
"Feronica!"
'Sial!' Stephen melihat kepulan debu asap disertai getaran yang cukup hebat, membuat seluruh area sekolah jadi sedikit bergoyang.
Stephen tidak paham akan tujuan kakaknya berada di tempat ini, dan sekarang dia menyerang seorang yang dikenalnya pertama kali setelah sekian lama.
Stephen tidak mau siapapun terluka di sini, terlebih lagi Feronica, karena memang dia tidak ada hubungannya dengan masalah ini.
Stephen tahu memang ia sudah banyak ikut campur akan kehidupan Feronica, hal ini memang tidak bisa dihindari demi mengungkap kenyataan yang ada, tapi sekarang ia tidak menyangka akan bertemu dengan seorang yang sangat dekat dengannya di saat seperti ini.
'Kenapa aku tidak bisa lebih cepat lagi?!' Stephen kembali bertanya dalam hatinya, mengapa di saat penting seperti ini ia begitu lamban untuk mencegah saudaranya itu?
Stephen masih bimbang akan semua yang bisa ia lakukan sekarang, mengingat memang baru pertama kali bertemu dengan saudaranya setelah sekian lama juga.
Tidak ada perbedaan yang begitu jauh dari saat terakhir kali Stephen bertemu dengan saudaranya, tidak ada momen persaudaraan hangat yang terjadi di sini.
Sebaliknya yang ada hanyalah perselisihan yang tidak ingin diingatnya, namun terus berlangsung hingga saat ini.
Stephen hanya bisa melihat apa yang terjadi di depannya, kepulan asap hitam tebal menyebar ke sekitar area lapang yang menandakan begitu kuatnya ledakan yang terjadi tadi.
*
"Hm?" Terdengar suara seorang berjubah hitam ini, terdengar tidak mengira ini akan terjadi.
"Haah... Haah...." Kepulan asap hitam mulai menghilang, terlihat Feronica sudah berada di tempat yang berbeda sekarang, cukup jauh dari tempatnya semula dan bisa dibilang memang itu karena ledakan yang terjadi tadi.
Feronica terlihat penuh dengan debu hitam, dan ada beberapa bercak darah yang ada di sekitaran tubuhnya. Kejadian tadi begitu cepat terjadi membuat siapapun yang melihatnya bertanya-tanya akan apa yang sebenarnya terjadi.
"Hoh... Menarik...." Orang berjubah hitam itu mengomentari apa yang sekarang dilihatnya.
"HAH!" Stephen langsung melompat pada kakaknya itu, dan memang posenya sekarang ia seperti menempel pada kakaknya (seperti ingin minta gendong dengan paksa).
Tanpa bisa disangka siapapun Stephen ternyata sudah berada di belakang dan melancarkan serangan kejutan yang juga tidak disadari oleh orang berjubah hitam ini.
"Sihir Gelap: Beban Hidup!"
DUM!
Krak!
__ADS_1
Retakan kecil muncul dan terus merembet lebih luas lagi membuat siapapun yang melihatnya merasa tanah yang mereka pijak ini semakin rapuh adanya.
Serangan sihir gelap yang cukup ampuh digunakan disaat seperti ini, serangan kejutan yang membuat lawan tidak bisa berkutik lagi.
Senyum kecil tersirat di wajah tampannya, Stephen merasa percaya serangannya itu berhasil membuat saudaranya keberatan (dalam arti yang sebenarnya).
"Segini saja?"
"APA?!" Stephen tidak percaya kakaknya ini berpose seolah memang tidak keberatan sama sekali. Padahal memang yakin sekali serangannya ini mengenai dengan telak.
"Kekuatan sihirmu seperti anak kecil saja...."
BUM!
"Ugh!" Pada akhirnya dengan jentikkan jari saja, gelombang kekuatan yang hebat muncul dan membuat Stephen harus terhempas cukup jauh.
"Dia... masih bisa bergerak!" Stephen tidak menyangka bisa seperti ini, padahal sebelumnya ia yakin seharusnya memang gerakan saudaranya itu terkunci karena begitu berat beban yang ia berikan padanya. Namun siapa sangka malah serangannya itu tidak berpengaruh apapun?
Kini tak ada lagi yang menghalangi orang berjubah hitam ini, yang sekarang seperti tengah menatap pada seorang yang sudah berhasil menahan serangan gelapnya.
"Haaah...." Feronica berusaha untuk menahan kakinya agar terus bisa bertumpu pada pijakan yang ada dibawahnya.
'Memangnya apa yang sebenarnya terjadi tadi?' Bahkan Feronica pun tidak tahu akan apa yang sebenarnya terjadi tadi, mengingat begitu cepatnya ledakan tadi terjadi.
'Yang kutahu tiba-tiba ada ledakan disekitarku... dan aku terseret sampai ke sini....' Feronica melihat keadaan badannya cukup berdebu dan juga berdarah meskipun tidak begitu banyak.
'Luka ini pasti karena ledakan tadi....' Feronica tidak merasakan sakit yang cukup berarti setelah terhempas karena ledakan yang besar tadi, namun anehnya kakinya terasa lemas dan mulai menjalar ke seluruh badannya.
Feronica menduga rasa lemas pada kakinya ini adalah luka dalam yang ia alami karena peristiwa tadi. Merasakan luka dalam seperti ini membuatnya sulit untuk menilai bagaimana keadaan tubuhnya sekarang.
