica tadi hanyalah bekas luka, jika saja memang benar luka maka tentunya tidak akan menghilang cepat dari wajahnya itu.


Atau mungkin itu adalah luka namun beregenerasi dengan cepat? Sulit memikirkan kemungkinan tersebut, mengingat murid Akademi Sihir punya batasan kemampuan juga yang ada pada mereka.

__ADS_1


Terlepas dari apapun yang sebenarnya ia lihat tadi Freiss merasa mungkin itulah yang menjadi pemicu kekuatan dari gadis yang bernama Feronica ini.


Apa maksudnya? Freiss tadi mengatakan Feronica ternyata mengeluarkan sihir dalam batas wajarnya bukan? Ia sempat tidak menyadarinya tadi, namun seiring dengan hilangnya tanda merah yang menyala-nyala pada wajahnya, aura kekuatan yang terasa dari padanya juga ikut memudar.


Freiss mencoba untuk tidak terlalu banyak berasumsi karena tahu belum tentu apa yang dipikirkannya itu benar adanya.


Dan kini orang-orang di luar area lapang pertarungan mulai bisa melihat bagaimana kondisi para murid yang tengah bertarung. Mereka berdua terbaring tidak sadarkan diri.


"Wah siapa pemenangnya?"


"Semuanya kalah, tentu mereka tidak lulus bukan?"


"Mereka sama-sama hebat, aku sempat tidak kuat melihatnya...."


Mulai terdengar keramaian kembali di antara para murid tingkat akhir yang sedang mengikuti tes susulan ini. Mereka saling berdiskusi akan hasil akhir yang terjadi ini.


Freiss tidak menyangka pertarungan harus terpaksa dihentikan secara paksa seperti ini dengan tanpa menyisakan pemenang di antara mereka berdua.


Menghentikan pertarungan memang adalah tugasnya jika diperlukan, karena sebagai guru akademi ia tidak bisa membiarkan para anak didiknya itu terlalu berlebihan dalam bertindak, dan itu termasuk pada kejadian kali ini.


Apa yang terjadi apabila kekuatan Feronica tidak dihentikan? Maka keadaan mereka berrdua bisa lebih buruk lagi dengan apa yang bisa dibayangkan.


Freiss tidak bisa mengambil risiko seperti itu. Para guru yang lain pun tentunya punya pemikiran yang sama dengannya saat ini.


'Feronica ... gadis yang menarik....' Freiss sedikit tersenyum, pada akhirnya hasil akhir ini memerlukan diskusi antara para guru di akademi. Di satu sisi ia dan para guru lain tidak bisa menganggap mereka berdua sama-sama kalah karena memang di pertarungan tes ini harus ada salah satu yang menang, di sisi lain perbandingan kekuatan dan aksi mereka memang patut dipertimbangkan untuk menentukan siapa pemenang di antara mereka.


Apa hasil akhir seri ini harus diulang lagi pertarungannya? Tes Kemampuan Sihir susulan adalah kesempatan kedua sekaligus terakhir bagi para murid akademi tingkat akhir, jadi tidak akan ada pengulangan tes kembali.


Terlepas dari berbagai macam opini yang di keluarkan oleh para murid sekarang Freiss segera memerintahkan panitia pelaksana Tes Kemampuan Sihir Susulan untuk segera membawa Feronica dan Yelena ke Pusat Kesehatan, demi segera memulihkan kondisi kesehatan mereka.


'Mereka berdua kelelahan,' batin Freiss. Ia jadi saksi kedua muridnya mengeluarkan semua yang mereka bisa.


Feronica dengan serangannya itu dan Yelena yang berusaha untuk keluar dari situasi sulit.


'Hmm, menarik.' Freiss penasaran soal kelanjutan drama pertarungan ini, namun ia harus mengambil kesempatan yang baik untuk menemui kedua muridnya.


Setelah Feronica dan Yelena di bawa ke Pusat Kesehatan sesi acara tes kembali dilanjutkan sebagaimana mestinya tepat setelah Freiss memberi informasi bahwa pemenang antara Feronica dan Yelena masih belum di tentukan.

__ADS_1


__ADS_2