Secret Of Werewolf

Secret Of Werewolf
Bab 73: Masih Mau?


__ADS_3

"Apa ini?" Pria itu sekarang merasakan atmosfer yang berbeda setelah melihat perubahan lingkaran sihir yang tadinya tidak ia terlalu pedulikan itu.


Aura sihir yang sudah melemah itu mendadak kembali menjadi kuat. Mengapa bisa terjadi hal seperti ini?


BUM!


DRTTT!


Kini getaran yang lebih kencang dari sebelumnya kembali mengguncang area ini, disertai dengan bunyi dentuman yang lebih keras dari sebelumnya.


Feronica mengangkat wajahnya perlahan, ia terlihat menutup matanya dan raut wajahnya terlihat serius, beriringan dengan hawa kekuatannya yang kembali seperti semula, malahan bertambah kuat dari sebelumnya.


Ekspresinya tidak menunjukkan ia tengah tersiksa seperti perkiraan pria tadi, malahan kini perlahan raut wajah seriusnya terlihat berubah perlahan.


Senyum kecil tanda kepuasan terlihat jelas dari Feronica sekarang. Seolah memang ia sudah merencanakan semua ini, dan mungkin saja memang benar begitu?


BRAK!


DRRETTT....


Sihir Feronica lebih merusak dengan keras dibandingkan sebelumnya, membuat sihir kegelapan pria ini terguncang hebat dan menjadi tidak stabil secara instan.


Padahal sebelumnya untuk membuat sihir kegelapan tidak stabil, butuh kekuatan yang amat besar melebihi dari kekuatan si pengguna sihir sekarang ini.


"Ja- jangan jangan?!" Pria itu kembali pada ekspresinya yang semula, ia yang mengira gadis itu sudah tidak memiliki kekuatan lagi pada akhirnya tidak percaya dengan apa yang sekarang ini terjadi.


"Apa kau pikir semuanya telah berakhir?" Feronica tersenyum puas melihat reaksi dari pria itu, hanya dalam waktu yang singkat ia bisa membuat lawannya terkejut, dua kali....

__ADS_1


"Aku harus menahan kekuatannya!" Pria itu pada akhirnya tidak bisa mempertahankan ketenangannya karena memang apa yang sekarang terjadi pada sihirnya sudah di luar perkiraannya.


SRRRR....


Dengan cepat Pria itu mengumpulkan kembali kekuatan sihir gelapnya dengan tujuan mempertahankan sihirnya yang sekarang yang dalam waktu singkat sudah hancur seperti ini.


Krrttt!


Terlihat sihir gelap Stephen berusaha untuk menambal kerusakan yang terjadi di sini, namun seberapa banyak sihir yang telah dikumpulkan, kerusakan area yang terjadi tidak berhenti sama sekali.


"Mengapa?!" Bahkan dengan sihir yang sudah dengan cepat ia kumpulkan tidak mampu untuk menekan sihir lemah dari seorang manusia. Kini seluruh area ciptaannya mulai runtuh dan kini hanya ada cahaya terang yang menyilaukan di tempatnya.


Padahal ia yakin sebelumnya sihirnya itu tidak mampu diganggu oleh kekuatan lawannya ini, yang sebentar tadi sudah kelelahan. Namun mengapa malah sekarang sihir kekuatan gelapnya bisa serapuh ini? Apa yang sebenarnya terjadi?


"Aku... tidak bisa bertahan!" Pria itu tidak percaya dengan kekuatan gadis ini, bahkan setelah kondisinya seperti itu ia masih bisa mengeluarkan kekuatan yang benar-benar hebat.


Semua sihir gelap yang adalah keuntungannya karena lawannya sudah berada di dalamnya tidak membuahkan hasil, kekuatan gadis itu terus bertambah kuat tidak bisa dikejar olehnya.


Ini aneh, apa mungkin ini karena pertama kali ia bertarung dengan serius setelah sekian lama berlalu? Mungkinkah tubuhnya perlu menyesuaikan diri dengan kekuatan yang sudah lama tak digunakannya itu?


Banyak perkiraan yang terpikir oleh pria ini, namun jawaban yang sebenarnya dari pertanyaannya ini belum jelas terlihat.


