
Dan sekarang ia menambah kejahatannya dengan berkhianat.
Felicia tak menyesali keputusannya sama sekali.
Sudahlah cukup ia jadi boneka terakhir, jangan ada yang lain.
SWUSH.
Aura kekuatannya terkumpul lagi, Felicia siap.
“Ho?” Alex terkesan dia masih punya kekuatan.
“….” Felicia sudah menyangka akan melihat ekspresi seperti itu.
Dia pikir dirinya akan menyerah begitu saja?
Maaf saja, tapi ia takkan terlihat menyedihkan disaat terakhir ini.
Sret.
Alex mengangkat tangannya, terlihatlah raut wajah penuh ketegasan dan ketidakpedulian.
Sementara kekuatan gelap berkumpul dan semakin besar.
Apa yang dilakukannya terlalu jelas: hendak mengakhiri semua ini.
Tak ada alasan bagi pria ini untuk memperpanjang pertarungan dan membuang waktunya.
Ia sudah melihat cukup bukti, masih ada makhluk kuat lain yang bisa dimanfaatkan demi kelanjutan misinya.
Tak ada gunanya terus mempertahankan sampah sepertinya.
“….” Felicia memandang penuh arti, kini tak lama lagi serangan super kuat datang dan mengakhirinya.
Tak ada ketakutan sedikitpun, yang ada hanyalah tatapan penuh kebanggaan.
‘Setidaknya aku masih punya niat baik.’ Felicia jadi memikirkannya hal ini.
Ia ‘hampir’ melakukan hal baik, dan itulah kebanggaannya.
Terkadang tak apa merasa senang karena hal bodoh.
DRRR….
Bahkan tanah pun bergetar, saking besarnya kekuatan yang dihimpun pria ini.
“….” Ia masih menahan serangannya. Sadar apa yang dilakukan perempuan itu hanya gimik belaka.
Dia tak akan bisa bertahan dengan aura kekuatan sekecil itu.
Kenyataannya, tak ada niat bertahan dari awal. Felicia hanya tak ingin berakhir menyedihkan.
“Tunggu apa lagi?” Felicia tersenyum kecil, tak peduli dengan kematian di depannya.
“Kau yang memintanya.”
DDRRRR!!
Gelombang kekuatan gelap meledak dan menghancurkan apapun yang dilewatinya.
“….” Felicia masih tersenyum kecil, inilah akhir yang pantas untuk makhluk jahat sepertinya.
BUMMMM!!
Ledakan kembali energi hitam langsung menyebar, menghancurkan area sekitar dengan mudahnya.
Alex terdiam, dia tadinya ingin menyiksa penghianat itu lebih lama lagi.
Namun karena kebaikan hatinya, ia tetap mengabulkan permintaan terakhirnya.
Yah anggap saja sebagai keringanan atas semua jasanya dulu.
Menemukan makhluk kuat tidak sulit, namun yang setia? Lain cerita.
Kini pria ini belajar dari kesalahannya dan memastikan ia punya boneka yang bisa dipercaya sampai akhir.
SSHHHH!!
Hempasan udara kuat tercipta dan menyapu kuat seluruh area ini.
Alex menikmati momen ini, dan setelah berakhir waktunya pembalasan.
Hukuman sangat berat bagi yang sudah mempermalukannya habis-habisan.
__ADS_1
Shh….
Efek serangannya mulai berhenti, Alex terdiam, seharusnya saat inilah ia melakukan selebrasi.
“….” Namun ia terdiam dengan ekspresi yang sulit dijelaskan, namun yang pasti tidak senang dengan apa yang dilihatnya.
“STEPHEN!?” Terdengarlah suara perempuan yang tak lain Felicia sendiri.
Ia tidak percaya, kenapa tiba-tiba dia ada di depannya!?
Terlihatlah Stephen berdiri menyilangkan tangannya, dan asap keluar dari tubuhnya.
“Kau.” Nada kekesalan keluar dari pria ini.
Stephen menatap kakaknya seksama.
“Felicia dipihakmu ‘kan kak?”
“… tadinya….” Alex tak terlihat tertarik lagi.
“!” Kenapa dia menanyakan hal yang sudah jelas begitu!?
Dia sendiri yang mengatakan semua ini, masa lupa lagi? Felicia tidak percaya.
“….” Yah Stephen hanya basa-basi saja.
Ia sudah tahu kakaknya pasti menyingkirkan siapapun yang berkhianat.
Kemungkinannya sangat kecil untuk Felicia kembali lagi di sisinya.
“Kau ingin meninggalkan dunia duluan?” Alex menatap tajam.
JDER!
Kilauan cahaya petir dan gemuruh guntur menambah ngeri ucapannya itu.
“Menarik.” Stephen membalas tatapan tajam kakaknya.
Kini kedua sorot mata kuning tajam saling melihat satu sama lain.