Kini memang tubuhnya tidak lagi kaku seperti sebelumnya, namun sekaran berubah menjadi lemas, ini adalah perubahan yang cukup berarti, namun Feronica tidak bisa berkomentar banyak akan hal ini.
Bagaimana ia bisa selamat dari ledakan besar yang terjadi tadi lebih penting dibanding memikirkan kondisi tubuhnya sekarang. Yah, setidaknya ia masih ada di sini sampai sekarang.
Feronica tidak begitu memerhatikan bagaimana cara bertahannya tadi, namun di momen menegangkan itu, ia merasa tubuhnya mengeluarkan energi sihir dan sepertinya itulah yang membuatnya bisa terlindung.
Perasaan kaku memang tidak hanya berpengaruh pada tubuh saja, tadi ketika Feronica melihat keberadaan orang asing ini untuk pertama kali, kekuatan sihirnya seolah tidak bisa keluar dengan sebagaimana mestinya, seperti agak tersendat.
Barulah setelah beberapa saat orang asing itu masuk ke akademi, Feronica tidak lagi merasakan kaku pada tubuh dan kekuatan sihirnya. Dan memang hal ini membuat pertanyaan baru baginya.
__ADS_1
Akan apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa kekuatan dan tubuhnya bertingkah aneh ketika berada di dekat orang berjubah hitam ini?
Feronica menduga memang ini karena kekuatan orang asing ini begitu kuat sampai-sampai membuatnya tidak berkutik sama sekali. Alasan itulah yang paling masuk akal untuk saat ini.
Dan sekarang tidak hanya itu saja, Feronica juga penasaran akan mengapa Kak Stephen terlihat begitu serius dengan orang berjubah hitam ini? Bukankah sebelumnya ia bahkan tidak tertarik untuk datang ke tempat ini?
Tapi Feronica harus mengesampingkan dulu pertanyaan yang begitu banyak ini, kini ada hal lain yang harus ia urus dengan hati-hati.
'Serangan Kak Stephen tadi sama sekali tidak mempan....' Feronica melihat dengan jelas bagaimana temannya itu berusaha untuk menghentikan pergerakan orang ini, dan memang bisa berhenti namun dalam waktu yang cukup singkat.
Meskipun serangannya itu dapat ditangkal dengan mudah, tapi yah... setidaknya sudah mencoba, Feronica jadi tahu memang orang di depannya ini bukanlah orang yang baik-baik.
Hal ini dibuktikan dengan bagaimana ia membuat kekacauan di akademi, bertarung dengan guru serta Kak Stephen dan kini berurusan dengan mantan murid akademi sepertinya.
Masalah apa yang sebenarnya ada pada orang asing ini? Feronica belum mengerti juga, dan setiap kali ada ide untuk bertanya langsung pada orang itu, Feronica seolah sudah bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya.
'Orang kuat sepertinya tidak butuh obrolan ringan seperti itu....' Feronica jadi bingung juga dan memutar otaknya untuk menemukan cara agar ia bisa mengetahui motif apa dibalik kekacauan yang dibuat oleh orang berjubah hitam ini.
"Haaahh...." Feronica masih berupaya berpikir sembari mempertahankan tubuhnya agar tidak jatuh ke tanah, tidak disangkanya satu serangan dari orang itu bisa membuatnya jadi seperti ini.
Sedang orang berjubah hitam itu berjalan pelan ke arahnya, menciptakan aura kengerian yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. "Seorang manusia sepertimu... bisa bertahan...."
"Hehe... hehehe...." Terdengar seperti nada seorang yang tertarik namun di saat yang bersamaan juga terdengar mengerikan. Setiap langkah darinya bak nada musik horor yang sedang diputar bersamaan dengan suasana yang suram seperti ini.
'Apa yang harus kulakuakan?!' Feronica masih diam di tempat saja, bukan keinginannya untuk diam saja, namun memang tubuhnya sekarang masih belum bisa diajak beraksi, jadi apa lagi yang harus dilakukannya? Sedang orang berjubah itu kian mendekat padanya?
SYUT!
"Eh?" Feronica tiba-tiba melihat ada seorang bertubuh besar ada di depannya, jika dilihat dari belakang sepertinya memang tidak asing....
"Ada urusan apa wahai Tuan tanpa identitas?" Suara berat dan eksentrik tiba-tiba terdengar, membuat dugaan Feronica memang menjadi-jadi akan siapa yang sebenarnya ada di depannya.
"Hm? Hoh... mau menghiburku juga?" Orang berjubah hitam itu berhenti tepat di depan seorang bertubuh besar itu, membuat suasana di sekitar jadi semakin panas saja.
"Tuan Joseph!" Feronica tidak menyangka salah satu guru dari akademi juga turut ada di sini sekarang, yah memang tidak begitu aneh juga sih ada seorang guru di sekolah seperti ini.
Lagipula sekolah mana yang tidak ada guru di dalamnya? Feronica masih merasa kaget akan kemunculan tiba-tiba guru akademinya ini, di tengah situasi yang seperti ini kedatangannya sungguhlah tepat waktu adanya.
"Baiklah kalau begitu, ayo kita mulai pestanya!" Joseph mengadukan kedua kepalan tangannya yang besar itu dan seketika itu juga muncullah hawa kekuatan besar yang terpancar dari tubuhnya.
__ADS_1