"Ya... aku manusia...." Feronica menikmati setiap momen yang sekarang terjadi, saat inilah yang ia tunggu-tunggu, di mana akhirnya hampir seluruh area di sini tidak gelap lagi, melainkan mulai retak dan muncul cahaya di mana-mana.


"...." Pria itu hanya bisa melihat dengan kosong, mengapa bisa-bisanya ia dipermalukan oleh seorang manusia seperti ini? Mengapa tidak sekalian saja ia mengakhiri ini sebelumnya?


Jika bukan karena egonya sendiri mungkin ini akan selesai dengan cepat dan tidak menyusahkannya, namun pilihannya sebelumnya sudah tidak bisa lagi diulang.

__ADS_1


Kini pria itu hanya bisa terdiam menyaksikan area sekitar ciptaannya sendiri hancur lebur oleh cahaya yang terang, getaran dan suara yang kencang ini. Dan ia sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi akan hal ini.


Ia sudah mencoba sebisanya untuk menghentikan sihir seorang manusia, tapi siapa sangka ia tidak mampu melakukannya? Padahal sudah jelas-jelas perbedaan di antara mereka. Sihir yang dimilikinya pun lebih kuat dibanding sihir biasa manusia ini.


Kini pertanyaan mulai muncul dalam benak pria ini, akan mengapa manusia seperti gadis ini bisa mengeluarkan kekuatan yang jauh lebih besar dan cepat padahal tadi sihirnya sudah melemah dengan drastis, dan ditambah pula dengan kondisi tubuhnya seperti itu.


Apa mungkin ada sesuatu yang tidak ia tahu? Bagaimana dengan tanda yang ia lihat dari awal? Pria ini yakin ada sesuatu yang cukup penting di sini.


Pasalnya memang ia merasakan energi kekuatan gadis itu terpancar dengan kuat dari tanda yang ada di sekujur tubuh lawannya itu. Apa mungkin ada sesuatu dibalik tanda itu?


Mengapa hanya ketika ada tanda itu ia bisa merasakan kekuatan yang besar dari lawannya ini? Bagaimana jika tanda itu tidak ada padanya? Apakah kekuatan besar masih akan terpancar darinya?


Kini Pria ini mulai bertanya-tanya akan hal ini, mengapa ada seorang manusia yang memiliki kekuatan besar seperti ini? Mungkinkah banyak hal terjadi ketika ia tertidur cukup lama?


Apapun alasan dan maksud dari tanda yang ia lihat sekarang, pria itu yakin bahwa tanda itulah yang memberikan kekuatan yang begitu kuat yang bahkan sulit untuk dilawan dengan kekuatan gelapnya ini.


Meskipun sihirnya kini tak lama lagi akan segera hancur, namun pria ini tidak begitu khawatir, masih banyak cara lain yang bisa digunakannya untuk mengalahkan gadis ini, dan ia bisa pastikan cara selanjutnya tidak akan butuh waktu lama untuk menyelesaikannya.


"Gadis kecil... siapa namamu?" Pria itu mulai tertarik untuk mengetahui nama seorang manusia yang bisa memojokkannya sampai di sini, setidaknya inilah cara tersingkat baginya untuk bertanya soal ini, ia tidak bisa melakukannya kalau yang sudah bersangkutan tiada tentunya.


"Namaku ... apa itu penting?" Feronica tidak begitu tertarik untuk memberitahukan namanya pada pria asing tak dikenalnya ini, lagipula untuk apa? Dia ini adalah musuhnya, bukankah yang terpenting sekarang adalah mengalahkannya dan bukan berkenalan?"


Dan Feroniica mengarahkan satu tangannya ke depan, lingkaran sihir merah yang mengelilingi area ini terus menggerogoti sihir lawannya, sampai yang tersisa kini hanyalah ruangan putih polos bersih, seolah mereka sedang di dimensi lain, tempat yang begitu berbeda dengan yang sebelumnya.


Dan juga entitas pria itu yang berwujud bayangan hitam berbentuk orang di sini, hanya tinggal sebagian kecil energi gelap yang ada padanya sekarang.


"Masih mau meremehkan kekuatan manusia?"

__ADS_1


__ADS_2