“….” Felicia terdiam, banyak pertanyaan di benaknya, namun sekarang bukan saat yang tepat untuk mengobrol.
HUSH!
DBUMM!!
Ledakan energi langsung tercipta dan mereka langsung baku hantam!
“Uh.” Felicia berusaha bertahan dari hempasan energi kencang ini.
“Wah!” Angin kencang langsung menghempaskannya!
Ia tak punya kekuatan lagi untuk bertahan!
SWUSH!
Felicia terhempas menjauh, bak daun tertiup angin.
Ia ingin berhenti, tapi sayangnya tubuhnya tidak setuju!
BRUGH.
“!” Tubuhnya berhenti terhempas!
Dan rasanya ada yang memeluknya..
“Nona tak apa?”
“WA!” Gadis kecil mengerikan itu!
“Te- tenang nona….” Feronica berusaha menenangkannya, atau mereka bisa terhempas lagi.
Shh….
Perlahan namun pasti Feronica mengeluarkan energinya, membentuk aura pertahanan agar mereka berdua tidak makin jauh terhempas.
Felicia tertunduk, dari raut wajahnya terlihat jelas apa yang dialaminya, takut.
“Tenang saja nona, aku bukan musuh.” Feronica berusaha meyakinkannya.
“….” Felicia masih terdiam, ia bukan tipe makhluk yang menelan bulat-bulat perkataan begitu saja.
Kok bisa-bisanya ia ditakuti begini ya? Padahal ia benar-benar tak ada niatan jahat.
__ADS_1
Tak lama Felicia mengangkat kepalanya. Ia memalingkan pandangannya ke arah lain, belum terbiasa.
Feronica tersenyum kecil, begitu saja tak apa.
Ia sudah mendengar semuanya dari kak Stephen.
Musuh jadi kawan ternyata benar-benar bisa terjadi ya … Feronica pikir itu hanya ada di cerita saja.
Kondisinya sangat lemah….
Nona ini sudah bertarung dengan saudaranya kak Stephen….
“Kenapa kau … membantuku?” Felicia membuka mulutnya juga, ia perlu penjelasan.
“Karena … nona orang yang berharga bagi kak Stephen.” Feronica tersenyum.
“!” Felicia terdiam, bisa-bisanya anak kecil mengerti soal ini?
Yah Feronica tak punya jawaban lain selain itu.
Entah kenapa ia bisa merasakan suatu hubungan dekat diantara keduanya.
“Bicaramu liar juga ya.” Felicia tersenyum.
“LI - LIAR!?” Ia tak mengatakan yang tak sopan ‘kan?
“Tujuanku mengakhirimu lho.” Felicia berusaha menyadarkan gadis ini.
“Iya?” Memang sudah jelas kok.
“Kamu bodoh ya?” Kok dia belum mengerti juga sih?
“?” Feronica diam, ia gagal paham sih.
Felicia menginginkan alasan yang lebih dari sekadar ‘demi orang lain.’
Tidak mungkin gadis ini tak merasakan sesuatu tentangnya.
Apa dia tidak marah atau dendam gara-gara perbuatannya sebelumnya?
“Tidak kok.”
‘PENDEK SEKALI JAWABANNYA.’ Felicia heran.
Memang terkadang pertarungan tak terhindarkan dan harus selalu siap kapan saja.
“….” Ternyata gadis ini bukan tipe yang suka mengingat kesalahan dan dendam ya.
Felicia paham sekarang.
Tapi dia tidak tahu sejahat apa dirinya dan pasti berpikir dua kali untuk membiarkannya tetap hidup.
“Tenang saja nona.” Feronica benar-benar percaya padanya, tidak perlu ada yang dikhawatirkan.
Felicia sudah mengerti sekarang, ia tak lagi berontak dan curiga, melainkan menerima sepenuhnya pertolongan dari mereka berdua.
Perempuan itu pun tertidur di pelukan Feronica.
“Kak….” Feronica tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya, sementara hempasan dan dentuman kencang terus terjadi….
*
BUMM
Dua saudara ini masih baku hantam satu sama lain, dan tak ada yang mau mengalah.
Yah mengingat tujuan mereka bukan untuk kalah, melainkan menang!
Kini tekad dan tujuan mereka diuji kembali, di tengah malam dan cuaca buruk!
Siapakah yang akan bertahan sampai akhir!?
DUAR!!
Ledakan energi sudah jadi hal biasa.
Adu fisik sudah naik level! Pertarungan mereka benar-benar sengit!
Banyak teknik yang diperlihatkan, dan itu menambah serunya pertarungan ini!
Bergerak bak sekelebat cahaya yang beradu satu sama lain.
Sang kakak tidak menyangka adiknya bisa meladeninya sejauh ini.
__ADS_1
Apa dia bertambah kuat?